Inilah Olahraga yang Bisa Digunakan Betting di Casino Macau

Inilah Olahraga yang Bisa Digunakan Betting di Casino Macau

Semua orang pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat yang bernama casino. Ya, tempat yang digunakan sebagai wadah untuk melakukan betting tersebut sangat populer di berbagai negara yang melegalkan aktifitas betting. Salah casino yang masuk dalam jajaran 10 besar di dunia adalah casino Macau. Ya, casino yang ada di wilayah pesisir selatan Republik Rakyat Tiongkok ini telah beroperasi sejak tahun 2000an. Arena casino juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sangat memanjakan para bettor seperti hotel, tempat perbelanjaan, restoran, bar dan sarana hiburan lainnya. Tak heran jika banyak turis yang menjadikan casino Macau sebagai destinasi wisata betting. Selain itu, tak sedikit bettor yang menyebut casino Macau sebagai salah satu ibukota perjudian yang ada di dunia.

Banyak sekali pilihan permainan betting yang dijumpai jika berkunjung ke casino Macau. Secara umum, permainan betting yang tersedia mengadopsi casino bergaya barat dan terbagi menjadi tiga kategori yang berbeda yaitu permainan casino (baccarat, sic bo, roulette, blackjack, poker, craps dan sebagainya), lotere dan olahraga (sports). Nah, bagi anda yang tertarik betting pada berbagai cabang olahraga maka casino Macau bisa menjadi arena bermain yang tepat. Setiap bettor bisa memasang betting pada berbagai cabang olahraga sekaligus seperti sepak bola, basket, bisbol, hoki dan sebagainya. Bahkan, betting juga bisa dipasang pada berbagai olahraga balapan atau racing seperti balap kuda (ponies) dan balap anjing (greyhound).

Baca juga : Menilik 3 Prestasi Terbaik Striker dan Kapten Tim Nasional Iran Ali Daei

Bettor akan dimanjakan dengan hadirnya berbagai kompetisi (liga) pada masing-masing cabang olahraga. Kompetisi olahraga yang bisa dipasang betting berasal dari seluruh negara yang ada di dunia. Salah satu contohnya terdapat pada kompetisi yang ada di dalam betting olahraga sepak bola seperti liga Inggris, liga Itali, liga Jerman, liga Belanda dan sebagainya. Bahkan, jenis betting yang bisa dipasang oleh bettor juga sangat beragam seperti handicap, over/under, home/away, odd/even, half time/full time, mix parlay dan sebagainya. Betting berjalan dengan sangat sportif sesuai dengan aturan bermain yang berlaku. Setiap bettor akan mendapatkan peluang kemenangan yang sama berkat permainan yang terbebas dari unsur manipulasi atau kecurangan. Betting yang dilakukan para berbagai permainan juga menjadi semakin menguntungkan dengan hadirnya jackpot. Melalui jackpot maka bettor bisa mendapatkan hadirah kemenangan hingga beberapa kali lipat dari biasanya. Bahkan, tak sedikit bettor yang berhasil mendapatkan jackpot akan pulang dengan membawa keuntungan yang fantastis dan menjadikannya sebagai orang kaya dadakan.

Bagi bettor yang ingin menikmati keseruan betting casino Macau namun belum memiliki waktu luang untuk pergi kesana maka betting dapat dilakukan secara online. Ya, penyedia casino juga menyajikan berbagai permainan bettingnya secara online ke dalam website maupun aplikasi. Hadirnya berbagai media online membuat betting bisa dilakukan tanpa harus pergi ke luar negeri. Cukup dengan memanfaatkan jaringan internet yang semakin kencang dan berbagai peroabotan elektronik seperti komputer, laptop, notebook dan smartphone maka betting casino macau sudah bisa dipasang secara online. Bahkan, sensasi betting yang didapatkan oleh bettor juga sangat nyata layaknya sedang betting di casino Macau yang sesungguhnya. Meskipun permainan betting disajikan secara online tetapi tidak sedikitpun mengurangi sportifitasnya. Pasalnya, permainan terbebas dari adanya manipulasi yang berasal dari sistem robot maupun administrator. Terlebih, permainan betting juga diperkuat dengan berbagai sistem keamanan otomatis yang canggih seperti anti hack maupun anti cheat.

Baca juga : Informasi Mengenai Los Angeles FC dan Beberapa Rating Pemainnya

Ali Karimi Pemain Asal Iran Yang Legendaris Persepolis

Ali Karimi Pemain Asal Iran Yang Legendaris Persepolis – Ali Karimi lahir 8 November 1978 merupakan seseorang instruktur serta mantan player sepak bola Iran. Sepanjang pekerjaannya, beliau main buat Fath Tehran, Persepolis, Al- Ahli Dubai, Bayern Munich, Qatar SC, Steel Azin, Schalke 04, Tractor Sazi, serta regu nasional Iran di mana beliau mengecap 38 berhasil dalam 127 performa. Pada tahun 2004, beliau jadi player Iran keempat yang memenangkan Player Terbaik Asia Tahun Ini. Ia memublikasikan pembatalan dirinya pada akhir masa 2013- 14 serta, pada 11 April 2014, memainkan perlombaan terakhir dari 18 tahun pekerjaannya.

Ali Karimi Pemain Asal Iran Yang Legendaris Persepolis

naftclub.com – Karir handal Karimi diawali dengan Fath Tehran, di mana beliau melaksanakan debut regu pertamanya pada tahun 1996 di umur 18 tahun. Beliau setelah itu main 3 masa bersama Persepolis, memenangkan aliansi Iran 2 kali serta Piala Hazfi sekali bersama klub.

Pada Juli 2001 Karimi memaraf kontrak 2 tahun dengan klub Aliansi Membela UEA Al- Ahli Dubai. Dikala jadi player Al- Ahli, Karimi memenangkan 2 titel piala, serta ialah penerbit pengecap berhasil paling banyak di masa 2003- 04, hasil yang bergengsi buat seseorang gelandang.

Baca Juga : Alireza Beiranvand Tepis Tendangan Penalti Cristiano Ronaldo

Sehabis meninggalkan klub pada tahun 2005 dalam umur 26 tahun, Karimi alih ke Eropa yang sudah lama ditunggu- tunggu buat main buat Bayern Munich. Di klub beliau relatif berhasil, memenangkan Bundesliga serta DFB- Pokal pada masa 2005- 06.

Setelah itu dalam pekerjaannya, beliau berasosiasi kembali dengan mantan instruktur Felix Magath serta memenangkan Piala Jerman kedua dengan Schalke 04. Karimi memberhentikan pekerjaan bermainnya di Iran dengan Persepolis serta Tractor Sazi, serta dengan yang terakhir memenangkan Piala Hazfi di masa terakhir pekerjaannya.

Dalam sepak bola global, Karimi melaksanakan debutnya di Iran pada 13 Oktober 1998, pada umur 19 tahun. Ia membuat 127 performa pekerjaan dengan cara keseluruhan, tampak di 5 invitasi besar tercantum Asian Permainan 1998, 2000, 2004, serta Piala Asia 2007 serta Bumi FIFA 2006 Cawan. Populer sebab keahlian bolanya, dribbling run serta keahlian playmaking, beliau kerap diucap selaku Asian Maradona serta The Magician.

Ia dipercayai selaku salah satu player terbanyak Asia, serta kerap tertera selaku salah satu player Iran terbanyak sejauh era. Pada Juni 2020, beliau dinobatkan selaku player asing terbaik di aliansi Uni Emirat Arab dengan 25 persen suara dalam telaah opini yang dicoba oleh web Albayan, bersama dengan gelandang Chili Jorge Valdivia.

Karir klub

Karimi mengawali pekerjaan profesionalnya dengan klub bagian 2 Fath Football Club pada tahun 1997 di mana penataran pembibitan dicoba di jalanan dengan bola plastik.

Persepolis

Pada tahun 1998, Karimi berasosiasi dengan klub sepak bola Persepolis, yang memenangkan dobel dalam negeri pada tahun 1999 serta kompetisi lagi pada tahun 2000. Ia mendatangi konferensi dengan Perugia Calcio, namun memindahkan dibatalkan kala Perugia menyangka bayaran memindahkan sangat besar. Terdapat pula dikabarkan ajuan dari Spanyol Atlético Madrid yang mau melunasi Karimi£ 4, 3 juta dalam kontrak 4 tahun, tetapi Karimi memilah bagian Uni Emirat Arab Al- Ahli sebab ia mau bermukim dekat dengan rumah.

Al- Ahli

Karimi memaraf kontrak dengan Angkatan laut(AL) Pakar di Uni Emirat Arab pada tahun 2001, dengan pendapatan yang dikabarkan sebesar$1, 3 juta sepanjang 2 tahun. Pada masa itu, Al- Ahli sukses mencapai beker pertamanya, ialah jadi Pemenang Biasa Piala Kepala negara pada masa 2001–02.

Ia mengecap 14 berhasil liga- tinggi buat Angkatan laut(AL) Pakar pada tahun 2004. Pada Juni 2020 beliau pula dinobatkan selaku player asing terbaik di aliansi Uni Emirat Arab.

Bayern Munich

Pada bertepatan pada 3 Mei 2005, web website pemenang Bundesliga Bayern Munich memublikasikan kalau mereka sudah memaraf kontrak satu tahun dengan Karimi, yang jadi orang Iran ketiga sehabis Ali Daei serta Vahid Hashemian yang berupaya peruntungannya dengan Bayern.

Pada bulan Oktober 2004, Iran menyajikan Jerman dalam perlombaan pertemanan di mana Karimi main. Penendang majalah memilah Karimi selaku man of the match. Pramuka FC Bayern menekuni Karimi di Dubai lebih dekat serta kembali dengan saran buat tidak memaraf player sebab keragu- raguan atas kebugarannya. Felix Magath menyudahi buat meneruskan penandatanganan walaupun terdapat saran minus.

Pada 13 Agustus 2005, Karimi melaksanakan debut dini buat Bayern kala Felix Magath menaruh ia di starting line- up kemenangan 5- 2 melawan Bayer Leverkusen pada hari kedua Bundesliga, di mana beliau main di bagian kiri lini tengah.

Karimi membuat assist buat Roy Makaay buat berhasil kedua Bayern diiringi dengan berhasil pertamanya di Bundesliga. Ia pergi pada menit ke- 58 buat player global Brasil Zé Roberto serta menyambut tepuk tangan hidup dari fans ekspedisi Munich.

Karimi mengecap berhasil pada performa pertamanya di Aliansi Champions melawan Rapid Vienna pada 22 November 2005. Pada 17 Desember 2005, Karimi main sepanjang 88 menit serta mengecap berhasil dalam kemenangan 2- 1 Bayern atas Borussia Dortmund.

Karimi membuat performa ke- 25 buat Bayern pada 4 Maret 2006 melawan Hamburg, yang menyebabkan perpanjangan otomatis 12 bulan buat kontrak satu tahun yang selesai pada 30 Juni 2007. Tetapi, beliau luka pergelangan kaki pada perlombaan yang serupa, yang buatnya bolos sepanjang 6 minggu.

Pada masa 2006- 07, Karimi kerap dicadangkan. Karimi melaporkan keyakinannya kalau itu merupakan masa terakhirnya bersama Bayern serta kontraknya tidak hendak diperpanjang. Red Bull Salzburg menawarkan Karimi kontrak, yang ia dorong. Al- Ahli pula mengajukan ajuan sah untuknya, yang kesimpulannya diveto oleh Felix Magath sebab lini tengah Munich terkuras oleh pembatalan diri tiba- tiba Sebastian Deisler. Pada bertepatan pada 29 Mei 2007, Bayern Munich memublikasikan Karimi meninggalkan klub, walaupun klub barunya belum dikenal.

Qatar SC

Pada 3 Juli 2007, Karimi memublikasikan kalau ia sudah memaraf kontrak 2 tahun dengan Qatar Sports Club. Karimi dipercayai sudah memaraf kontrak senilai dekat£3, 2 juta, dengan klausul yang membolehkan ia buat kembali ke Eropa bila saja. Pada 13 Juli 2008, Karimi memaraf kontrak 2 tahun dengan Al- Sailiya yang dibilang berharga dekat£4, 7 juta.

Persepolis

Pimpinan Persepolis dikala itu, Dariush Mostafavi, menggapai perjanjian dengan Karimi sehabis obrolan telepon sepanjang satu jam. Persepolis wajib melunasi Al- Sailiyah buat membebaskan Karimi dari kontraknya. Mostafavi mengklaim bayaran luncurkan dekat US$310. 000. Karimi berasosiasi dengan Persepolis dengan status pinjaman, serta memaraf kontrak dengan Persepolis dengan kontrak satu tahun pada 6 September 2008.

Karimi mengecap berhasil pertamanya semenjak kembali ke Persepolis dalam derby Teheran. Dengan Esteghlal mengetuai 1- 0, Karimi membandingkan peran buat Persepolis 2 menit dari durasi. Pada bertepatan pada 9 Oktober 2008, Karimi mengecap hattrick melawan Abumoslem namun tidak dapat menghindari Persepolis takluk 3- 4.

Tetapi, kontrak Karimi dikabarkan tidak diperpanjang sebab ikatan yang kaku dengan kepala administrator Persepolis Abbas Ansarifard. Sedangkan Ansarifard mengklaim kalau klub menawarkan Karimi kontrak namun ia tidak timbul, Karimi mengklaim kalau Persepolis buatnya menunggu sepanjang 4 minggu tanpa hasil.

Baja Azin

Karimi berasosiasi dengan Steel Azin yang terkini dipromosikan pada 29 Juli 2009 dengan kontrak satu tahun. Ia dikabarkan hendak dibayar US$400. 000 buat masa itu.

Sehabis berasosiasi dengan Steel Azin, Karimi mengecap 4 berhasil beruntun di dini masa. Pada bertepatan pada 14 Agustus 2009, beliau mengecap berhasil kedua dalam kemenangan 4- 3 Steel Azin atas Saba. Ia mengecap 2 berhasil melawan Shahin dalam kemenangan 2- 1 Steel Azin. Pada 4 Desember 2009, Karimi mengonversi denda pada menit ke- 52 melawan Cocok FC buat mengecap berhasil ke- 11 masa ini.

Pada bertepatan pada 6 Maret 2010, sepanjang perlombaan timnya melawan Saipa, Karimi diusir pergi alun- alun sebab mendesak Majid Ayoubi sehabis Ayoubi melanggarnya.

Pada bulan Januari 2010, dikabarkan kalau Al- Ahli membuat ajuan sebesar US$500. 000 buat memaraf Karimi dengan status pinjaman hingga akhir masa 2009- 10, yang ditolak oleh Steel Azin.

Karimi dihentikan oleh klub pada Agustus 2010 sebab kandas penuhi persyaratan buat berpantang sepanjang Ramadhan, namun dipekerjakan kembali sebagian hari setelah itu sehabis melunasi kompensasi. Player itu melaporkan kalau ia tidak membuktikan rasa tidak segan pada Islam.

Schalke 04

Karimi memaraf kontrak 5 bulan buat Schalke pada 31 Januari 2011 sehabis lolos pengecekan kedokteran. Ia membuat performa pertamanya buat klub Jerman pada bertepatan pada 5 April 2011, masuk mengambil alih Ral di sesi kedua dalam perlombaan perempat akhir Aliansi Champions melawan Inter Milan saat sebelum masuk selaku player pengganti melawan 1. FC Kaiserslautern di Bundesliga Jerman buat yang kedua serta perlombaan terakhir buat Schalke. Ia memenangkan piala Jerman buat kedua kalinya saat sebelum kontraknya selesai.

Persepolis

Pada bertepatan pada 15 Juni 2011, pimpinan Persepolis Habib Kashani memublikasikan kalau mereka menggapai perjanjian dengan Karimi serta ia main buat Persepolis di Piala Teluk Persia 2011–12 serta Piala Hazfi 2011–12. Ini ialah kali kedua Karimi kembali ke klub asalnya, Persepolis.

Karimi pula ditunjuk selaku kapten Klub. Ia melaksanakan debutnya dalam perlombaan melawan Malavan serta mengecap berhasil pertamanya di masa ini buat Persepolis dalam perlombaan melawan Shahrdari Tabriz.

Beliau memanjangkan kontraknya dengan Persepolis buat masa selanjutnya pada 18 Juni 2012. Beliau hadapi luka sebagian kali sepanjang masa itu serta tidak bisa tampak dengan bagus serta pada akhir masa beliau memublikasikan pembatalan dirinya dari sepak bola.

Traktor Sazi

Pada 13 Juni 2013, Karimi kembali dari era pensiunnya serta berasosiasi dengan Tractor Sazi. Karimi memaraf kontrak satu tahun dengan Tractor Sazi. Ia membuat performa pertamanya buat Tractor Sazi di Aliansi Membela Iran melawan mantan klub Persepolis.

Karimi mengecap berhasil pertamanya di Aliansi Membela Iran dalam kemenangan 4- 2 Tractor atas Zob Ahan. Ia menolong Tractor memenangkan Piala Hazfi masa ini, titel pertamanya di sepak bola Iran sehabis kembali dari Sepak Bola Eropa.

Pada 20 Juli 2014, Karimi memublikasikan pembatalan dirinya lewat publikasi pesan di akun YouTube- nya. Dikala itu, Karimi berumur 35 tahun serta main sepak bola handal sepanjang 18 tahun.

Pekerjaan internasional

Karimi melaksanakan debut buat regu nasional sepak bola Iran pada Oktober 1998 dalam perlombaan melawan Kuwait. Pada tahun yang serupa, beliau memenangkan Medali Kencana bersama Iran di Asian Permainan 1998. Karimi mengecap satu dari 2 berhasil Iran di akhir melawan Kuwait.

Ia pula salah satu player penting Iran dalam kampanye kualifikasi Piala Bumi FIFA 2002. Pada tahun 2001, sehabis takluk dari Bahrain serta main timbal dengan Thailand, Iran menaiki antrean kedua dalam tim kualifikasi mereka serta wajib memainkan play- off kandang serta tandang dengan Republik Irlandia buat memperoleh tempat di Piala Bumi 2002. Karimi mengawali selaku gelandang serbu pada permainan awal di Dublin, serta memakai akselerasinya dikala rehat serta menggiring bola buat melanda pertahanan Irlandia.

Tetapi, beliau pula melenceng dari target pada sebagian peluang, serta Iran takluk 2- 0 dalam perlombaan itu. Mereka memenangkan leg kedua 1- 0 namun kandas di akhir.

Pada Piala Asia 2004, Karimi mengecap 5 berhasil yang buatnya bersama maksimum skorer. Iran finis ketiga di invitasi dengan cara totalitas, di balik Jepang serta Cina. Di perempat akhir, Karimi mengecap hattrick dalam kemenangan 4- 3 Iran atas Korea Selatan.

2 berhasil pertamanya merupakan sundulan serta yang ketiga menuntaskan korban silang kecil dari Mehdi Mahdavikia. Karimi diberi apresiasi Player Terbaik Asia Tahun 2004 yang bergengsi, berasosiasi dengan teman- temannya sesama Iran, Mahdavikia pada tahun 2003, Ali Daei pada tahun 1999, serta Khodadad Azizi pada tahun 1996.

Ia pula memenangkan Kompetisi Aliansi Sepak Bola Asia Barat 2004 bersama Regu Melli. Penampilannya dalam perlombaan pertemanan Iran- Jerman buat korban Bam yang diadakan di Stadion Azadi di Teheran pada Oktober 2004 dibilang jadi alibi di balik atensi Bayern pada player itu.

Tiba dari luka pergelangan kaki yang sungguh- sungguh, Karimi mempunyai akhir Piala Bumi yang kurang baik di Jerman 2006. Ia tidak bisa membagikan banyak akibat pada cara sebab Iran takluk 1- 3 dari Meksiko serta 0- 2 dari Portugal. Ia ditukar pada menit ke- 65 perlombaan Portugal serta menendang tas berolahraga regu di ruang rehat. Administrator Iran dikala itu Branko Ivankovic berkata ia bisa jadi menjatuhkan Karimi di perlombaan kelak sebab alibi patuh.

Karimi tidak main dalam hasil timbal 1- 1 melawan Angola, namun Ivankovic menyangkutkan kelengahan Karimi dengan penolakannya buat main sebab luka. Karimi main di Piala Asia 2007. Pada Mei 2008, Karimi dilarang main di regu nasional sehabis beliau membuat kritik kepada IRIFF di tempat bimbingan Ardebil, namun sudah dikembalikan ke regu nasional sehabis campur tangan dari Kepala negara Iran Mahmoud Ahmadinejad serta Hassan Khomeini, cucunya. atasan revolusioner Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Pada Oktober 2008, Karimi pensiun dari Regu Melli. Ali Daei, instruktur sepak bola Iran dikala itu, berkata Karimi tidak hendak sempat dipanggil lagi. Pada April 2009, Karimi memublikasikan kalau ia sedia kembali berbakti buat negaranya, bila ia diseleksi oleh instruktur Regu Melli, Afshin Ghotbi.

Baca Juga : Sepak Bola Seri B Italia Pertandingan final Cosenza-Pescara

Ia main di kualifikasi Piala Bumi FIFA 2010 buat Regu Melli serta pada 10 Juni 2009 Karimi mengecap berhasil dalam kemenangan 1- 0 atas U. A. E. buat melindungi impian kualifikasi Piala Bumi 2010 Iran senantiasa hidup.

Pada 17 Juni 2009, beliau main dikala Iran main timbal 1- 1 dengan Korea Selatan, hasil yang menghilangkan Iran dari putaran akhir Piala Bumi 2010. Sepanjang perlombaan, beberapa player Iran, tercantum Karimi, menggunakan gelang hijau, yang ditafsirkan selaku wujud sokongan pada atasan antagonisme Iran Hossein Mousavi, yang mendakwa penguasa Iran mencurangi penentuan pada 12 Juni.

Alat Barat memberi tahu sehabis perlombaan kalau para player yang menggunakan gelang hijau sudah dilarang dari regu sama tua hidup, sedangkan suatu pesan berita di Iran memberi tahu kalau para player yang berhubungan sudah pensiun. Pada bertepatan pada 24 Juni 2009, FIFA menulis pada aliansi sepak bola Iran memohon keterangan mengenai suasana itu. Aliansi sepak bola Iran menanggapi kalau tidak terdapat aksi disipliner yang didapat kepada player manapun.

Pada bertepatan pada 3 Maret 2010, beliau kembali buat perlombaan kualifikasi Piala Asia AFC 2011 melawan Thailand. Karimi tidak diseleksi buat jadi bagian dari skuad Piala Asia AFC 2011 Iran sebab Ghotbi menyudahi buat memakai player yang lebih belia di letaknya.

Ia diundang ke regu nasional sepak bola lagi oleh Carlos Queiroz pada 2011 buat main di kualifikasi Piala Bumi FIFA 2014 serta main buat regu sampai pensiun pada 2013. Queiroz setelah itu memublikasikan kalau Karimi merupakan salah satu player terbaiknya sepanjang era kepelatihannya. Ia dikala ini merupakan player dengan caps paling banyak ketiga serta penerbit pengecap berhasil paling banyak ketiga Iran.

Pada 27 Maret 2014, Carlos Queiroz memublikasikan dalam suatu tanya jawab kalau Karimi bisa kembali ke regu nasional serta hendak memakai Karimi di Piala Bumi FIFA 2014, bila ia menerimanya. Tetapi, Karimi tidak tercantum dalam skuad 30 player terakhir Queiroz buat Piala Bumi.

Alireza Beiranvand Tepis Tendangan Penalti Cristiano Ronaldo

Alireza Beiranvand Tepis Tendangan Penalti Cristiano Ronaldo – Kiper timnas Iran, Alireza Beiranvand, memiliki cerita menarik saat sebelum jadi pesepak bola handal semacam dikala ini. Untuk penggemar sepak bola, julukan Alireza Beiranvand pasti amat asing. Tetapi, wujud player yang bekerja selaku kiper ini mulai mencuri atensi pada Piala Bumi 2018 kemudian bersama timnas Iran. Alireza mulai diketahui khalayak berkah keberhasilannya menepis depakan denda idola Cristiano Ronaldo.

Alireza Beiranvand Tepis Tendangan Penalti Cristiano Ronaldo

naftclub.com – Momen itu terjalin dikala timnas Iran bertemu melawan Portugal di perlombaan pamungkas sesi eliminasi tim. Alireza berhasil menghalau depakan CR7 pada menit ke- 53 serta menolong timnas Iran menahan timbal timnas Portugal dengan angka serupa kokoh 1- 1. Berkah kelakuan heroiknya itu, Alireza Beiranvand menemukan banyak pancaran dari sebagian klub sampai puncaknya direkrut klub Belgia Royal Antwerp pada dini masa kemudian.

Ini jadi peluang kesatu kiper kelahiran 21 September 1992 itu mentas di Daratan Biru sehabis lebih kerap main di desa laman bersama Naft Tehran serta Persepolis. Di balik ekspedisi karir jauh di bumi sepak bola, Alireza Beiranvand nyatanya memiliki narasi getir.

Laki- laki bernama komplit Alireza Safar Beiravand ini warnanya berkembang dari keluarga yang kerap berpindah- pindah rumah nama lain nomaden. Keluarga Alireza sendiri bekerja selaku pengembala kambing untuk menghidupi rutinitas.

Baca Juga : PAS Tehran F.C. Club Bola Multisport Asal Tehran

Papa Alireza, Morteza Beiranvand apalagi berterus terang tidak mensupport angan- angan si anak selaku pesepak bola sebab memperhitungkan era depan yang belum pasti menjamin.” Papa aku tidak menggemari sepak bola serta memohon aku mencari profesi lain,” melamun Alireza, diambil SportFeat. com dari Guardian.” Beliau apalagi mencabik pakaian serta sarung tangan aku alhasil aku wajib main tanpa sarung tangan.

Siuman impiannya tidak dibantu oleh si papa, laki- laki kelahiran wilayah Sarabias, Lorestan, Iran ini memilah angkat kaki dari rumah serta luang tidur di emperan gerai kota Teheran. Buat menciptakan angan- angan selaku pesepak bola handal, Alireza memohon instruktur klub lokal disitu, supaya mengizinkannya turut belajar walaupun wajib mendanai sendiri keinginan selaku pesepak bola.

Nah buat menanggulangi permasalahan ekonomi, laki- laki berumur 28 tahun itu berkenan melaksanakan bermacam profesi, semacam membersihkan mobil, membersihkan jalur sampai abdi restoran di jalanan. Tetapi bukannya tanpa permasalahan,

Alireza luang dihentikan dari klubnya terdahulu Homa FC sebab didapati belajar dengan regu lain, yang tidak lain terdapat Neft Tehran. Neft Tehran menyudahi berikan peluang kedua buat Alireza walaupun mereka mengenali aksi abai kiper berpostur 194 centimeter itu.

Keyakinan Neft Tehran juga dibayar berakhir dengan penampilan apik yang ditunjukkan Alireza Beiranvand. Alireza menjelma jadi opsi penting di dasar mistar gawang Neft Tehran sampai kontraknya selesai pada 2016 kemudian. Alireza setelah itu berasosiasi dengan klub raksasa Asia Persepolis.

Di klub inilah, Alireza menggapai pucuk karir dengan mencapai 3 titel Aliansi Iran pada 2017, 2018 serta 2020. Sedangkan itu, Alireza Beiranvand menempuh debut di timnas Iran pada 2015 kemudian serta sudah mengumpulkan 40 performa.

Di balik ekspedisi karir jauh di bumi sepak bola, Alireza Beiranvand nyatanya memiliki narasi getir. Laki- laki bernama komplit Alireza Safar Beiravand ini warnanya berkembang dari keluarga yang kerap berpindah- pindah rumah nama lain nomaden.

Keluarga Alireza sendiri bekerja selaku pengembala kambing untuk menghidupi rutinitas. Papa Alireza, Morteza Beiranvand apalagi berterus terang tidak mensupport angan- angan si anak selaku pesepak bola sebab memperhitungkan era depan yang belum pasti menjamin.

” Papa aku tidak menggemari sepak bola serta memohon aku mencari profesi lain,” melamun Alireza, diambil SportFeat. com dari Guardian.” Beliau apalagi mencabik pakaian serta sarung tangan aku alhasil aku wajib main tanpa sarung tangan. Siuman impiannya tidak dibantu oleh si papa,

laki- laki kelahiran wilayah Sarabias, Lorestan, Iran ini memilah angkat kaki dari rumah serta luang tidur di emperan gerai kota Teheran. Buat menciptakan angan- angan selaku pesepak bola handal, Alireza memohon instruktur klub lokal disitu, supaya mengizinkannya turut belajar walaupun wajib mendanai sendiri keinginan selaku pesepak bola.

Nah buat menanggulangi permasalahan ekonomi, laki- laki berumur 28 tahun itu berkenan melaksanakan bermacam profesi, semacam membersihkan mobil, membersihkan jalur sampai abdi restoran di jalanan. Tetapi bukannya tanpa permasalahan, Alireza luang dihentikan dari klubnya terdahulu Homa FC sebab didapati belajar dengan regu lain, yang tidak lain terdapat Neft Tehran.

Baca Juga : Daftar Bintang Luar Biasa yang Ditandatangani Juventus di Bosman

Neft Tehran menyudahi berikan peluang kedua buat Alireza walaupun mereka mengenali aksi abai kiper berpostur 194 centimeter itu. Keyakinan Neft Tehran juga dibayar berakhir dengan penampilan apik yang ditunjukkan Alireza Beiranvand.

Alireza menjelma jadi opsi penting di dasar mistar gawang Neft Tehran sampai kontraknya selesai pada 2016 kemudian. Alireza setelah itu berasosiasi dengan klub raksasa Asia Persepolis. Di klub inilah, Alireza menggapai pucuk karir dengan mencapai 3 titel Aliansi Iran pada 2017, 2018 serta 2020. Sedangkan itu, Alireza Beiranvand menempuh debut di timnas Iran pada 2015 kemudian serta sudah mengumpulkan 40 performa.

PAS Tehran F.C. Club Bola Multisport Asal Tehran

PAS Tehran F.C. Club Bola Multisport Asal Tehran – PAS Tehran Football Club (Persia:باشگاهفوتبالپاستهران‎, Bashgah- e Futbal- e PAS Tehran) merupakan suatu klub sepak bola Iran yang berplatform di Teheran, Iran. PAS F. C. merupakan klub sepak bola multisport PAS Cultural and Gerak badan Club. Klub ini mempunyai asal usul jauh serta banyak serta senantiasa berhubungan dengan polisi Iran, menyambut beberapa besar dananya dari agen itu. – naftclub.com

PAS Tehran F.C. Club Bola Multisport Asal Tehran

Dalam sebagian tahun terakhir klub sepak bola sudah membuktikan dirinya selaku kompetitor, berkah kenaikan anggaran serta sokongan dari badan regu. Regu memainkan pertandingannya di Stadion Shahid Dastgerdi. Pada 9 Juni 2007, PAS Tehran dengan cara sah dibubarkan. Hak mereka buat ikut serta dalam Piala Teluk Persia diserahkan pada regu yang terkini dibangun bernama PAS Hamedan.

Sejarah

Kelahiran Pas

Pada tahun 1953, beberapa aparat polisi bersama Kapten Assadolahi terkumpul buat menata suasana berolahraga polisi di Iran dengan lebih bagus. Pada tahun yang serupa Assadolahi dengan cuma satu sepak bola serta pangkal energi yang terbatas membuat suatu regu tercantum dirinya sendiri serta aparat dari perguruan tinggi kepolisian setempat di Teheran.

Mereka membuat regu Aspiran Perguruan tinggi Kepolisian. Mereka melaksanakan bimbingan awal mereka di alun- alun sepak bola kepunyaan perguruan tinggi kepolisian Teheran. Pada tahun yang serupa, mereka dengan cara sah memublikasikan pendirian klub serta ikut serta dalam Perlombaan Kompetisi Angkatan Bersenjata. Mereka finis kedua di invitasi sepak bola.

Lekas sehabis itu, Kapten Sadeghi dengan dorongan Kapten Assadolahi bertanggung jawab atas pembedahan regu, serta klub itu diketahui selaku Shahrbani F. C. Instruktur regu dikala itu merupakan Bahman Shahidi. Pada bertepatan pada 8 Juli 1963, Shahrbani F. C. dengan cara sah memasukkan dirinya selaku klub berolahraga, membagikan dirinya julukan modern, PAS.

Baca Juga : Liga Pro Pada Teluk Persia Pada Pertandingan Bola

Statuta klub pula dengan cara sah diperoleh oleh badan klub pada tahun 1966. Sehabis 2 simpati tahun penuh ketidakpastian, klub kesimpulannya sedia buat mengawali profesinya. PAS memenangkan kompetisi aliansi sepak bola Klub Teheran di depan Daraii serta Shahin pada tahun 1966.

Aliansi Teheran pada dikala itu mempunyai 12 regu tercantum regu semacam PAS, Shahin, Daraii, Taj, Bertambah, Teheran- Jawa, serta Ararat. Ini terjalin kala Shahin main timbal 2–2 dengan Daraii di perlombaan terakhir, yang pula diucap selaku perlombaan era ini dalam asal usul sepakbola Iran.

Stadion klub

Pada dikala pendirian klub, lingkungan stadion di Ekbatan (suatu area di Teheran), kepunyaan Unit Kebaikan. Unit membuat lingkungan ada buat rentang waktu pinjaman 9 puluh 9 tahun. Kapten Sadeghi menyambut persyaratan itu serta carter cerang itu buat waktu durasi 9 puluh 9 tahun dengan harga 20. 000 toman.

Pada tahun 1971 batas- batas lingkungan Ekbatan diresmikan serta ide buat membeli tanah diperoleh oleh badan klub. Berkah cinta Kapten Sadeghi buat klub, klub bisa mempunyai salah satu bagian kunci yang dibutuhkan buat sepak bola handal. Hingga hari ini PAS merupakan salah satu dari sebagian klub di Iran, yang mempunyai stadion serta alun- alun bimbingan pribadinya sendiri.

Perlombaan sah pertama

Perlombaan sah awal PAS berjalan melawan Koroush F. C. pada tahun 1964. Lineup dini PAS buat perlombaan ini mempunyai player selanjutnya: Faramarz Zelli, Rasouli, Yazdanian, Mahmoud Yavari, Homayoun Shahrokhi, Mohammad Ranjbar, Meiarian, Hassan Habibi, Heshmat Mohajerani, Yinehvarzan serta Parviz Mirza Hassan. Hasil kesimpulannya merupakan timbal 1- 1. Sebagian player di atas semacam Habibi, Mohajerani, Shahrokhi serta Yavari sedang ikut serta dalam sepakbola Iran.

Piala Takht Jamshid

Piala Takht Jamshid, merupakan aliansi sepak bola nasional awal Iran serta PAS merambah aliansi itu pada tahun awal pendiriannya pada 1973 atau 74. Saat sebelum ini PAS sudah memenangkan 2 kompetisi aliansi lokal Teheran pada tahun 1967 serta 1968.

Sebagian tahun awal di Piala Takht Jamshid tidak tiba dengan hasil yang baik buat PAS, namun itu berganti kala mantan player PAS, Hassan Habibi, jadi administrator klub.. Di dasar bimbingannya PAS memenangkan kompetisi beruntun pada tahun 1976 atau 77 serta 1977 atau 78. Regu mereka bisa jadi dapat memenangkan kompetisi ketiga beruntun, namun aliansi dibatalkan serta kesimpulannya ditutup dengan kehadiran revolusi Iran.

Sehabis revolusi

Tahun 1980- an merupakan era yang hening serta susah untuk sepak bola Iran, sebab Perang Iran- Irak sudah mengganti prioritas negeri. PAS tidak melakukan banyak dikala ini melainkan buat ikut serta dalam sebagian invitasi lokal kecil. Sehabis perang, Aliansi Azadegan dibuat serta PAS kembali ke kancah sepak bola Iran dengan cara megah. Mereka memenangkan masa kesatu Aliansi Azadegan 1991–92 serta diizinkan buat ikut serta dalam Kompetisi Klub Asia 1992–93.

Mereka menaklukkan klub Qatar, Angkatan laut(AL) Arabi di sesi awal, dengan angka hasil akumulasi 4- 3. Mereka setelah itu ditempatkan di tim B, finis kedua di situ, walaupun hasil yang amat kurang baik. Di semifinal, yang berjalan di Bahrain, mereka mengalami regu kokoh Jepang, Yomiuri. Mereka menaklukkan regu di perpanjangan durasi dengan angka 2- 1.

PAS saat ini di akhir, di mana mereka hendak berjumpa klub Saudi, Al- Shabab. Pada bertepatan pada 22 Januari 1993, di Manama, Bahrain; PAS Tehran menaklukkan Al- Shabab 1- 0, jadi pemenang Asia. Apa yang membuat hasil itu apalagi lebih luar biasa merupakan kalau beberapa besar player PAS dibayar pendapatan tingkatan pemula, mereka bermukim di suatu penginapan yang amat miskin, serta datang amat telanjur ke Bahrain. Kesempatan regu buat tampak bagus di invitasi itu dikira amat kecil alhasil Aliansi Sepak Bola Iran apalagi tidak bersusah payah mengirim perwakilan.

Firouz Karimi lalu mengatur regu serta ia mengetuai regu ke kompetisi Aliansi Azadegan yang lain di masa 1992- 93. Sekali lagi PAS diizinkan buat ikut serta dalam Kompetisi Klub Asia, namun dengan cara mencengangkan tereleminasi di sesi awal oleh klub Lebanon, Al- Ansar.

IPL

Sehabis itu klub jadi biasa- biasa saja, finis di tengah klasemen, buat beberapa besar masa selanjutnya. Seluruh itu berganti lagi, kala di IPL masa 2003–04, PAS sanggup jadi pemenang bersama instruktur kepala Majid Jalali. Mereka mempunyai dini yang kurang baik buat masa 2004- 05 serta mengambil alih Jalali dengan Mustafa Denizli, namun ia tidak bisa membuat banyak perbandingan.

Klub dihentikan pada langkah perempat akhir di Aliansi Champions Asia walaupun menang 3- 0 di leg kedua langkah itu di Teheran, kesimpulannya berhamburan serta takluk hasil akumulasi, 4- 4. Mereka finis ke- 6 di masa itu. Mereka nyaris memenangkan masa 2005- 06, namun finis kedua sehabis pemenang Esteghlal F. C.

Baca Juga : Juventus, Calciopoli dan Satu Tahun di Serie B

PAS tidak mengundurkan diri Denizli serta membeli kembali Jalali lagi buat mengetuai regu di masa 2006- 07. Penelitian ini kandas sebab Jalali dihentikan 1 Desember 2006 sebab hasil kurang baik PAS 11 perlombaan masa ini. Tadinya PAS serta instruktur regu nasional Homayoun Shahrokhinejad dikontrak buat mengetuai regu sepanjang sisa masa.

Pembubaran

PAS berakhir 11 di masa 2006- 07. Pada akhir Mei rumor pembubaran regu sepak bola PAS Tehran mulai timbul. Dibilang, sebab kota Teheran mempunyai banyak regu sepak bola yang nilai kehadirannya kecil, hendaknya beberapa regu direlokasi ke kota lain. Pada 9 Juni 2007, PAS Tehran dengan cara sah dibubarkan. Hak mereka buat ikut serta dalam Piala Teluk Persia diserahkan pada regu yang terkini dibangun bernama PAS Hamedan.

Karyawan serta player regu sepak bola dipindahkan ke Hamedan buat membuat regu. Tidak hanya itu, Klub Adat serta Berolahraga PAS multi- olahraga cuma ikut serta dalam kegiatan berolahraga pemula serta anak muda. Tidak nyata apakah manajemen PAS Sports Club hendak mengawali kembali regu sepak bola di tahun- tahun kelak.

Liga Pro Pada Teluk Persia Pada Pertandingan Bola

Liga Pro Pada Teluk Persia Pada Pertandingan Bola – Iran Membela League Masa 2001–02 ialah dimulainya aliansi sepak bola handal di Iran. Yang awal kali memenangi Aliansi Membela Iran merupakan Persepolis, yang sukses menaklukkan klub kompetitor atau lawan Esteghlal dengan satu nilai pada akhir pertandingan. – naftclub.com

Liga Pro Pada Teluk Persia Pada Pertandingan Bola

Pada masa 2002–03, Sepahan memenangi aliansi dengan sedikit lebih bebas dengan 7 nilai merelaikan mereka dengan [PAS Tehran F. C. Teheran] ditempat kedua. Pada Aliansi Membela Iran musim2003–04, Cocok Tehran memenangi titel awal mereka sehabis tiba dari tempat kedua pada tahun tadinya.

Pemenang bertahan Sepahan selesai ditempat ke6. Masa 2004–05 ialah suatu kejutan sebab Foolad dengan cara mencengangkan sukses memenangi titel pemenang, selesai diatas dengan beda 6 nilai. Pada masa 2005–06, klub Teheran Esteghlal memenangi titel aliansi awal mereka, memenangkan pada hari terakhir dengan mereka menang satu nilai kepada Cocok Teheran yang terletak ditempat kedua.

Persian Gulf Cup

Pada 12 Agustus 2006, Aliansi Sepak bola Iran menyudahi buat menggati julukan aliansi jadi Persian Gulf Cup. Perihal ini dicoba buat mengiklankan julukan Teluk Persia. Logo aliansi pula berganti, dengan juara yang diseleksi dari lebih dari 130 konsep serta ditetapkan pada 14 November 2006. Saipa ialah regu ke6 yang memenangi versi terkini aliansi, yang berarti 6 regu yang berlainan memenangkan aliansi beruntun.

Bagaimanapun, Persepolis kembali mencapai titel sehabis 6 tahun pada tahun 2008 dengan kemenangan menggemparkan melawan regu kompetitor( Sepahan) pada menit ke96 pada matchday terakhir serta jadi regu awal yang memenangkan 2 titel dalam Aliansi versi terkini. Masa selanjutnya, Eshteghlal melaksanakan perihal yang serupa serta memenangkan aliansi buat kedua kalinya pada hari perlombaan terakhir.

Baca Juga : Sorkhabi Derby, Merupakan Sebuah Pertemuan Antara Legendaris Dua Klub Dari Kebanggaan Teheran

Kekuasaan dalam negeri Sepahan diawali pada masa 2009–10 dimana mereka memenangkan aliansi dengan gampang, sesuatu hasil yang mereka jalani lagi pada masa selanjutnya. Mereka pula memenangkan Aliansi dalam versi 2011- 12, mereka mempunyai profesi yang lebih susah kala berupaya mengulang kesuksesan pada tahun terakhir, mereka berhasil pada hari perlombaan terakhir buat mencapai titel pemenang ketiga kalinya beruntun.

Mereka merupakan klub awal dalam asal usul Aliansi Membela Iran Membela Aliansi yang sukses memenangi Aliansi 3 kali, serta 3 kali beruntun. Saat sebelum masa 2012–13 diawali, Aliansi Sepak bola Republik Islam Iran, atas saran manager regu sepak bola nasional Iran Carlos Queiroz, memublikasikan kalau buat masa 2013–14 jumlah regu hendak menurun dari 18 jadi 16, buat tingkatkan energi saing aliansi. Kekuasaan Sepahan selesai di masa 2012–13, kala Eshteghlal maju dengan lumayan gampang buat mencapai kemenangan aliansi.

Masa 2013–14 timbul selaku pertandingan terketat semenjak kedatangan aliansi. Timbul pada hari perlombaan terakhir, 5 regu yang berkesempatan buat jadi pemenang, serta pada kesimpulannya Foolad jadi pemenang sehabis menaklukkan Gostaresh 1–0. Sedangkan Persepolis diposisi kedua, 2 nilai di balik Foolad.

Walaupun Sepahan menaklukkan Naft Teheran 1–0 pada matchday terakhir, Naft Teheran finish ketiga diatas Sepahan sebab beda berhasil yang lebih bagus. Dengan kegagalan Esteghlal 3–1 pada Tractor Sazi, Esteghlal finish ke5 serta tereleminasi dari bagian Aliansi Champions buat pertamakalinya dalam 4 tahun.

Persian Gulf Membela League

Pada masa panas 2014, julukan aliansi sah berganti jadi Aliansi Membela Teluk Persia, serta logo terkini terbuat pula.

Kasus 2015

Pada hari perlombaan terakhir masa 2014- 2015, Tractor Sazi serta Naft Teheran ialah tingkatan awal serta kedua pada koleksi nilai, Sepahan merupakan yang ketiga dengan tertinggal satu nilai, Tractor serta Naft silih betarung pada hari terakhir, sedangkan Sepahan main mengalami Saipa.

Tractor yang menang beda berhasil cuma memerlukan hasil seri dengan Naft serta Sepahan kandas menaklukkan Saipa, sedangkan Naft wajib berhasil melawan tractor buat memenangi aliansi, serta Sepahan memerlukan kemenangan mengalami Saipa serta perlombaan Tractor melawan Naft selesai dengan timbal.

Semua perlombaan dimainkan dengan cara berbarengan melainkan Tehran derby. Sampai menit 76 Tractor mengetuai 3–1 melawan Naft, sedangkan Sepahan berhasil 2–0 melawan Saipa, berarti Tractor kayaknya hendak memenangi aliansi. Naft mengecap 2 berhasil pada Tractor dalam durasi 5 menit perlombaan, berarti Sepahan akan memenangi aliansi.

Dalam Stadion Sahand di Tabriz dari menit 87, tanda handphone dicurigai sudah dipotong, yang berarti tidak terdapat komunikasi dengan game Sepahan. Data yang menggapai kursi Tractor kalau perlombaan Sepahan merupakan 2- 2 sementara itu sesungguhnya itu sedang 2- 0 buat Sepahan.

Perihal ini menimbulkan administrator Tractor Sazi Toni Oliveira, cuma mempertimbangkan hasil timbal yang dibutuhkan buat memenangkan aliansi, serta membuat sebagian pergantian player melindungi. Pada akhir perlombaan, penggemar

Traktor serta player mendobrak alun- alun berasumsi kalau mereka sudah memenangkan aliansi, sementara itu sesungguhnya Sepahan yang memilikinya. Sebagian menit setelah itu itu jadi nyata kalau Sepahan sudah betul- betul memenangkan perlombaan itu, perihal ini menimbulkan kekacauan di stadion oleh fans serta memusnahkan kursi- kursi stadion.

Persian Gulf Membela League

Aliansi Membela Teluk Persia( Persia:لیگخلیجفارس‎, Lig- e Bartar- e Khalij- e Fārs), tadinya diketahui selaku Aliansi Membela Iran( Persia:لیگبرترایران‎, Lig- e bartar- e Iran), merupakan bagian paling tinggi sepak bola handal di Iran. Ini merupakan aliansi sepak bola tingkatan atas di Iran semenjak dibuat pada 2 November 2001. Tiap tahun, regu teratasnya jadi pemenang sepak bola Iran, serta 2 regu dengan tingkatan terbawah diturunkan ke Aliansi Azadegan.

Semenjak 2013, aliansi terdiri dari 16 regu. Juara serta runner- up Aliansi Membela Teluk Persia bersama dengan pemenang Piala Hazfi dengan cara otomatis lulus ke sesi tim Aliansi Champions AFC. Aliansi Membela Teluk Persia ketiga lulus ke sesi Play- off Aliansi Champions AFC. 2 regu terbawah di aliansi terdegradasi ke Aliansi Azadegan. Di era kemudian, bentuk serta jumlah regu diganti buat bermacam durasi. Persepolis merupakan klub tersukses dengan 6 titel.

History

Buat pergantian milenium Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi buat membuat aliansi sepak bola handal terkini. Pada tahun 2001 Aliansi Membela Iran dibuat selaku aliansi sepak bola tingkatan atas terkini di Iran. Dengan dasar Aliansi Membela Iran pula sepak bola handal kesimpulannya dibuat di Iran. Sehabis Aliansi Membela Iran diresmikan selaku aliansi sepak bola handal Iran, Aliansi Azadegan diklaim selaku aliansi paling tinggi kedua dalam sistem aliansi sepak bola Iran. Aliansi Membela Iran terdiri dari 14 klub sampai masa 2003–04.

Juara awal Aliansi Membela Iran merupakan Persepolis, yang menaklukkan kompetitor bebuyutannya Esteghlal dengan beda satu nilai pada hari perlombaan terakhir. Esteghlal merupakan regu terdahulu sehabis 25 hari perlombaan, namun mereka takluk dalam perlombaan tandang terakhir melawan Malavan 0- 1, sedangkan Persepolis dapat menaklukkan Fajr Sepasi dengan angka yang serupa di kandang.

Baca Juga : Ambisius Serie B Mencoba Menggoda Legenda Juventus

Esteghlal Rasht serta klub populer Azerbaijan Timur Tractor sudah diturunkan ke Aliansi Azadegan. Traktor menginginkan durasi 8 tahun buat kembali ke bagian paling tinggi Iran. Penerbit pengecap berhasil paling banyak awal Aliansi Membela Iran merupakan Reza Enayati dari Aboomoslem dengan 17 berhasil. Masa selanjutnya dimenangkan oleh Sepahan, regu yang sangat dibantu Isfahan.

Sepahan merupakan pemenang sepak bola Iran awal yang berplatform di luar ibukota Teheran. Di akhir masa, 3 regu konvensional diturunkan ke Aliansi Azadegan: Aboomoslem, Malavan serta Sanat Naft Abadan.

Runner- up masa 2002–03, Cocok Tehran, jadi pemenang sepak bola Iran di Aliansi Membela Iran 2003–04. Itu merupakan kompetisi Iran terakhir untuk Cocok Teheran selaku salah satu klub sepak bola Iran sangat berhasil sejauh era. Regu sepak bola handal Cocok Teheran dibubarkan pada 2007. Ali Daei, yang kembali ke Persepolis, jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak dengan 16 berhasil. Masa 2003–04 merupakan versi terakhir aliansi dengan 14 regu.

Pada tahun 2004 jumlah regu meningkat dari 14 jadi 16 regu. Foolad of Ahvaz jadi pemenang awal dari Provinsi Khuzestan sehabis memenangkan Aliansi Membela Iran 2004–05 6 nilai di atas Zob Ahan. Reza Enayati dari Esteghlal jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi buat kedua kalinya dalam pekerjaannya sehabis mengecap 20 berhasil dalam 24 perlombaan.

Ia mengulangi kesuksesannya dengan 21 berhasil di Aliansi Membela Iran 2005- 06 kala Esteghlal memperingati kompetisi awal mereka semenjak 2001. Mereka menaklukkan Bargh Shiraz di depan lebih dari 100. 000 penggemar di Azadi 4- 1 serta memenangkan aliansi satu nilai di depan Cocok Tehran. Shamoushak Noshahr serta Shahid Ghandi( saat ini diketahui selaku Tarbiat Yazd) terdegradasi ke Aliansi Azadegan).

Piala Teluk Persia

Pada 12 Agustus 2006, Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi buat membagikan julukan lain pada aliansi itu. Semenjak dikala itu aliansi itu paling utama diketahui di Iran selaku Piala Teluk Persia( PGC). Aliansi Sepak Bola menyudahi ini buat mengiklankan penjulukan Persia.

Julukan Teluk Persia sudah diperdebatkan oleh sebagian negeri Arab semenjak tahun 1960- an sebab perbandingan politik serta etnik antara Iran serta negara- negara Arab. Aliansi sepak bola menyudahi pula buat mengganti logo aliansi. Logo kesimpulannya diseleksi dari lebih dari 130 konsep serta ditetapkan pada 14 November 2006.

Di dasar kepemimpinan hikayat sepak bola Iran Ali Daei, Saipa memenangkan Piala Teluk Persia 2006- 07 2 nilai di depan Esteghlal Ahvaz. Sampai tahun 2007 6 regu berlainan mencapai titel aliansi dengan cara beruntun. Buat awal kalinya dalam asal usul seseorang player asing jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi. Striker Nigeria Daniel Olerum mengecap 17 berhasil dalam 27 perlombaan buat Aboomoslem. Juara cuma 2 masa tadinya, Foolad, wajib terdegradasi ke Aliansi Azadegan.

Saat sebelum dimulainya masa 2007- 08 jumlah regu meningkat dari 16 jadi 18 regu. Regu sepak bola handal Cocok Tehran pula dibubarkan saat sebelum masa diawali. Ternyata Cocok Teheran, klub terkini dibuat di Hamadan serta diberi julukan Cocok Hamedan. Ini merupakan bagian dari strategi Aliansi Sepak Bola Iran buat menaruh lebih banyak regu di kota- kota di luar Teheran.

Pada tahun 2008 pula Saba Battery dipindahkan dari Teheran ke Qom. Semenjak dikala itu klub itu diketahui dengan julukan Saba Qom. Kompetisi masa 2007- 08 diputuskan pada hari terakhir. Persepolis menaklukkan Sepahan di depan 110. 000 penggemar yang luar lazim di Azadi 2- 1. Sepehr Heidari mengecap berhasil determinan dalam perlombaan menggemparkan di menit keenam perpanjangan durasi.

Sanat Naft serta Shirin Faraz( saat ini diketahui selaku Rahian Kermanshah) terdegradasi ke Aliansi Azadegan. Masa selanjutnya didominasi oleh saingan berat Perspolis Esteghlal serta 2 regu mencengangkan Zob Ahan serta Asrama Kerman. Zob Ahan mengetuai regu sehabis 75 menit pada matchday 34 saat sebelum mereka takluk dalam perlombaan melawan Foolad sebab 3 berhasil kecolongan dalam 15 menit terakhir dengan angka 1- 4.

Sedangkan itu Esteghlal melindungi kelebihan 1- 0 mereka melawan Payam Mashhad serta memenangkan aliansi sebab beda berhasil yang lebih bagus. Last but not least Payam Mashhad wajib terdegradasi bersama Bargh Shiraz serta Damash.

Piala Teluk Persia 2009–10 didominasi oleh 2 klub yang berplatform di Isfahan, Sepahan serta Zob Ahan. Kesimpulannya Sepahan memenangkan aliansi 6 nilai saat sebelum Zob Ahan.

Striker Irak Sepahan Emad Mohammed jadi player asing kedua, yang memenangkan apresiasi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi. Ia mengecap 19 berhasil, satu lagi selaku kawan seregunya Ibrahima Touré. Sepahan mengulangi keberhasilan mereka dengan memenangkan Piala Teluk Persia 2010–11 serta 2011–12. Buat awal kalinya dalam asal usul sepak bola Iran, suatu regu jadi pemenang Iran 3 kali beruntun.

Esteghlal kesimpulannya mematahkan keberhasilan Sepahan pada 2013. Esteghlal memenangkan Piala Teluk Persia 2012–13 serta jadi pemenang Iran buat kedelapan kalinya dalam asal usul mereka. Sepanjang pertarungan kompetisi yang menarik antara Esteghlal serta Sepahan, mereka silih berdekatan di Stadion Azadi Teheran pada minggu ke 32.

Moharram Navidkia mengecap berhasil pembuka buat Sepahan, tetapi Esteghlal membandingkan peran di menit ke- 94 sebab berhasil bunuh diri bek Sepahan Mohsen Irannejad. Pada minggu 33 Sepahan takluk dalam perlombaan tandang melawan Damash 1- 2 sedangkan Esteghlal dapat menaklukkan Foolad di Ahvaz dengan 1- 0 serta jadi pemenang 2013.

Aliansi diperkecil dari 18 jadi 16 regu saat sebelum dini masa selanjutnya. Foolad memenangkan Piala Teluk Persia 2013–14 sehabis masa yang menarik, walaupun amat melindungi pada dikala yang serupa.

Pada kesimpulannya Foolad cuma mengecap 36 berhasil buat perampasan titel. Pada matchday terakhir, 4 regu yang lain, Esteghlal, Naft Tehran, Persepolis serta Sepahan, berkesempatan jadi pemenang bersama Foolad.

Sedangkan Esteghlal dikalahkan oleh Tractor di kandang dengan 1- 3 serta kehabisan tempat Aliansi Champions AFC, Persepolis memenangkan perlombaan tandang melawan Esteghlal Khuzestan dengan 1- 0. Sepahan serta Naft Tehran silih berdekatan dengan cara langsung.

Pula Sepahan kehabisan tempat Aliansi Champions AFC mereka walaupun mereka memenangkan perlombaan dengan 1- 0. Kedua regu mempunyai beda berhasil yang serupa namun Naft Tehran mengecap lebih banyak berhasil di masa ini. Kesimpulannya Foolad melindungi kompetisi mereka sehabis mereka menaklukkan Gostaresh Foulad melalui berhasil Mehrdad Jamaati.

Aliansi Membela Teluk Persia

Aliansi ini bertukar julukan dari Piala Teluk Persia jadi Aliansi Membela Teluk Persia pada tahun 2014. Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi pula buat mengganti logo Aliansi Membela Teluk Persia serta Aliansi Azadegan. Aliansi Membela Teluk Persia 2014–15 diwarnai oleh pertarungan kompetisi yang menarik antara Sepahan, Tractor, serta Naft Tehran.

Traktor terletak di depan rival mereka Naft Tehran dengan beda berhasil, serta satu nilai dari Sepahan. Traktor serta Naft Tehran silih berdekatan di Sahand, sedangkan Sepahan wajib main Saipa di rumah. Tractor menang 3- 1 sehabis satu jam berkah berhasil dari striker Brasil Edinho, Andranik Teymourian serta Farid Karimi.

Tetapi setelah itu game mulai memburuk buat Tractor. Kartu merah yang amat kontroversial buat kapten regu nasional Andranik Teymourian serta 2 berhasil regu pengunjung memusnahkan mimpi Tractor. Tidak hanya itu, terdapat peristiwa abnormal di stadion, tercantum banyak data yang salah serta telekomunikasi yang tersendat. Walaupun Sepahan mengamankan titel mereka dengan kemenangan 2- 0 atas Saipa, ribuan pendukung Tractor memperingati di alun- alun, yakin kalau mereka memenangkan aliansi buat awal kalinya dalam asal usul klub.

Pula Aliansi Membela Teluk Persia 2015–16 tidak diputuskan hingga matchday terakhir. Berkah 2 berhasil dari Kandungan Zahivi di matchday terakhir melawan Zob Ahan, regu berplatform Ahvaz Esteghlal Khuzestan memenangkan aliansi dramatis di depan Persepolis serta Esteghlal. Persepolis kehabisan kesempatan besar mereka memenangkan aliansi sehabis 8 tahun. Mereka kaget pada matchday 28 dikala mereka takluk dalam perlombaan melawan Naft Tehran 0–2 di Azadi yang penuh ketat.

Tetapi Persepolis memimpin masa selanjutnya serta memenangkan Aliansi Membela Teluk Persia 2016–17 di depan Esteghlal serta Tractor. Regu sepak bola Persepolis mengklaim Aliansi Handal Iran( IPL) dengan 3 perlombaan tertinggal serta mengulangi titel di Masa 2017- 18. Masa Selanjutnya Persepolis kembali jadi pemenang 3 kali beruntun.

Format

Di era kemudian, jumlah regu diganti buat bermacam durasi. Semenjak 2013, aliansi terdiri dari 16 regu. Sepanjang satu masa, yang berjalan tiap tahun dari Juli sampai Mei selanjutnya, tiap regu main 2 kali melawan regu lain di aliansi, sekali di kandang serta sekali tandang, alhasil tiap regu berkompetisi dalam keseluruhan 30 perlombaan.

3 nilai diserahkan buat kemenangan, satu buat seri serta nihil buat kegagalan. Tingkatan regu di bagan aliansi bersumber pada nilai yang didapat, setelah itu beda berhasil, kemudian berhasil yang dicetak serta setelah itu rekor head- to- head mereka buat masa itu.

Di akhir masa, klub dengan nilai paling banyak jadi pemenang Iran. Dikala ini, pemenang serta pemenang Piala Hazfi lulus otomatis ke tahap tim Aliansi Champions AFC, sedangkan regu tingkatan kedua serta ketiga masuk ke Aliansi Champions AFC di sesi Play- off. 2 regu terbawah terdegradasi ke Aliansi Azadegan. Berikutnya, seluruh regu di Aliansi Membela Teluk Persia bisa ikut serta di Piala Hazfi.

Sorkhabi Derby, Merupakan Sebuah Pertemuan Antara Legendaris Dua Klub Dari Kebanggaan Teheran

Membahas Tentang Derby Terpanas di Tanah Arya

Sorkhabi Derby, Merupakan Sebuah Pertemuan Antara Legendaris Dua Klub Dari Kebanggaan Teheran – Lupakan dulu ganjaran ekonomi- politik yang mendera Iran semenjak sebagian tahun terakhir sampai saat ini. Lupakan pula bahaya perang antara Iran serta Amerika Sindikat yang memanas dalam 3 bulan terakhir. Walaupun kontroversial dalam kancah politik global serta sering kali dikira banyak pihak selaku negeri yang mengecam kemantapan area, Iran mempunyai adat sepak bola yang mengakar kokoh. – naftclub.com

Sorkhabi Derby, Merupakan Sebuah Pertemuan Antara Legendaris Dua Klub Dari Kebanggaan Teheran

twitter.com

Regu nasional negeri itu sempat 5 kali maju ke Piala Bumi serta 3 kali jadi pemenang Asia. Iran mempunyai segudang player hebat, banyak di antara lain berawal dari pertandingan dalam negeri.

Tidak bingung, karena aliansi sepak bola Iran ialah salah satu aliansi terbaik di Asia sekelas dengan Korea Selatan, Jepang, serta Cina. Di dalamnya terjalin sebagian permusuhan antarklub yang malah lebih legendaris serta lebih berumur dari dalam aliansi 3 negeri itu, salah satunya merupakan Sorkhabi Derby ataupun Tehran Derby yang sering disebut- sebut selaku permusuhan sangat legendaris seantero Asia.

Baca Juga : Mengenal Sejarah Dari Club Bola Esteghlal F.C.

Sorkhabi Derby mempertemukan 2 klub kebesarhatian kota Teheran, Esteghlal serta Persepolis. Kedua klub ini ialah langganan pemenang Persian Gulf Membela League, golongan paling tinggi aliansi sepak bola Iran, ataupun dulu bernama Iran Membela League. Persepolis sempat 12 kali mengangkut beker, menjadikannya klub dengan akuisisi pemenang paling banyak, sedangkan Esteghlal terletak di posisi kedua paling banyak, dengan 8 kali jadi pemenang.

Laiknya AC Milan serta Internazionale, kedua klub menaiki kandang yang serupa, Stadion Azadi, yang ialah stadion terbanyak di Iran dengan kapasitas lebih dari 78. 000 bangku. Besarnya kapasitas stadion ikut menghasilkan permusuhan ini terus menjadi terkenal di golongan warga Iran. Derby

ini dipanggil Sorkhabi, yang berarti merah serta biru, warna seragam kandang kedua klub. Apalagi saking populernya, pertemuan antara Persepolis serta Esteghlal ditonton lebih banyak orang dari akhir Aliansi Champions AFC yang sepatutnya menghirup lebih banyak pemirsa.

Permusuhan kedua klub telah berjalan lebih dari 50 tahun. Pertemuan awal keduanya terjalin pada April 1958 dalam suatu perlombaan pertemanan. Kala itu kedua klub belum terletak pada pertandingan yang serupa. Terkini pada 1970, kedua klub berjumpa dalam golongan paling tinggi sepak bola Iran, Iran Membela League.

Pada awal mulanya, Esteghlal bernama Taj FC. Klub itu bertukar julukan jadi Esteghlal pada 1971. Pada dekade 1970- 1980an, Esteghlal sama selaku klub golongan atas. Perihal ini diakibatkan banyaknya pebisnis, adiwangsa, serta golongan konglomerat yang mensupport klub ini.

Sedangkan itu, Persepolis dibantu oleh golongan kategori pekerja, alhasil mempunyai lebih banyak partisan dengan dasar yang lebih kokoh dari Esteghlal. Pertemuan kedua klub sering berjalan panas, walaupun pada rentang waktu dini, Persepolis memimpin perlombaan.

Kerapkali terjalin kekacauan yang mengaitkan partisan kedua klub. Faktornya bermacam- macam, tetapi beberapa besar dampak acuman partisan salah satu klub sampai kelakuan keluhan kepada kemampuan penengah. Sebab panasnya suasana perlombaan serta kebimbangan hendak terbentuknya bias yang dicoba penengah dalam negeri, semenjak 1995 Sorkhabi Derby senantiasa memakai penengah asing.

Sorkhabi Derby pula berjalan di pertandingan piala dalam negeri: Hazfi Cup, Takht Jamshid Cup, serta Piala Luar biasa Iran. Nampak dari akuisisi beker kedua klub yang tidak jauh berlainan, kedua klub mempertontonkan permusuhan yang amat bersaing.

Keduanya senantiasa bergairah mencapai pemenang serta menunjukkan game yang” ngotot” serta nyaris serupa kokoh. Majalah sepak bola tersohor FIFA Magazine melaporkan kalau walaupun pada awal mulanya Persepolis memimpin perlombaan dengan kemenangan yang lumayan besar atas Esteghlal, pada dekade terakhir pertemuan kedua klub tidak sempat berselisih lebih dari 2 berhasil.

Persepolis serta Esteghlal keseluruhan telah menjalani 90 perlombaan, dengan 36 pertemuan di antara lain terjalin di Aliansi Iran( Persian Gulf Membela League). Dari 90 pertemuan, Esteghlal memimpin dengan mencatat 26 kemenangan. Persepolis sukses menaklukkan Esteghlal sebesar 23 kali, sedangkan 41 perlombaan selesai seri. Walaupun menulis kemenangan lebih banyak, Esteghlal takluk jumlah berhasil dari Persepolis, dengan 83 berhasil dibanding lawannya yang sukses mengecap 86 berhasil.

Baca Juga : Sepak Bola Seri B Italia Pertandingan final Cosenza-Pescara

Tidak cuma jadi pertandingan pertaruhan harga diri selaku klub terbaik di Teheran, Sorkhaby Derby pula jadi saksi kelahiran serta pentas para bintang sepak bola Iran serta negeri Timur Tengah lain, ucap saja Savar Iranpak, Dermawan Bagheri, Javad Nekounam, sampai Ali Daei, penerbit pengecap berhasil paling banyak timnas Iran sekalian penerbit pengecap berhasil global paling banyak di bumi( 109 berhasil). Nama- nama itu sempat menguatkan Persepolis serta Esteghlal di era dulu sekali.

Saat ini, mereka telah jadi hikayat sepak bola Iran dengan sebaris titel, bagus dalam negeri, regional, ataupun kontinental. Savar Iranpak misalnya, jadi harapan Iran kala merengkuh titel Piala Asia 1974. Dermawan Bagheri serta Ali Daei sempat beruntun mencapai medali kencana Asian Permainan pada 1998 serta 2002. Nama- nama terkini, semacam Pejman Montazeri serta Dermawan Ansarifard pula memeriahkan Sorkhabi Derby.

Lahirnya para player bintang Iran dibantu oleh suasana kompetisi kedua klub yang amat bersaing. Para player belia pula diasah buat senantiasa menunjukkan keahlian terbaik mereka kala berjumpa dengan klub rival. Imbasnya, aliansi sepak bola Iran pula jadi terus menjadi bersaing apalagi jadi salah satu aliansi sepak bola terbaik di Asia.

Tidak hanya Sorkhaby Derby, dalam Persian Gulf Membela League pula terjalin permusuhan klub sekota lain, semacam Isfahan Derby( antara Sepahan melawan Zob Ahan), Mashhad Derby, serta Tabriz Derby. Permusuhan inilah yang jadi warna untuk sepak bola Iran sekalian tingkatkan mutu pertandingan sepak bola di negeri itu.

Mengenal Sejarah Dari Club Bola Esteghlal F.C.

Mengenal Sejarah Dari Club Bola Esteghlal F.C. – 1945–69: Early years, the Crown of Tehran Pada bersamaan pada 20 September 1945, beberapa atlet muda dan anak didik tertera seorang opsir angkatan dewasa 23 tahun Parviz Khosravaani( administrator dini klub), Asghar Navaab( Pakar mesin Sepeda), Enayat Jananpour( tubuh pegawai Tubuh Olahraga Nasional), Mirzaee( ahli kusen) dan Khashaaei( ajudan bank) mendirikan klub olahraga di Rute Ferdowsi, Teheran. – naftclub.com

Mengenal Sejarah Dari Club Bola Esteghlal F.C.

www.the-afc.com

Karena penggagas klub sebagian besar terpukau pada bersepeda, julukan asli klub ialah Docharkhe Savaran( Persia:دوچرخهسواران), yang berarti Ahli mudi Sepeda dalam bahasa Persia. Instruktur Ali Danaeifard dan pemain tamasya bergabungan dengan mereka dan jadi instruktur dini dan Kapten Esteghlal. Klub sepak bola Esteghlal memainkan kejuaraan legal pertamanya pada tahun 1946.

Di tahun dini, era 1946, mereka berdiri di posisi kedua Federasi Sepakbola Teheran dan Piala Hazfi Teheran. Mereka bermain melawan tim- regu kuat sejenis Daraei, Sarbaaz dan Shahin. Era 1947 berakhir dengan piala Esteghlal dini, sesudah kemenangan melawan Daraei, Shahin dan Oghaab untuk mencapai Piala Hazfi Tehran. Penggagas dan pemain Docharkhe Savaran yang terdiri dari Ali Danaeifard, Parviz Khosravani, Amou Oghli, Graeeli dan Seyyed Ali Agha akur dengan pergantian julukan klub jadi TAJ pada tahun 1949.

Dari dini Taj atau Docharkeh Savaran ini juga sudah berkompetisi di Federasi Lokal pada Teheran, yang ada pada disaat itu yakni federasi dengan kadar sangat besar di negara Iran. Yang terjadi pada 6 Maret 1950, Taj memainkan kejuaraan legal pertamanya di depan lebih dari 20. 000 penonton di Stadion Amjadieh melawan Shahin; Taj berhasil sukses ceper 1- 0.

Taj memenangkan 7 titel dini pada 1950- an dan 1960- an; 1949–1950, 1951–1952, 1957–1958 dan 3 pertandingan berangkaian pada 1959–1960, 1960–1961 dan 1961–1962( pada tahun- tahun berikutnya Taj tingkatkan titel pertamanya dari Federasi Provinsi Teheran dan Piala Hazfi Teheran) dan lagi pada era 1963- 1964( Persepolis terbuat tahun ini di Bagian 3 Teheran).

Baca Juga : Sejarah Dari Perkembangan Iran national football team

Taj pula memenangkan 4 Piala Hazfi Tehran pada tahun 1947, 1951, 1958 dan 1959. Klub amat sukses pada Iran yang terjadi antara tahun itu, sejauh dari ini dan dari pada tim-regu hebat yang lain sejenis Daraei dengan 3 titel dini dan Shahin dengan 2 titel dini dan tempat 4 kedua. Piala nasional dini diterima pada Federasi Sepak Bola Nasional 1957 sesudah kemenangan melawan golongan Tabriz dengan 3 sukses. Taj mengambil alih sepak bola tehrans dalam kejuaraan yang dimainkan di alun- alun Bagh- e- Homayun.

Ali Danaeifard menata Esteghlal sejauh dekat 2 puluh tahun, dini berlaku seperti gelandang dan instruktur dan sehabis itu pada tahun 1950 hingga 1967 berlaku seperti Instruktur Taj. Putranya Iraj Danaeifard jadi bintang Taj dan golongan Nasional di tahun 70- an dan putrinya ialah instruktur sepak bola. Fans memanggilnya Father of Esteghlal. Iraj mencicipi sukses dini Iran sejauh Akhir Piala Alam 1978, dengan sukses penyeimbang melawan Skotlandia.

Beberapa pemain terbaik tahun- tahun itu berlaku seperti berikutnya: Mohammad Ranjbar, Mahmoud Bayati, Aref Gholizadeh, Boyuk Jeddikar, Parviz Koozehkanani, Mohammad Amir Khatami, Kambozia Jamali, Nader Afshar, George Markarian Hassan Habzibi, Heshmat Mohajerani, Alavinejad, Karam Nayyerloo, Faribor Habzibi, Heshmat Mohajerani,

Derby lama Teheran ialah kejuaraan sensitif yang dimainkan antara TAJ dan Shahin pada pertengahan masa, hingga tahun 1967. Sesudah kehancuran Shahin. Golongan lain Tingkatkan pemain Shahin ke golongan mereka tertera golongan Terbaru Lahir Persepolis. Shahin kembali pada 1974 berlaku seperti Shahbaz dan pada 1980- an berlaku seperti Shahin dan tidak terkait dengan Persepolis. Boyuk Jeddikar ialah pencetak alat perasa sukses terbaik dari kejuaraan saingan itu untuk Taj.

1970–78: Juara Asia dan Iran

Pertandingan Klub Asia 1970 ialah tipe ke- 3 dari perlombaan sepak bola klub Asia tahunan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. 7 klub dari 7 negara berkompetisi dalam ajakan itu. Ajakan itu diadakan di Teheran, Iran pada bulan April.

Klub- klub itu dipecah jadi 2 regu dan juara regu serta runner- up maju ke semifinal. Taj menaklukkan Hapoel Tel Aviv dari Israel 2–1 di akhir untuk memenangkan Pertandingan Klub Asia pertamanya dan membuka era terbaru dalam laga sepak bola di Iran dengan cara mengumumkan sebauh profesionalisasi yang ada pada sepak bola di Iran.

Tahun ini menciptakan derajat lain untuk TAJ, titel federasi nasional Iran dini: Federasi Lokal 1970- 71 di dasar manajemen Rajkov yang legendaris. TAJ menaklukkan Sesuai 2- 1 di kejuaraan akhir. Kapten Ali Jabbari diterbitkan berlaku seperti pemain terbaik federasi. TAJ telah mencapai tempat ketiga Pertandingan Klub Asia 1971, satu tahun sesudah Piala Asia dini klub. Mereka dikalahkan Angkatan Korea Selatan 3- 2 dalam kejuaraan perebutan tempat ketiga.

Esteghlal berdiri di tempat kedua di federasi 1973- 74, dengan hanya 2 angka lebih sedikit dari Persepolis. Gholam Hossein Mazloumi ialah pencetak alat perasa sukses sangat banyak federasi, dengan 15 sukses. TAJ mencapai Piala Takht Jamshid 1974- 75 tahun berikutnya, Federasi Sepakbola Iran legal kedua untuk Klub. Mazloumi lagi jadi pencetak alat perasa sukses terbaik.

Sesudah pertandingan, bintang Taj yang memiliki kasus dengan administrator meninggalkan klub dan pergi ke Shahbaz FC( julukan terbaru Shahin FC); Mazloumi, Mohammad Reza Adelkhani dan Naser Hejazi. Beberapa pemain lama sejenis Kapten Ali Jabbari, Akbar Kargarjam, Abbas Mojdehi, Ezzat Jaanmaleki Mansour Pourheidari,( Kawat Berduri), Karo Haghverdian lebih memilah ambil kaki. Ketegangan sosial datang ke klub, makar melawan sistem yang bernama revolusi di tahun- tahun berikutnya.

1979–2001: Revolusi dan pasca- revolusi

Sesudah Revolusi Islam 1979 di Iran, klub diterima ubah oleh penguasa Islam yang terbaru terbuat dan terdapat di dasar pengawasan Tubuh Penataran Tubuh republik Islam Iran( Persia:سازمانتربیتبدنیجمهوریاسلامیايران), sesuatu tubuh penguasa, dan mengubah namanya jadi Esteghlal( Persia:استقلال), Independensi dalam bahasa Persia; Taj( Persia:تاج) berarti Kewenangan dalam bahasa Persia. Sesudah revolusi, karakteristik apapun dari rezim kediktatoran sebelumnya tidak ditoleransi.

Sejauh 1980- an, Esteghlal memenangkan Federasi Sepakbola Tehran 2 kali. Era 1989–90 yakni era yang tidak terbengkalai buat Esteghlal. Klub ini menaiki posisi dini di Regu B Federasi Qods dan maju ke semifinal. Esteghlal menaklukkan Malavan dengan hasil penumpukan 4- 0 untuk maju ke akhir melawan rival yang dibenci ketika Persepolis.

Dan Esteghlal ini menaklukkan Persepolis 2- 1 dengan sukses pada menit ke- 74 oleh Samad Marfavi untuk memenangkan Federasi Qods; ini terjamin jadi salah satu derby amat berkesan untuk Esteghlal. Pada era berikutnya, Esteghlal berhasil mencapai akhir Piala Hazfi hanya untuk takluk dari Malavan melalui adu kompensasi.

1990–91 terjamin jadi salah satu tahun amat berkesan di Esteghlal disaat mereka memenangkan Pertandingan Klub Asia untuk kedua kalinya menaklukkan klub Tiongkok Liaoning 2–1. Mansour Pourheidari meningkatkan satu lagi Piala Asia untuk Esteghlal berlaku seperti instruktur kepala, dia bermain berlaku seperti bek di pertandingan 1970.

Tahun berikutnya Esteghlal mencapai kejuaraan akhir Pertandingan Klub Asia 1991 lagi dan mereka takluk dalam adu kompensasi dari Al- Bulan sabit FC. Esteghlal sekali lagi mencapai akhir Pertandingan Klub Asia pada tahun 1999, kali ini takluk dari klub Jepang Júbilo Iwata 1–2 di Teheran. Itu ialah kejuaraan yang penuh marah di dasar anutan Naser Hejazi.

2001- saat ini: Iran Membela League Era

2001 men tulis tahun dini Federasi Membela Iran yang terbaru terbuat. Menjalar hari terakhir, Esteghlal terdapat di puncak klasemen federasi; Namun, dengan kekalahan Esteghlal dan kemenangan Persepolis, Persepolis dinobatkan berlaku seperti juara pertama federasi.

Namun, Piala Hazfi 2001- 02 memberikan hiburan buat Esteghlal disaat mereka menaklukkan Fajr Sepasi 4–3 dengan metode hasil penumpukan untuk memenangkan piala. Era 2002- 03 ialah salah satu tahun terburuk dalam asal ide klub, disaat mereka finis ke- 9 di dasar manajemen Roland Koch dan tereleminasi di tahap penyisihan regu Federasi Champions AFC.

Pada bulan Juli tahun 2003, Amir Ghalenoi ini ditunjuk berlaku seperti administrator Esteghlal. Yang ada Pada tahun pertamanya, Dan Esteghlal jadi runner- up federasi, finis 2 angka di balik juara Sesuai Teheran. Ghalenoi pula berhasil mencapai akhir Piala Hazfi dengan kekalahan hasil penumpukan 2- 5 dari Sepahan. Era keduanya terjamin kurang sukses karena Esteghlal finis ke- 3 dan karam lolos ke Federasi Champions AFC.

Namun, era 2005- 06 ialah tahun yang seragam sekali berbeda; Esteghlal dinobatkan berlaku seperti juara Federasi Membela Iran untuk dini kalinya di era Federasi Membela. Di penghujung era, Ghalenoi meninggalkan Esteghlal untuk peranan golongan nasional.

Pada tahun 2006 sesudah kepergian Amir Ghalenoi, asisten dan instruktur golongan yuniornya Samad Marfavi mengambil ubah pekerjaan berlaku seperti instruktur kepala. Esteghlal hadapi era yang mengecewakan, finis keempat, walhasil karam mengamankan tempat di Federasi Champions AFC, serta hanya mencapai tahap 16 besar di Piala Hazfi dengan kekalahan mencengangkan oleh Fajr Sepasi.

Sesudah kepergian Marfavi pada Agustus 2007, pemain hebat Esteghlali yang lain, mantan kiper Nasser Hejazi mengambil ubah; tetapi sesudah hanya 14 kejuaraan dan 4 kekalahan, Hejazi dihentikan berlaku seperti administrator pada November 2007.

Firouz Karimi dipekerjakan berlaku seperti instruktur kepala sebaliknya untuk sisa era ini; beliau tidak jauh lebih baik dari Hejazi dan golongan finis di antrean ke- 13 di federasi, hasil terendah yang luang ada. Firouz Karimi dihentikan pada Mei 2008 dan Amir Ghalenoi dipekerjakan lagi pada Juli 2008.

Beliau dengan cepat menyusun kembali golongan dan Piala Hazfi terjamin jadi hiburan yang berharga, karena Esteghlal jadi juara sesudah menaklukkan Pegah Gilan 3–1 dengan metode hasil penumpukan, walhasil mengamankan a Tempat Federasi Champions sesudah absen 2 tahun.

Sejauh era penuh dan salah satunya dini Ghalenoi dalam peranan keduanya bersama Esteghlal, dia mengetuai golongan ke pertandingan Federasi Membela Iran, finis di depan Zob Ahan dengan beda sukses. Namun, sesudah tereleminasi di langkah regu Federasi Champions AFC, Ghalenoi mengundurkan diri.

Samad Marfavi mengambil pengawasan Esteghlal untuk kedua kalinya; Marfavi mengetuai golongan ke posisi ketiga federasi pada era 2009- 10 dan pula mengetuai golongan ke tahap 16 besar Federasi Champions AFC, takluk dari Angkatan laut (Angkatan laut(AL) Shabab dari Arab Saudi 2–3 dengan metode hasil penumpukan. Pada era semi 2010, Marfavi ini memperpanjang pada kontraknya hingga satu tahun lagi, namun ada sesuatu yang anehnya beberapa hari sehabis itu dia mengundurkan diri. dan Kali ini Esteghlal beralih ke Parviz Mazloumi, mantan pemain Esteghlal pada 1980- an.

Sejauh 2 tahun masa jabatannya dengan Esteghlal, dia mengetuai golongan ke posisi kedua dan ketiga di federasi, serta alarm jam Piala Hazfi pada tahun 2012. Sesudah takluk 0- 2 dari teman senegaranya Sepahan di Tahap 16 Federasi Champions AFC, Mazloumi dihentikan oleh klub dan Amir Ghalenoi mengambil pengawasan Esteghlal untuk ketiga kalinya.

Era terbaru dimulai dengan tahun yang menggembirakan buat Esteghlal karena mantan pemain Aston Villa Jlloyd Samuel dan kapten golongan sepak bola nasional Iran Javad Nekounam bergabungan dengan golongan. Dengan para pemain ini, Ghalenoi tidak kesulitan membawa Esteghlal menggapai kemenangan federasi yang nyaman di era pertamanya kembali.

Golongan pula berhasil mencapai semifinal Piala Hazfi yang akhirnya takluk dari Sepahan. Tahun ini pula ditandai dengan maju ke semi akhir Federasi Champions AFC di mana mereka bertemu golongan Korea FC Seoul. Sesudah kekalahan tandang 0- 2 di leg dini, Esteghlal hadapi peranan berat; mereka kembali ke Stadion Azadi dengan penuh agama tetapi akhirnya takluk dari FC Seoul 2–4 dengan metode hasil penumpukan.

Baca Juga : Sepak Bola Seri B Italia Pertandingan final Cosenza-Pescara

Namun era berikutnya mengecewakan buat Ghalenoi dan timnya. Dengan kesempatan untuk memenangkan federasi pada hari kejuaraan terakhir, Esteghlal takluk 1- 3 dari Tractor Sazi dan turun ke posisi ke- 5, dan berangkat dari slot federasi champion. Esteghlal pula hadapi kekalahan mencengangkan di tangan Mes Kerman di semifinal Piala Hazfi. Untuk penuhi tahun menggegerkan Esteghlal, golongan karam mencapai tahap sistem gugur Federasi Champions AFC, finis ke- 3 di grupnya. Amir Ghalenoi mendapatkan titel” Jenderal” dari fans klub atas penampilannya.

Sesudah Esteghlal takluk dari Zob Ahan di akhir Piala Hazfi pada 29 Mei 2016, Parviz Mazloomi dihentikan dan digantikan oleh mantan pemain dan instruktur kepala Naft Tehran Alireza Mansourian pada 1 Juni 2016. Esteghlal membuka era dengan kurang bagus dan tereleminasi dari Piala Hazfi di Perempat akhir oleh Naft Tehran. Klub pula menciptakan larangan memindahkan untuk bentang durasi era dingin 2017 atas hutang yang belum dibayarkan pada Balance Chihi.

Pada tanggal 7 Februari tahun 2017, Esteghlal ini juga sudah menaklukkan sebuah klub dari Qatar Angkatan laut( Angkatan laut(AL) Sadd melalui adu kompensasi untuk maju ke tahap regu Federasi Champions AFC 2017.

Esteghlal dikalahkan oleh Angkatan laut (Angkatan laut(AL)) Ain 6- 1 pada perempat akhir Federasi Champions AFC 2017 dan tereleminasi. Mansourian ialah instruktur kepala Esteghlal hingga minggu ke- 7 era 2017- 18 Federasi Membela Teluk Persia. Mansourian mengundurkan diri sesudah mengakulasi hanya 5 angka dalam 7 kejuaraan dan berdiri di posisi ke- 16.

Instruktur Jerman Winfried Schäfer ditunjuk berlaku seperti administrator terbaru Esteghlal Tehran pada 1 Oktober 2017, mengutip ganti Alireza Mansourian. Beliau dihentikan pada era semi 2019 dan Farhad Majidi mengubahnya, tetapi dihentikan pada akhir era. Pada Juni 2019, instruktur Italia Andrea Stramaccioni ditunjuk berlaku seperti instruktur Esteghlal, tetapi dia sehabis itu meninggalkan klub pada Desember 2019 karena kebangkruta finansial.

Sejarah Dari Perkembangan Iran national football team

Sejarah Dari Perkembangan Iran national football team – Regu nasional sepak bola Iran IR( Persia:تیمملیفوتبالمردانایران, diromanisasi: Tīm- e Melli- e Fūtbāl- e Mardān- eĪrān), pula diketahui selaku Regu Melli( Persia:تیمملی, diromanisasi: Tīm- eĪrān) Melli, lit. regu nasional), menggantikan Iran dalam sepak bola global serta dikendalikan oleh Aliansi Sepak Bola Iran. Antara Desember 2014 sampai Mei 2018, ini merupakan regu dengan tingkatan paling tinggi di Asia, rentang waktu durasi terpanjang yang sempat diadakan oleh suatu regu. – naftclub.com

Sejarah Dari Perkembangan Iran national football team

parstoday.com

Iran sudah berhasil di tingkat kontitental, memenangkan 3 kompetisi Piala Asia pada tahun 1968, 1972, serta 1976. Performa terbaik bangsa di Olimpiade merupakan menggapai perempat akhir di Olimpiade Montreal 1976. Iran kira- kira kurang sukses di Piala Bumi FIFA; mereka sudah lulus 5 kali( 1978, 1998, 2006, 2014, serta 2018) namun tidak sempat melewati sesi eliminasi tim serta cuma memenangkan 2 perlombaan: melawan Amerika Sindikat pada 1998, serta Maroko pada 2018.

History

Early years

Aliansi Sepak Bola Iran dibuat pada 1920. Pada tahun 1926 Tehran XI( player tersaring dari Klub Tehran, Toofan F. C. serta Klub Berolahraga Armenia) melaksanakan ekspedisi melewati pinggiran ke Dasar, Uni Soviet, ini merupakan perlombaan sepak bola tandang awal buat regu Iran. Regu Opsi Tehran ini merupakan pelopor regu sepak bola nasional Iran serta regu sepak bola nasional Azerbaijan.

Perlombaan awal yang dimainkan Regu Melli merupakan pada bertepatan pada 23 Agustus 1941, di Keikhlasan dalam kemenangan 1- 0 melawan British India, sebaliknya perlombaan global FIFA awal Iran merupakan pada bertepatan pada 25 Agustus 1941, di Afghanistan. Iran memenangkan Piala Asia 3 kali beruntun( 1968, 1972, 1976), yang semenjak dikala itu belum bisa ditambahkan regu.

1978 FIFA World Cup in Argentina

Pada tahun 1978, Iran membuat performa pertamanya di Piala Bumi sehabis menaklukkan Australia di Teheran. Iran takluk 2 dari 3 perlombaan eliminasi tim melawan Belanda serta Peru. Regu Melli sukses mencengangkan komunitas sepak bola dengan mengamankan satu nilai dalam performa Piala Bumi pertamanya melawan Skotlandia yang memandang Iraj Danaeifard menghapuskan berhasil bunuh diri yang dicetak oleh Andranik Eskandarian buat hasil timbal 1- 1.

Sehabis Revolusi

Sehabis Revolusi 1979, sepak bola kira- kira diabaikan serta disampingkan. Sepanjang 1980- an, regu nasional Iran tidak tampak di pertandingan Piala Bumi sebab Perang Iran- Irak( 1980- 88) serta sepak bola dalam negeri hadapi akibat bentrokan yang tidak terhindarkan. Regu nasional mengundurkan diri dari kualifikasi Asia buat Piala Bumi 1982, serta menyangkal buat ikut serta dalam kualifikasi Piala Bumi 1986 sebab wajib main di alun- alun adil.

Perang serta pergolakan politik membuat Iran tanpa pertandingan klub besar hingga tahun 1989 kala Aliansi Qods dibuat. Satu tahun setelah itu, Aliansi Qods diganti namanya jadi Aliansi Azadegan. Walaupun kandas lulus ke Piala Bumi 1990 ataupun 1994, pada rentang waktu inilah beberapa player bermutu timbul di kancah sepak bola Iran, menaruh dasar buat tempat ketiga di Piala Asia AFC 1996( kemenangan tidak terabaikan di invitasi itu) tercantum kemenangan 3- 0 melawan Arab Saudi serta kemenangan 6- 2 yang bergengsi melawan Korea Selatan) serta bogem mentah kedua mereka di kesuksesan Piala Bumi pada tahun 1998.

Piala Bumi FIFA 1998 di Prancis

Data bonus: Piala Bumi FIFA 1998- Grup F

Pada November 1997, Iran lulus ke Piala Bumi 1998 sehabis menghilangkan Australia dalam seri playoff jarak dekat. Kedua perlombaan selesai tanpa ketetapan, namun Iran sukses lulus sebab ketentuan berhasil tandang. Iran menahan Australia dengan hasil timbal 1–1 di kandang, serta hasil timbal 2–2 di Melbourne; Tetapi, sebab Iran sudah mengecap lebih banyak berhasil tandang, mereka sanggup lulus ke Piala.

Baca Juga : Naft Tehran F.C. Club Bola Tehran Yang Sebelumnya Dimiliki Perusahaan Minyak Nasional Iran

Pada perlombaan awal mereka di Tim F di Piala Bumi FIFA 1998, Iran main baik melawan Yugoslavia, takluk pipih 1- 0, cuma sebab berhasil depakan leluasa oleh Siniša Mihajlović. Iran menulis kemenangan Piala Bumi awal mereka di permainan kedua, menaklukkan Amerika Sindikat 2- 1, dengan Hamid Estili serta Mehdi Mahdavikia mengecap berhasil buat Iran.

Perlombaan Piala Bumi Iran vs Amerika Sindikat dipanaskan dengan banyak kebahagiaan sebab tindakan politik tiap- tiap negeri sehabis revolusi Iran serta darurat jaminan Iran. Tetapi, dalam aksi pembangkangan kepada seluruh wujud dendam ataupun politik dalam berolahraga, kedua koyak pihak silih membagikan hadiah serta bunga serta mengutip lukisan formal saat sebelum perlombaan diawali. Sehabis kegagalan melawan Iran, Amerika Sindikat tereleminasi dari Piala Bumi.

Iran main melawan Jerman di permainan ketiga. Perlombaan itu takluk 2- 0. Gol- gol itu dicetak oleh Oliver Bierhoff serta Jürgen Klinsmann. Satu kemenangan serta 2 kegagalan berarti Iran terletak di antrean ketiga di tim terakhir serta kandas maju ke sesi selanjutnya.( Farhad Majidi serta Mehdi Fonounizadeh merupakan player berarti yang bolos di invitasi.)

Piala Asia AFC 2000

Iran finis awal di sesi eliminasi tim invitasi, namun takluk dari Korea Selatan di perempat akhir.

2002 FIFA World Cup qualification

Iran kandas lulus ke Piala Bumi 2002 sehabis kegagalan hasil akumulasi dari Republik Irlandia, takluk 2- 0 di Dublin serta berhasil 1- 0 di Teheran. Eliminasi membuat administrator Miroslav Blažević mundur dari posisi paling atas buat digantikan oleh asistennya Branko Ivanković, yang mengambil alih asisten instruktur.

Piala Asia AFC 2004

Sehabis lulus ke Piala Asia 2004, Iran main timbal dengan Thailand, Oman, serta Jepang di invitasi itu. Iran finis kedua di tim ini. Dalam perlombaan perempat akhir melawan Korea Selatan, Iran berhasil 4–3 dalam durasi wajar. Di semifinal, Iran takluk dari tuan rumah, Cina melalui depakan denda. Iran berhasil melawan Bahrain 4- 2 buat finis ketiga di invitasi itu.

Piala Bumi FIFA 2006 di Jerman

Pada 8 Juni 2005, Iran bersama Jepang jadi negeri awal yang lulus ke Piala Bumi 2006, menjadikannya performa ke- 3 Iran di panggung sepak bola bumi. Sesi kualifikasi pada 2001 serta 2004- 05 menyebabkan keramaian massal, kepanikan serta kekacauan, menimbulkan kekalutan dalam serta kegelisahan antara anak muda serta administratur penguasa. Perlombaan kualifikasi Piala Bumi 2006 antara Iran versus Jepang di Teheran, yang dimainkan pada 24 Maret 2005, merupakan perlombaan kualifikasi yang sangat banyak dihadiri di antara seluruh konfederasi. Perlombaan selesai dengan kejadian dengan 5 fans berpulang serta sebagian yang lain luka dikala mereka meninggalkan Stadion Azadi di akhir perlombaan.

Iran mengawali performa Piala Bumi FIFA 2006 mereka dengan impian besar dari penggemar serta alat. Perlombaan awal mereka merupakan melawan Meksiko di Tim D. Perlombaan itu tingkat 1- 1 pada sesi awal, namun Iran takluk pada kesimpulannya sebab kekeliruan pertahanan. Angka akhir, 3- 1, diperoleh oleh gol- gol dari Omar Bravo serta Sinha buat Meksiko, dengan Yahya Golmohammadi mengecap salah satunya berhasil buat Iran.

Iran main melawan Portugal di permainan kedua. Perlombaan itu takluk 2- 0. Gol- gol itu dicetak oleh Deco serta Cristiano Ronaldo( denda). 2 kegagalan itu membuat Iran tereleminasi dari pertandingan, saat sebelum perlombaan ketiga serta terakhir mereka melawan Angola. Iran main timbal 1- 1 dengan Angola pada 21 Juni 2006, Sohrab Bakhtiarizadeh mengecap berhasil Iran.

Penangguhan sementara

Pada November 2006, Iran diskors oleh FIFA dari seluruh kesertaan dalam sepak bola global, dengan alibi aduk tangan penguasa dalam federasi sepak bola nasional. Pantangan itu berjalan kurang dari sebulan, serta selaku keringanan diserahkan buat membolehkan regu Iran U- 23 ikut serta dalam pertandingan sepak bola Asian Permainan 2006, perkakas tidak terbawa- bawa.

Piala Asia AFC 2007

IRIFF menunjuk Amir Ghalenoei selaku instruktur kepala regu sepak bola nasional Iran pada 17 Juli 2006 buat mengambil alih Branko Ivanković. Sehabis finis awal di sesi kualifikasi dengan menang 2 nilai dari Korea Selatan serta setelah itu finis awal di sesi eliminasi tim invitasi akhir di Malaysia, Iran takluk dari Korea Selatan dalam adu denda pada perlombaan perempat akhir serta tereleminasi dari Asian 2007. Cawan. Ghalenoei dikritik mati- matian oleh pers. Sehabis rentang waktu dialog di aliansi sepak bola Iran, kontraknya tidak diperpanjang serta Regu Melli dibiarkan dengan administrator sedangkan sepanjang sebagian bulan.

Kualifikasi Piala Bumi FIFA 2010

Ali Daei diseleksi buat jadi instruktur terkini sehabis instruktur Spanyol Javier Clemente nyaris memaraf kontrak selaku administrator regu nasional Iran namun dialog kandas kala beliau menyangkal buat bermukim penuh durasi di negeri itu. Iran terletak di tim kualifikasi Piala Bumi FIFA yang serupa dengan Kuwait, Suriah, serta Uni Emirat Arab di sesi ketiga. Mereka main kandang serta tandang melawan tiap- tiap dari 3 regu yang lain di tim 5. Di tengah sesi keempat, Ali Daei dilepaskan dari letaknya selaku instruktur nasional Iran pada 29 Maret 2009. Beliau digantikan oleh Afshin Ghotbi. Iran kandas lulus ke Piala Bumi 2010 sehabis tingkatan ke- 4 dengan cara totalitas dalam grupnya.

Piala Asia AFC 2011

Iran menginovasi kontrak dengan Afshin Ghotbi sampai akhir Piala Asia AFC 2011 serta regu lulus ke invitasi dengan 13 nilai selaku pemenang tim.

Sepanjang perlombaan kualifikasi terakhir melawan Korea Selatan, sebagian player Iran mengawali perlombaan dengan menggunakan ban tangan ataupun gelang hijau, ikon keluhan atas hasil penentuan kepala negara Iran. Beberapa besar menghapusnya di catok durasi. Pesan berita Iran memberi tahu kalau Ali Karimi, Mehdi Mahdavikia, Hosein Kaebi, serta Vahid Hashemian sudah menyambut pantangan sama tua hidup dari FA Iran buat pertanda itu.

Tetapi, FA Iran menyangkal klaim ini dalam menjawab pelacakan FIFA yang berkata kalau” pendapat di alat asing tidak lain merupakan dusta serta aksi bandel.” Instruktur kepala Afshin Ghotbi pula menerangkan kalau itu merupakan rumor serta FA Iran” belum mengutip tindakan sah apa juga mengenai permasalahan ini.

Afshin Ghotbi sanggup lulus ke Piala Asia 2011 serta finis kedua di Kompetisi Aliansi Sepak Bola Asia Barat 2010 cuma sebagian bulan saat sebelum Piala Asia 2011. Iran sanggup mencapai kesembilan nilai di sesi eliminasi tim Piala Asia 2011 namun sehabis berhasil perpanjangan durasi dari Korea Selatan, Iran lagi- lagi tidak bisa menggapai semifinal pertandingan itu.

Piala Bumi FIFA 2014 di Brasil

Kualifikasi

Pada 4 April 2011, mantan administrator Real Madrid Carlos Queiroz membenarkan kontrak 2 separuh tahun buat melatih regu nasional Iran sampai akhir Piala Bumi FIFA 2014 di Brasil. Di dasar Queiroz, Iran mengawali kampanye kualifikasi Piala Bumi mereka dengan berhasil, menaklukkan Maladewa 4- 0 di leg awal sesi kualifikasi kedua mereka. Sehabis berhasil hasil akumulasi 5- 0, Iran maju ke sesi kualifikasi ketiga, di mana mereka main timbal dengan Indonesia, Qatar serta Bahrain. Iran menerangi posisi mereka di pucuk tim dengan menaklukkan Bahrain 6- 0 di kandang sendiri di Stadion Azadi, dan mengundang mantan player global belia Jerman, Ashkan Dejagah, yang mengecap 2 berhasil pada debutnya melawan Qatar.

Sehabis berhasil 4- 1 di Indonesia, Iran lulus ke sesi akhir kualifikasi langsung, sesi keempat. Di sesi keempat, Iran main timbal dengan Korea Selatan, Qatar, Uzbekistan, serta Lebanon di tim mereka. Queiroz membuat bonus terkini berplatform asing ke skuadnya, meningkatkan player semacam Reza Ghoochannejhad ke timnya. Iran mengawali putaran keempat kualifikasi Asia dengan kemenangan 1- 0 di Uzbekistan. Regu Melli setelah itu main timbal dengan Qatar serta takluk di Lebanon saat sebelum menaklukkan Korea Selatan di Azadi pada 16 Oktober dengan berhasil dari kapten Javad Nekounam.

Baca Juga : Sepak Bola Seri B Italia Pertandingan final Cosenza-Pescara

Sehabis takluk 1- 0 di Teheran melawan Uzbekistan, Iran menaklukkan Qatar 1- 0 di Doha serta Lebanon 4- 0 di kandang sendiri. Dalam perlombaan kualifikasi terakhir mereka, Iran menaklukkan Korea Selatan 1- 0 di Ulsan Munsu dengan berhasil dari Ghoochannejhad, menciptakan kualifikasi mereka ke Piala Bumi FIFA 2014 selaku pemenang tim dengan 16 nilai. Dengan begitu, Iran jadi regu ketiga yang Queiroz sukses lulus ke Piala Bumi, sehabis menggapai versi 2002 bersama Afrika Selatan serta versi 2010 bersama Portugal, mengetuai yang terakhir ke sesi sistem gugur. Iran meneruskan kemenangan berangkaian mereka, mengamankan kualifikasi ke Piala Asia 2015 sebagian bulan setelah itu.

Panggilan telepon dari luar negeri

Semenjak kedudukan Queiroz selaku administrator timnas Iran, beliau populer sebab memberitahukan pemain- pemain dari diaspora Iran ke dalam skuad nasional. Para player ini tercantum Daniel Davari serta Ashkan Dejagah dari Jerman- Iran, Reza Ghoochannejhad dari Belanda- Iran, Omid Nazari serta Dakwaan Ghoddos dari Swedia- Iran, serta Steven Beitashour dari Iran- Amerika.

Final

Iran lulus ke Piala Bumi FIFA 2014 selaku pemenang tim serta berkompetisi di Tim F bersama Argentina, Nigeria, serta Bosnia serta Herzegovina. Karcis perlombaan Argentina yang terjual habis tercantum di antara 8 yang sangat banyak dibeli buat versi invitasi ini. Pada 1 Juni 2014, Queiroz memublikasikan skuadnya yang terdiri dari 23 orang. Saat sebelum invitasi, mereka mendirikan Federasi Sepak Bola Asia Tengah.

Dalam perlombaan awal invitasi pada 16 Juni, Iran main timbal dengan Nigeria 0- 0, menjadikannya clean sheet awal mereka di Piala Bumi FIFA. Dalam perlombaan selanjutnya, Iran dikalahkan oleh Argentina 1- 0 dengan berhasil terlambat dari Lionel Messi, serta menyambut aplaus sehabis menahan Argentina sepanjang 90 menit sembari menghasilkan sebagian kesempatan melanda mereka sendiri. Iran tereleminasi dari invitasi di perlombaan selanjutnya, takluk 3- 1 dari Bosnia serta Herzegovina. Berhasil tunggal Iran dicetak oleh Reza Ghoochannejhad. Sehabis invitasi, Queiroz melaporkan beliau hendak mengundurkan diri selaku administrator Iran, namun setelah itu berpindah serta memanjangkan kontraknya sampai Piala Bumi FIFA 2018.

Piala Asia AFC 2015

Iran lulus ke Piala Asia AFC 2015 selaku pemenang tim, di mana Regu Melli merupakan favorit tingkatan paling tinggi. Iran mengalami Bahrain, Qatar serta UEA di Tim C. Queiroz memublikasikan pasukannya pada bertepatan pada 30 Desember 2014. Dengan jumlah fans paling tinggi kedua di invitasi sehabis tuan rumah Australia, Iran menaklukkan Bahrain 2- 0 dengan perencanaan terbatas. Iran yang beranggapan melindungi setelah itu menaklukkan Qatar 1- 0 berkah berhasil Sardar Azmoun saat sebelum menaklukkan UEA dengan angka yang serupa buat menggapai pucuk tim mereka.

Di perempat akhir, Iran mengalami Irak, yang sudah mereka kalahkan sebagian minggu tadinya dalam perlombaan pertemanan. Sehabis menyambut kartu merah kontroversial di sesi awal, Iran berkompetisi dengan 10 orang, sukses mengecap berhasil di akhir durasi bonus buat menarik perlombaan 3–3. Dalam adu denda selanjutnya, Iran takluk 7- 6 dalam kematian tiba- tiba.

Piala Bumi FIFA 2018

Iran mengawali kampanye kualifikasi Piala Bumi FIFA 2018 mereka dengan perlombaan pertemanan melawan Chili serta Swedia pada Maret 2015. Queiroz mengundurkan diri dari kedudukan manajerialnya sehabis itu sebab bentrokan dengan Aliansi Sepakbola Iran. Pada bertepatan pada 14 April 2015, Iran main timbal dengan Oman, India, Turkmenistan, serta Sariawan di sesi kualifikasi kedua. Pada 26 April, Queiroz memublikasikan kalau ia hendak meneruskan selaku administrator Iran buat kampanye Piala Bumi 2018 mereka.

Iran jadi regu kedua yang lulus ke Piala Bumi 2018, sehabis berhasil 2- 0 di kandang atas Uzbekistan pada 12 Juni 2017. Mereka pula mencapai tempat awal dalam tim kualifikasi mereka sehabis kegagalan Korea Selatan dari Qatar.

Iran memenangkan perlombaan awal melawan Maroko sehabis Teragung Bouhaddouz mengecap berhasil bunuh diri. Perlombaan kedua Iran takluk melawan Spanyol dengan berhasil yang dicetak oleh Diego Costa. Perlombaan ketiga melawan Portugal selesai timbal sehabis denda yang dicetak oleh Dermawan Ansarifard, serta sebab Maroko cuma dapat main timbal 2- 2 dari Spanyol, Iran tereleminasi. Tetapi, ini jadi penampilan terbaik Iran di Piala Bumi sampai dikala ini, dengan raihan 4 nilai.

Naft Tehran F.C. Club Bola Tehran Yang Sebelumnya Dimiliki Perusahaan Minyak Nasional Iran

Naft Tehran F.C. Club Bola Tehran Yang Sebelumnya Dimiliki Perusahaan Minyak Nasional Iran – Naft Tehran Football Club( Persia:باشگاهفوتبالنفتتهران) merupakan klub sepak bola Iran yang berplatform di Teheran, Iran. Mereka berkompetisi di Aliansi Membela Teluk Persia. Mereka tadinya dipunyai oleh Industri Minyak Nasional Iran. Naft Teheran dibuat pada 1950 serta main di Takhti Ambang sampai 2018. – naftclub.com

Naft Tehran F.C. Club Bola Tehran Yang Sebelumnya Dimiliki Perusahaan Minyak Nasional Iran

besthqwallpapers.com

Naft finis ketiga di Aliansi Membela Teluk Persia 3 kali serta pula memenangkan Piala Hazfi. Pada 2015 buat awal kalinya dalam asal usul klub, Naft main di Aliansi Champions AFC. Mereka menaklukkan Al – Ahli Arab Saudi di sesi 16 besar buat maju ke perempat akhir di mana mereka disingkirkan oleh Al- Ahli Dubai.

Menyusul keberangkatan player terbaik mereka, Naft Teheran terdegradasi ke tingkatan kedua pada 2017.

Sedangkan klub berhubungan dengan permasalahan kepemilikan serta finansial, kehabisan 2 perlombaan di tingkatan kedua menyebabkan mereka terdegradasi ke tingkatan ketiga Sepak Bola Iran. Pada 22 Oktober 2018, menteri berolahraga memublikasikan pembubaran klub serta player dan karyawan dibebaskan. Semenjak itu, Naft Teheran ikut serta selaku Naft Iranian Teheran di Aliansi 3.

Sejarah

Pembentukan

Pada bertepatan pada 23 Agustus 1971, Industri Minyak Nasional Iran menyudahi buat membuat regu sepak bola. Saat sebelum Revolusi Iran regu berkompetisi di Aliansi Sepakbola Teheran sepanjang sebagian tahun. Pada tahun 2003, klub berkompetisi di Aliansi Lokal Teheran, pada tahun 2005 mereka dipromosikan ke Bagian 3.

Naft Teheran berkompetisi di Bagian 2 Iran serta mereka nyatanya jadi salah satu regu terbaik. Di Sesi Awal, mereka sukses mengecap 36 berhasil serta cuma mengonversi 14, mereka terletak di atas Iranjavan dengan 38 nilai. Di Sesi Kedua, mereka pergi selaku pemenang kedua di Tim B. Mereka cuma terletak di dasar Asrama Sarcheshmeh dengan jarak 3 nilai serta 1 nilai di atas Esteghlal Jonub Tehran, Naft Tehran sehabis advertensi ke Aliansi Azadegan.

Advertensi ke Aliansi Membela Iran

Sehabis 3 tahun berkompetisi di Bagian 2, Naft dipromosikan ke Aliansi Azadegan. Naft Teheran mengawali masa dengan bagus di Aliansi Azadegan serta kesimpulannya jadi yang awal di bagan tim. Naft Teheran tampak dengan beda berhasil yang amat besar dengan kecolongan berhasil sangat sedikit, serta mereka terletak di pucuk klasemen dengan 1 nilai dari Damash Gilan. Mereka tidak mengecap banyak berhasil sebab penerbit pengecap berhasil paling banyak mereka Akbar Saghiri mengecap 7 berhasil di aliansi. Ini merupakan awal kalinya Naft Teheran berangkat ke Aliansi Membela Iran.

Aliansi Membela Iran

Naft Teheran berkompetisi di Bagian 2 Iran serta mereka nyatanya jadi salah satu regu terbaik. Di Sesi Awal mereka sukses mengecap 36 berhasil serta cuma kecolongan 14, mereka melebihi Iranjavan dengan 38 nilai. Di sesi kedua mereka pergi selaku pemenang kedua di Tim B. Mereka cuma terletak di dasar Asrama Sarcheshmeh dengan 3 nilai jauhnya serta 1 nilai di atas Esteghlal Jonub Tehran, Naft Tehran sehabis dipromosikan ke Aliansi Azadegan.

Baca Juga : Mengenal Seorang Derby Terpanas Yang Ada di Tanah Arya Dan 5 Sarat Sejarah Derby Di Italia

Naft Teheran mengawali masa dengan bagus di Aliansi Azadegan serta kesimpulannya jadi yang awal di bagan tim. Naft Teheran tampak dengan beda berhasil yang amat besar dengan kecolongan sangat sedikit, serta mereka terletak di pucuk klasemen dengan satu nilai dari Damash Gilan. Mereka tidak mengecap banyak berhasil sebab penerbit pengecap berhasil paling banyak mereka Akbar Saghiri mengecap 7 berhasil di aliansi. Ini merupakan awal kalinya Naft Teheran berangkat ke Aliansi Membela Teluk Persia.

Aliansi Champions

Pada hari terakhir masa Aliansi Membela Iran 2013- 14, Naft mengetuai aliansi serta mempunyai peluang buat memenangkan aliansi. Tetapi, Naft takluk dari Sepahan serta turun ke posisi ke- 3, yang sedang lumayan baik buat menemukan tempat di Aliansi Champions AFC, awal kalinya dalam asal usul klub regu menggapai pentas global. Pada Mei 2014 Yahya Golmohammadi memublikasikan kalau ia tidak hendak memanjangkan kontraknya dengan Naft serta sudah memaraf kontrak dengan Zob Ahan. Tidak lama sehabis itu pada 31 Mei, Naft menunjuk Ali Reza Mansourian selaku administrator mereka buat masa 2014- 15. Klub ini lulus ke sesi tim Aliansi Champions AFC 2015 sehabis berhasil 1- 0 atas klub Qatar El Jaish di sesi play- off. Naft memenangkan perlombaan Aliansi Champions pertamanya dalam kemenangan 2- 1 melawan klub Saudi Angkatan laut(AL) Shabab. Pada 6 Mei 2015 klub maju ke sesi 16 besar Aliansi Champions AFC.

Pada bertepatan pada 15 Mei 2015 pada hari perlombaan terakhir aliansi, Naft masuk ke perlombaan terakhir kedua serta mengikat nilai dengan Tractor, yang mereka mainkan di perlombaan terakhir. Naft main timbal dengan Tractor 3–3 serta finis ketiga di aliansi, mengamankan tempat play- off Aliansi Champions. Di akhir Piala Hazfi, Naft Tehran dikalahkan oleh Zob Ahan.

Pemenang Piala Hazfi

Sepanjang masa 2015- 16, Naft hadapi permasalahan finansial yang akut serta tidak bisa melunasi para player serta karyawan instruktur. Industri Minyak Nasional Iran menyudahi buat menjual klub serta dipercayai kalau Malavan yang terdegradasi hendak membeli hak klub serta senantiasa di Aliansi Membela Teluk Persia. Tetapi, Industri Behnam Pishro membeli Naft serta regu senantiasa di Teheran.

Baca Juga : Di Klasemen Liga Italia, Conte terdegradasi ke Serie B

Sehabis Alireza Mansourian meninggalkan klub buat jadi instruktur kepala Esteghlal, klub memperkerjakan hikayat Iran Ali Daei buat mengetuai klub. Sehabis Daei mengutip ganti regu pada 2016, permasalahan finansial di klub lalu bersinambung. Walaupun begitu, Naft berjuang buat tempat Aliansi Champions AFC nyaris sejauh masa. Naft pula berhasil di Piala Hazfi, regu Daei menaklukkan Sepahan 1- 0 buat maju ke akhir melawan Tractor. Di akhir Sajjad Shahbazzadeh mengecap berhasil determinan kemenangan untuk Naft dikala klub itu memenangi titel dalam negeri penting pertamanya.

Demosi ke Bagian 3 serta pembubaran

Sehabis Kendala di Klub Hal Permasalahan Kepemilikan, Naft Tehran Diturunkan ke Bagian 3 serta Aliansi Azadegan 2018- 19 hendak dilanjutkan dengan 17 regu tertinggal.

Pendukung

Saat sebelum masa berhasil Naft di Aliansi Champions AFC, klub cuma mempunyai sedikit pendukung yang beberapa besar merupakan pekerja Industri Minyak Iran Nasional. Pada 2015 sehabis finis di tempat ketiga di aliansi, menggapai akhir Piala Hazfi serta maju ke perempat akhir Aliansi Champions, klub mendapatkan sebagian pendukung serta jadi regu terpopuler ketiga di Teheran di balik Persepolis serta Esteghlal.

Demosi ke Bagian 3

Sehabis Kendala di Klub Terpaut Permasalahan Kepemilikan, Naft Tehran Diturunkan ke Bagian 3 serta Aliansi Azadegan 2018- 19 hendak dilanjutkan dengan 17 regu tertinggal.

Mengenal Seorang Derby Terpanas Yang Ada di Tanah Arya Dan 5 Sarat Sejarah Derby Di Italia

Mengenal Seorang Derby Terpanas Yang Ada di Tanah Arya Dan 5 Sarat Sejarah Derby Di Italia – Memrise merupakan program bahasa Inggris yang memakai klise spasi pada kartu flash buat tingkatkan kecekatan berlatih. Itu berplatform di London, Inggris. Memrise menawarkan konten yang terbuat konsumen pada bermacam poin yang lain. Aplikasi Memrise mempunyai bimbingan dalam 16 bahasa serta kombinasinya, sedangkan web webnya mempunyai lebih banyak bahasa yang lain yang ada. Pada 2018, aplikasi ini mempunyai 35 juta konsumen tertera. Memrise sudah meraup profit semenjak akhir 2016, dengan omset$ 4 juta tiap bulan. – naftclub.com

Mengenal Seorang Derby Terpanas Yang Ada di Tanah Arya Dan 5 Sarat Sejarah Derby Di Italia

twitter.com

Di dalam Memrise, Kamu hendak fokus dalam berlatih Bahasa Inggris dengan menguasai kosa tuturnya terlebih dulu. Aplikasi ini menawarkan bermacam metode yang menarik serta inovatif buat membuat konsumennya menguasai tiap kosa tutur yang diserahkan, alhasil konsumen aplikasi ini dapat mengenang tiap kosa tutur itu dengan gampang. Tidak hanya membagikan interface yang simpel, Memrise pula membolehkan Kamu buat berhubungan dengan konsumen aplikasi ini yang lain buat bisa bersama- sama berlatih Bahasa Inggris. Memrise sediakan 30 tingkatan penataran. Selaku konsumen Kamu pula dapat memantau kemajuan Kamu dikala berlatih dengan aplikasi ini.

Sejarah

Memrise dibuat oleh Ed Cooke, seseorang Grand Ahli of Memory, serta Greg Detre, seseorang pakar saraf Princeton yang berspesialisasi dalam ilmu ingatan serta melalaikan. Web website ini dikeluarkan dalam tipe beta individu sehabis memenangkan pertandingan TigerLaunch Princeton Entrepreneurship Club 2009.

Pada 1 Oktober 2012, 100 konsumen diizinkan buat mencatat buat mencoba tipe non- beta dari web website yang diucap Memrise 1. 0. Mulai Mei 2013, aplikasi Memrise sudah ada buat diunduh di App Store( iOS) serta Google Play.

Pada Januari 2020, aplikasi itu menyambut$ 21, 8 juta dari pemodalan dengan keseluruhan 7 putaran bibit. Memrise didanai oleh 12 penanam modal: Korelya Capital, Balderton Capital, Avalon Ventures, Octopus Ventures, Future Fifty, serta yang lain.

Klise spasi

Memrise menghasilkan penataran bahasa selaku game, semacam rivalnya Duolingo. Memrise memakai klise spasi buat memesatkan kemampuan bahasa. Klise spasi merupakan metode penataran berplatform fakta yang mencampurkan kenaikan istirahat durasi antara pemantauan selanjutnya dari modul yang dipelajari tadinya buat menggunakan dampak jarak intelektual. Pemakaian klise spasi sudah teruji tingkatkan laju mengingat.

Walaupun prinsip ini bermanfaat dalam banyak kondisi, klise spasi biasanya diaplikasikan dalam kondisi di mana siswa wajib mendapatkan beberapa besar item serta menyimpannya tanpa batasan dalam ingatan. Oleh sebab itu, amat sesuai buat permasalahan kemampuan kosakata dalam bimbingan penataran bahasa kedua, sebab dimensi inventaris perkata kategori terbuka bahasa sasaran.

Penghargaan

Pada bulan Juli 2010, Memrise dinobatkan selaku salah satu juara pertandingan London Mini- Seedcamp. Pada November 2010, web ini dinobatkan selaku salah satu finalis buat Start- up of the Year TechCrunch Europas 2010. Pada Maret 2011, itu tersaring selaku salah satu startup Techstars Boston. Pada Mei 2017, Memrise dinobatkan selaku salah satu juara Aplikasi Terbaik versi kedua apresiasi Google Play.

Kritik

Mulai akhir Februari 2019, Memrise sudah jadi poin banyak kritik baru- baru ini[butuh rujukan] sebab pemberitahuan kalau konten yang terbuat konsumen hendak dipindahkan ke program berplatform website yang berlainan. Diumumkan kalau web terkini ini tidak hendak mempunyai aplikasi serta konsumen tidak hendak bisa mengakses modul mereka dengan cara offline.

Selaku asumsi, forum Memrise dibombardir dengan posting yang mempersoalkan ini selaku gamparan di wajah konsumen serta kreator konten Memrise. Kritik ini sudah menjajaki Reddit dengan banyak konsumen yang melantamkan evakuasi ke program saingan. Pada 25 Februari 2020, selaku asumsi atas kritik, Memrise menyudahi buat menghapuskan pembelahan( ialah menutup Deck serta mencampurkan kontennya kembali ke web penting Memrise).

Pada akhir September 2012, kediaman tingkatan di web website buat sedangkan ditangguhkan sebab” ketakjujuran ensiklopedis”. Konsumen khusus sudah memakai bot serta metode non- intensif, semacam bimbingan ingatan gambar selebriti, buat menggapai angka atipikal yang tidak memantulkan penataran yang sesungguhnya. Selaku asumsi, administrator membuat kediaman tingkatan terkini sehabis merevisi antara evaluasi.

Techstars

Techstars merupakan akselerator bibit Amerika yang dibuat pada tahun 2006 di Boulder, Colorado. Pada 2019, industri sudah menyambut lebih dari 1. 600 industri ke dalam programnya dengan investasi pasar kombinasi sebesar$ 18, 2 miliyar USD. Kurang dari 1% dari 17. 000 lebih pelamar diperoleh.

Sejarah

Techstars dibuat di Boulder, Colorado, oleh David Cohen, Brad Feld, David Brown, serta Jared Polis pada tahun 2006. Awal mulanya, Techstars menanamkan antara$ 6. 000 serta$ 18. 000 di industri langkah dini, membagikan wiraswasta dengan edukasi sepanjang program akselerator 3 bulan.

Industri ini melangsungkan program pertamanya di Boulder pada tahun 2007 dengan 10 industri. Dari 10, 2 dimerger pada tahun yang serupa. Pada 2012, 3 sudah menggapai hasil positif serta 2 menciptakan pemasukan tahunan jutaan. Pada tahun- tahun selanjutnya, Techstars bertumbuh ke Boston, Seattle, New York City, suatu program” cloud” di San Antonio, serta Austin.

Pada Januari 2011, Techstars meluncurkan Garis besar Accelerator Jaringan( GAN), yang mengaitkan 22 program seragam dengan cara global. Jaringan ini dikeluarkan sehubungan dengan Kemitraan Amerika Startup Kepala negara Barack Obama. GAN saat ini jadi badan yang dioperasikan dengan cara bebas. Techstars pula mensupport pembuatan Chauvinis Boot Camp.

Pada 2017, Techstars berekanan dengan perusahaan modal ventura Partech Ventures buat meluaskan programnya ke Paris, serta pada September tahun yang serupa dikontrak buat bertugas dengan akselerator teknologi terkini Angkatan Hawa Amerika Sindikat AFwerX. Pada dini 2019, Techstars mengawali program Eropa yang lain di dekat kota cerdas di Amsterdam dengan kawan kerja industri mereka Arcadis.

Struktur

Startup bisa mencatat buat program Techstars serta kelayakannya ditaksir oleh Managing Director program yang mereka meminang, dan panitia filtrasi yang terdiri dari bermacam badan jaringan Techstars. Selaku balasan atas 6% saham lazim, tiap industri yang diperoleh di Techstars dikala ini menyambut$ 20. 000 plus catatan alterasi$ 100. 000, akses ke jaringan Techstars sama tua hidup, sarana senilai lebih dari$ 1 juta( semacam$ 25. 000 sampai$ 100. 000 dalam angsuran AWS), serta 3 Program akselerator bulanan, yang dicoba dalam 3 langkah: pendampingan, perkembangan, serta pemodalan. Pada hari terakhir, 10 industri melaksanakan pengajuan khalayak di depan penanam modal, alumni Techstars, bumi wiraswasta lokal, serta kawan kerja industri pada hari demo.

Evidence- based education

Pembelajaran berplatform fakta( EBE) merupakan prinsip kalau aplikasi pembelajaran wajib didasarkan pada fakta objektif terbaik yang ada, bukan adat- istiadat, evaluasi individu, ataupun akibat lain. Pembelajaran berplatform fakta terpaut dengan pengajaran berplatform fakta, penataran berplatform fakta, serta riset daya guna sekolah. Selaku ilustrasi, riset sudah membuktikan kalau klise berjarak( pula penataran pembibitan jarak, dampak jarak serta penataran jarak)” membidik pada pembuatan ingatan yang lebih kokoh dari penataran pembibitan massal, yang mengaitkan istirahat pendek ataupun tanpa istirahat”. Aksi pembelajaran berplatform fakta bersumber pada aksi yang lebih besar mengarah aplikasi berplatform fakta, serta sudah jadi poin perbincangan yang lumayan besar.

Sejarah

Pengarang serta akademisi Inggris, David H. Hargreaves, menyampaikan kuliahnya pada tahun 1996 di mana beliau melaporkan” Membimbing dikala ini bukan ialah pekerjaan berplatform riset. Aku percaya bila itu hendak lebih efisien serta melegakan”. Ia menyamakan aspek medis serta pengajaran, dengan berkata kalau dokter diharapkan senantiasa menjajaki kemajuan riset kedokteran, sebaliknya banyak guru apalagi bisa jadi tidak mengetahui berartinya riset buat pekerjaannya. Supaya pengajaran jadi lebih berplatform riset, ia menganjurkan, riset pembelajaran hendak menginginkan” pergantian radikal” serta guru wajib lebih ikut serta dalam invensi serta aplikasi riset.

Sehabis kuliah itu, para kreator kebijaksanaan bahasa Inggris di aspek pembelajaran berupaya mendekatkan filosofi serta aplikasi. Pada dikala yang serupa, riset pembelajaran yang terdapat mengalami kritik atas mutu, keandalan, ketidakberpihakan, serta aksesibilitasnya.

Pada tahun 2000 serta 2001 2 riset global berplatform fakta terbuat buat menganalisa serta memberi tahu keberhasilan pembelajaran sekolah di semua bumi: Program Evaluasi Siswa Global( PISA) pada tahun 2000 serta Perkembangan dalam Riset Literasi Membaca Global( PIRLS) pada tahun 2001.

Pula, dekat durasi yang serupa 3 riset berplatform fakta penting mengenai membaca diluncurkan menerangi angka fakta dalam pembelajaran: Panel Pustaka Nasional AS pada tahun 2000, informasi Australia mengenai Membimbing membaca pada tahun 2005, serta kajian bebas kepada pengajaran membaca dini( Rose Report 2006), Inggris. Kurang lebih satu tahun saat sebelum Rose Report, Scottish Executive Education Department( SEED) menerbitkan hasil riset bertajuk A Seven Year Study of the Effects of Synthetic Phonics Teaching on Reading and Spelling Attainment( Clackmannanshire Report), menyamakan fonik sintetik dengan fonik analitik.

Baca Juga : Liga Provinsi Teheran Dan Juga Sistem liga bola sepak Iran – Iranian football league system

Riset berplatform objektif( SBR)( pula aplikasi berplatform fakta dalam pembelajaran) awal kali timbul di hukum Federal Amerika Sindikat dalam Reading Excellence Act serta setelah itu dalam program Pembaruan Sekolah Menyeluruh. Tetapi, ini jadi populer di A. S. di dasar Hukum Tidak terdapat anak yang dibiarkan tahun 2001( NCLB), dimaksudkan buat menolong anak didik di halaman anak- anak hingga kategori 3 yang membaca di dasar tingkatan kategori. Pendanaan federal diadakan buat program pembelajaran serta penataran pembibitan guru yang” didasarkan pada riset membaca berplatform objektif”. NCLB ditukar pada 2015 oleh Every Student Succeed Act( ESSA).

Pada tahun 2002, Unit Pembelajaran A. S. mendirikan Institute of Education Sciences( IES) buat membagikan fakta objektif buat membimbing aplikasi serta kebijaksanaan pembelajaran. Inisiatif Standar Negeri Inti Biasa yang digerakkan oleh Negeri dibesarkan di Amerika Sindikat pada tahun 2009 dalam usaha buat menstandarkan prinsip serta aplikasi pembelajaran. Kelihatannya terdapat sebagian usaha buat memasukkan aplikasi berplatform fakta. Misalnya, web website standar inti mempunyai cerita menyeluruh mengenai perinci khusus Standar Seni Bahasa Inggris yang melingkupi zona prinsip alfabet, rancangan cap, pemahaman fonologis, identifikasi fonik serta tutur, dan kecalakan.

Tetapi, tergantung tiap- tiap negeri bagian serta area sekolah buat meningkatkan konsep buat mempraktikkan standar itu, serta Bimbingan Gubernur Nasional buat Keaksaraan Dini kelihatannya kurang perinci. Pada tahun 2020, 41 negeri sudah mengadopsi standar itu, serta dalam banyak permasalahan diperlukan durasi 3 tahun ataupun lebih buat menerapkannya. Misalnya, Wisconsin mengadopsi standar pada tahun 2010 serta menerapkannya pada tahun anutan 2014- 2015, tetapi pada tahun 2020 Unit Pengajaran Khalayak negeri lagi dalam cara meningkatkan modul buat mensupport standar dalam pengajaran fonik.

Bagi informasi, Common Core State Standards Initiative kelihatannya tidak menimbulkan kenaikan kemampuan anak didik dengan cara nasional yang penting. Center on Standards, Alignment, Instruction, and Learning( C- SAIL) melaksanakan riset mengenai gimana Common Core diperoleh di sekolah. Ini memberi tahu penemuan selanjutnya: a) terdapat sokongan yang lumayan besar buat standar di antara guru, kepala sekolah, serta pengawas, namun sokongan dengan cara penting lebih kecil buat guru, b) terdapat alterasi yang besar dalam harmonisasi guru dengan standar bagi konten tingkatan area serta kategori, c) ciri yang di idamkan oleh sebagian pengajar, tetapi negeri bagian serta area sungkan membagikan sangat banyak ciri, d) Administratur negeri bagian pada biasanya sepakat kalau pergantian akuntabilitas di dasar ESSA sudah membolehkan mereka buat mengadopsi catatan” daya pintar” ialah kurang memidana serta lebih mensupport.

Berikutnya, di Inggris Education Endowment Foundation of London dibuat pada tahun 2011 oleh The Sutton Trust, selaku tubuh kebaikan penting dari Pusat Kegiatan Apa yang ditunjuk penguasa buat fakta mutu besar di Pembelajaran Inggris. Pada tahun 2012, Unit Pembelajaran di Inggris memberitahukan” pengecekan membaca fonik” berplatform fakta buat menolong sokongan anak didik sekolah dasar dengan membaca.( Pada 2016, Menteri Pembelajaran memberi tahu kalau persentase anak didik sekolah dasar yang tidak penuhi impian membaca menurun dari 33% pada 2010 jadi 20% pada 2016.)

Pembelajaran berplatform fakta di Inggris menyambut desakan dari artikel advis tahun 2013 oleh Dokter. Ben Goldacre. Ini menyarankan buat pergantian sistemik serta lebih banyak percobaan coba terkendali dengan cara random buat memperhitungkan dampak dari campur tangan pembelajaran. Ia berkata ini bukan mengenai berikan ketahui guru apa yang wajib dicoba, melainkan” memberdayakan guru buat membuat ketetapan yang mandiri serta terinformasi mengenai apa yang sukses”. Sehabis itu, suatu badan nirlaba yang berplatform di Inggris, ResearchED, dibuat buat menawarkan forum untuk para periset serta pengajar buat mangulas kedudukan fakta dalam pembelajaran.

Dialog serta kritik juga terjalin. Sebagian berkata tata cara riset yang bermanfaat dalam penyembuhan dapat jadi tidak pas serupa sekali di aspek pembelajaran. Pada tahun 2014, Yayasan Nasional buat Riset Pembelajaran, Berkshire, Inggris menerbitkan informasi bertajuk Memakai Fakta di Kategori: Apa yang Sukses serta Kenapa. Kajian itu mencampurkan pendekatan yang efisien buat sekolah serta keikutsertaan guru dengan fakta serta mangulas tantangan, zona buat atensi serta aksi. Perihal ini dimaksudkan buat menolong pekerjaan guru buat menggunakan fakta terbaik mengenai apa yang sukses dalam tingkatkan hasil pembelajaran.

Pada tahun 2014, Federasi Studi Pembelajaran Inggris( BERA) serta Royal Society of Arts) RSA) melaksanakan pelacakan mengenai kedudukan riset dalam pembelajaran guru di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, serta Wales. Informasi akhir memperjelas kalau riset serta pelacakan guru ialah perihal terutama dalam meningkatkan sekolah yang sanggup tingkatkan diri. Ini menyarankan buat kemitraan kegiatan yang lebih akrab antara guru- peneliti serta komunitas riset akademis yang lebih besar.

Keterangan Menyewa 2015 mengenai Penataran pembibitan Membimbing Dini di Inggris menganjurkan kalau calon guru wajib mempunyai akses serta keahlian dalam memakai fakta riset buat mensupport pengajaran mereka. Tetapi, mereka tidak memperoleh penataran pembibitan dalam menggunakan riset.

NCLB di AS ditukar pada 2015 oleh Every Student Succeed Act( ESSA) yang mengambil alih” riset berplatform objektif” dengan” campur tangan berplatform fakta”(” kegiatan, strategi, ataupun campur tangan apa juga yang membuktikan dampak penting dengan cara statistik pada kenaikan hasil anak didik ataupun hasil lain yang relevan”). ESSA mempunyai 4 kadar fakta yang bagi sebagian orang berikan sekolah serta kreator kebijaksanaan kontrol yang lebih besar sebab mereka bisa memilah tingkatan fakta yang di idamkan. Tingkatan fakta merupakan selaku selanjutnya:

Tingkatan 1- Bukti Kokoh: dibantu oleh satu ataupun lebih riset eksperimental terkendali random yang didesain dengan bagus serta diimplementasikan dengan bagus.

Tingkatan 2- Bukti Lagi: dibantu oleh satu ataupun lebih riset eksperimental imajiner yang didesain dengan bagus serta diimplementasikan dengan bagus.

Tingkatan 3- Bukti yang Menjanjikan: dibantu oleh satu ataupun lebih riset korelasional yang didesain dengan bagus serta diimplementasikan dengan bagus( dengan pengawasan statistik buat bias pemilahan).

Tingkatan 4- Mendemonstrasikan Logis: aplikasi yang mempunyai bentuk akal sehat ataupun filosofi aksi yang terdefinisi dengan bagus, dibantu oleh riset, serta lagi dicoba oleh badan pembelajaran negeri bagian( SEA), badan pembelajaran lokal( LEA), ataupun badan riset luar buat memastikan keefektifannya.

Pada 2016, Unit Pembelajaran di Inggris menerbitkan White Paper Educational Excellence Everywhere. Ini melaporkan niatnya buat mensupport pekerjaan guru yang berplatform fakta dengan tingkatkan akses guru ke serta pemakaian” fakta bermutu besar”. Ini pula hendak membuat harian pembelajaran Inggris terkini serta meluaskan Education Endowment Foundation.

Tidak hanya itu, pada 4 Oktober 2016, Penguasa memublikasikan pemodalan dekat£ 75 juta dalam Anggaran Inovasi Pengajaran serta Kepemimpinan, buat mensupport pengembangan handal bermutu besar, bersumber pada fakta, serta handal untuk para guru serta atasan sekolah. Suatu informasi riset pada Juli 2017 bertajuk Pengajaran bersumber pada fakta: penilaian perkembangan di Inggris merumuskan kalau ini butuh, namun tidak lumayan.

Dibilang kalau tantangan penting kreator kebijaksanaan serta periset merupakan tingkatan kapasitas kepemimpinan serta komitmen buat menciptakannya. Dengan tutur lain, tindakan serta aksi para atasan sekolah pengaruhi gimana guru kategori dibantu serta dimintai pertanggungjawaban buat memakai aplikasi berplatform fakta. Pada tahun 2017, Federasi Studi Pembelajaran Inggris( BERA) mempelajari kedudukan universitas dalam pengembangan handal, dengan fokus paling utama pada pembelajaran guru serta pembelajaran medis.

Komentator meneruskan, berkata” Studi pembelajaran itu baik namun tidak sempat kurang ingat membimbing merupakan wujud seni yang lingkungan.” Pada tahun 2018, Dylan Wiliam, Guru besar Emeritus Evaluasi Pembelajaran di University College London, berdialog di researchED melaporkan kalau” Studi pembelajaran tidak hendak sempat berikan ketahui guru apa yang wajib dicoba; ruang kategori mereka sangat kompleks buat membolehkan.” Kebalikannya, ia menganjurkan, guru wajib jadi konsumen kritis dari riset pembelajaran serta” mengetahui bila apalagi penemuan riset yang mapan mengarah kandas buat diaplikasikan dalam pengaturan khusus”.

Baca Juga : Serie B, Salernitana dari Lotito Menuju A: Aturan Memperumit Segalanya

Kompetisi sepak bola Italia populer jadi salah satu yang sangat menarik serta sarat hendak asal usul, tidak lain derby. Perlombaan yang umumnya mempertemukan 2 kesebelasan dengan permusuhan di era kemudian itu kerap berjalan dengan kegelisahan yang besar.

Sebab sedemikian itu banyaknya derby yang mempertemukan klub besar di Italia, sering- kali beradu derby bisa memastikan regu mana yang hendak memenangkan titel aliansi di masa itu. Selanjutnya ini 7 derby terpanas di sepak bola Italia.

1. Derby della Madonnina

Tidak diragukan lagi, Derby della Madonnina ialah salah satu derby terpanas di sepak bola Italia. Pertemuan yang mengaitkan 2 klub asal kota Milan, AC Milan versus Internazionale Milan( Inter Milan) pastinya tidak bisa dilewatkan oleh peminat sepak bola Italia.

2. Derby dItalia

Kasus Calciopoli tidak dibantah menghasilkan kompetisi 2 klub ini jadi lebih panas. Tetapi jauh saat sebelum kasus itu, pertemuan antara Inter Milan serta Juventus yang disampul dalam Derby dItalia senantiasa kencang satu serupa lain. Kedua klub pastinya mau senantiasa jadi yang terbaik di Serie- A.

3. Derby della Capitale

Derby della Capitale yang mempertemukan AS Bulu halus vs Lazio ialah salah satu perlombaan yang senantiasa menyuguhkan perlombaan panas di dalam serta luar alun- alun. Partisan I Giallorossi serta le Aquile terdaftar tidak sempat harmonis satu serupa lain. Apalagi di tahun 2004, peperangan keduanya wajib dihentikan kerena terdapatnya kekacauan partisan.

4. Derby della Sole

Telah ikut serta kompetisi semenjak lama, Derby della Sole yang mempertemukan Napoli vs AS Bulu halus menggapai puncaknya di tahun 1980- an kala Diego Maradona turut ikut serta di dalamnya. Derby ini terwujud sebab terdapatnya perbandingan adat antara partisan Partenopei yang berplatform di selatan serta partisan I Giallorossi dari bunda kota.

5. Derby della Mole

Derby della Mole merupakan derby yang mempertemukan 2 regu asal kota Turin, Juventus vs Torino. Semacam sebagian derby pada biasanya, ada perbandingan kategori yang merelaikan mereka. La Vecchia Signora lebih banyak dibantu oleh banyak orang banyak, sedangkan Il Toro lebih banyak menemukan sokongan dari para pekerja.

Liga Provinsi Teheran Dan Juga Sistem liga bola sepak Iran – Iranian football league system

Liga Provinsi Teheran Dan Juga Sistem liga bola sepak Iran – Aliansi Area Tehran, dahulunya dikenali selaku Kejohanan Kelab Tehran merupakan aliansi bola sepak penting dari Area Tehran serta terletak di tangga ke- 5 dalam piramid bola sepak Iran sesudah Bahagian ke- 3. Beliau merupakan sebahagian dari AFCprogram Vision Asia. – naftclub.com

Liga Provinsi Teheran Dan Juga Sistem liga bola sepak Iran

matchdayarsenal.blogspot.com

Ditubuhkan pada tahun 1920, beliau merupakan aliansi bola sepak tertua yang sedang diadakan di Iran. Tehran Clubs Championship sempat jadi penerbangan paling atas Tehran serta Iran alhasil 1973 apabila Takht Jamshid Cup ditubuhkan buat awal kalinya. Sepanjang tahun 1970- an kompetisi kelab Tehran kehabisan kepentingannya serta nyaris seluruh kelab paling atas Tehran mengutip bahagian dalam Takjt Jamshid Cup.

Revolusi Iran pada tahun 1979 mengakhiri seluruh aliansi serta piala bola sepak di Iran sepanjang satu masa serta masa 1979–80 didiamkan belum berakhir buat menggemparkan kebengisan dalam perlombaan pertemanan antara saingan terbanyak Tehran, Esteghlal serta Persepolis. Pada tahun 1980- an kerana Perang Iran- Iraq tidak terdapat aliansi kebangsaan yang diadakan sampai akhir perang pada tahun 1988 serta, selaku hasilnya, kompetisi kelab Teheran sekali lagi merupakan penerbangan paling atas Iran serta Tehran serta nyaris seluruh bintang bola sepak serta pakar Iran Team Melli main dalam aliansi ini.

Masa 1990- 91 merupakan masa terakhir di mana kelab- kelab paling atas Tehran mengutip bahagian dalam aliansi ini serta masa selanjutnya mereka berasosiasi dengan Aliansi Azadegan yang terkini ditubuhkan serta dengan itu kompetisi kelab- kelab Tehran terus menjadi pudar serta berpindah ke piramid bola sepak Iran tingkatan ke- 4 serta setelah itu dengan konkretisasi aliansi membela Iran pada masa 2001- 02 sampai langkah ke- 5 piramid bola sepak Iran.

Sejarah

Ditubuhkan pada tahun 1920, buat awal kalinya terdapat perlombaan bola sepak di Parsi, buat dekad awal, piala itu terdiri dari sebagian kelab Iran tercantum Iran Club, Bank Shahi serta suatu kelab Inggeris ekspatriat Inggeris yang bermukim di Tehran. pada tahun 1930- an, gerombolan Iran yang sangat berhasil merupakan Tofan serta pada tahun 1940 Shahin serta Daraei timbul selaku kompetitor terkini buat Tofan, Pada tahun 1946 kelab berbasikal Tehran menubuhkan gerombolan bola sepak, yang mengubah namanya jadi Taj pada tahun 1949 serta mengambil alihṬofan selaku salah satu dari 3 kelab paling atas Tehran.

Saat sebelum tahun ini tidak terdapat aliansi nasional yang diadakan di Iran serta tiap provinsi Iran memiliki aliansi tempatan yang terpisah buat mereka serta kelab bola sepak dari Teheran lazim mengutip bahagian dalam aliansi ini. Sepanjang lebih dari separuh era kelab terutama Iran serta Tehran tercantum Taj, Shahin, Daraei antara lain memiliki kompetisi hebat atas kemampuan Tehran Clubs Championship yang selesai dengan pembubaran Shahin serta Daraei tiap- tiap pada tahun 1967 serta 1968.

Pada tahun 1980- an serta kerana perang Iran- Iraq tidak terdapat kompetisi kebangsaan diadakan di Iran alhasil aliansi bola sepak area Teheran merupakan kegiatan yang sangat berarti dalam kalendar bola sepak Iran.

Sistem aliansi bola sepak Iran- Iranian football league system

The Sistem aliansi bola sepak Iran merupakan satu siri aliansi yang silih berhubungan buat bola sepak kelab di Iran.

Struktur

Bentuk ketika sudah dilaksanakan semenjak tahun 2001. The Aliansi Kesatu Iran( IPL) merupakan langkah paling tinggi bola sepak kelab di Iran. Beliau pula dipanggil Piala Teluk Parsi. Di bawahnya merupakan Aliansi Azadegan, pula dikenali selaku bagian 1, yang terdiri dari satu berkas 2 puluh gerombolan. Satu langkah lebih jauh dari itu merupakan Pembahagian ke- 2 yang terdiri dari 40 gerombolan diedarkan dengan cara menyeluruh pada 4 berkas.

Baca Juga : Tim sepak bola nasional Iran

Satu tahap ke dasar, serta aliansi terakhir di semua negeri, merupakan Pembahagian ke- 3. Langkah ini memiliki 5 berkas serta 60 gerombolan. Tiap berkas mengandungi gerombolan yang terletak di area negeri yang serupa. Langkah akhir sistem bola sepak terdiri dari 31 area aliansi. Gerombolan tempatan dari tiap provinsi mengutip bahagian dalam aliansi ini, serta sebagian aliansi dibahagikan pada bahagian yang lebih jauh.

Sistem ini berperan dengan sistem promosi- degradasi, yang berarti bahawa gerombolan dari langkah sistem yang sangat kecil bisa buatnya ke tingkatan atas sehabis sebagian tahun. Angka gerombolan di tiap aliansi kerap berganti dari masa ke masa, kerana minimnya pengurusan handal di tingkatan sistem yang lebih kecil. Pada era ini IPL merupakan salah satunya aliansi yang dikira handal, meski banyak peraturannya hal keringanan serta pengurusan kelab dilanggar. Tidak tidak sering gerombolan di tingkatan dasar sistem mengubah julukan gerombolan kerana permasalahan pembelanjaan ataupun gerombolan menarik diri seluruhnya dari perlombaan. 4 tingkatan paling atas sistem dikendalikan oleh Perhimpunan bola sepak Iran, sedangkan aliansi tingkatan dasar dikendalikan oleh jawatankuasa bola sepak area tiap- tiap.

Sejarah

Saat sebelum tahun 1970

Saat sebelum tahun 1970- an, Iran tidak memiliki aliansi bola sepak kebangsaan rasmi. Sebilangan besar kelab mengutip bahagian dalam kompetisi di bos ataupun area mereka. Oleh itu pemenang Aliansi Kesatu Tehran diamati selaku Pemenang bola sepak Iran. Kerana pendapatan mereka di Aliansi Kesatu Tehran, Shahin Tehran serta Taj, hari ini dikenali selaku Esteghlal, merupakan gerombolan yang sangat popular pada era ini. Pula Daraei serta Cocok Tehran merupakan kelab yang berhasil di Tehran aliansi sendiri.

Aliansi Tempatan

Pada tahun 1970, Aliansi Tempatan ditubuhkan. Untuk awal kalinya, aliansi ini terdiri dari gerombolan dari banyak bos serta area lain tercantum Sepahan dari Isfahan serta Azerbaijan Timur kelab populer Traktor. Pemenang bola sepak Iran yang awal kali dikenali merupakan Taj sesudah memukul Cocok Tehran 2- 1 di akhir Aliansi Tempatan 1970–71. Peristiwa setengah akhir antara Taj serta Persepolis pula amat berarti buat kompetisi antara kedua- dua kelab. Yang kedua serta terakhir versi Aliansi Tempatan dimenangi oleh Persepolis.

Takht Jamshid Cup

Pada tahun 1972, Takht Jamshid Cup ditubuhkan selaku aliansi kebangsaan serta merangkumi gerombolan dari semua negeri. The Perhimpunan Bola Sepak Iran sudah menyudahi buat menciptakan aliansi yang seragam dengan aliansi bola sepak Eropah. Aliansi dikenal Takht- e Jamshid, kuno Achaemenid bunda kota yang dikenali di luar Iran selaku Persepolis. Takht Jamshid Cup terdiri dari 2 simpati kelab di Masa 1973- 74. Persepolis jadi pemenang awal Takht Jamshid Cup, 2 mata di hadapan saingan Taj.

Saat sebelum permulaan Masa 1974–75, jumlah gerombolan bertambah dari 2 simpati jadi 16 gerombolan. Esteghlal mencapai gelaran Takht Jamshid Cup yang awal sehabis memenangi aliansi di hadapan Persepolis. The 1975-1976 Piala Takht Jamshid ini yang sudah dimenangi oleh Persepolis dengan sebuah persembahan yang sangat hebat oleh hikayat pada sepak bola di negeri Iran Ali Parvin. Gerombolan tempat kedua merupakan yang lain Tehran kelab berdasarkan, Homa. 2 masa selanjutnya dimenangi oleh Cocok Tehran di dasar jurulatih Hassan Habibi. Cocok Tehran memenangi kompetisi mereka 2 kali di hadapan Persepolis. Pada era ini Takht Jamshid Cup merupakan salah satu aliansi bola sepak terkuat di Asia. The Gerombolan bola sepak kebangsaan Iran berhasil pada tahun 1976 ketiga beruntun Piala Asia AFC serta berkelayakan 1978 buat Piala Bumi FIFA untuk awal kalinya dalam asal usul negeri.

The 1978–79 Piala Taksh Jamshid masa dibiarkan kerana Revolusi 1979. Nawaz mendahulukan aliansi sesudah 2 simpati perlawanan di depan Persepolis serta Taj.

Revolusi 1979 serta 1980- an

Diakibatkan oleh Revolusi Islam serta pula Perang Iran– Iraq, Takht Jamshid Cup dibubarkan serta pula aliansi dasar tidak tertata. Sekali lagi pemenang Aliansi Area Tehran diamati selaku Pemenang bola sepak Iran. Aliansi dipahami oleh Persepolis dengan 5 judul serta Esteghlal dengan 2 kompetisi. Pada tahun 1987 Aliansi Shahrivar ke- 17 terbuat dengan gerombolan terutamanya dari Tehran, namun pula dengan kelab dari sebagian bos lain. Aliansi dimenangi oleh Persepolis menjelang Daraei. Oleh kerana aliansi itu ialah sebahagian dari Aliansi Provinsi Tehran, gelaran Persepolis hari ini tidak diperoleh selaku kompetisi kebangsaan.

Aliansi Qods

Pada tahun 1989 Aliansi Qods dibangun selaku aliansi bola sepak kebangsaan Iran. Pemenang bola sepak rasmi Iran awal semenjak revolusi merupakan Esteghlal. Sesudah cuma satu masa Aliansi Qods dihapuskan.

Aliansi Azadegan

Pada tahun 1991 Aliansi Azadegan dibangun selaku penerbangan paling atas bola sepak Iran. Aliansi ini dikenal selaku Aliansi Azadegan buat meluhurkan orang Iran narapidana perang yang dibebaskan. Azadegan berarti yang dibebaskan dalam Parsi. Aliansi dimulakan dengan bentuk 12 gerombolan yang awal masa. Di dalam 1992–93 Aliansi Azadegan masa aliansi mengganti formatnya. 16 kelab mengutip bahagian dalam 2 berkas lapan gerombolan. Cocok Tehran merupakan pemenang dalam kedua- dua masa.

Esteghlal diturunkan buat awal kalinya dalam asal usul mereka pada tahun 1993. Saat sebelum permulaan 1993–94 masa, aliansi mengganti formatnya sekali lagi. 14 gerombolan mengutip bahagian dalam satu berkas. Saipa memenangi gelaran Aliansi Azadegan, merangkul 3 mata naib pemenang Persepolis. Cuma satu tahun setelah itu bentuk aliansi diganti lagi. 24 kelab mengutip bahagian dalam 2 berkas yang terdiri dari 12 gerombolan. Saipa menjaga gelaran mereka di akhir menentang Esteghlal.

Saat sebelum permulaan 1995–96 Aliansi Azadegan masa, aliansi mengganti formatnya sekali lagi. 16 gerombolan mengutip bahagian dalam satu berkas alhasil tahun 1999. Persepolis merupakan pemenang di 1995–96, 1996–97dan 1998–99, sedangkan Esteghlal jadi pemenang di 1997–98 masa. Pada tahun 1999 aliansi dikurangkan pada 14 gerombolan. Persepolis memenangi Aliansi Azadegan 1999–2000 masa, tertinggal 7 mata berbanding saingan Esteghlal. The 2000–01 masa merupakan tahun terakhir Aliansi Azadegan selaku aliansi bola sepak tingkatan paling atas Iran. Esteghlal jadi pemenang dalam aliansi 12 gerombolan.

Aliansi Membela Iran

The 2001–2002 masa melihat permulaan aliansi bola sepak handal awal di Iran. Sayangnya banyak yang berkata bahawa aliansi terkini cuma handal serta tidak memiliki banyak bagian yang dibutuhkan dalam aliansi membela. Pendapatan pemeran sudah bertambah dengan ketara serta positif lain dalam aliansi merupakan kedatangan gerombolan provinsi serta kemampuan anom yang dibanggakan oleh tiap gerombolan IPL.

Gerombolan senang Foolad Sepahan, Foolad Khouzestan, Zob Ahan FC serta Esteghlal Ahvaz sudah membuktikan bahawa mereka bisa berkompetisi, meski mereka tidak berfokus di Tehran. Aliansi cuma bisa lalu jadi lebih bagus, serta banyak yang berambisi aliansi ini bisa menolong bola sepak Iran, dari bidang kenaikan kualiti serta nama baik.

Pada 12 Ogos 2006, Perhimpunan Bola Sepak Iran menyudahi buat mengubah julukan aliansi sekali lagi. Julukan aliansi pada mulanya merupakan Piala Teluk Parsi yang kemudiannya berganti jadi julukan ketika Aliansi Membela Teluk Parsi. Ini dicoba buat mengiklankan julukan Teluk Parsi, bukannya banyak alterasi yang dipakai oleh sebagian negeri serta badan yang mana Iran desakan tidak benar. Logo aliansi pula diganti, dengan juara diseleksi dari lebih dari 130 reka wujud serta dilancarkan pada 14 November 2006.

Mereka lalu jadi lebih normal serta lama- lama yang membuat banyak orang mempersoalkan bahawa aliansi terkadang mundur. Saipa merupakan gerombolan ke- 6 yang memenangi versi terkini ke- 6 aliansi yang berarti 6 gerombolan yang berbeza memenangi 6 aliansi beruntun. Namun pada 2008 Persepolis ini juga sudah mendapatkan kembali gelaran sehabis 6 tahun yang lalu dengan kemenangan yang sangat dramatik sekali lagi dengan saingan Sepahan pada menit yang ke -96 perlawanan akhir serta jadi gerombolan awal yang memenangi 2 gelaran dalam versi terkini Aliansi Iran.

Baca Juga : Tim Calabria Serie B Italia Terbaik Saat Ini

Masa berikutnya Esteghlal melaksanakan masalah yang serupa serta memenangi aliansi buat kali kedua pada hari perlawanan terakhir. Setelah itu, Sepahan memahami aliansi dengan memenangi gelaran dalam 3 masa beruntun. Pada era ini Sepahan menggenggam Aliansi Membela Iran rekod kompetisi dengan 4 gelaran tadinya serta baru- baru ini mereka menaikkan kelima dalam beker mereka dengan kompetisi masa 2014–15.

Sepahan S. C.

Kelab Sukan Foolad Mobarakeh Sepahan( Parsi:باشگاهورزشیفولادمبارکهسپاهان), Umumnya dikenali selaku Sepahan S. C., merupakan orang Iran sukan kelab yang berfokus di Isfahan. Mereka main dalam perlombaan tingkatan paling tinggi Iran yang dikenali selaku Aliansi Membela Teluk Parsi. Dengan 5 kompetisi, merupakan salah satu kelab bola sepak sangat berhasil di Iran. Dalam Masa 2002–03, mereka jadi gerombolan bukan Tehran awal yang memenangi gelaran Aliansi Iran. Mereka pula ialah kelab bola sepak Iran awal yang memenangi 3 gelaran beruntun dalam asal usul Aliansi Bola Sepak Iran.

Sepahan merupakan salah satu kelab bola sepak sangat berhasil di Iran semenjak konkretisasi Aliansi Membela Iran pada tahun 2001, dengan 5 kompetisi IPL serta 4 Piala Hazfi judul. Mereka pula ialah kelab Iran awal yang menggapai Aliansi Juara- Juara AFC akhir dalam 2007 serta berkelayakan buat main di Piala Bumi Kelab FIFA 2007 pada tahun yang serupa.

Sepahan Football Club umumnya populer dengan pengurusannya yang berhasil serta tidak berubah- ubah dan perguruan tinggi mudanya dalam sistem bola sepak Iran. Dengan memenangi banyak jubin semenjak tahun 2003, mereka berhasil memberhentikan kekuasaan seluruhnya 2 kelab populer, Persepolis serta Esteghlal, dalam sistem bola sepak Iran. Kelab merupakan bahagian bola sepak dari Kelab Sukan Foolad Mobarakeh Sepahan serta dipunyai oleh Syarikat Mobarakeh Steel.

Catatan

1. Taj mengubah namanya jadi Esteghlal pada tahun 1979.

2. Shahin mengubah namanya jadi Persepolis pada tahun 1968, yang pada gilirannya berganti jadi Piroozi pada tahun 1986; namun julukan lama Persepolis sedang dipakai selaku opsi pada Piroozi di Iran.

3. Aliansi Azadegan saat ini jadi julukan bahagian paling tinggi ke- 2 di Iran, cuma IPL yang lebih besar.

Kejohanan

Jumlah kompetisi kebangsaan yang digapai oleh kelab bola sepak di Iran semenjak itu 1970. Tidak seluruh kompetisi betul- betul kebangsaan dalam tempoh itu( 1979- 1991) dengan cuma mengaitkan gerombolan dari bunda kota, Tehran.

Tim sepak bola nasional Iran

Tim sepak bola nasional Iran – Regu nasional sepak bola Iran IR( Persia:تیمملیفوتبالمردانایران, diromanisasi: Tīm- e Melli- e Fūtbāl- e Mardān- eĪrān), pula diketahui selaku Regu Melli( Persia:تیمملی, diromanisasi: Tīm- eĪrān) Melli, lit. regu nasional), menggantikan Iran dalam sepak bola global serta dikendalikan oleh Aliansi Sepak Bola Iran. Antara Desember 2014 sampai Mei 2018, ini merupakan regu dengan tingkatan paling tinggi di Asia, rentang waktu durasi terpanjang yang sempat diadakan oleh suatu regu. – naftclub.com

Tim sepak bola nasional Iran

bolalob.com

Iran sudah berhasil di tingkat kontitental, memenangkan 3 kompetisi Piala Asia pada tahun 1968, 1972, serta 1976. Performa terbaik bangsa di Olimpiade merupakan menggapai perempat akhir di Olimpiade Montreal 1976. Iran kira- kira kurang sukses di Piala Bumi FIFA; mereka sudah lulus 5 kali( 1978, 1998, 2006, 2014, serta 2018) namun tidak sempat melewati sesi eliminasi tim serta cuma memenangkan 2 perlombaan: melawan Amerika Sindikat pada 1998, serta Maroko pada 2018.

History

Early years

Aliansi Sepak Bola Iran dibuat pada 1920. Pada tahun 1926 Tehran XI( pemeran tersaring dari Klub Tehran, Toofan F. C. serta Klub Berolahraga Armenia) melaksanakan ekspedisi melewati pinggiran ke Dasar, Uni Soviet, ini merupakan perlombaan sepak bola tandang awal buat regu Iran. Regu Opsi Tehran ini merupakan pelopor regu sepak bola nasional Iran serta regu sepak bola nasional Azerbaijan.

Perlombaan awal yang dimainkan Regu Melli merupakan pada bertepatan pada 23 Agustus 1941, di Keikhlasan dalam kemenangan 1- 0 melawan British India, sebaliknya perlombaan global FIFA awal Iran merupakan pada bertepatan pada 25 Agustus 1941, di Afghanistan. Iran memenangkan Piala Asia 3 kali beruntun( 1968, 1972, 1976), yang semenjak dikala itu belum bisa ditambahkan regu. Dunai serta Ghelichkhani di Olimpiade Masa Panas 1972

Piala Bumi FIFA 1978 di Argentina

Pada tahun 1978, Iran membuat performa pertamanya di Piala Bumi sehabis menaklukkan Australia di Teheran. Iran takluk 2 dari 3 perlombaan eliminasi tim melawan Belanda serta Peru.[12] Regu Melli sukses mencengangkan komunitas sepak bola[13] dengan mengamankan satu nilai dalam performa Piala Bumi pertamanya melawan Skotlandia yang memandang Iraj Danaeifard menghapuskan berhasil bunuh diri yang dicetak oleh Andranik Eskandarian buat hasil timbal 1- 1.

Sehabis Revolusi

Sehabis Revolusi 1979, sepak bola kira- kira diabaikan serta disampingkan. Sepanjang 1980- an, regu nasional Iran tidak tampak di pertandingan Piala Bumi sebab Perang Iran- Irak( 1980- 88) serta sepak bola dalam negeri hadapi akibat bentrokan yang tidak terhindarkan. Regu nasional mengundurkan diri dari kualifikasi Asia buat Piala Bumi 1982, serta menyangkal buat ikut serta dalam kualifikasi Piala Bumi 1986 sebab wajib main di alun- alun adil. Perang serta pergolakan politik membuat Iran tanpa pertandingan klub besar hingga tahun 1989 kala Aliansi Qods dibuat. Satu tahun setelah itu, Aliansi Qods diganti namanya jadi Aliansi Azadegan. Walaupun kandas lulus ke Piala Bumi 1990 ataupun 1994, pada rentang waktu inilah beberapa pemeran bermutu timbul di kancah sepak bola Iran, menaruh dasar buat tempat ketiga di Piala Asia AFC 1996( kemenangan tidak terabaikan di invitasi itu) tercantum kemenangan 3- 0 melawan Arab Saudi serta kemenangan 6- 2 yang bergengsi melawan Korea Selatan) serta bogem mentah kedua mereka di kesuksesan Piala Bumi pada tahun 1998.

Piala Bumi FIFA 1998 di Prancis

Pada November 1997, Iran lulus ke Piala Bumi 1998 sehabis menghilangkan Australia dalam seri playoff jarak dekat. Kedua perlombaan selesai tanpa ketetapan, namun Iran sukses lulus sebab ketentuan berhasil tandang. Iran menahan Australia dengan hasil timbal 1–1 di kandang, serta hasil timbal 2–2 di Melbourne; Tetapi, sebab Iran sudah mengecap lebih banyak berhasil tandang, mereka sanggup lulus ke Piala.

Baca Juga : Sardar Azmoun Pemain Asal Iran Yang Bermain Di club Bola Rusia

Pada perlombaan awal mereka di Tim F di Piala Bumi FIFA 1998, Iran main baik melawan Yugoslavia, takluk pipih 1- 0, cuma sebab berhasil depakan leluasa oleh Siniša Mihajlović. Iran menulis kemenangan Piala Bumi awal mereka di permainan kedua, menaklukkan Amerika Sindikat 2- 1, dengan Hamid Estili serta Mehdi Mahdavikia mengecap berhasil buat Iran.

Perlombaan Piala Bumi Iran vs Amerika Sindikat dipanaskan dengan banyak kebahagiaan sebab tindakan politik tiap- tiap negeri sehabis revolusi Iran serta darurat jaminan Iran. Tetapi, dalam aksi pembangkangan kepada seluruh wujud dendam ataupun politik dalam berolahraga, kedua koyak pihak silih membagikan hadiah serta bunga serta mengutip lukisan formal saat sebelum perlombaan diawali. Sehabis kegagalan melawan Iran, Amerika Sindikat tereleminasi dari Piala Bumi.

Iran main melawan Jerman di permainan ketiga. Perlombaan itu takluk 2- 0. Gol- gol itu dicetak oleh Oliver Bierhoff serta Jürgen Klinsmann. Satu kemenangan serta 2 kegagalan berarti Iran terletak di antrean ketiga di tim terakhir serta kandas maju ke sesi selanjutnya.( Farhad Majidi serta Mehdi Fonounizadeh merupakan pemeran berarti yang bolos di invitasi.)

Piala Asia AFC 2000

Iran finis awal di sesi eliminasi tim invitasi, namun takluk dari Korea Selatan di perempat akhir.

Kualifikasi Piala Bumi FIFA 2002

Data bonus: Kualifikasi Piala Bumi FIFA 2002( AFC)

Iran kandas lulus ke Piala Bumi 2002 sehabis kegagalan hasil akumulasi dari Republik Irlandia, takluk 2- 0 di Dublin serta berhasil 1- 0 di Teheran. Eliminasi membuat administrator Miroslav Blažević mundur dari posisi paling atas buat digantikan oleh asistennya Branko Ivanković, yang mengambil alih asisten instruktur.

Piala Asia AFC 2004

2004 AFC Asian Cup

Sehabis lulus ke Piala Asia 2004, Iran main timbal dengan Thailand, Oman, serta Jepang di invitasi itu. Iran finis kedua di tim ini. Dalam perlombaan perempat akhir melawan Korea Selatan, Iran berhasil 4–3 dalam durasi wajar. Di semifinal, Iran takluk dari tuan rumah, Cina melalui depakan denda. Iran berhasil melawan Bahrain 4- 2 buat finis ketiga di invitasi itu.

2006 FIFA World Cup in Germany

Pada 8 Juni 2005, Iran bersama Jepang jadi negeri awal yang lulus ke Piala Bumi 2006, menjadikannya performa ke- 3 Iran di panggung sepak bola bumi. Sesi kualifikasi pada 2001 serta 2004- 05 menyebabkan keramaian massal, kepanikan serta kekacauan, menimbulkan kekalutan dalam serta kegelisahan antara anak muda serta administratur penguasa. Perlombaan kualifikasi Piala Bumi 2006 antara Iran versus Jepang di Teheran, yang dimainkan pada 24 Maret 2005, merupakan perlombaan kualifikasi yang sangat banyak dihadiri di antara seluruh konfederasi. Perlombaan selesai dengan kejadian dengan 5 fans berpulang serta sebagian yang lain luka dikala mereka meninggalkan Stadion Azadi di akhir perlombaan.

Iran mengawali performa Piala Bumi FIFA 2006 mereka dengan impian besar dari penggemar serta alat. Perlombaan awal mereka melawan Meksiko di Tim D. Perlombaan itu tingkat 1–1 pada sesi awal, namun Iran takluk pada kesimpulannya sebab kekeliruan pertahanan. Angka akhir, 3- 1, diperoleh oleh gol- gol dari Omar Bravo serta Sinha buat Meksiko, dengan Yahya Golmohammadi mengecap salah satunya berhasil buat Iran.

Iran main melawan Portugal di permainan kedua. Perlombaan itu takluk 2- 0. Gol- gol itu dicetak oleh Deco serta Cristiano Ronaldo( denda). 2 kegagalan berarti Iran tereleminasi dari pertandingan, saat sebelum perlombaan ketiga serta terakhir mereka melawan Angola. Iran main timbal 1- 1 dengan Angola pada 21 Juni 2006, Sohrab Bakhtiarizadeh mengecap berhasil Iran.

Penangguhan sementara

Pada November 2006, Iran diskors oleh FIFA dari seluruh kesertaan dalam sepak bola global, dengan alibi aduk tangan penguasa dalam federasi sepak bola nasional. Pantangan itu berjalan kurang dari sebulan, serta selaku keringanan diserahkan buat membolehkan regu Iran U- 23 ikut serta dalam pertandingan sepak bola Asian Permainan 2006, perkakas tidak terbawa- bawa.

Piala Asia AFC 2007

IRIFF menunjuk Amir Ghalenoei selaku instruktur kepala regu sepak bola nasional Iran pada 17 Juli 2006 buat mengambil alih Branko Ivanković. Sehabis finis awal di sesi kualifikasi dengan menang 2 nilai dari Korea Selatan serta setelah itu finis awal di sesi eliminasi tim invitasi akhir di Malaysia, Iran takluk dari Korea Selatan dalam adu denda pada perlombaan perempat akhir serta tereleminasi dari Asian 2007. Cawan. Ghalenoei dikritik mati- matian oleh pers. Sehabis rentang waktu dialog di aliansi sepak bola Iran, kontraknya tidak diperpanjang serta Regu Melli dibiarkan dengan administrator sedangkan sepanjang sebagian bulan.

Kualifikasi Piala Bumi FIFA 2010

Ali Daei diseleksi buat jadi instruktur terkini sehabis instruktur Spanyol Javier Clemente nyaris memaraf kontrak selaku administrator regu nasional Iran namun dialog kandas kala beliau menyangkal buat bermukim penuh durasi di negeri itu. Iran terletak di tim kualifikasi Piala Bumi FIFA yang serupa dengan Kuwait, Suriah, serta Uni Emirat Arab di sesi ketiga. Mereka main kandang serta tandang melawan tiap- tiap dari 3 regu yang lain di tim 5. Di tengah sesi keempat, Ali Daei dilepaskan dari letaknya selaku instruktur nasional Iran pada 29 Maret 2009. Beliau digantikan oleh Afshin Ghotbi. Iran kandas lulus ke Piala Bumi 2010 sehabis tingkatan ke- 4 dengan cara totalitas dalam grupnya.

Piala Asia AFC 2011

Iran menginovasi kontrak dengan Afshin Ghotbi sampai akhir Piala Asia AFC 2011 serta regu lulus ke invitasi dengan 13 nilai selaku pemenang tim. Sepanjang perlombaan kualifikasi terakhir melawan Korea Selatan, sebagian pemeran Iran mengawali perlombaan dengan menggunakan ban tangan ataupun gelang hijau, ikon keluhan atas hasil penentuan kepala negara Iran. Beberapa besar menghapusnya di catok durasi.

Pesan berita Iran memberi tahu kalau Ali Karimi, Mehdi Mahdavikia, Hosein Kaebi, serta Vahid Hashemian sudah menyambut pantangan sama tua hidup dari FA Iran buat pertanda itu. Tetapi, FA Iran menyangkal klaim ini dalam menjawab pelacakan FIFA yang berkata kalau” pendapat di alat asing tidak lain merupakan dusta serta aksi bandel.” Instruktur kepala Afshin Ghotbi pula menerangkan kalau itu merupakan rumor serta FA Iran” belum mengutip tindakan sah apa juga mengenai permasalahan ini.

Afshin Ghotbi sanggup lulus ke Piala Asia 2011 serta finis kedua di Kompetisi Aliansi Sepak Bola Asia Barat 2010 cuma sebagian bulan saat sebelum Piala Asia 2011. Iran sanggup mencapai kesembilan nilai di sesi eliminasi tim Piala Asia 2011 namun sehabis berhasil perpanjangan durasi dari Korea Selatan, Iran lagi- lagi tidak bisa menggapai semifinal pertandingan itu.

Piala Bumi FIFA 2014 di Brasil

Kualifikasi

Pada 4 April 2011, mantan administrator Real Madrid Carlos Queiroz membenarkan kontrak 2 separuh tahun buat melatih regu nasional Iran sampai akhir Piala Bumi FIFA 2014 di Brasil. Di dasar Queiroz, Iran mengawali kampanye kualifikasi Piala Bumi mereka dengan berhasil, menaklukkan Maladewa 4- 0 di leg awal sesi kualifikasi kedua mereka.

Sehabis berhasil hasil akumulasi 5- 0, Iran maju ke sesi kualifikasi ketiga, di mana mereka main timbal dengan Indonesia, Qatar serta Bahrain. Iran menerangi posisi mereka di pucuk tim dengan menaklukkan Bahrain 6- 0 di kandang sendiri di Stadion Azadi, dan mengundang mantan pemeran global belia Jerman, Ashkan Dejagah, yang mengecap 2 berhasil pada debutnya melawan Qatar.

Sehabis berhasil 4- 1 di Indonesia, Iran lulus ke sesi akhir kualifikasi langsung, sesi keempat. Di sesi keempat, Iran main timbal dengan Korea Selatan, Qatar, Uzbekistan, serta Lebanon di tim mereka. Queiroz membuat bonus terkini berplatform asing ke skuadnya, meningkatkan pemeran semacam Reza Ghoochannejhad ke timnya. Iran mengawali putaran keempat kualifikasi Asia dengan kemenangan 1- 0 di Uzbekistan.

Regu Melli setelah itu main timbal dengan Qatar serta takluk di Lebanon saat sebelum menaklukkan Korea Selatan di Azadi pada 16 Oktober dengan berhasil dari kapten Javad Nekounam. Sehabis takluk 1- 0 di Teheran melawan Uzbekistan, Iran menaklukkan Qatar 1- 0 di Doha serta Lebanon 4- 0 di kandang sendiri.

Dalam perlombaan kualifikasi terakhir mereka, Iran menaklukkan Korea Selatan 1- 0 di Ulsan Munsu dengan berhasil dari Ghoochannejhad, menciptakan kualifikasi mereka ke Piala Bumi FIFA 2014 selaku pemenang tim dengan 16 nilai.

Baca Juga : Catanzaro, Tempat Kedua Adalah Kenyataan

Dengan begitu, Iran jadi regu ketiga yang Queiroz sukses lulus ke Piala Bumi, sehabis menggapai versi 2002 bersama Afrika Selatan serta versi 2010 bersama Portugal, mengetuai yang terakhir ke sesi sistem gugur. Iran meneruskan kemenangan berangkaian mereka, mengamankan kualifikasi ke Piala Asia 2015 sebagian bulan setelah itu.

Panggilan telepon dari luar negeri

Semenjak kedudukan Queiroz selaku administrator timnas Iran, beliau populer sebab memberitahukan pemain- pemain dari diaspora Iran ke dalam skuad nasional. Para pemeran ini tercantum Daniel Davari serta Ashkan Dejagah dari Jerman- Iran, Reza Ghoochannejhad dari Belanda- Iran, Omid Nazari serta Dakwaan Ghoddos dari Swedia- Iran, serta Steven Beitashour dari Iran- Amerika.

Final

Iran lulus ke Piala Bumi FIFA 2014 selaku pemenang tim serta berkompetisi di Tim F bersama Argentina, Nigeria, serta Bosnia serta Herzegovina. Karcis perlombaan Argentina yang terjual habis tercantum di antara 8 yang sangat banyak dibeli buat versi invitasi ini. Pada 1 Juni 2014, Queiroz memublikasikan skuadnya yang terdiri dari 23 orang. Saat sebelum invitasi, mereka mendirikan Federasi Sepak Bola Asia Tengah.

Dalam perlombaan awal invitasi pada 16 Juni, Iran main timbal dengan Nigeria 0- 0, menjadikannya clean sheet awal mereka di Piala Bumi FIFA. Dalam perlombaan selanjutnya, Iran dikalahkan oleh Argentina 1- 0 dengan berhasil terlambat dari Lionel Messi, serta menyambut aplaus sehabis menahan Argentina sepanjang 90 menit sembari menghasilkan sebagian kesempatan melanda mereka sendiri.

Iran tereleminasi dari invitasi di perlombaan selanjutnya, takluk 3- 1 dari Bosnia serta Herzegovina. Berhasil tunggal Iran dicetak oleh Reza Ghoochannejhad. Sehabis invitasi, Queiroz melaporkan beliau hendak mengundurkan diri selaku administrator Iran, namun setelah itu berpindah serta memanjangkan kontraknya sampai Piala Bumi FIFA 2018.

Piala Asia AFC 2015

Iran lulus ke Piala Asia AFC 2015 selaku pemenang tim, di mana Regu Melli merupakan favorit tingkatan paling tinggi. Iran mengalami Bahrain, Qatar serta UEA di Tim C. Queiroz memublikasikan pasukannya pada bertepatan pada 30 Desember 2014.

Dengan jumlah fans paling tinggi kedua di invitasi sehabis tuan rumah Australia, Iran menaklukkan Bahrain 2- 0 dengan perencanaan terbatas. Iran yang beranggapan melindungi setelah itu menaklukkan Qatar 1- 0 berkah berhasil Sardar Azmoun saat sebelum menaklukkan UEA dengan angka yang serupa buat menggapai pucuk tim mereka.

Di perempat akhir Iran mengalami Irak, yang sudah mereka kalahkan sebagian minggu tadinya dalam perlombaan pertemanan. Sehabis menyambut kartu merah kontroversial di sesi awal, Iran berkompetisi dengan 10 orang, sukses mengecap berhasil di akhir durasi bonus buat menarik perlombaan 3–3. Dalam adu denda selanjutnya, Iran takluk 7- 6 dalam kematian tiba- tiba.

Sardar Azmoun Pemain Asal Iran Yang Bermain Di club Bola Rusia

naftclub.comSardar Azmoun Pemain Asal Iran Yang Bermain Di club Bola Rusia – Sepak Bola  ialah sukan amat popular di Iran, dengan paduka dan bola tepuk berlaku seperti pesaing rapat. Bola sepak telah jadi sebahagian dari kehidupan orang Iran sejauh beberapa dekad dikala ini dan dimainkan di sekolah, rute, dan kelab sepak bola  di seluruh negara.

Sardar Azmoun Pemain Asal Iran Yang Bermain Di club Bola Rusia

www.youtube.com

Sejarah

Bola sepak dimainkan di Iran seawal tahun 1898, kala kawanan dari Inggeris warga di Esfahan bermain kawanan Orang Armenia. Di barat selatan Iran permainan ini diterbitkan pada tahun 1907 oleh Inggeris pelayar dan pekerja. Pada masa itu mereka bekerja di bandar- bos bandar Bushehr, Khorramshahr, Atasan Abbas dan kincir minyak berarti sejenis Abadan dan Masjed Soleiman di zona Khuzestan, zona terakhir terlebih mempunyai federasi bola sepak.

Kakitangan dengan syarikat yang ada pada tempatan Iran dini kali memandang, dan sehabis itu mula mengutip ganti aktor orang dalam kawanan, walhasil mereka membuat kawanan mereka sendiri. Pemain sepak bola yang masih muda yang ada diIran ini hadapi bentrokan dari sekitar persekitaran soal sosial mereka ini juga mengambil bagian dari dalam permainan “orang yang kafir,” dan suka dipukuli dan dilempari dengan sebuah batu.

Pada tahun 1907, Inggeris Deputi Besar di Tehran Nasi Era Bunga Cecil melandaskan Kejohanan Bola Sepak dini Iran yang hanya mempunyai 3 kawanan: Kedutaan Besar Britain, Bank Kerajaan Parsi dan Syarikat Telegraph Indo- Eropah.

Pada tahun yang seragam, Kelab Federasi Bola Sepak Tehran, sesuatu badan penganjur untuk menyusun perlawanan bola sepak ditubuhkan. Semua kawanan terdiri dari warga Britain di Teheran, walaupun kala kawanan tidak mempunyai cukup aktor, mereka sering- kali memilah penonton Iran untuk datang ke padang dan bermain. Kejuaraan dimainkan di atau dekat Mashq Square. Aktor Iran dini ialah Ikhlas hati Zandi yang bermain dari 1908 hingga 1916. Tempoh ini memandang minat yang lalu jadi meningkat dalam permainan di kalangan orang Iran.

Pada tahun 1910, Samuel M. Jordan, pengetua Sekolah Amerika( dikala ini dikenali berlaku seperti Sekolah Menengah Alborz) di Tehran, memberitahukan bola sepak berlaku seperti sebahagian dari kurikulum sekolah. 4 tahun sehabis itu 1914, permulaan Perang Alam I menamatkan perlawanan dan program bola sepak ini.

Di bahagian lain di selatan Iran,( mis. Atasan sejenis Shiraz) bola sepak diterbitkan oleh pegawai British dari Senapang Parsi Selatan( 1916- 1921) pada kawanan Iran yang mereka perintahkan, yang sehabis itu mendistribusikan permainan di kalangan warga lazim. Tempoh berikutnya Perang Alam 1 memotong perjumpaan dini bola sepak di Tehran.

Sehabis itu 2 tahun sehabis itu, pada tahun 1920, sebagian peminat bola sepak Iran dan Britain melandaskan Federasi Bola Sepak Iran( Majmaa- i Football- i Iran) untuk menekan aktor Iran dan mempopularkan permainan. Instruktur dari Bank Kerajaan Parsi, James McMurray, jadi presidennya, dan beliau dibantu oleh pakar legasi, A. R. Neligan; mereka tiap- masing- masing mengamalkan cawan untuk dihadiahkan pada kawanan yang sukses.

1920 pula memandang konkretisasi kelab bola sepak dini Iran yang dipanggil Kelab Iran. Tidak lama setelah alumni American College dan para anak didik School of Political Science pula membuat kawanan. The Kelab Iran skuad terdiri dari Ikhlas hati Zandi, Herand, Galustyan, saudara Khan Sardar, Azizollah Afkkhami,Sheybani, Mohammad Ali Shokooh, Hasan Meftah, saudara Amir- Aslani, Reza Kalantar, Khajeh- Noori, Reza Rabizadeh, Hambarson, Ashrafi.

Arsip aktor ini memenangi Piala Federasi Tehran pada tahun 1923. Pada tahun yang seragam sesuatu kelab terbaru ditubuhkan dipanggil Kelab Tehran, diiringi dengan kreasi Kelab Sukan Armenia dan Toofan Club, dan pada tahun 1925 Teheran Club mara ke akhir dan menaklukkan Kawanan Alternatif Inggeris Tehran 2- 1.

Dalam tempoh ini sebagian aktor bola sepak yang luang bermain di luar negara, sejenis Hossein Sadaghiani dan saudara- kerabat Khan- Sardar, yang bermain di Federasi Bola Sepak Belgia, kembali ke Iran. Hossein Sadaghiani ini misalnya sesudah kembali ke negara Iran buat sebaliknya lama dari benua Eropa, membantu utnuk menubuhkan sebuah klub sepak bola sejak dini yang ada di Mashhad. Sejauh satu tahun tinggal di Mashhad, beliau menyusun perlawanan bola sepak antara kelab dan Konsulat Jeneral Britain. Dikala saat sebelum ini, bola sepak hanya dimainkan oleh warga asing di Mashhad( sangat penting pegawai Administratur Telegraph dan Konsulat Jeneral Britain).

Di tempat- tempat yang tidak menghiburkan kehadiran asing yang ketara, sejenis Ardabil, kelihatannya permainan ini diterbitkan pada tahun 1920 oleh para anak belia yang telah menghabiskan beberapa lama di Kaukasus.

Pada tahun 1950- an dan dini 60- an, bola sepak telah jadi sukan yang popular di Iran, dan kawanan dari Khuzestan dikira amat sukses. Tehran sehabis itu lambat- laun mula jadi ibu kota bola sepak Iran, dan banyak kelab hebat mencuat dari sana. Shahin FC, Oghab FC, dan Taj, semua kawanan Tehran ditubuhkan pada pertengahan tahun 1940- an dan lagi aktif.

Oleh kerana nilai kawanan kelab lalu jadi meningkat, perlunya federasi kebangsaan jadi jelas, dan dari tahun 1960, melainkan beberapa tahun, federasi bola sepak seluruh negara telah wujud di Iran. Piala Takhte Jamshid, Federasi Azadegan dan pula IPL jadi yang amat berarti. Wanita tidak dibenarkan menghadiri kejuaraan bola sepak laki- laki.

Kawanan bola sepak kebangsaan Iran( Team Melli)

Pelopor kawanan bola sepak kebangsaan Iran

Tehran XI

Pada tahun 1926 Tehran XI( aktor terpilih dari Kelab Tehran, Toofan dan Kelab Sukan Armenia) melakukan penjelajahan melampaui sempadan ke Dasar, USSR, ini ialah perlawanan bola sepak dini untuk kawanan Iran. Kawanan Tehran Select ini ialah pelopor Kawanan bola sepak kebangsaan Iran.

Pada tahun 1929 sudah tiba masanya untuk kunjungan kembali, dan oleh itu kawanan dari Dasar diundang untuk bermain di Tehran pada akhir November. Untuk menarik minat turis, rumput telah ditanam di padang bola milik negara. Yang terakhir dari 3 permainan, yang segenap dimenangi oleh seorang pelawat, yang juga dihadiri oleh seorang yang bernama Abdolhossein Teymourtash, menteri badan yang berkuasa. Kekalahan yang memalukan, menderita di tanah air, memunculkan keresahan besar, walhasil beberapa anak belia melepaskan bola sepak seragam sekali.

Baca Juga : Liga Pro Yang Ada Pada Teluk Di Persia, Sejarah Pembentukan Liga Pro Persia

Pada tahun- tahun berikutnya minat dalam bola sepak lalu jadi menyusut, dan catatan khabar hampir tidak berikan ketahui perihal perlawanan yang sah. Namun, semua ini bertukar dengan kepulangan putera kewenangan Mohammad Reza Pahlavi dari Switzerland pada tahun 1936 dan kedatangan Thomas R Gibson pada tahun 1930- an untuk meningkatkan permainan.

Arahan jurulatih: Mir Mehdi Varzandeh

Seorang laki- laki dapat dikenang, yang bersedekah pada bola sepak Iran kala tempoh Perang Alam Satu. Hossein Sadaghiani jadi aktif dalam berapat pengetahuan hal permainan dan pula dengan perkembangan bola sepak, beliau jadi arahan jurulatih kawanan kebangsaan Iran yang sehabis itu melatih kawanan bola sepak Universiti Tehran. Perlawanan dini yang orang Iran kawanan bola sepak kebangsaan dimainkan pada 25 Ogos 1941 pada jam Afghanistan.

Pada tahun 1942, kala Angkatan Berapat terdapat di Iran, Kawanan bola sepak kebangsaan Iran menewaskan kawanan British Military XI dalam perlawanan perkawanan yang dimainkan Tehran.

Barisan kawanan Iran ialah: Abbas Qarib, Jamshid Malekshahi, Bakhtiar, Mansour Hajian, Abbas Tandidehgar, Akbar Toofan, Fathollah Minbashian, Abbas Qarib, Teragung Farzanegan, Ahmad Izadpanah dan 2 lagi aktor. Arahan jurulatih kawanan itu Hossein Sadaghiani. Barisan tentera XI Tentera Inggeris tertera aktor sejenis Wilf Mannion, Migger dan Bick, Bertie Mee, Jimmy McCabe.

Tempoh Setelah Perang Alam Kedua

Pada tahun 1960- an dan 1970- an Iran memantapkan dirinya berlaku seperti salah satu kawanan sangat atas di Asia, memenangi Piala Asia dalam 1968, 1972 dan 1976, salah satunya kawanan yang memenangi kejohanan 3 kali berangkaian. Pada tahun 1964 Iran memenuhi determinasi untuk Sukan Olimpik, tetapi mereka berumah di tempat terakhir dalam arsip mereka dengan satu mata yang seri 1- 1 melawan Mexico. Iran pula layak untuk 1972, 1976 dan 1980 Sukan Olimpik. Pada tahun 1978, Iran layak jadi yang dini Piala Alam, diadakan di Argentina. Pada tahun 1980- an Perang Iran– Iraq menghalang perkembangan kawanan kebangsaan dan Iran terabaikan dari beberapa Piala Alam kerana menarik diri dari kadar kelayakan. Setelah 2 puluh tahun kehilangan Iran, beliau layak untuk Piala Alam Bola Sepak 1998 dan menulis kemenangan dini di Piala Alam, dengan menaklukkan Amerika Syarikat 2–1. Team Melli pula baru- terkini ini telah memenuhi determinasi untuk Piala Alam FIFA 2006 dan Piala Alam FIFA 2014.

Kawanan kebangsaan belia

Iran mengetuai kawanan kebangsaan anak belia sangat penting di U17, U20 dan U23 tahap telah mencapai keberhasilan biasa.

U17

Kawanan kebangsaan U17 dini kali layak ke Pertandingan AFC U- 16 pada tahun 1996. Iran berumah di tempat kedua di Pertandingan AFC U- 17 2000, sesudah tidak terkalahkan di kadar arsip dan menaklukkan Vietnam 4- 0 di separuh akhir. Iran berpulang di akhir untuk Oman, tetapi memenuhi determinasi untuk Piala Alam FIFA U17 pada tahun 2001. Pada tahun 2008 Iran memenangi Kejohanan AFC U16 buat dini kalinya sesudah menaklukkan Korea Selatan di kadar akhir. Hasilnya, Iran pula layak ke Piala Alam kedua mereka pada tahun 2009.

Kawanan Bola Sepak yang lain

Kawanan futsal kebangsaan Iran: Kawanan futsal kebangsaan Iran mengambil alih Iran dalam kejuaraan futsal antarabangsa dan dikendalikan oleh Suruhanjaya Futsal Perhimpunan Bola Sepak Iran.” Kings of Asian Futsal” sejauh ini ialah kawanan Asia terkuat dan salah satu kawanan terbaik di alam untuk Futsal World Ranking. Warga Iran ialah kontestan umum Piala Alam Futsal FIFA yang menggapai tempat ketiga pada 2016 sesudah melenyapkan kawanan alternatif, Brazil. Iran yang telah menang sejak dini Piala pada Konfederasi olahraga Futsal yang ada pada 2009 dan juga pula untuk menggapai tempat yang kedua ini juga ada di Grand Prix de Futsal yang sudah banyak dikenal berlaku seperti pada Futsal Mini- World Cup dalam berbagai tipe.

Kawanan bola sepak pinggir laut kebangsaan Iran: Iran telah memenangkan AFC Beach Soccer Championship sebesar 2 kali( 2013, 2017) dan telah terdapat di kedudukan 4 sangat atas dalam masing- masing tipe. Iran pula luang mencuat dalam Piala Alam Bola Sepak Pinggir laut FIFA sebesar 7 kali, mara ke kalangan akhir dalam 3 kali( 2013, 2015, 2017), dan terdapat di tempat ketiga sekali( 2017).

Sardar Azmoun Pemain Dari Iran Yang Bermain Di club Rusia

Sardar Azmoun( Persia:سردارآزمون; lahir 1 Januari 1995) ialah pemain sepak bola profesional Iran yang bermain untuk klub Rusia Kulminasi Saint Petersburg dan golongan nasional Iran berlaku seperti agresor.

Azmoun melakukan debutnya untuk golongan nasional Iran pada tahun 2014 pada baya 19. Beliau telah jadi aktor reguler bersama Golongan Melli yang bermain di Piala Asia AFC 2015 dan 2019 serta Piala Alam FIFA 2018. Hingga Oktober 2020, dia telah mencicipi 33 sukses dalam 51 kejuaraan.

Sesudah Alireza Jahanbakhsh, Azmoun ialah aktor Iran sangat mahal kedua sepanjang masa. Beliau ialah aktor Iran sangat belia yang mencicipi sukses dalam kejuaraan Federasi Champions, serta pemegang rekor Iran untuk sukses sangat banyak yang dicetak di Federasi Champions dengan 4 sukses.

Pekerjaan klub

Tahun- tahun awal

Untuk Sardar, beliau dini kali diterbitkan dengan olahraga ini kala beliau mulai menendang bola kala lagi dalam penjelajahan keluarga di Turkmenistan kala beliau dewasa 9. Dia membuka profesinya di Oghab Gonbad dari Gonbad- e Kavus. Beliau pula bermain bola voli dan diundang ke golongan voli nasional U- 15 Iran. Sesudah beberapa tahun, dia bergabungan dengan Shamoushak Gorgan, dikala saat sebelum bergabungan dengan Etka Gorgan, yang bermain di Bagian 1 Iran pada disaat itu.

Sepahan

Pada baya 15, Azmoun bergabungan dengan barisan anak belia Sepahan. Sebaliknya dia mencuat untuk klub sejauh kejuaraan perkawanan pra- masa mereka di luar negeri di Turki, dia tidak membuat penampilan profesional untuk klub disaat Sepahan memenangkan Federasi Membela Iran 2011- 12 dan mengangkat alarm jam.

Sejauh era 2012- 13, bantuan penampilan luar umum Azmoun di golongan anak bawang Iran, Sardar jadi target beberapa klub Eropa, yakni Rubin Kazan. Azmoun jadi Legiuner sangat belia Iran kala sehabis itu tahun itu dia dipindahkan ke Rubin Kazan pada baya 17.

Rubin Kazan

Era 2012–13

Pada Januari 2013, Azmoun menyongsong usulan dari golongan Rusia Rubin Kazan untuk bergabungan dengan mereka; Sebaliknya itu dia menciptakan minat dari 2 golongan Iran, Persepolis dan Esteghlal, serta usulan kontrak golongan berarti di Sepahan. Beliau memilah untuk bekerja dengan Persembahan Berdyev yang berdialog Turkmenistan dan jadi aktor sepak bola dini Iran di Federasi Berarti Rusia. Di era pertamanya di klub, dia membuat 8 penampilan untuk golongan bekal klubnya, mencicipi 2 sukses dan menyongsong satu kartu kuning. Beliau pula dipilih untuk skuad hari kejuaraan 18 orang pada beberapa kesempatan, tetapi karam melakukan debut seniornya.

Era 2013–14

Pada 25 Juli 2013, Azmoun melakukan debutnya untuk golongan berumur dalam kejuaraan Federasi Eropa UEFA melawan Jagodina, masuk berlaku seperti aktor pengganti menit ke- 73 disaat Rubin sukses 1- 0. Pada 29 Agustus, dia mencicipi sukses pertamanya hanya dalam penampilan berumur keduanya untuk Rubin dalam kemenangan 3- 0 Federasi Europa melawan Molde, masuk berlaku seperti aktor pengganti pada menit ke- 64. Beliau melakukan debut federasi dengan satu sukses dan assist pada 6 Oktober 2013, masuk berlaku seperti aktor pengganti pada menit ke- 72 dalam kemenangan 5- 1 atas Anzhi Makhachkala.

Pada 27 Maret 2014, klub Federasi Berarti Inggris Arsenal dikabarkan mengajukan ajuan£ 2 juta pada Kazan untuk memindahkan Azmoun yang dewasa 19 tahun, yang menyebabkan minat dari AC Milan, Juventus, Liverpool, Tottenham, dan Barcelona pula.

Baca Juga : Tim Calabria Serie B Italia Terbaik Saat Ini

3 hari sehabis itu, dia mencicipi sukses federasi keduanya untuk Rubin Kazan dengan kekalahan 2- 1 dari Rostov. Pada 6 April, dia mencicipi sukses dalam kekalahan Rubin Kazan dari Kulminasi St. Petersburg. Dalam kejuaraan melawan Krylia Sovetov pada 10 Mei, Azmoun masuk berlaku seperti aktor pengganti pada menit ke- 55, mencicipi sukses dan memberikan assist dalam kemenangan 4- 0.

Era 2014–15

Pada 4 Juli 2014, Rubin Kazan melansir melalui website legal mereka jika Azmoun akan tetap di klub meski ada usulan memindahkan dari Arsenal, Liverpool dan Kulminasi St. Petersburg. Beliau mencicipi sukses Rubin Kazan dalam hasil timbal 1- 1 melawan Hellas Verona dalam kejuaraan perkawanan pramusim pada 27 Juli 2014. Beliau mencicipi sukses pertamanya era ini dalam hasil timbal 1- 1 melawan Terek Grozny di menit ke- 87. Pada bersamaan pada 30 Oktober, dia mencicipi sukses dalam kemenangan mereka atas Spartak Moscow di Piala Rusia 2014- 15.

Liga Pro Yang Ada Pada Teluk Di Persia, Sejarah Pembentukan Liga Pro Persia

naftclub.comLiga Pro Yang Ada Pada Teluk Di Persia, Sejarah Pembentukan Liga Pro Persia – Aliansi Membela Teluk Persia( Persia:لیگبرترخلیجفارس, Lig- e Bertr- e Xelij- e Fars), tadinya diketahui selaku Aliansi Membela Iran( Persia:لیگبرترایران, Lig- e Bertr- e Iran), merupakan bagian sepak bola handal paling tinggi di Iran. Ini merupakan aliansi sepak bola tingkatan atas di Iran semenjak dibuat pada bertepatan pada 2 November 2001. Tiap tahun, regu teratasnya jadi pemenang sepak bola Iran, serta 2 regu yang terletak di antrean terendah diturunkan ke Aliansi Azadegan.

Liga Pro Yang Ada Pada Teluk Di Persia, Sejarah Pembentukan Liga Pro Persia

www.persianleague.com

Semenjak 2013, aliansi ini terdiri dari 16 regu. Juara serta runner- up Aliansi Membela Teluk Persia bersama dengan pemenang Piala Hazfi otomatis lulus ke sesi tim Aliansi Champions AFC. Aliansi Membela Teluk Persia ketiga lulus ke sesi Play- off Aliansi Champions AFC. 2 regu terbawah di aliansi hendak terdegradasi ke Aliansi Azadegan. Dahulu, bentuk serta jumlah regu berganti dalam bermacam durasi. Persepolis merupakan klub tersukses dengan 6 titel.

History

Sampai pergantian milenium, Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi buat membuat aliansi sepak bola handal terkini. Pada tahun 2001, Aliansi Membela Iran dibuat selaku aliansi sepak bola tingkatan atas terkini di Iran. Dengan dasar Aliansi Membela Iran pula sepak bola handal kesimpulannya dibuat di Iran. Sehabis Aliansi Membela Iran diresmikan selaku aliansi sepak bola handal Iran, Aliansi Azadegan diklaim selaku aliansi paling tinggi kedua dalam sistem aliansi sepak bola Iran. Aliansi Membela Iran terdiri dari 14 klub sampai masa 2003- 04.

Juara awal Aliansi Membela Iran merupakan Persepolis, yang menaklukkan kompetitor turun- temurun Esteghlal dengan beda satu nilai pada hari perlombaan terakhir. Esteghlal jadi regu terdahulu sehabis 25 hari perlombaan, namun mereka takluk di perlombaan tandang terakhir melawan Malavan 0- 1, sedangkan Persepolis dapat menaklukkan Fajr Sepasi dengan angka yang serupa di kandang. Esteghlal Rasht serta klub populer Azerbaijan Timur Tractor sudah diturunkan ke Aliansi Azadegan. Traktor menginginkan 8 tahun buat kembali ke bagian paling tinggi Iran.

Penerbit pengecap berhasil paling banyak awal Aliansi Membela Iran merupakan Reza Enayati dari Aboomoslem dengan 17 berhasil. Masa selanjutnya dimenangkan oleh Sepahan, regu yang sangat banyak dibantu Isfahan. Sepahan merupakan pemenang sepak bola Iran awal yang berplatform di luar bunda kota Teheran. Di akhir masa 3 regu konvensional diturunkan ke Aliansi Azadegan: Aboomoslem, Malavan serta Sanat Naft Abadan.

Runner- up masa 2002- 03, Cocok Tehran, jadi pemenang sepak bola Iran dari Aliansi Membela Iran 2003- 04. Itu merupakan kompetisi Iran terakhir buat Cocok Tehran selaku salah satu klub sepak bola Iran sangat berhasil sejauh era. Regu sepak bola handal Cocok Tehran dibubarkan pada tahun 2007. Ali Daei yang kembali ke Persepolis jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak dengan 16 berhasil. Masa 2003- 04 merupakan versi terakhir aliansi dengan 14 regu.

Pada tahun 2004 jumlah regu meningkat dari 14 jadi 16 regu. Foolad of Ahvaz jadi pemenang awal dari Provinsi Khuzestan sehabis memenangkan Aliansi Membela Iran 2004- 05 dengan 6 nilai di atas Zob Ahan. Reza Enayati dari Esteghlal jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi buat kedua kalinya dalam pekerjaannya sehabis mengecap 20 berhasil dalam 24 perlombaan.

Ia mengulangi kesuksesannya dengan 21 berhasil di Aliansi Membela Iran 2005- 06 kala Esteghlal memperingati kompetisi awal mereka semenjak 2001. Mereka menaklukkan Bargh Shiraz di depan lebih dari 100. 000 penggemar di Azadi 4- 1 serta memenangkan aliansi satu nilai di atas Cocok Tehran. Shamoushak Noshahr serta Shahid Ghandi( saat ini diketahui selaku Tarbiat Yazd) diturunkan ke Aliansi Azadegan.

Piala Teluk Persia

Pada 12 Agustus 2006, Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi buat membagikan julukan lain aliansi itu. Semenjak itu aliansi paling utama diketahui di Iran selaku Piala Teluk Persia( PGC). Aliansi Sepakbola menyudahi ini buat menaikkan penjulukan Persia. Julukan Teluk Persia sudah diperdebatkan oleh sebagian negeri Arab semenjak tahun 1960- an sebab perbandingan politik serta etnik antara Iran serta negara- negara Arab. Aliansi sepak bola menyudahi pula buat mengganti logo aliansi. Logo kesimpulannya diseleksi dari lebih dari 130 konsep serta ditetapkan pada 14 November 2006.

Di dasar kepemimpinan hikayat sepak bola Iran Ali Daei, Saipa memenangkan Piala Teluk Persia 2006- 07 dengan 2 nilai di atas Esteghlal Ahvaz. Sampai 2007 6 regu berlainan memenangkan titel aliansi beruntun. Buat awal kalinya dalam asal usul seseorang pemeran asing jadi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi. Striker Nigeria Daniel Olerum mengecap 17 berhasil dalam 27 perlombaan buat Aboomoslem. Juara cuma 2 masa tadinya, Foolad, wajib terdegradasi ke Aliansi Azadegan.

Aliansi Azadegan( Persia:ليگآزادگان, Lig- eÂzadegân), pula diketahui selaku Aliansi 1( Persia:لیگیک, Lig- e Yek), merupakan bagian paling tinggi kedua dari sepak bola handal di Iran. Itu merupakan aliansi sepak bola tingkatan atas di Iran semenjak dibuat pada tahun 1991 sampai 2001, kala Aliansi Membela Teluk Persia dibuat. Tiap tahun, regu yang finis paling atas di Aliansi Azadegan dipromosikan ke Aliansi Membela Teluk Persia, serta regu yang finis sangat kecil diturunkan ke Aliansi 2.

Semenjak 2016, aliansi ini terdiri dari 18 regu. Juara serta runner- up Aliansi Azadegan dengan cara otomatis dipromosikan ke Aliansi Membela Teluk Persia. 3 regu terbawah di aliansi hendak diturunkan ke Aliansi 2. Dahulu, bentuk serta jumlah regu diganti buat sebagian durasi. Persepolis merupakan klub tersukses dengan 4 titel.

Sejarah

Saat sebelum 1970

Saat sebelum tahun 1970- an, Iran tidak mempunyai aliansi sepak bola nasional sah. Mayoritas klub ikut serta dalam kompetisi di kota ataupun provinsi mereka. Pada tahun 1970, Aliansi Lokal dibangun. Aliansi itu melibatkan tim- tim dari semua Iran dalam invitasi kualifikasi yang berlainan. Pada tahun 1972, Takht Jamshid Cup dibuat selaku aliansi nasional serta mengaitkan tim- tim dari semua negara.

Revolusi 1979 serta 1980- an

Sebab Revolusi Islam serta Perang Iran- Irak, Piala Takht Jamshid dibubarkan serta liga- liga yang lebih kecil tidak terorganisir. Akhirnya, banyak orang kurang mencermati sepak bola dikala itu. Pada tahun 1989 Aliansi Qods dilahirkan selaku aliansi sepak bola nasional. Esteghlal merupakan pemenang nasional awal semenjak Cocok Tehran pada tahun 1978. Sehabis masa Aliansi Qods tidak dilanjutkan.

Pendirian selaku tingkatan Awal( 1991–2001)

Pada tahun 1991 Aliansi Azadegan dibangun selaku kediaman atas sepak bola Iran. Aliansi itu dipanggil Aliansi Azadegan buat meluhurkan narapidana perang Iran yang dibebaskan. Azadegan maksudnya orang yang dibebaskan dalam bahasa Persia. Aliansi diawali dengan bentuk 12 regu di masa awal. Pada masa Aliansi Azadegan 1992- 93, bentuk aliansi berganti. 16 klub ikut serta dalam 2 tim dari 8 regu.

Cocok Tehran merupakan pemenang di kedua masa. Esteghlal terdegradasi buat awal kalinya dalam asal usul mereka pada tahun 1993. Saat sebelum dimulainya masa 1993- 94, aliansi mengganti formatnya lagi. 14 regu ikut serta dalam satu tim. Saipa memenangkan titel Aliansi Azadegan, bersandar 3 nilai dari runner- up Persepolis. Cuma satu tahun setelah itu bentuk aliansi diganti lagi. 24 klub ikut serta dalam 2 tim dari 12 regu. Saipa menjaga titel mereka di akhir melawan Esteghlal.

Baca Juga : Esteghlal Club Sepak Bola Tehran, Iran Yang Terletak Di Kota Tehran

Saat sebelum dimulainya masa Aliansi Azadegan 1995- 96, aliansi mengganti formatnya lagi. 16 regu ikut serta dalam satu tim sampai 1999. Persepolis jadi pemenang pada 1995–96, 1996–97 serta 1998–99, sedangkan Esteghlal jadi pemenang pada masa 1997–98. Pada 1999 aliansi dikurangi jadi 14 regu. Persepolis memenangkan Aliansi Azadegan 1999- 2000, bersandar 7 nilai dari saingannya Esteghlal. Masa 2000- 01 merupakan tahun terakhir Aliansi Azadegan selaku aliansi sepak bola tingkatan atas Iran. Esteghlal jadi pemenang di aliansi dari 12 regu.

Saat sebelum dimulainya masa 2007- 08 jumlah regu bertambah dari 16 jadi 18 regu. Regu sepak bola handal Cocok Tehran pula dibubarkan saat sebelum dimulainya masa. Ternyata Cocok Tehran, suatu klub terkini dibuat di Hamadan serta diberi julukan Cocok Hamedan. Ini merupakan bagian dari strategi Aliansi Sepak Bola Iran buat menaruh lebih banyak regu di kota- kota di luar Teheran. Pada tahun 2008 pula Baterai Saba dipindahkan dari Teheran ke Qom. Semenjak dikala itu klub itu diketahui dengan julukan Saba Qom. Kompetisi masa 2007- 08 didetetapkan pada macthday terakhir.

Persepolis menaklukkan Sepahan di depan 110. 000 pendukung yang luar lazim di Azadi 2–1. Sepehr Heidari mengecap berhasil determinan dalam perlombaan menggemparkan di menit keenam durasi bonus. Sanat Naft serta Shirin Faraz( saat ini diketahui selaku Rahian Kermanshah) diturunkan ke Aliansi Azadegan. Masa selanjutnya didominasi oleh Perspolis archrival Esteghlal serta 2 regu mencengangkan Zob Ahan serta Asrama Kerman.

Zob Ahan jadi regu terdahulu sehabis 75 menit pada matchday 34 saat sebelum mereka takluk dalam perlombaan melawan Foolad sebab kecolongan 3 berhasil dalam 15 menit terakhir dengan 1- 4. Sedangkan itu Esteghlal melindungi kelebihan 1- 0 mereka melawan Payam Mashhad serta memenangkan aliansi sebab beda berhasil yang lebih bagus. Last but not least Payam Mashhad wajib terdegradasi bersama Bargh Shiraz serta Damash.

Piala Teluk Persia 2009- 10 didominasi oleh 2 klub yang berplatform di Isfahan, Sepahan serta Zob Ahan. Kesimpulannya Sepahan memenangkan aliansi 6 nilai saat sebelum Zob Ahan. Striker Sepahan Irak Emad Mohammed jadi pemeran asing kedua, yang memenangkan apresiasi penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi. Ia mengecap 19 berhasil, satu lagi selaku kawan setim Ibrahima Touré.

Sepahan mengulangi keberhasilan mereka dengan memenangkan Piala Teluk Persia 2010- 11 serta 2011- 12. Buat awal kalinya dalam asal usul sepak bola Iran, suatu regu jadi pemenang Iran 3 kali beruntun. Esteghlal kesimpulannya mematahkan keberhasilan Sepahan pada 2013.

Esteghlal memenangkan Piala Teluk Persia 2012- 13 serta jadi buat 8 kalinya dalam asal usul mereka pemenang Iran. Sepanjang pertarungan kompetisi yang menarik antara Esteghlal serta Sepahan, mereka silih berdekatan di Stadion Azadi Teheran pada minggu ke- 32.

Moharram Navidkia mengecap berhasil pembuka buat Sepahan, tetapi Esteghlal membandingkan peran pada menit ke- 94 sebab berhasil bunuh diri bek Sepahan Mohsen Irannejad. Pada minggu ke 33 Sepahan takluk dalam perlombaan tandang mereka melawan Damash 1–2 sedangkan Esteghlal dapat menaklukkan Foolad di Ahvaz dengan 1–0 serta jadi pemenang 2013.

Aliansi itu diperkecil dari 18 jadi 16 regu saat sebelum dini masa depan. Foolad memenangkan Piala Teluk Persia 2013- 14 sehabis menempuh masa yang menarik, walaupun pada masa yang amat melindungi. Pada kesimpulannya, Foolad cuma mengecap 36 berhasil buat titel.

Di matchday terakhir 4 regu yang lain, Esteghlal, Naft Tehran, Persepolis serta Sepahan, berkesempatan meregang titel pemenang bersama Foolad. Sedangkan Esteghlal dikalahkan oleh Tractor di kandang dengan 1- 3 serta kehabisan tempat Aliansi Champions AFC mereka, Persepolis memenangkan perlombaan tandang mereka melawan Esteghlal Khuzestan dengan 1- 0.

Sepahan serta Naft Teheran silih berdekatan dengan cara langsung. Pula Sepahan kehabisan tempat Aliansi Champions AFC mereka walaupun mereka memenangkan perlombaan dengan 1- 0. Kedua regu mempunyai beda berhasil yang serupa namun Naft Teheran mengecap lebih banyak berhasil di masa ini. Kesimpulannya Foolad melindungi titel pemenang mereka sehabis mereka menaklukkan Gostaresh Foulad melalui berhasil Mehrdad Jamaati.

Aliansi Membela Teluk Persia

Aliansi bertukar julukan dari Piala Teluk Persia jadi Aliansi Membela Teluk Persia pada tahun 2014. Aliansi Sepak Bola Iran menyudahi pula buat mengganti logo Aliansi Membela Teluk Persia serta Aliansi Azadegan. Aliansi Membela Teluk Persia 2014–15 dimulai oleh pertarungan kompetisi yang menarik antara Sepahan, Traktor, serta Naft Teheran. Traktor terletak di depan rival mereka Naft Tehran dengan beda berhasil, serta satu nilai dari Sepahan. Tractor serta Naft Teheran silih berdekatan di Sahand, sedangkan Sepahan wajib main Saipa di rumah. Traktor terletak di depan 3- 1 sehabis satu jam berkah berhasil dari striker Brazil Edinho, Andranik Teymourian serta Farid Karimi.

Tetapi setelah itu game mulai memburuk untuk Tractor. Kartu merah yang amat kontroversial buat kapten timnas Andranik Teymourian serta 2 berhasil regu pengunjung memusnahkan angan- angan Tractor. Tidak hanya itu, terdapat insiden abnormal di dalam stadion, antara lain banyak data yang salah serta telekomunikasi yang tersendat. Walaupun Sepahan mengamankan titel mereka dengan kemenangan 2- 0 atas Saipa, ribuan pendukung Traktor merayakannya di alun- alun, yakin kalau mereka memenangkan aliansi buat awal kalinya dalam asal usul klub.

Pula Aliansi Membela Teluk Persia 2015- 16 tidak diputuskan hingga hari perlombaan terakhir. Berkah 2 berhasil dari Kandungan Zahivi di matchday terakhir melawan Zob Ahan, regu berplatform Ahvaz Esteghlal Khuzestan memenangkan aliansi dramatis di depan Persepolis serta Esteghlal. Persepolis melupakan kesempatan besar mereka memenangkan aliansi sehabis 8 tahun.

Baca Juga : Coppa Italia Kualifikasi Atalanta, Serie B

Mereka kaget pada matchday 28 dikala mereka takluk dalam perlombaan melawan Naft Tehran 0- 2 di Azadi yang penuh ketat. Tetapi Persepolis memimpin masa selanjutnya serta memenangkan Aliansi Membela Teluk Persia 2016- 17 saat sebelum Esteghlal serta Tractor. Regu sepak bola Persepolis mengklaim Aliansi Handal Iran( IPL) dengan 3 perlombaan tertinggal serta mengulang titel pada Masa 2017- 18. Masa Selanjutnya Persepolis kembali jadi pemenang 3 kali beruntun.

Format

Dahulu, jumlah regu berganti dalam bermacam durasi. Semenjak 2013, aliansi ini terdiri dari 16 regu. Sepanjang satu masa, yang berjalan tiap tahun dari Juli sampai Mei selanjutnya, tiap regu main 2 kali melawan yang lain di aliansi, sekali di kandang serta sekali tandang, alhasil tiap regu bersaing dalam keseluruhan 30 perlombaan. 3 nilai diserahkan buat kemenangan, satu buat seri serta nihil buat kegagalan. Tim- tim itu diperingkat dalam bagan aliansi bersumber pada nilai yang didapat, setelah itu beda berhasil, setelah itu berhasil yang dicetak serta setelah itu rekor head- to- head mereka buat masa itu.

Di akhir masa, klub dengan nilai paling banyak jadi pemenang Iran. Dikala ini, Pemenang serta pemenang Piala Hazfi lulus otomatis ke tahap tim Aliansi Champions AFC, sebaliknya regu antrean kedua serta ketiga masuk Aliansi Champions AFC di sesi Play- off. 2 regu terbawah terdegradasi ke Aliansi Azadegan. Berikutnya, seluruh regu di Aliansi Membela Teluk Persia bisa ikut serta dalam Piala Hazfi.

Pemancaran serta sponsor

Penyiaran

Saluran tv kepunyaan negeri IRIB mempunyai hak siar buat perlombaan paling banyak Aliansi Membela Teluk Persia, Aliansi Azadegan, serta Piala Hazfi. Tiap perlombaan Esteghlal serta Persepolis ditayangkan oleh IRIB TV3, saluran terkenal IRIB. Tidak hanya itu Esteghlal serta Persepolis main tidak berbarengan dengan dispensasi derby Sorkhabi serta 2 hari perlombaan terakhir tiap masa. IRIB Varzesh menunjukkan perlombaan berarti yang lain, sebaliknya perlombaan yang lain diperlihatkan di saluran regional IRIB. Berikutnya, Navad, program sepakbola mingguan terkenal yang ditayangkan oleh IRIB TV3, menunjukkan highlight dari seluruh perlombaan Aliansi Membela Teluk Persia serta Aliansi Azadegan.

Sponsor

Aliansi Membela Teluk Persia sudah disponsori semenjak 2005. Terdapat 4 patron semenjak pembuatan aliansi.

2001–2005: tidak terdapat sponsor
2005–2007: Zamzam
2007–2009: Padideh
2009–2014: Irancell
2014–2016: Sun Star
2016- sekarang: Fanap

Esteghlal Club Sepak Bola Tehran, Iran Yang Terletak Di Kota Tehran

Klub Sepak Bola EsteghlalEsteghlal Club Sepak Bola Tehran, Iran Yang Terletak Di Kota Tehran Tehran( Persia:باشگاهفوتبالاستقلالتهران, Bashgah- e Futbal- e Esteqlâl Tehran), biasanya diketahui selaku Esteghlal, merupakan klub sepak bola Iran yang berplatform di bunda kota Teheran, yang berkompetisi di Aliansi Membela Teluk Persia. Klub ini dibuat pada tahun 1945 dengan julukan Docharkheh Savaran( bahasa Persia:دوچرخهسواران; maksudnya bikers) serta tadinya diketahui selaku Taj Teheran Football Club( bahasa Persia:باشگاهفوتبالتاجتهران; maksudnya kekuasaan) antara tahun 1949 serta 1979. Klub ini merupakan bagian dari klub multisport Esteghlal dari Industri Atletik serta Adat Iran( Persia:شرکتفرهنگیورزشیاستقلالایران). Mereka merupakan regu awal yang menggapai 1000 nilai di Aliansi Membela Teluk Persia.

Esteghlal Club Sepak Bola Tehran, Iran Yang Terletak Di Kota Tehran

Semenjak pada masa 1973- 74, Esteghlal ini juga sudah memainkan sebuah perlombaan pada kandangnya yang ada di Azadi yang juga sudah mempunyai sebuha kapasitas pada tempat bersandar 78. 116, walaupun sanggup menampung lebih banyak orang sepanjang perlombaan berarti. Esteghlal mengecap rekor kedatangan buat perlombaan Kompetisi Klub Asia pada tahun 1999 kala 125. 000 pendukung melihat akhir mereka melawan Júbilo Iwata di Teheran. Klub ini juga dipunyai dan serta dibantu dengan sebuah Departemen Berolahraga serta juga Anak muda.

www.the-afc.com

www.the-afc.com

Esteghlal merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Teheran serta Iran, serta mempunyai asal usul yang dalam dalam sepak bola Iran. Ini merupakan salah satu klub sangat dibantu serta berhasil di sepak bola Iran, sehabis memenangkan 2 beker Aliansi Champions AFC, 8 titel nasional serta rekor 7 piala nasional. Esteghlal pula mengetuai bagan sejauh era Aliansi Membela Teluk Persia. Ikon asal usul klub menggenggam kekuasaan, berikan klub itu julukan Crown of Asia. Esteghlal mempunyai konflik lama dengan lawan lokal Persepolis yang diketahui selaku derby Sorkhabi( merah- biru) ataupun derby Teheran.

History

1945–69: Early years, the Crown of Tehran

Pada bertepatan pada 20 September 1945, sebagian olahragawan belia serta siswa tercantum seseorang opsir tentara berumur 23 tahun Parviz Khosravaani( administrator awal klub), Asghar Navaab( Ahli mesin Sepeda), Enayat Jananpour( badan karyawan Badan Berolahraga Nasional), Mirzaee( juru kusen) serta Khashaaei( pengawal bank) mendirikan klub berolahraga di Jalur Ferdowsi, Teheran. Sebab penggagas klub beberapa besar terpikat pada bersepeda, julukan asli klub merupakan Docharkhe Savaran( Persia:دوچرخهسواران), yang berarti Juru mudi Sepeda dalam bahasa Persia. Instruktur Ali Danaeifard serta pemeran rekreasi berasosiasi dengan mereka serta jadi instruktur awal serta Kapten Esteghlal. Klub sepak bola Esteghlal memainkan perlombaan sah pertamanya pada tahun 1946.

Di tahun awal, masa 1946, mereka berdiri di posisi kedua Aliansi Sepak Bola Teheran serta Piala Hazfi Teheran. Mereka main melawan regu kokoh semacam Daraei, Sarbaaz serta Shahin. Masa 1947 selesai dengan piala Esteghlal awal, sehabis kemenangan melawan Daraei, Shahin serta Oghaab buat menggapai Piala Hazfi Tehran.

Penggagas yang ada serta pada pemeran seorang Docharkhe Savaran yang juga sudah terdiri dari seorang Ali Danaeifard, Parviz Khosravani, Amou Oghli, Graeeli serta Seyyed Ali Agha sepakat dengan pergantian julukan klub jadi TAJ pada tahun 1949.

Baca Juga : Sejarah Sepak Bola Yang Ada Di Kota Iran

Semenjak dini Taj ataupun Docharkeh Savaran berkompetisi di Aliansi Lokal Teheran, yang pada dikala itu ialah aliansi dengan tingkatan paling tinggi di Iran. Pada 6 Maret 1950, Taj memainkan perlombaan sah pertamanya di depan lebih dari 20. 000 pemirsa di Stadion Amjadieh melawan Shahin; Taj sukses berhasil pipih 1- 0.

Taj memenangkan 7 titel awal pada 1950- an serta 1960- an; 1949–1950, 1951–1952, 1957–1958 serta 3 kompetisi beruntun pada 1959–1960, 1960–1961 serta 1961–1962( pada tahun- tahun selanjutnya Taj meningkatkan titel pertamanya dari Aliansi Provinsi Teheran serta Piala Hazfi Teheran) serta lagi pada masa 1963- 1964( Persepolis dibuat tahun ini di Bagian 3 Teheran).

Taj pula memenangkan 4 Piala Hazfi Tehran pada tahun 1947, 1951, 1958 serta 1959. Klub sangat berhasil di Iran antara tahun- tahun itu, sepanjang ini dari tim- tim hebat yang lain semacam Daraei dengan 3 titel awal serta Shahin dengan 2 titel awal serta tempat 4 kedua. Piala nasional awal didapat pada Aliansi Sepak Bola Nasional 1957 sehabis kemenangan melawan regu Tabriz dengan 3 berhasil. Taj menggantikan sepak bola tehrans dalam perlombaan yang dimainkan di alun- alun Bagh- e- Homayun.

Ali Danaeifard mengatur Esteghlal sepanjang dekat 2 puluh tahun, awal selaku gelandang serta instruktur serta setelah itu pada tahun 1950 sampai 1967 selaku Instruktur Taj. Putranya Iraj Danaeifard jadi bintang Taj serta regu Nasional di tahun 70- an serta putrinya merupakan instruktur sepak bola. Fans memanggilnya Father of Esteghlal. Iraj mengecap berhasil awal Iran sepanjang Akhir Piala Bumi 1978, dengan berhasil keseimbangan melawan Skotlandia.

Sebagian pemeran terbaik tahun- tahun itu selaku selanjutnya: Mohammad Ranjbar, Boyuk Jeddikar, Parviz Koozehkanani, Aref Gholizadeh, Mahmoud Bayati, Mohammad Amir Khatami, Nader Afshar Alavinejad, George Markarian, Kambozia Jamali, Tenggelam Nayyerloo, Hassan Habzibi, Heshmat Mohajerani, Faribor Habzibi, Heshmat Mohajerani, Faribor Habibi Esmaeili, Parviz Aboutaleb, Mohammad Reza Adelkhani serta Ali Jabbari.

Derby ini sudah lama ada pada Teheran yang sudah merupakan sebuah perlombaan yang sensitif yang akan dimainkan antara TAJ serta Shahin pada medio era, sampai tahun 1967. Sehabis kebangkrutan Shahin. Regu lain Meningkatkan pemeran Shahin ke regu mereka tercantum regu Terkini Lahir Persepolis. Shahin kembali pada 1974 selaku Shahbaz serta pada 1980- an selaku Shahin serta tidak terpaut dengan Persepolis.

1970–78: Pemenang Asia serta Iran

Kompetisi Klub Asia 1970 merupakan versi ke- 3 dari pertandingan sepak bola klub Asia tahunan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. 7 klub dari 7 negeri berkompetisi dalam invitasi itu. Invitasi itu diadakan di Teheran, Iran pada bulan April. Klub- klub itu dipecah jadi 2 tim serta pemenang tim dan runner- up maju ke semifinal. Taj menaklukkan Hapoel Tel Aviv dari Israel 2–1 di akhir buat memenangkan Kompetisi Klub Asia pertamanya serta mengawali masa terkini dalam sepak bola Iran dengan memublikasikan profesionalisasi sepak bola di Iran.

Tahun ini menemukan martabat lain buat TAJ, titel aliansi nasional Iran awal: Aliansi Lokal 1970- 71 di dasar manajemen Rajkov yang legendaris. TAJ menaklukkan Cocok 2- 1 di perlombaan akhir. Kapten Ali Jabbari dipublikasikan selaku pemeran terbaik aliansi. TAJ sudah menggapai tempat ketiga Kompetisi Klub Asia 1971, satu tahun sehabis Piala Asia awal klub. Mereka dikalahkan Angkatan Korea Selatan 3- 2 dalam perlombaan perampasan tempat ketiga.

Esteghlal berdiri di tempat kedua di aliansi 1973- 74, dengan cuma 2 nilai lebih sedikit dari Persepolis. Gholam Hossein Mazloumi merupakan penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi, dengan 15 berhasil. TAJ menggapai Piala Takht Jamshid 1974- 75 tahun selanjutnya, Aliansi Sepakbola Iran sah kedua buat Klub. Mazloumi sedang jadi penerbit pengecap berhasil terbaik. Sehabis kompetisi, bintang Taj yang mempunyai permasalahan dengan administrator meninggalkan klub serta berangkat ke Shahbaz FC( julukan terkini Shahin FC); Mazloumi, Mohammad Reza Adelkhani serta Naser Hejazi. Sebagian pemeran lama semacam Kapten Ali, Abbas Mojdehi, Mansour Pourheidari, Akbar Kargarjam, Ezzat Jaanmaleki( Kawat Berduri), Karo Haghverdian lebih memilah angkat kaki. Ketegangan sosial tiba ke klub, makar melawan sistem yang bernama revolusi di tahun- tahun selanjutnya.

1979–2001: Revolusi serta pasca- revolusi

Sehabis Revolusi Islam 1979 di Iran, klub didapat ganti oleh penguasa Islam yang terkini dibuat serta terletak di dasar kontrol Badan Pembelajaran Badan republik Islam Iran( Persia:سازمانتربیتبدنیجمهوریاسلامیايران), suatu badan penguasa, serta mengganti namanya jadi Esteghlal( Persia:استقلال), Kebebasan dalam bahasa Persia; Taj( Persia:تاج) berarti Kekuasaan dalam bahasa Persia. Sehabis revolusi, ciri apapun dari pemerintahan despotisme tadinya tidak ditoleransi.

Sepanjang 1980- an, Esteghlal memenangkan Aliansi Sepakbola Tehran 2 kali. Masa 1989–90 ialah masa yang tidak terabaikan untuk Esteghlal. Klub ini menaiki posisi awal di Tim B Aliansi Qods serta maju ke semifinal. Esteghlal menaklukkan Malavan dengan hasil akumulasi 4- 0 buat maju ke akhir melawan lawan yang dibenci: Persepolis. Esteghlal menaklukkan Persepolis 2- 1 dengan berhasil pada menit ke- 74 oleh Samad Marfavi buat memenangkan Aliansi Qods; ini teruji jadi salah satu derby sangat berkesan buat Esteghlal. Pada masa selanjutnya, Esteghlal sukses menggapai akhir Piala Hazfi cuma buat takluk dari Malavan lewat adu denda.

1990–91 teruji jadi salah satu tahun sangat berkesan Esteghlal dikala mereka memenangkan Kompetisi Klub Asia buat kedua kalinya menaklukkan klub Cina Liaoning 2–1. Mansour Pourheidari menaikkan satu lagi Piala Asia buat Esteghlal selaku instruktur kepala, beliau main selaku bek di kompetisi 1970. Tahun selanjutnya Esteghlal menggapai perlombaan akhir Kompetisi Klub Asia 1991 lagi serta mereka takluk dalam adu denda dari Al- Hilal FC. Esteghlal sekali lagi menggapai akhir Kompetisi Klub Asia pada tahun 1999, kali ini takluk dari klub Jepang Júbilo Iwata 1–2 di Teheran. Itu merupakan perlombaan yang penuh emosi di dasar ajaran Naser Hejazi.

2001- sekarang: Iran Membela League Era

2001 men catat tahun awal Aliansi Membela Iran yang terkini dibuat. Merambah pada malam dihari terakhir, Esteghlal ini sudah terletak pada sebuah pucuk klasemen yang ada di aliansi; Tetapi dengan ini kegagalan pada Esteghlal ini serta juga kemenangan Persepolis, Persepolis dinobatkan selaku pemenang kesatu aliansi. Tetapi, Piala Hazfi 2001- 02 membagikan hiburan untuk Esteghlal dikala mereka menaklukkan Fajr Sepasi 4–3 dengan cara hasil akumulasi buat memenangkan piala. Masa 2002- 03 merupakan salah satu tahun terburuk dalam asal usul klub, dikala mereka finis ke- 9 di dasar manajemen Roland Koch serta tereleminasi di sesi eliminasi tim Aliansi Champions AFC.

Baca Juga : Coppa Italia Kualifikasi Atalanta, Serie B

Pada Juli 2003, Amir Ghalenoi ditunjuk selaku administrator Esteghlal. Pada awal tahun yang pertamanya, Esteghlal ini sudah jadi runner- up pada sebuah aliansi, finis pada tnigkat 2 nilai yang ada di balik pemenang Cocok Teheran. Ghalenoi pula sukses menggapai akhir Piala Hazfi dengan kegagalan hasil akumulasi 2- 5 dari Sepahan. Masa keduanya teruji kurang berhasil sebab Esteghlal finis ke- 3 serta kandas lulus ke Aliansi Champions AFC. Tetapi, masa 2005- 06 merupakan tahun yang serupa sekali berlainan; Esteghlal dinobatkan selaku pemenang Aliansi Membela Iran buat awal kalinya di masa Aliansi Membela. Di penghujung masa, Ghalenoi meninggalkan Esteghlal buat kewajiban regu nasional.

Pada 2006 ini sehabis pada sebuah keberangkatan seorang Amir Ghalenoi, asisten dan juga serta pada instruktur regu yuniornya Samad Marfavi mengutip ganti profesi selaku instruktur kepala. Esteghlal hadapi masa yang mengecewakan, finis keempat, alhasil kandas mengamankan tempat di Aliansi Champions AFC, dan cuma menggapai sesi 16 besar diPiala pada Hazfi dengan sebuah kegagalan yang sangat mencengangkan oleh Fajr Sepasi.

Sehabis pada keberangkatan seorang Marfavi yang ada pada Agustus tahun 2007, pemeran hebat Esteghlali yang lain, mantan kiper Nasser Hejazi mengutip ganti; namun sehabis cuma 14 perlombaan serta 4 kegagalan, Hejazi dihentikan selaku administrator pada November 2007. Firouz Karimi dipekerjakan selaku instruktur kepala sedangkan buat sisa masa ini; ia tidak jauh lebih bagus dari Hejazi serta regu finis di antrean ke- 13 di aliansi, hasil terendah yang sempat terdapat. Firouz Karimi dihentikan pada Mei 2008 serta Amir Ghalenoi dipekerjakan lagi pada Juli 2008.

Ia dengan kilat menata kembali regu serta Piala Hazfi teruji jadi hiburan yang bernilai, sebab Esteghlal jadi pemenang sehabis menaklukkan Pegah Gilan 3–1 dengan cara hasil akumulasi, alhasil mengamankan a Tempat Aliansi Champions sehabis bolos 2 tahun. Sepanjang masa penuh serta salah satunya awal Ghalenoi dalam kewajiban keduanya bersama Esteghlal, beliau mengetuai regu ke kompetisi Aliansi Membela Iran, finis di depan Zob Ahan dengan beda berhasil. Tetapi, sehabis tereleminasi di tahap tim Aliansi Champions AFC, Ghalenoi mengundurkan diri.

Samad Marfavi mengutip kontrol Esteghlal buat kedua kalinya; Marfavi mengetuai regu ke posisi ketiga aliansi pada masa 2009- 10 serta pula mengetuai regu ke sesi 16 besar Aliansi Champions AFC, takluk dari Angkatan laut(AL) Shabab dari Arab Saudi 2–3 dengan cara hasil akumulasi. Pada masa semi 2010, Marfavi memanjangkan kontraknya satu tahun lagi, tetapi anehnya sebagian hari setelah itu beliau mengundurkan diri.

Kali ini Esteghlal berpindah ke Parviz Mazloumi, mantan pemeran Esteghlal pada 1980- an. Sepanjang 2 tahun era jabatannya dengan Esteghlal, beliau mengetuai regu ke posisi kedua serta ketiga di aliansi, dan beker Piala Hazfi pada tahun 2012. Sehabis takluk 0- 2 dari kawan senegaranya Sepahan di Sesi 16 Aliansi Champions AFC, Mazloumi dihentikan oleh klub serta Amir Ghalenoi mengutip kontrol Esteghlal buat ketiga kalinya.

Masa terkini diawali dengan tahun yang mengasyikkan untuk Esteghlal sebab mantan pemeran Aston Villa Jlloyd Samuel serta kapten regu sepak bola nasional Iran Javad Nekounam berasosiasi dengan regu. Dengan para pemeran ini, Ghalenoi tidak kesusahan bawa Esteghlal mencapai kemenangan aliansi yang aman di masa pertamanya kembali.

Regu pula sukses menggapai semifinal Piala Hazfi yang kesimpulannya takluk dari Sepahan. Tahun ini pula diisyarati dengan maju ke semi akhir Aliansi Champions AFC di mana mereka berjumpa regu Korea FC Seoul. Sehabis kegagalan tandang 0- 2 di leg awal, Esteghlal mengalami kewajiban berat; mereka kembali ke Stadion Azadi dengan penuh agama namun kesimpulannya takluk dari FC Seoul 2–4 dengan cara hasil akumulasi.

Tetapi masa selanjutnya mengecewakan untuk Ghalenoi serta timnya. Dengan peluang buat memenangkan aliansi pada hari perlombaan terakhir, Esteghlal takluk 1- 3 dari Tractor Sazi serta turun ke posisi ke- 5, serta pergi dari slot aliansi champion. Esteghlal ini juga mengalami sebuah kegagalan yang sangat mencengangkan di tangan Asrama Kerman di semifinal Piala Hazfi. Buat memenuhi tahun menggemparkan Esteghlal, regu kandas menggapai sesi sistem gugur Aliansi Champions AFC, finis ke- 3 di grupnya. Amir Ghalenoi memperoleh titel” Jenderal” dari fans klub atas penampilannya.

Sehabis Esteghlal takluk dari Zob Ahan di akhir Piala Hazfi pada 29 Mei 2016, Parviz Mazloomi yang sudah dihentikan serta digantikan oleh mantan pemeran serta instruktur kepala Naft Tehran Alireza Mansourian pada 1 Juni 2016. Esteghlal mengawali masa dengan kurang baik serta tereleminasi dari Piala Hazfi di Perempat akhir oleh Naft Tehran. Klub pula menghasilkan pantangan memindahkan buat rentang waktu masa dingin 2017 atas hutang yang belum dibayarkan pada Seimbang Chihi.

Pada 7 Februari 2017, Esteghlal menaklukkan klub Qatar Angkatan laut(AL) Sadd lewat adu denda buat maju ke A 2017 Eliminasi tim Aliansi Champions FC. Esteghlal dikalahkan oleh Angkatan laut(AL) Ain 6- 1 pada perempat akhir Aliansi Champions AFC tahun 2017 dan juga serta pada tereleminasi. Mansourian ini juga merupakan sebuah instruktur yang ada pada kepala Esteghlal sampai minggu ke- 7 masa 2017- 18 Aliansi Membela Teluk Persia.

Mansourian mengundurkan diri sehabis mengakulasi cuma 5 nilai dalam 7 perlombaan serta berdiri di posisi ke- 16. Instruktur Jerman Winfried Schäfer ditunjuk selaku administrator terkini Esteghlal Tehran pada 1 Oktober 2017, mengambil alih Alireza Mansourian. Ia dihentikan pada masa semi 2019 serta Farhad Majidi menggantinya, namun dihentikan pada akhir masa. Pada Juni 2019, instruktur Italia Andrea Stramaccioni ditunjuk selaku instruktur Esteghlal, namun beliau setelah itu meninggalkan klub pada Desember 2019 sebab kehancuran keuangan.

Sejarah Sepak Bola Yang Ada Di Kota Iran

naftclub.comSejarah Sepak Bola Yang Ada Di Kota Iran. Sepak bola adalah olahraga paling populer di Iran, dan gulat serta bola voli adalah pesaing terdekat. Sepak bola telah menjadi bagian dari kehidupan Iran selama beberapa dekade dan dimainkan di sekolah, jalanan, dan klub sepak bola di seluruh negeri.

Iran telah bermain sepak bola sejak tahun 1898, ketika tim penduduk Inggris bermain melawan Armenia di Esfahan. Di barat daya Iran, permainan itu diluncurkan oleh para pelaut dan pekerja Inggris pada tahun 1907. Pada saat itu, mereka bekerja di Bushehr, Khorramshar, Bandar Abbas dan kilang minyak utama (seperti Abadan dan Masjed Soleman di Khuzestan), yang terakhir bahkan memiliki Liga sepak bola.

Karyawan lokal dari perusahaan Iran ini pertama kali menyadarinya, dan kemudian mulai mengganti pemain individu dalam tim hingga mereka membentuk tim mereka sendiri. Para pemain sepak bola muda Iran ini telah menerima permusuhan dari semua lapisan masyarakat karena berpartisipasi dalam permainan “kafir”, dan terkadang bahkan dipukuli dan dilempari batu.

Pada tahun 1907, duta besar Inggris untuk Teheran, Tehran Cecil Spring Rice, mendirikan turnamen sepak bola tiga tim pertama Iran: Kedutaan Besar Inggris, Bank Kerajaan Persia, dan Perusahaan Telegraf Indo-Eropa.

Baca Juga: Mengenal Club Sepak Bola Tehran Persepolis F.C.

Di tahun yang sama, Teheran Football Association Club didirikan, yang merupakan organisasi pengelola pertandingan sepak bola. Semua tim terdiri dari penduduk Teheran dan Inggris, meskipun terkadang mereka memilih pengamat Iran untuk bermain ketika tim tidak memiliki cukup pemain. Permainan ini dimainkan di atau dekat lapangan Mashq. Pemain Iran pertama adalah Karim Zandi, yang bermain dari tahun 1908 hingga 1916.

Pada tahun 1910, Samuel M. Jordan, kepala sekolah Tehran American School (sekarang Alborz High School) memperkenalkan sepak bola sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Empat tahun kemudian, pada tahun 1914, ketika Perang Dunia Pertama dimulai, pertandingan dan program sepak bola ini dihentikan.

Di daerah lain di Iran selatan (seperti kota-kota seperti Shiraz), perwira Inggris dari senapan Persia Selatan (1916-1921) memperkenalkan bola ke pasukan Iran di bawah komando mereka, dan orang Iran menyebarkan bola di antara warga sipil. Setelah Perang Dunia Pertama, pertandingan sepak bola Teheran dimulai kembali.

Kemudian dua tahun kemudian, pada tahun 1920, banyak penggemar sepak bola Iran dan Inggris mendirikan Majmaa-i Football-i Iran (Majmaa-i Football-i Iran) untuk mendorong para pemain Iran dan mempopulerkan permainan tersebut. James McMurray, Presiden Bank Kerajaan Persia, menjabat sebagai Presiden, dibantu oleh dokter kedutaan AR Neligan. Mereka masing-masing menyumbangkan trofi kepada tim pemenang.

Pada 1920, Iran mendirikan klub sepak bola pertamanya yang disebut “Iranian Club”. Tak lama kemudian, alumni universitas Amerika dan mahasiswa dari sekolah politik membentuk tim. Tim klub Iran termasuk Reza Kalantar Khan Sardar bersaudara,Karim Zandi, Sheybani, Herand, Amir-Aslani bersaudara, Galustyan, Hasan Meftah, Mohammad Ali Shokooh,Azizollah Afkkhami, Khajeh-Noori, Reza Rabizadeh, Hambarson, Ashrafi.

Kelompok pemain ini memenangkan Piala Asosiasi Tehran pada tahun 1923. Di tahun yang sama, klub baru bernama Tehran Club didirikan, diikuti dengan pembentukan Klub Olahraga Armenia dan Klub Toofan.Pada tahun 1925, Klub Tehran mencapai final dan kalah. Tim favorit Inggris Teheran 2-1.

Selama periode ini, banyak pemain sepak bola yang bermain di luar negeri, seperti Hossein Sadaghiani dan Khan-Sardar bersaudara yang bermain di Liga Sepak Bola Belgia, kembali ke Iran. Misalnya, setelah Hossein Sadaghiani sementara kembali ke Iran dari Eropa, ia membantu mendirikan klub sepak bola pertama (Klub Ferdowsi) di Masyhad. Selama satu tahun tinggal di Masyhad, ia mengatur pertandingan sepak bola antara klub dan Konsulat Inggris. Sebelumnya, sepak bola hanya dimainkan oleh orang asing di Masyhad (kebanyakan pegawai British Telegraph Office dan Konsulat Jenderal).

Di mana tidak ada tempat di depan orang asing penting seperti Adabier sebelumnya, game tersebut tampaknya diluncurkan oleh anak-anak muda yang menghabiskan beberapa waktu di Kaukasus pada tahun 1920-an.

Pada 1950-an dan awal 1960-an, sepak bola telah menjadi olahraga populer di Iran, dan tim Khuzestan dianggap paling sukses. Kemudian, Teheran secara bertahap menjadi ibu kota sepak bola Iran, dan banyak klub besar bermunculan dari sana. Shahin FC, Oghab FC dan Taj adalah tim Teheran yang didirikan pada pertengahan 1940-an dan masih aktif.

Dengan bertambahnya jumlah klub tim, kebutuhan untuk membentuk liga nasional menjadi jelas, dan sejak tahun 1960, selain beberapa tahun, Iran telah membentuk liga sepak bola nasional. Yang paling penting adalah Piala Tahta Jamshid, Liga Azadegan dan IPL. Wanita tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola pria.

Tim Sepak Bola Nasional Iran (Meli)

Pendahulu tim sepak bola nasional Iran

Teheran XI

Pada tahun 1926, Tehran XI (pemain terpilih dari Klub Tehran, Klub Olahraga Toofan dan Armenia) melintasi perbatasan ke Baku, Uni Soviet. Ini adalah pertama kalinya tim Iran berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola. Tim yang disukai Teheran ini merupakan tim pendahulu dari timnas Iran.

Pada tahun 1929 tiba waktunya untuk kunjungan kembali, maka tim dari Baku diundang untuk bertanding di Teheran pada akhir November. Guna memukau wisatawan, rumput ditanam di lapangan sepak bola milik negara. Menteri Penguasa Abdolhossein Teymourtash berpartisipasi dalam tiga pertandingan final yang semuanya mendapat pujian dari tim tamu. Kegagalan memalukan yang diderita di rumah telah menarik perhatian besar, sehingga beberapa pemuda sama sekali menyerah pada sepak bola.

Pada tahun-tahun berikutnya, minat orang pada sepak bola berkurang, dan surat kabar hampir tidak melaporkan pertandingan yang terjadi. Tetapi dengan kedatangan Putra Mahkota Mohammad Reza Pahlavi (Mohammad Reza Pahlavi) yang kembali dari Swiss pada tahun 1936 dan Thomas R Gibson (Thomas R Gibson) pada tahun 1930-an untuk mempromosikan permainan, semua ini berubah.

Pelatih kepala: Mir Mehdi Varzandeh

tentara:

Hussein Ali Khan Sardar (Kiper, Kapten) Ahmed Ali Khan Sardar Mohamed Ali Khan Sardar Hussein Sadagiani Karim Zandi
Hasan Meftah Ali Kani Mohammad Ali Shokooh Amir Aslani Aziz Eqtedar
Akbar Heydari Herand Galusetiyan Naser Enshaa Reza Qoli Kalantar Azizollah A

Hasilnya adalah sebagai berikut:

Perbandingan Lawan hasil skor posisi

Musim Gugur Januari 1926    Baku XI     L       0-2 Baku,       Kaukasus SFSR,              

2 Februari 1926, Baku Pemuda XI L 3-4 Front Pembebasan Nasional
3 Maret 1926 Tarachi Baku L 1-3 Baku, Kaukasus SFSR,
4 November 1929, Baku XI L 0–4 Teheran, Iran bersahabat
5 November 1929 XI L 1-4 Teheran, Iran yang bersahabat
6 November 1929, Baku XI L 0-11 Teheran, Iran bersahabat

Perang Dunia Kedua

Saya ingat seseorang yang berkontribusi pada sepak bola Iran pada periode pasca-Perang Dunia I. Hossein Sadaghiani aktif berbagi pengetahuan tentang permainan, dan dengan perkembangan sepak bola, ia menjadi pelatih kepala pertama tim nasional Iran dan kemudian menjadi pelatih tim sepak bola Universitas Teheran. Pertandingan pertama tim sepak bola nasional Iran terjadi di Afghanistan pada 25 Agustus 1941. Pada tahun 1942, ketika sekutu berada di Iran, tim sepak bola nasional Iran mengalahkan Tentara Kesebelas Inggris dalam pertandingan persahabatan di Teheran.

Susunan tim Iran adalah: Fasola Minbasyan, Mansour Haji’an, Abbas Karibu, Aziz Fazannigan, Abbas Tandediga, Jam Sid Maleksi, Bakhtiar, Akbar Tufan, Ahmed Izapapana dan 2 pemain lainnya. Pelatih kepala tim adalah Hossein Sadaghiani. Jajaran British Army XI termasuk Wilf Mannion, Migger and Bick, Bertie Mee, Jimmy McCabe dan pemain lainnya.

Periode Pasca Perang Dunia II

Pada 1960-an dan 1970-an, Iran memantapkan dirinya sebagai salah satu tim teratas di Asia, masing-masing memenangkan Piala Asia pada tahun 1968, 1972 dan 1976. Ini adalah satu-satunya tim yang memenangkan tiga kejuaraan berturut-turut. Pada tahun 1964, Iran memenuhi syarat untuk berpartisipasi di Olimpiade, tetapi mereka mencapai tempat terakhir di babak penyisihan grup dengan hasil imbang 1-1 dengan Meksiko.

Iran juga lolos ke Olimpiade 1972, 1976 dan 1980. Pada tahun 1978, Iran memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA pertama yang diadakan di Argentina. Pada 1980-an, Perang Irak-Irak menghambat perkembangan tim nasional, dan Iran melewatkan beberapa Piala Dunia karena mundur dari kualifikasi. Setelah 20 tahun absen, Iran lolos ke Piala Dunia FIFA 1998 dan mencatat kemenangan Piala Dunia pertama mereka, mengalahkan Amerika Serikat 2-1. Iran juga baru-baru ini lolos ke kejuaraan 2006, 2014 dan 2018, tetapi gagal melewati babak penyisihan grup di setiap putaran.

Tim Nasional Pemuda

Setelah Iran mencapai tingkat keberhasilan tertentu, ia telah mengirimkan tim nasional yunior, terutama di level U17, U20 dan U23.

U17

Timnas U17 menjuarai AFC U-16 Championship untuk pertama kalinya pada tahun 1996. Iran tetap tak terkalahkan di babak penyisihan grup dan mengalahkan Vietnam 4-0 di semifinal, menjadi runner-up di Kejuaraan AFC U-17 2000. Iran kalah dari Oman di final, tetapi lolos ke Piala Dunia FIFA U17 pada 2001. Pada tahun 2008, Iran memenangkan Kejuaraan AFC U16 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Korea Selatan di final. Alhasil, Iran pun lolos ke Piala Dunia kedua pada 2009.

Tim sepak bola lain

Tim Futsal Nasional Iran: Tim Futsal Nasional Iran mewakili Iran dalam pertandingan futsal internasional dan dikendalikan oleh Komite Futsal Federasi Sepak Bola Iran. Menurut Peringkat Dunia Futsal, “Raja Futsal Asia” sejauh ini merupakan tim Asia terkuat dan salah satu tim terbaik di dunia. Iran adalah peserta reguler di Piala Dunia Futsal FIFA. Setelah menyingkirkan Brasil paling populer, negara itu memenangkan tempat ketiga pada 2016. Iran memenangkan Piala Konfederasi Futsal pertama pada tahun 2009 dan juga memenangkan tempat kedua di Grand Prix Futsal, yang dikenal sebagai berbagai versi Piala Dunia Futsal Mini.

Baca Juga: Klub Milik Pengusaha Indonesia Dipromosikan ke Serie B Italia

Tim Sepak Bola Pantai Nasional Iran: Iran telah memenangkan Kejuaraan Sepak Bola Pantai AFC dua kali (2013, 2017) dan berada di peringkat empat besar di setiap versi. Iran juga berpartisipasi dalam Piala Dunia Sepak Bola Pantai FIFA tujuh kali, mencapai perempat final tiga kali (2013, 2015, 2017), dan finis ketiga untuk ketiga kalinya (2017).

Struktur sepakbola

Liga dan tim nasional yang dikelola oleh Asosiasi Sepak Bola Iran disebut IRIFF. IRIFF telah menjadi anggota FIFA sejak 1945 dan menjadi anggota Federasi Sepak Bola Asia sejak 1958. Mayoritas anggaran liga berasal dari Kementerian Olahraga pemerintah Iran dan sponsor dari beberapa perusahaan.

Sistem liga

Struktur saat ini sudah ada sejak 2001. Liga Profesional Teluk Persia adalah klub sepak bola tingkat tertinggi di Iran. Di bawah ini adalah Liga Azadegan, juga dikenal sebagai divisi pertama, terdiri dari dua grup, masing-masing dengan dua belas tim. Di bawah level kedua ada satu level, dan level kedua terdiri dari 28 tim yang dibagi menjadi dua grup. Langkah terakhir, liga nasional terakhir adalah divisi ketiga.

Ada 8 tim dan 45 tim di level ini. Setiap tim berisi tim yang berlokasi di negara yang sama. Tingkat terakhir dari sistem sepak bola terdiri dari 28 provinsi. Tim lokal di setiap provinsi berpartisipasi dalam liga, dan beberapa liga dibagi lagi menjadi lebih banyak divisi.

Sistem ini digunakan bersama dengan sistem promosi / penurunan pangkat, yang berarti bahwa tim yang dimulai dari level terendah dari sistem dapat mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Karena kurangnya manajemen profesional di tingkat sistem yang lebih rendah, jumlah tim di setiap liga biasanya berubah sesuai musim. Meski melanggar banyak regulasi terkait fasilitas dan manajemen klub, IPL menjadi satu-satunya liga yang dianggap profesional.

Tidak jarang tim di level yang lebih rendah dari sistem mengubah nama tim atau mundur sepenuhnya dari kompetisi karena masalah sponsor. Empat tingkatan pertama liga pria dikelola oleh Federasi Sepak Bola Iran, sedangkan liga-liga level bawah dikelola oleh komite rugby provinsi masing-masing. Liga Sepak Bola Wanita Korsal adalah liga sepak bola wanita utama Iran.

Stadion utama

Stadion Azadi (Persia: ورزشگاهآزادی varzeshgāh-eAzadi) dibuka sebagai Stadion Aryamehr (Persia: ورزشگاهآریامهر varzeshgāh-eāryāmehr) dan merupakan stadion sepak bola semua kursi di Teheran, Iran. Stadion ini dirancang oleh firma arsitektur, perencanaan kota, dan teknik Amerika Skidmore, Owings & Merrill. Raja terakhir Iran (Shah) Mohammad Reza Pahlavi (Mohammad Reza Pahlavi) dilantik pada 18 Oktober 1971. Saat ini dimiliki oleh Esteghlal dan Persepolis.

Tidak jarang tim di level yang lebih rendah dari sistem mengubah nama tim atau mundur sepenuhnya dari kompetisi karena masalah sponsor. Empat tingkatan pertama liga pria dikelola oleh Federasi Sepak Bola Iran, sedangkan liga-liga level bawah dikelola oleh komite rugby provinsi masing-masing. Liga Sepak Bola Wanita Korsal adalah liga sepak bola wanita utama Iran.

Stadion utama

Stadion Azadi (Persia: ورزشگاهآزادی varzeshgāh-eAzadi) dibuka sebagai Stadion Aryamehr (Persia: ورزشگاهآریامهر varzeshgāh-eāryāmehr) dan merupakan stadion sepak bola semua kursi di Teheran, Iran. Stadion ini dirancang oleh firma arsitektur, perencanaan kota, dan teknik Amerika Skidmore, Owings & Merrill. Raja terakhir Iran (Shah) Mohammad Reza Pahlavi (Mohammad Reza Pahlavi) dilantik pada 18 Oktober 1971. Saat ini dimiliki oleh Esteghlal dan Persepolis. Itu juga merupakan stadion kandang tim sepak bola nasional Iran.

Karena diubah menjadi stadion dengan kursi penuh, stadion ini dapat menampung 78.116 penonton. Stadion ini merupakan bagian dari Pusat Olahraga Azadi yang lebih besar dan dikelilingi oleh sungai dayung, tempat latihan sepak bola, pusat beban, fasilitas renang, lapangan voli dalam ruangan dan lapangan futsal dan banyak fasilitas lainnya.

Gelar Shah adalah Aryamehr (artinya “Cahaya Arya”); setelah Revolusi Iran, namanya diubah menjadi Azadi (“Kebebasan” dalam bahasa Persia). Ini adalah stadion sepak bola asosiasi terbesar di Asia Barat.

Dibangun untuk menjadi tuan rumah Asian Games 1974 dan Piala Asia AFC 1976. Stadion ini juga menjadi tuan rumah lima final kompetisi klub Asia: tiga final Liga Champions AFC pada 1999, 2002 dan 2018, dan dua final Piala Winners Asia pada 1991 dan 1993. Stadion Azadi juga menjadi tuan rumah Kejuaraan WAFF pada tahun 2004 dan 2008.

Mengenal Club Sepak Bola Tehran Persepolis F.C.

Mengenal Club Sepak Bola Tehran Persepolis F.C.

naftclub.comMengenal Club Sepak Bola Tehran Persepolis F.C. Persepolis Football Club (Persia: باشگاهفوتبالپرسپولیس) adalah klub sepak bola profesional Iran yang berlokasi di Teheran yang berpartisipasi dalam Liga Profesional Teluk Persia. Persepolis didirikan oleh Ali Abdo pada tahun 1963 dan telah menjadi divisi pertama sepak bola Iran sejak tahun 1968. Persepolis memiliki tiga tim di bidang bowling, basket dan voli pada awal berdirinya.

Persepolis F.C. adalah klub olahraga Persepolispolis Sports and Culture Club. Klub ini dimiliki oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ada banyak upaya untuk memprivatisasi klub, tetapi tidak berhasil karena klub menumpuk hutang yang sangat besar.

Klub ini telah bermain di kandang sendiri di Stadion Azadi sejak 1973. Mereka bersaing dengan Esteghlal, rival utama yang diikuti oleh para penggemar sepak bola Iran, untuk apa yang dianggap sebagai salah satu turnamen derby Teheran terbesar di Asia. Menurut Federasi Sepak Bola Asia, Persepolis adalah klub sepak bola terpopuler di Asia.

Baca Juga: Esteghlal F.C. Club Bola Yang Ada di Tehran

Di Liga Champions AFC, Persepolis memiliki tingkat kehadiran tertinggi (11 pertandingan dengan penampilan terbanyak dalam 20 pertandingan) dan permainan terbanyak dimainkan dalam 5 pertandingan. Persepolis juga memecahkan rekor 100.000 penonton dalam empat pertandingan Liga Champions AFC. Persepolis telah memenangkan 13 gelar liga di Iran, serta enam Piala Hazfi, tiga Piala Super, dan Piala Winners Asia 1990-91. Banyak pemain terkenal telah bermain untuk klub, termasuk mantan pemain Bayern Munich Ali Karimi, Ali Daei, Vahid Hashemian dan mantan Hamburg SV Mehdi Mahdavikia. Namun, Ali Parvin secara luas dianggap sebagai pemain terhebat dalam sejarah klub. Dari 1970 hingga 1988, Pavin bermain untuk klub selama 18 tahun.

sejarah

Shaheen FC (1942-1967)

Shahin diajar oleh Dr. Abbas Ekrami pada tahun 1942. Ekrami mendirikan klub dengan bantuan moto beberapa siswa muda:

اولاخلاق, دومدرس, سومورزش
Etika pertama, pendidikan kedua, olahraga ketiga. -Shahin FC Motto

Shahin menghasilkan banyak pemain bertalenta seperti Parviz Dehdari, Masoud Boroumand, Homayoun Behzadi, Jafar Kashani, Hossein Kalani, Hamid Shirzadegan, dan masih banyak lagi yang bermain untuk timnas Iran.

Bakat ini membuat Shahin populer di tahun 1960-an, tetapi Federasi Sepak Bola Iran dan surat kabar Keihan Varzeshi (publikasi olahraga paling penting di Iran saat itu) menganggap popularitas Shahin sebagai ancaman. Konflik di antara mereka semakin parah.Pada tanggal 9 Juli 1967, sehari setelah Shaheen mengalahkan Teheran dan Jawa 3-0, organisasi olahraga Iran mengumumkan bahwa Shaheen dibubarkan. Jumlah penonton di liga telah menurun, dan klub lain termasuk Pas, Rah Ahan dan Oghab telah mencoba merekrut pemain dari Shaheen.

Tahun-tahun awal (1963–1969)

Klub Budaya Olahraga Persepolis didirikan pada tahun 1963 oleh Ali Abdo. Parviz Dehdari adalah manajer Persepolis F.C. pada awal musim 1968. Meskipun ada upaya untuk merekrut pemain Shahin dan menyebarkannya ke berbagai klub, Parviz Dehdari dan Masoud Boroumand mentransfer popularitas Shahin ke PersepolisF.C. Biarkan sebagian besar pemain Shahin bergabung dengan Persepolis. Tim awalnya lemah dan berpartisipasi dalam divisi kedua negara. Pemain terbaik di tim saat itu adalah Mahmoud Khordbin.

Klub tersebut memiliki empat pemain Shahin dan memainkan pertandingan persahabatan melawan Jam Abadan, tim yang dihormati saat itu. Usai pertandingan, sisa pemain Shaheen juga bergabung dengan Persepolis. Tidak ada pertandingan liga yang diadakan tahun itu, karena banyak tim yang dibubarkan, pertandingan 44 tim diadakan, dengan Persepolis, Perth, Taj Mahal dan Ogabe di urutan teratas daftar. Di tahun kedua, mereka mewakili klub Iran pertama di Kejuaraan Klub Kejuaraan Asia yang diadakan di Thailand, tetapi mereka tidak berhasil dan tersingkir di babak penyisihan grup.

Piala Takht Jamshid (1969–1979)

Pada tahun 1962, pabrik mobil “Iran Nacional” Nasional Iran dibuka. Pada tahun 1969, pemilik pabrik Mahmoud Khayami (juga pemilik tim sepak bola) adalah pendukung setia Shahin. Khayami yang ingin memperbaiki tim sepak bolanya, bernegosiasi dengan Persepolis dan mengundang semua mantan pemain Shahin kecuali Aziz Asli dan Mahmoud Khordbin untuk bergabung dengan tim barunya Paykan TehranF.C. Paykan memenangkan kejuaraan tahun itu, tetapi pemain baru pindah kembali ke Persepolis setelah musim itu.

Pada tahun 1971, Persepolis memenangkan kejuaraan liga Iran pertama. Persepolis meraih 13 kemenangan dan 1 hasil imbang dalam 14 minggu, yang meninggalkan kesan mendalam. Pada tahun 1972, Abdo mengumumkan Persepolis sebagai klub sepak bola profesional pertama di Iran. Klub ini tidak masuk liga domestik, tetapi hanya bersaing dengan klub asing.Beberapa bulan kemudian menjadi amatir. Piala Takht Jamshid didirikan pada tahun berikutnya. Persepolis memenangkan Piala Tacht Jamshid pertama pada tahun 1973 dan kembali memenangkan kejuaraan pada tahun 1975.

Di tahun ketiga pembentukan Piala Tuckt Jamshid, Persepolis hanya kalah 2 dari 30 pertandingan tahun itu. Persepolis adalah klub tersukses di liga Takht Jamshid Cup, memenangkan dua gelar juara dan tiga runner-up. Sukses dalam kondisi sulit (1979-1990)

Ketika Revolusi Iran terjadi pada 1979, Abdo kembali ke Amerika Serikat. Meskipun Persepolis memenangkan Piala Espandi, klubnya runtuh, banyak pemain lama tidak kembali, properti klub tertindas dan Yayasan Veteran (Persia: بنیادمستضعفانوجان بازان) diasingkan, klub yang bertanggung jawab atas pendidikan oleh Kementerian Olahraga (Persian : سازمانتربیتبدنیان) Iran تربیتبدنیان.

Pada tahun 1981, Kementerian Olahraga menyatakan bahwa nama klub akan diubah, tetapi pejabat klub, pemain dan suporter menentang langkah tersebut.
Tim tersebut tidak berpartisipasi dalam pertandingan Liga Teheran melawan Houma untuk memprotes Kementerian Olahraga. Mereka gagal dalam pertandingan 3-0 dan Houma menjadi juara. Pada tahun 1986, klub diambil alih oleh Yayasan Penindasan dan Veteran dan berganti nama menjadi Azadi (artinya “kebebasan”, bahasa Persia: آزادی). [26] Para pemain menyatakan bahwa jika mereka mengubah nama, mereka tidak akan bermain untuk klub.

Setelah beberapa lama, yayasan tidak lagi menginginkan klub tersebut, dan klub tersebut diambil alih oleh departemen olah raga. Pada tanggal 16 Februari 1987, Departemen Olahraga berganti nama menjadi Klub Pirouzi (artinya “kemenangan”, bahasa Persia: پیروزی) dengan persetujuan dari para pemainnya, meskipun para fans tetap menyebut tim tersebut dengan nama asli mereka Persepolis. Pada 10 April 2012, presiden klub, Mohammad Rouyanian (Mohammad Rouyanian) mengumumkan nama resmi klub tersebut sebagai Persepolis. [27]

Pada 1980-an, klub hanya berpartisipasi di Liga Teheran dan berbagai pertandingan sistem gugur. Persepolis meraih kesuksesan selama ini dan mempertahankan popularitasnya, memenangkan Kejuaraan Liga Tehran selama lima musim berturut-turut. Selama periode ini, Ali Parvin menjabat sebagai manajer pemain.

Revitalisasi( 1990–2001)

Tahun 1990- an merupakan dasawarsa angan- angan untuk regu, dengan 4 kompetisi aliansi, 2 Piala Hazfi, lusinan pemeran hebat, serta sokongan terkini. Pada satu titik, lebih dari 6 pemeran Persepolis jadi mengaktifkan di regu nasional Iran. Regu ini memenangkan kompetisi nasional pada masa 1995- 96. Pada satu titik di masa itu mereka 10 nilai di balik Bahman. Mereka bangun serta finis awal, menang 6 nilai dari runner- up aliansi. Mereka memenangkan aliansi lagi masa selanjutnya, sekali lagi finis di depan runner up dengan 6 nilai. Mereka dihentikan oleh regu Korea Pohang Steelers di semifinal Piala Champions Asia.

Persepolis finis ketiga, menaklukkan Al- Zawraa dari Irak di perlombaan perampasan tempat ketiga.

Masa selanjutnya mereka membuktikan penampilan yang bagus lagi, namun sebab komitmen mereka di Piala Champions Asia serta banyaknya pemeran regu nasional yang mereka punya, mereka mundur dari aliansi. Pengagendaan yang kurang baik serta salah rawat kedua I. R. I. F. F. serta administratur AFC menimbulkan kegiatan tidak handal ini. Ini menghindari Persepolis dari mungkin memenangkan kompetisi aliansi ketiga beruntun. Persepolis pula tidak sangat asian di piala Pemenang Asia, sebab mereka sekali lagi dihentikan di semifinal, kali ini oleh klub Tiongkok, Dalian Wanda. Mereka pula takluk dalam perlombaan perampasan tempat ketiga dari Al- Hilal.

Baca Juga: Manchester United, Tim Liga Inggris Terbaik

Regu Persepolis 1996–97 serta 1997–98 dikira oleh banyak orang selaku salah satu klub terbanyak Iran yang sempat main. Pemeran regu nasional serta megabintang era depan semacam Ahmadreza Abedzadeh, Khodadad Azizi, Dermawan Bagheri, Ali Daei, Mehdi Mahdavikia, Mehrdad Minavand, Ali Karimi serta banyak lagi tercantum di antara pemeran yang main buat klub pada tahun- tahun itu.

Sesudah Piala Bumi 1998, sebagian pemeran terbaik Persepolis dipindahkan ke klub- klub Eropa, tetapi Persepolis sanggup menjaga skuad bertalenta. Badan regu nasional era depan Ali Karimi serta Hamed Kavianpour hendak berasosiasi dengan regu kali ini.

Mereka memenangkan kompetisi 1998- 99 dan Piala Hazfi masa itu. Mereka pula memenangkan kompetisi aliansi 1999- 2000, finis ketiga lagi di Piala Champions Asia. Ini hendak jadi kompetisi terakhir mereka di masa Aliansi Azadegan.

Beberapa besar kompetisi Persepolis dikala itu dicapai sedangkan Ali Parvin selaku administrator, serta Amirali Abedini selaku ketuanya.

Masa IPL( 2001- sekarang)

Persepolis merambah IPL yang terkini dibuat mau memimpin sekali lagi, namun menjelang akhir masa mereka bersaing kencang dengan saingan mereka Esteghlal. Esteghlal mengetuai aliansi dengan 2 nilai merambah hari terakhir masa reguler. Kegagalan Esteghlal dari Malavan serta Persepolis berhasil 1- 0 melawan Fajr Sepasi di perlombaan terakhir mereka masa ini berikan Persepolis kelebihan satu nilai serta kompetisi lagi. Kompetisi masa 2001- 02 mereka membuat mereka jadi pemenang IPL awal kalinya.

Masa 2002- 03 teruji amat susah serta Persepolis finis ketiga, tidak sempat sukses mendekati juara kesimpulannya, Sepahan. Mereka pula berhamburan di Aliansi Champions AFC yang terkini terbuat, kandas maju dari sesi eliminasi tim.

Kala Akbar Ghamkhar mengutip ganti selaku pimpinan klub, beliau melaksanakan sebagian pergantian selaku usaha buat tingkatkan mutu regu. Ia memublikasikan jumlah pendapatan pemeran serta karyawan, membuat marah Parvin, pemeran dengan biaya paling tinggi di regu. Ghamkhar carter instruktur Vinko Begović, serta memaraf kontrak dengan sebagian pemeran terkenal. Persepolis mengawali dengan amat bagus pada masa 2003- 04 namun segalanya memburuk. Begovic meninggalkan regu serta administrator Jerman Rainer Zobel dibeli.

Parvin dibawa kembali, mengutip posisi ketua metode. Klub ini menaiki posisi kelima dalam klasemen pada masa 2004- 05.

Ghamkhar ditukar dengan Hojatollah Penceramah. Ia menyudahi buat bawa kembali Parvin. Klub hadapi permasalahan finansial yang besar sebab sebagian ketetapan pengeluaran yang terbuat pada tahun- tahun tadinya sudah memberati klub. Persepolis menuntaskan masa 2005- 06 di tempat kesembilan, terendah yang sempat ditempatkan. Parvin meninggalkan klub pada Februari 2006, berjanji buat tidak sempat kembali ke Persepolis, sehabis takluk 4- 2 dari Fajr Sepasi di Stadion Azadi.

Berakhir perlombaan, para fans mulai menyumpahi Ali Parvin serta para pemeran.

Penceramah mengundurkan diri selaku pimpinan serta Mohammad Hassan Ansarifard tersaring buat kedudukan itu oleh badan klub. Arie Haan dibawa selaku administrator terkini, menolong regu menggapai akhir Piala Hazfi 2005- 06, tetapi ia dihentikan oleh klub saat sebelum masa 2006- 07 diawali. Administrator Turki Mustafa Denizli memaraf kontrak dengan regu pada 17 Agustus 2006.

Dengan perlombaan piala terakhir jadi yang awal selaku administrator klub, Denizli tidak bisa menolong klub memenangkan Piala Hazfi pada tahun 2006, piala yang diperlukan regu buat masuk ke Aliansi Pemenang Asia serta buat menyambut profit keuangan dengan melaksanakannya. sedemikian itu.

Klub ini pula tidak memenangkan Piala Hazfi pada tahun selanjutnya, takluk dari Sepahan di semifinal pada Juni 2007. Klub ini finis ketiga di IPL 2006- 07, serta Denizli meninggalkan klub sehabis Ansarifard mengundurkan diri selaku pimpinan pada Juni 2007.

Era kaisar

Habib Kashani jadi pimpinan klub pada Juni 2007 serta memilah Afshin Ghotbi selaku instruktur kepala Persepolis buat masa 2007- 08. Ghotbi Berkomitmen buat mengetuai Persepolis ke kompetisi IPL serta mengawali IPL dengan kemenangan 3- 2 atas Sanat Naft. Persepolis tidak terkalahkan sampai ronde ke- 17, di mana mereka takluk 2- 1 dari Sepahan. Pada 9 Januari 2008, panitia patuh dari Aliansi Sepakbola Iran memublikasikan sebab seseorang angkatan keamanan terluka akut oleh fans Sepahan, Sepahan hendak didakwa dengan penurunan 5 nilai. Ini setelah itu dikurangi jadi 3 nilai. Persepolis pula kehabisan 6 nilai oleh FIFA sebab pendapatan yang belum dibayarkan pada beberapa mantan pemeran.

Ini menaruh Persepolis di balik Sepahan di klasemen. Menjelang akhir masa Sheys Rezaei serta Mohammad Reza Mamani diusir oleh regu sehabis kedua pemeran membuktikan sikap kurang baik kepada pemeran klub, instruktur, serta manajemen dan permasalahan yang tidak berkaitan dengan sepak bola yang lain. Habib Kashani serta Mahmoud Khordbin keduanya mengidap serbuan jantung. Persepolis memotong kelebihan 7 nilai Sepahan jadi 2 nilai pada perlombaan terakhir masa ini.

Pada minggu terakhir, Persepolis menaklukkan Sepahan kala Sepehr Heidari mengecap berhasil menit ke- 90+ 6 di depan lebih dari 110. 000 penggemar di Stadion Azadi buat membagikan Persepolis kompetisi kedua di IPL serta satu tempat di Aliansi Champions Asia. Dalam seremoni apresiasi Bola Kencana 2007- 2008, Persepolis, Afshin Ghotbi, serta Mohsen Khalili memenangkan titel Regu, Administrator, serta Pemeran terbaik tahun ini.

Kontrak Ghotbi selesai pada akhir masa serta ia menyudahi buat meninggalkan klub.

Asistennya, Hamid Estili, amat dekat dengan manajemen namun, Kashani serta ofisial klub yang lain mengundurkan diri sebab bentrokan antara mereka serta Unit Pembelajaran Badan Iran. Dariush Mostafavi tersaring selaku pimpinan klub. Mostafavi berkomitmen hendak bawa Ghotbi kembali. Perundingan sukses, serta pada 4 Juli 2008, Ghotbi memaraf kontrak 2 tahun dengan Persepolis.

Ghotbi mempunyai banyak permasalahan dengan Mostafavi serta mengundurkan diri pada 19 November 2008. Dikala berdialog dengan kegiatan terkenal Iran 90, Ghotbi membuktikan air mata saat sebelum meninggalkan Persepolis serta para penggemar yang mencintainya yang sudah memberinya julukan Kaisar.[50]

Tetapi, Ghotbi meninggalkan regu di medio masa sehabis serangkaian kegagalan serta kesimpulannya jadi instruktur kepala regu sepak bola nasional Iran.

Sebab salah rawat klub, Persepolis kurang berprestasi dalam sebagian masa terakhir Aliansi Membela Iran. Penentuan instruktur yang tidak profesional, serta pemerolehan pemeran bermutu kecil sudah tingkatkan penampilan dikala ini. Sehabis pembatalan diri Ghotbi, asistennya Afshin Peyrovani dinaikan selaku instruktur kepala sedangkan klub, mengetuai regu dalam 11 perlombaan di Aliansi Membela Iran namun beliau digantikan oleh mantan administrator Portugal serta Arab Saudi, Nelo Vingada. Kontrak Vingada diputus pada akhir masa.

Esteghlal F.C. Club Bola Yang Ada di Tehran

naftclub.comEsteghlal F.C. Club Bola Yang Ada di Tehran. Klub Sepak Bola Esteghlal Tehran (Klub Sepak Bola Esteghlal Tehran, umumnya dikenal sebagai Esteghlal) adalah klub sepak bola Iran yang berkantor pusat di ibu kota Teheran. Ia berpartisipasi dalam Liga Profesional Teluk Persia. Klub ini didirikan pada tahun 1945 dengan nama Docharkheh Savaran (bahasa Persia: دوچرخهسواران; artinya “pengendara sepeda”) dan sebelumnya dikenal sebagai Taj Mahal Tehran Football Club (bahasa Persia: باشگاهفوتبالتاجتهران; artinya “mahkota”). Antara tahun 1949 dan 1979. Klub ini adalah bagian dari Esteghlal, klub multi-olahraga dari Perusahaan Olahraga dan Budaya Iran (Persia: شرکتفرهنگیورزشیاستقلالایران). Mereka adalah tim pertama di Liga Pro Teluk Persia yang meraih 1.000 poin.

Sejak awal musim 1973-74, Estegaller telah memainkan pertandingan kandang di Azadi, yang dapat menampung 78.116 orang, tetapi dapat menampung lebih banyak orang dalam pertandingan-pertandingan penting. Esteghlal mencatat rekor jumlah penonton di Kejuaraan Klub Asia 1999, ketika 125.000 pendukung menyaksikan pertandingan final melawan Júbilo Iwata di Teheran. Klub ini dimiliki dan didukung oleh Kementerian Olahraga dan Pemuda.

Baca Juga: Mari Kita Cari Tahu Siapa Seyyed Ashkan Dejagah Ini Di Dalam Tehran

Esteghlal adalah salah satu klub sepak bola tertua di Teheran dan Iran, dan memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Iran. Ini adalah salah satu klub yang paling didukung dan sukses di sepak bola Iran, setelah memenangkan dua trofi Liga Champions AFC, delapan kejuaraan nasional dan rekor tujuh kejuaraan nasional. Esteghlal juga merupakan pemimpin Liga Profesional Teluk Persia sepanjang masa. Mahkota ikonik dalam sejarah klub memberi klub julukan mahkota Asia. Esteghlal telah lama berselisih dengan rival lokalnya Persepolis, yang dikenal sebagai Derby Sorkhabi (merah dan biru) atau Derby Tehran.

sejarah

945–69: Mahkota Teheran Awal

Pada tanggal 20 September 1945, beberapa atlet muda dan pelajar, termasuk perwira berusia 23 tahun Parviz Khosravaani (manajer pertama klub), Asghar Navaab (mekanik sepeda), Enayat Jananpour (staf Organisasi Olahraga Nasional), Mirzaee (Tukang kayu) ) dan Khashaaei (administrator bank) mendirikan klub olahraga di Jalan Ferdowsi di Teheran. Karena pendiri klub paling tertarik dengan sepeda, nama asli klub adalah Docharkhe Savaran (Persia: دوچرخهسواران), yang berarti “pengendara sepeda” dalam bahasa Persia. Pelatih Ali Danaeifard dan para pemain turis bergabung dengan mereka dan menjadi pelatih dan kapten pertama Esteghlal. Esteghlal Football Club memainkan pertandingan resmi pertamanya pada tahun 1946.

Di tahun pertama pendirian mereka, musim 1946, mereka menduduki peringkat kedua di Liga Sepakbola Teheran dan Piala Hazfi Teheran. Mereka bermain melawan tim-tim kuat seperti Daraei, Sarbaaz dan Shahin. Musim 1947 berakhir dengan trofi Esteghlal pertama, setelah ia mengalahkan Daraei, Shahin dan Oghaab memenangkan Piala Hazfi di Teheran. Para pendiri dan pemain Docharkhe Savaran, termasuk Ali Danifard, Parviz Koslavani, Amu Oghli, Greeley dan Sayed Ali Agha, setuju pada tahun 1949 Mengubah nama klub menjadi TAJ.

Sejak awal, Taj atau Docharkeh Savaran berpartisipasi di liga lokal Teheran, yang merupakan liga dengan peringkat tertinggi di Iran saat itu. Pada 6 Maret 1950, Taj Mahal memainkan pertandingan resmi pertamanya melawan Shahin di Stadion Amjadieh di depan lebih dari 20.000 penonton; Taj Mahal menang tipis 1-0. Taj Mahal memenangkan tujuh kejuaraan pertama pada 1950-an dan 1960-an; 1949–1950, 1951–1952, 1957–1958, dan 1959–1960, 1960–1961, dan 1961–1962 untuk tiga kejuaraan berturut-turut (pada tahun-tahun berikutnya, Thai Ji Mahal meraih gelar Liga Provinsi Teheran dan Piala Hazfi Teheran untuk pertama kalinya) dan seterusnya pada musim 1963-1964 (Persepolis didirikan di Divisi 3 Teheran tahun ini).

Taj Mahal juga memenangkan Piala Hazfi Tehran empat kali pada tahun 1947, 1951, 1958 dan 1959. Pada tahun-tahun itu, Iran adalah klub paling sukses dibandingkan tim-tim hebat lainnya, misalnya, Daraei memenangkan tiga kejuaraan pertama dan Shahin memenangkan dua kejuaraan dan posisi pertama. Empat yang terakhir. Setelah mengalahkan Tabriz dengan tiga gol, Piala Nasional pertama dimenangkan di Liga Sepak Bola Nasional 1957. Taj Mahal mewakili sepak bola Teheran dalam permainan yang dimainkan di stadion Bagh-e-Homayun. Ali Danaeifard mengelola Esteghlal selama sekitar 20 tahun, pertama sebagai gelandang dan pelatih, dan kemudian sebagai pelatih Taj dari tahun 1950 hingga 1967. Putranya Iraj Danaeifard menjadi bintang Taj Mahal dan tim nasional di tahun 70-an, dan putrinya adalah pelatih sepak bola. Fans memanggilnya ayah dari Esteghlal. Iraj mencetak gol pertama Iran di final Piala Dunia 1978 melawan Skotlandia.

Pemain terbaik di tahun-tahun tersebut adalah sebagai berikut: Boyk Jedikar, Arif Gorizade, Parviz Kuzegunani, Mahmoud Bayati, Mohamed Ranjbar, Mohamed Amir Khatami, Nad Afshar Alavinad, George Makarian, Kambozia Jamali, Karam Nayalu, Hassan Habuhabi, Faribor Habzibi, Heshmat Mohajerani , Faribor Habibi Esmaeili, Parviz Aboutaleb, Mohammad Reza Adelkhani dan Ali Jabbari. Derby Teheran lama adalah pertandingan sensitif antara Tajikistan dan Shahin dari pertengahan abad hingga 1967. Setelah kematian Shahin. Tim lain termasuk para pemain Shahin telah bergabung dengan tim mereka, termasuk Persepolis Newborn. Shahin kembali sebagai Shahbaz pada tahun 1974 dan sebagai Shahin pada tahun 1980-an, tidak terkait dengan Persepolis. Boyuk Jeddikar adalah pencetak gol nomor satu dari permainan lawan Taj.

1970–78: Juara Asia dan Iran

Kejuaraan Klub Asia 1970 adalah Kompetisi Sepak Bola Klub Asia tahunan ketiga yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Asia. Tujuh klub dari tujuh negara berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Pertandingan itu digelar di Teheran, Iran pada April lalu. Klub ini dibagi menjadi dua grup, dan pemenang serta runner-up grup tersebut memasuki semifinal. Di final, Taj Mahal mengalahkan Tel Aviv Harpol dari Israel 2-1, memenangkan kejuaraan klub Asia pertamanya, dan mengumumkan profesionalisasi sepak bola Iran, sehingga mengantarkan era baru sepak bola Iran.

Tahun ini, TAJ gelar liga nasional pertama Iran: Liga Lokal 1970-71 di bawah manajemen Rajkov yang legendaris. TAJ mengalahkan PAS 2-1 di final. Kapten Ali Jabbari (Ali Jabbari) diperkenalkan sebagai pemain terbaik liga. TAJ finis ketiga di Kejuaraan Klub Asia 1971, hanya satu tahun setelah Piala Asia pertama klub. Mereka dikalahkan 3-2 oleh Tentara Korea dalam pertandingan tersebut.

Esteghlal menduduki peringkat kedua pada liga 1973-74, hanya tertinggal 2 poin dari Persepolis. Gholam Hossein Mazloumi (Gholam Hossein Mazloumi) adalah pencetak gol terbanyak liga, mencetak 15 gol. Tahun berikutnya, Tajikistan (TAJ) memenangkan Takht Jamshed Cup (1974-75), yang merupakan liga sepak bola Iran resmi kedua klub. Mazlom masih menjadi pencetak gol terbanyak.

Setelah kejuaraan, bintang Taj yang bermasalah dengan manajer meninggalkan klub dan pergi ke Shahbaz FC (nama baru Shahin FC). Mazloumi, Mohammad Reza Adelkhani dan Naser Hejazi. Kapten Ali Jabbari, Mansour Pourheidari, Akbar Kargarjam, Abbas Mojdehi, Zaza Ezzat Jaanmaleki (kawat berduri), Karo Haghverdian dan pemain lama lainnya lebih rela pergi. Ketegangan sosial memasuki klub, dan pada tahun-tahun berikutnya, orang memberontak melawan sistem yang disebut “revolusi”.

1979-2001: Revolusi dan pasca revolusi

Setelah Revolusi Islam di Iran pada 1979, klub tersebut diambil alih oleh pemerintah Islam yang baru didirikan dan dikendalikan oleh organisasi olahraga Republik Islam Iran. Dan berganti nama menjadi Esteghlal (Persia: استقلال), “kebebasan” dalam bahasa Persia; Taj (Persia: تاج) berarti “mahkota” dalam bahasa Persia. Setelah revolusi, tanda-tanda monarki otokratis sebelumnya tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga: The Golden Jet, Bobby Hull Pemain Terhebat Sepanjang Masa

Pada 1980-an, Estherral memenangkan Liga Sepakbola Teheran dua kali. Musim 1989-90 merupakan musim yang tak terlupakan bagi Esteghlal. Klub ini menduduki peringkat pertama di Grup B Liga Qods dan melaju ke semifinal. Secara total, Esteghlal mengalahkan Malavan 4-0 untuk melaju ke final, dan memasuki final dengan lawannya yang penuh kebencian, Persepolis. Esteghlal mengalahkan Persepolis (2-1) dengan gol dari Samad Marfavi pada menit ke-74 untuk memenangkan Liga Qods; ini terbukti menjadi salah satu derby Esteghlal yang paling berkesan. Pada musim berikutnya, Esteguilar masuk ke final Piala Hazfi, tetapi akhirnya kalah dari Maravan dalam adu penalti.

1990-91 terbukti menjadi tahun paling berkesan bagi Esteghlal saat mereka mengalahkan klub China Liaoning 2-1 untuk memenangkan kejuaraan klub Asia untuk kedua kalinya. Mansour Pourheidari (Mansour Pourheidari) menambah satu lagi Piala Asia setelah Esteghlal (Esteghlal) sebagai pelatih kepala. Dia menjabat sebagai bek di Kejuaraan Dunia 1970, dan tahun berikutnya Esteghlal Esteghlal sekali lagi memasuki final Kejuaraan Klub Asia 1991. Mereka kalah dari Al-Hilal FC karena tendangan penalti. Esteghlal sekali lagi mencapai final Kejuaraan Klub Asia pada tahun 1999, kali ini kalah dari klub Jepang Júbilo Iwata 1-2 di Teheran. Itu adalah pertandingan emosional yang dipimpin oleh Naser Hejazi.

2001 hingga sekarang: era liga profesional Iran

2001 adalah tahun pertama berdirinya liga profesional Iran yang baru. Memasuki hari terakhir, Esteghlal menduduki peringkat pertama di liga. Namun, dengan kekalahan Estegaller dan kemenangan Persepolis, Persepolis dinobatkan sebagai juara liga pertama. Namun, Piala Hazfi 2001-02 membawa kenyamanan bagi Esteghlal, mereka mengalahkan Fajr Sepasi 4-3 untuk merebut gelar juara. Musim 2002-03 adalah salah satu tahun terburuk dalam sejarah klub saat mereka finis di urutan ke-9 di bawah kepemimpinan Roland Koch dan tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions AFC.

Pada Juli 2003, Amir Ghalenoi ditunjuk sebagai manajer Esteghlal. Pada tahun pertamanya, Estherral menjadi runner-up liga, hanya tertinggal dua poin dari juara Pas Teheran. Ghalenoi juga mengalahkan Sepahan 2-5 untuk masuk ke final Piala Hazfi. Fakta membuktikan bahwa musim keduanya tidak terlalu sukses, karena Estherral meraih posisi ketiga namun gagal lolos ke Liga Champions AFC. Namun, musim 2005-06 adalah tahun yang sama sekali berbeda. Esteghlal dinobatkan sebagai juara liga profesional Iran untuk pertama kalinya di era liga profesional. Di penghujung musim, Ghalenoi meninggalkan Esteghhlal menuju timnas.

Setelah Amir Ghalenoi pergi, asisten dan pelatih tim yunior Samad Marfavi mengambil alih sebagai pelatih kepala pada 2006. Musim Esteghlal mengecewakan, peringkat keempat, gagal mendapatkan tempat di Liga Champions AFC, dan hanya mengalahkan babak 16 besar Piala Hazfi dengan kekalahan telak Fajr Sepasi. Setelah Marfavi pergi pada Agustus 2007, pemain Esteghlali hebat lainnya, mantan kiper Nasser Hejazi, mengambil alih; tetapi setelah hanya 14 pertandingan dan 4 kekalahan, Hejazi Dia dipecat sebagai manajer pada November 2007.

Firouz Karimi dipekerjakan sebagai pelatih kepala sementara selama sisa musim ini. Penampilannya tidak jauh lebih baik dari Hejazi, dan tim menempati urutan ke-13 di liga, terendah yang pernah ada. Firouz Karimi dipecat pada Mei 2008, dan Amir Ghalenoi dipekerjakan kembali pada Juli 2008. Dia dengan cepat berkumpul kembali, dan Piala Hazfi terbukti menjadi hobi yang berharga, karena Esteghlal menjadi juara setelah mengalahkan Pegah Gilan 3-1, sehingga memenangkan Liga Champions setelah absen dua tahun. Di musim penuh pertama Gallenova, dan hanya di musim keduanya bersama Esteghlal, ia memimpin tim ke Kejuaraan Liga Pro Iran, memimpin tim dalam jumlah gol, di depan Zob Ahan. Namun, setelah tersingkir di penyisihan grup Liga Champions AFC, Galloenoy mengundurkan diri.

Samad Marfavi (Samad Marfavi) mengambil alih Esteghlal (Esteghlal) untuk kedua kalinya; Marfavi (Marfavi) memimpin tim ke tempat ketiga di liga pada musim 2009-10 dan di Liga Champions AFC Dia memimpin tim di tempat terakhir. 16 dan kalah dari Al Shabab Arab Saudi dengan skor total 2-3. Pada musim semi 2010, Marfavi memperpanjang kontraknya satu tahun lagi, namun anehnya beberapa hari kemudian, ia mengundurkan diri. Kali ini Esteghlal beralih ke Parviz Mazloumi, mantan pemain Esteghlal di tahun 1980-an. Selama dua tahun di Esteghlal, ia memimpin tim ke posisi kedua dan ketiga di liga, serta trofi Piala Hazfi 2012. Setelah kalah 0-2 dari rekan senegaranya Sepahan di babak 16 Liga Champions AFC, Mazloumi dipecat oleh klub dan Amir Ghalenoi menguasai Esteghlal untuk ketiga kalinya.

Era baru dimulai dengan tahun yang menyenangkan di Esteghlal, ketika mantan pemain Aston Villa Jlloyd Samuel dan kapten timnas Iran Javad Nekounam bergabung dengan tim. Dengan bantuan para pemain ini, Gallenova dengan mudah memimpin Esteghlal memenangkan gelar liga dengan mudah di musim pertamanya. Tim juga mencapai semifinal Piala Hazfi sebelum kalah dari Sepahan. Tahun ini juga ditandai dengan memasuki babak semi final AFC Champions League, mereka bertemu dengan Seoul Football Club Korea Selatan. Setelah kalah 0-2 di leg pertama, Estaghlal menghadapi tugas yang berat. Mereka kembali ke Azadi Stadium dengan percaya diri, namun akhirnya kalah 2-4 dari Seoul dengan skor total.

Namun musim berikutnya Galinoy dan timnya kecewa. Di laga terakhir ada peluang merebut gelar liga, Esteguilar kalah 1-3 dari traktor Sazi, turun ke peringkat lima dan mundur dari Liga Champions. Esteghlal juga dikalahkan oleh Mes Kerman di semifinal Piala Hazfi. Untuk menyelesaikan tahun-tahun sulit Esteghlal, tim gagal mencapai babak sistem gugur Liga Champions AFC dan peringkat ketiga di babak grup. Penampilan Amir Ghalenoi meraih gelar “Umum” oleh fans klub.

Setelah Esteghlal kalah dari Zob Ahan di final Piala Hazfi pada 29 Mei 2016, Parviz Mazloomi dipecat dan digantikan oleh mantan pemain Naf Tehran dan pelatih kepala Alireza Mansourian pada 1 Juni 2016. Naft Teheran berhasil menembus perempat final. Klub juga mengeluarkan larangan transfer atas hutang Adil Chihi yang masih tertunggak pada musim dingin 2017. Pada 7 Februari 2017, Esteguilar mengalahkan klub Qatar Al Sadd dan melaju ke babak grup Liga Champions AFC 2017. Esteguire mencetak 6 gol di perempat final Liga Champions AFC 2017. -1 mengalahkan Al Ain dan tersingkir.

Mansourian telah menjadi pelatih kepala Esteghlal hingga minggu ke 7 dari musim Liga Profesional Teluk Persia 2017-18. Mansourian mengundurkan diri setelah hanya mencetak 5 poin dalam 7 pertandingan dan peringkat ke-16. Pada 1 Oktober 2017, pelatih Jerman Winfried Schäfer ditunjuk sebagai manajer baru Esteghlal Tehran, menggantikan Alireza Mansourian. Dia dipecat pada musim semi 2019 dan Farhad Majidi menggantikannya, tetapi dipecat pada akhir musim. Pada Juni 2019, pelatih Italia Andrea Stramaccioni ditunjuk sebagai pelatih Esteghlal, namun karena kebangkrutan finansial, ia meninggalkan klub pada Desember 2019.

Mari Kita Cari Tahu Siapa Seyyed Ashkan Dejagah Ini Di Dalam tehran

Mari Kita Cari Tahu Siapa Seyyed Ashkan Dejagah Ini Di Dalam Tehran

naftclub.comMari Kita Cari Tahu Siapa Seyyed Ashkan Dejagah Ini Di Dalam Tehran. Seyed Ashkan Dejagah (Persia: سیداشكاندژآگه, lahir 5 Juli 1986), dikenal sebagai Ashkan Dejagah, adalah pemain sepak bola profesional Iran. Dia adalah kapten tim sepak bola nasional Iran dan gelandang untuk Iranian Tractor Club.
Dia mewakili tim muda Jerman dari 2001 hingga 2009 dan memenangkan Kejuaraan Sepak Bola Eropa U-21 UEFA pada tahun 2009. Dia telah bermain untuk tim nasional Iran sejak 2011, membantu mereka lolos ke Piala Dunia 2014, Piala Asia 2015 dan Piala Dunia FIFA 2018, meskipun dia tidak memiliki pertandingan sebelumnya.

Pada 2015, Dejaga terpilih sebagai gelandang kiri terbaik di Iran di antara penggemar Navad.
Dejagah melakukan debut profesionalnya untuk Hertha BSC di Bundesliga 2004-05. Pada 2007, ia bergabung dengan VfL Wolfsburg dan memenangkan gelar Bundesliga pada musim 2008-09. Pada 2012, ia bergabung dengan klub Fulham di Liga Utama Inggris di London dengan kontrak tiga tahun sebesar 2,5 juta euro.

pemuda

Dejagah lahir di Teheran, Iran, dan pindah ke Berlin, Jerman saat dia berumur satu tahun. Ia menjadi warga negara Jerman pada usia 16 tahun. Dari 2001 hingga 2009, ia bermain untuk tim nasional muda Jerman dan memenangkan Kejuaraan U-21 Eropa UEFA 2009.

Karier klub

Herta

Dejagah melakukan debut profesionalnya untuk Hertha BSC di pertandingan pertamanya melawan VfL Bochum di pertandingan pertama Bundesliga 2004-05. Dalam satu-satunya penampilan tim tahun itu, ia bermain imbang 2-2 dalam lima menit terakhir pertandingan. Pemain termuda dalam tim telah bermain untuk klub sejak didirikan pada tahun 1892. Selama tiga tahun di Hertha, dia juga berpartisipasi di liga regional. Meskipun ia memulai sebagai bek tengah, ia dengan cepat dipromosikan menjadi striker dan menjadi pencetak gol terbanyak tim pada musim 2005-06 dengan 12 gol dan 23 penampilan.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Ali Daei

Manajer Hertha, Falko Götz (Falko Götz) secara bertahap memberi kepercayaan kepada orang-orang muda pada De Jaga. Dia secara bertahap memberi orang-orang muda waktu untuk berpartisipasi di Bundesliga dan berpartisipasi dalam tiga Piala UEFA di musim 2005-06. Pertandingan, musim berikutnya, dimainkan di Piala FIFA melawan Moskow.

Wolfsburg

Pada 2007, Dejagah bergabung dengan VfL Wolfsburg. Di musim pertamanya di Wolfsburg, ia menunjukkan bakatnya dengan mencetak 8 gol, dan di musim kedua, ia menjadi anggota reguler tim juara Bundesliga.Pada musim 2009-10, setelah Armin Veh terpilih sebagai manajer klub, ia kehilangan tempatnya di lineup awal dan tidak dapat kembali ke lini depan tim Steve McClaren. Dengan kembalinya Felix Magath, ia menemukan bentuknya sendiri dan memantapkan peran utamanya di musim 2011-12 dengan mencetak dan membantu klub dalam mencapai banyak gol.

Setelah Dejagah mengungkapkan keinginannya bergabung dengan Fulham Football Club untuk mewujudkan impian masa kecilnya bermain di Liga Inggris, Magath mengungkapkan harapannya agar Dejagah bisa bertahan di Wolfsburg. Namun, dia kemudian mendukung keinginan para pemain untuk bermain di Fulham. Dejaqa menyelesaikan karir Bundesliga dengan 19 gol dan 25 assist.

Fulham

Musim 2012-13

Pada 31 Agustus 2012, De Jaga dan Fulham menandatangani kontrak tiga tahun dengan opsi tambahan, dilaporkan 2,5 juta euro Dia dan mantan rekan setimnya di Wolfsburg Sasha · Sascha Riether bersatu kembali. Ia menjadi orang Iran ketiga yang berpartisipasi di Liga Premier setelah Andranik Teymourian dan Karim Bagheri. Dia melakukan debutnya di liga pada 20 Oktober, mengalahkan Aston Villa 1-0 di kandang, dengan 20 menit tersisa di bangku cadangan untuk Fulham. Pada 10 November, kurang dari sebulan setelah debutnya, ia bermain imbang dengan pertandingan pertama Arsenal 3 sampai 3, dan assist pertamanya adalah pada Hari Tahun Baru untuk Tahun Baru Dimitar Berbatov. Pertandingan itu mengalahkan West Bromwich Albion 2-1.

Musim 2013-14

De Jaga memainkan pertandingan pertama musim ini untuk Fulham dalam kekalahan Piala Liga atas Burton Albion, dan memulai pertandingan pertama musim ini melawan Manchester United pada 2 November. Pada 4 Desember, dalam pertandingan pertama René Meulensteen sebagai manajer, Dejagah mencetak gol pertamanya untuk Fulham melawan Tuttenham Hotspur. Sebuah gol. Pada 14 Januari, De Jaga mencetak gol dan membantu Darren Bent dalam pertandingan Piala FA melawan Norwich City.

Pada 22 Februari, Dejagah kembali mencetak gol di West Bromwich Albion dalam pertandingan pertama agennya, kali ini dengan mantan pelatihnya Felix Magath di Wolfsburg. Pada 15 Maret, Dejagah (Dejagah) bermain melawan Newcastle United (Newcastle United) delapan menit dari bangku cadangan untuk mencetak gol kejuaraan untuk gol keempatnya di Fulham. Pada 30 Maret, dia mencetak gol yang sama melawan Everton, memotong kaki kanannya dan menembak dari luar kotak 18 yard. Setelah bermain melawan Hull City pada 26 April, dia dinobatkan sebagai kandidat terbaik untuk pertandingan tersebut. Di akhir musim, Dejaga terpilih sebagai pemain terbaik Fulham oleh fans.

Arab

Pada 29 Juli 2014, Dejagah bergabung dengan Al-Arabi Qatar Club. Di musim pertamanya bersama Al-Arabi, Dejagah mencetak 5 gol dalam 24 pertandingan dan membantu Al-Arabi finis kedelapan. Dejagah mencetak gol pertama musim 2015-16 dalam kekalahan 4-1 Al-Arabi dari Al-Mesaimeer pada 9 Desember 2015. Dejagah terpilih sebagai pemain Al-Arabi terbaik musim 2015-16. Meskipun demikian, anggota dewan baru klub masih bekerja keras untuk membuatnya menonjol. Pada Juli 2016, Dejagah dikaitkan dengan keajaiban pinjaman klub Jerman Hertha BSC dan klub Inggris Watford.

Setelah dua tahun bersama Al Arabi, Dejagah ditarik dari klub pada 16 September 2016. AlArabi tidak dapat meminjamkan Dejagah, dan pada Januari 2017, setelah mencapai kesepakatan dengan klub, Dejagah dibebaskan.

Kembali ke Wolfsburg

Pada 30 Januari 2017, Dejagah menandatangani kontrak enam bulan dengan mantan timnya VfL Wolfsburg. Nomor punggungnya adalah 25. Namun, tak lama setelah bergabung dengan Wolfsburg, De Jaga mengalami cedera hamstring dan bermain cukup lama. Dejagah kembali ke medan perang dengan VfL Wolfsburg II pada 29 April 2017. Bermain 45 menit dalam kemenangan 3-0 mereka.
Dejagah melakukan debut tim kompetitifnya di leg pertama play-off degradasi melawan Eintracht Braunschweig pada 25 Mei 2017. Dia masuk dari bangku cadangan saat Wolfsburg memenangkan pertandingan 1-0 di babak kedua. Ia pun tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua di babak kedua, dan Wolfsburg sekali lagi memenangkan pertandingan 1-0. Pada Juni 2017, Wolfsburg mengumumkan bahwa Dejaga akan meninggalkan klub dan tidak akan kembali pada musim 2017-18.

Nottingham Forest

Pada 31 Januari 2018, Dejagah bergabung dengan klub juara EFL Nottingham Forest dengan kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2017-18. Dia melakukan debutnya melawan mantan klubnya Fulham pada 3 Februari dan tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua setelah kalah 2-0. Pada 14 Februari, pelatih Iran Carlos Queiroz mengumumkan di Facebook-nya bahwa De Jaga telah menjalani operasi.
Dia dibebaskan oleh Forest pada akhir musim 2017-18.

traktor

Pada 2 Agustus 2018, Dejagah menandatangani kontrak tiga tahun dengan Tractor di Liga Profesional Iran.

Karier internasional

Jerman

Pada tahun 2004, ketika direkrut ke tim Jerman U-19, Dejagah mencetak 7 gol dalam 15 pertandingan internasional, termasuk 2 gol melawan Belanda dalam kekalahan 2-0 dari tim Belanda. Pada 2005, dia diundang bermain untuk timnas Jerman U-21. [36]

Pada Oktober 2007, Dejagah menolak untuk berpartisipasi dalam pertandingan internasional U-21 antara Jerman dan Israel di Tel Aviv. Dia mengutip “alasan yang sangat pribadi” dan mengungkapkannya dalam berbagai cara:

Baca Juga: Sejarah Perkembangan A.C. Milan, Tim Serie A Italia

“Ada alasan politik. Semua orang tahu bahwa saya orang Jerman-Iran”, “Saya memiliki lebih banyak keturunan Iran dalam darah saya daripada darah Jerman. Selain itu, saya menghormati saya. Bagaimanapun, orang tua saya adalah orang Iran.”; Dan “Saya orang Iran.”; Dan “Saya orang Iran.” tidak melawan Israel. Tapi saya khawatir saya akan mendapat masalah ketika saya bepergian ke Iran nanti. “Bild (surat kabar terlaris Jerman), Ronald Pofalla dan Friedbert Pflüger (sekretaris jenderal dan anggota terkenal Liga Demokratik Kristen) dan Charlotte Knobloch (Ketua Komite Sentral Yahudi Jerman) meminta Dejagah dikeluarkan dari tim nasional Jerman.

Dalam wawancara dengan Stern, Dejagah mengatakan bahwa dia memilih untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi Israel karena sejak Revolusi Iran, orang Iran yang bepergian ke Israel telah dihukum berat oleh pemerintah Iran dan dipenjara selama beberapa tahun. Dia menentang pergi ke Israel, Israel . Orang Iran dan kerabat lainnya yang tinggal di Iran. Dia juga mengatakan bahwa karena alasan pribadi, anti-Semit atau politik rasis, dia tidak membuat pilihan. Sejak revolusi, pemerintah Iran telah memperingatkan atlet Iran untuk tidak bepergian ke Israel atau bersaing dengan atlet Israel.

Setelah bertemu dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman Theo Zwanzig dan Direktur Teknik Nasional Matthias Somer, Dejag mengatakan bahwa alasannya adalah karena dia mengkhawatirkan kesejahteraan keluarga dan kerabatnya, karena dia berasal dari Iran., Jadi dia ingin berpartisipasi di dalamnya. sebuah kompetisi. Di Israel, oleh karena itu, ia tidak dikeluarkan dari timnas Jerman. Zwanzig berkata: “Dia menjelaskan bahwa permintaannya untuk tidak dicalonkan dalam kompetisi Israel tidak memiliki latar belakang rasis atau anti-Semit.

Dia meyakinkan kami bahwa sebagai orang Iran, dia hanya peduli pada kesejahteraan. Keluarga dan kerabat. Zwanziger menambahkan jika terpilih, Dejagah kini siap bermain di kandang sendiri di Israel. Tujuh tahun kemudian, pada bulan April 2014, Dejagah memberikan pidato tentang masalah tersebut, mengatakan: “Sudah lama sekali; sudah berlalu. Ya, ini telah membantu saya tumbuh, tetapi sekarang saya hanya melihat ke masa depan.” Pada tahun 2009, Dejagah memenangkan Kejuaraan Eropa U-21 UEFA 2009 bersama Jerman dan mencetak gol dalam pertandingan grup melawan Finlandia.

Iran

Seseorang menyarankan bahwa Dai Jaga mungkin bermain untuk Iran daripada Jerman secara internasional, tetapi dia mengatakan dia tidak pernah benar-benar mempertimbangkan opsi ini. Setelah bermain untuk Jerman pada usia 21 tahun, dia awalnya tidak lagi memenuhi syarat untuk bermain untuk Iran. Namun, perubahan aturan FIFA pada Juli 2009 membuat dia bisa bermain untuk Iran. Pada akhir Desember, pelatih Iran Afshin Ghotbi meminta bantuan Dejagah tentang masalah bermain untuk Iran di Piala Asia AFC 2011 di Qatar, tetapi dia Menolak karena dia ingin fokus bermain sepak bola lini pertama dengan klub VfL Wolfsburg.

Pada 21 September 2011, Carlos Queiroz (Carlos Queiroz) mengundangnya untuk berpartisipasi di timnas Iran. Pada 29 Februari 2012, ia mencetak dua gol untuk debut Iran melawan Qatar di kualifikasi Piala Dunia melawan Qatar. Setelah lolos ke kualifikasi Piala Dunia 2014, tujuan internasional berikutnya adalah mengalahkan Thailand dan Lebanon di kualifikasi Piala Asia pada 15 dan 19 November, sehingga memastikan keberhasilan Iran di posisi Piala Asia 2015. Dejagah dinobatkan sebagai skuad Piala Dunia FIFA Iran 2014 oleh Carlos Queiroz.

Dia melakukan perjalanan ke Iran pada pertandingan pertama melawan Nigeria tetapi digantikan oleh Alireza Jahanbakhsh pada menit ke-73. Dalam pertandingan berikutnya melawan Argentina, Bosnia dan Herzegovina, dia juga bermain masing-masing 85 menit dan 68 menit. Carlos Queiroz mengundangnya untuk berpartisipasi di Piala Asia AFC 2015 Iran pada 30 Desember 2014.
Pada 12 November 2015, setelah kapten Andranik Teymourian diskors, Dejagah menjabat sebagai kapten tim nasional untuk pertama kalinya dan mencetak gol dalam kemenangan 3-1 atas Turkmenistan.

Dia adalah finalis tim Iran di Piala Dunia FIFA 2018 Rusia, tetapi karena Iran tersingkir di babak penyisihan grup, dia tidak berpartisipasi dalam kompetisi apa pun. Pada 26 Desember 2018, Dejagah terpilih sebagai anggota tim Iran untuk Piala Asia AFC 2019. Ia memulai pertandingan pertama Iran di turnamen tersebut dan mencetak gol saat menang 5-0 di Yaman. Mengambil bola kedua.

kehidupan pribadi

Selama di Fulham, Dejagah tinggal bersama istri dan putrinya di London, Inggris, dan namanya tertulis di bagian luar sepatu Nike Mercurial miliknya. Dia memiliki tato di lengannya, Berlin di lengannya, Teheran di sisi lain, dan kata-kata “Jangan pernah lupa dari mana asalmu” di lehernya. Istrinya adalah orang Azerbaijan dan dibesarkan di Baku.
Pada Mei 2014, Dejagah menyumbangkan profil DNA-nya untuk melakukan penelitian ilmiah tentang cedera dan pelatihan terkait olahraga.

Fulham Football Club adalah klub sepak bola profesional berbahasa Inggris yang berlokasi di Fulham, London. Mereka saat ini berpartisipasi di Liga Premier, yang merupakan level tertinggi dari sistem Liga Sepak Bola Inggris. Mereka didirikan pada tahun 1879 dan merupakan klub sepak bola profesional tertua di London.
Klub ini telah menghabiskan 27 musim di divisi teratas sepak bola Inggris, yang sebagian besar berlangsung pada 1960-an dan 2000-an.

Setelah klub naik dari tingkat keempat pada 1990-an, periode terakhir terkait dengan mantan ketua Mohamed Al-Fayed (Mohamed Al-Fayed). Fulham mencapai dua final besar: Pada tahun 1975, mereka kalah dari West Ham United 2-0 di final Piala FA dengan rekor 2-0; pada tahun 2010, mereka mengalahkan Madrid di final Liga Europa. Kompetitif melawan, kalah dari Malaysia 2- 1 di lembur.

Pesaing utama Fulham adalah Klub Chelsea London Barat, Queens Park Rangers dan Brentford. Klub mengadopsi kemeja putih dan celana pendek hitam sebagai perlengkapan pada tahun 1903 dan telah menggunakannya sejak saat itu.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Ali Daei

naftclub.comMengenal Lebih Jauh Tentang Ali Daei. Ali Daei (Persia: diucapkan [ʔæliːdɑːjiː] untuk suara ini; lahir 21 Maret 1969), mantan pemain sepak bola profesional Iran, manajer sepak bola dan pengusaha. Dia adalah seorang penyerang, Dia adalah kapten tim sepak bola nasional Iran dari tahun 2000 hingga 2006 dan bermain untuk Armenia Bielefeld, Bayern Munich dan Hertha Berlin di Bundesliga.

Penyerang tinggi, Ali Daei adalah penembak yang produktif dan dikenal karena akurasi sundulan dan kemampuan udaranya. Dia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola pria internasional, mencetak 109 gol untuk Iran, sebuah prestasi yang masuk dalam daftar Rekor Dunia Guinness. Selama karirnya, Dayei diangkat sebagai UNICEF Goodwill Ambassador pada tahun 2001. Setelah pensiun, Dayong menjabat sebagai anggota Komite Sepak Bola FIFA dari 2007 hingga 2013. Pada 2014, ia terpilih menjadi Hall of Fame Sepak Bola Asia.

Karier klub

Tahun-tahun awal

Daiei lahir di Ardabil, Iran. Daiei lulus dari Universitas Teknologi Sharif dengan gelar sarjana di bidang teknik material (metalurgi). gelar. Dia bermain untuk klub kampung halamannya Esteghlal Ardabil ketika dia berusia 19 tahun. Klub selanjutnya adalah Tasirani Football Club yang bermain semusim di Teheran kemudian bergabung dengan klub lain yaitu Bank Tejarat F.C. yang bermarkas di Teheran. Dia menghabiskan empat tahun di Bank Tejarat, memainkan 75 pertandingan untuk klub dan mencetak 49 gol. Ketenaran Daiei sebagian besar karena kemampuannya mencetak gol yang terkenal.

Pindah ke Eropa

Setelah bermain untuk beberapa tim liga kecil seperti Tahirani dan Tagalat Bank, Inggris bergabung dengan salah satu tim papan atas negara itu pada tahun 1994. Persepolis mengikuti penampilannya yang luar biasa di Piala Asia 1996. Saat itu Armenia Bielefeld bergabung dengan Bundesliga, dan mereka menandatangani kontrak dengan Inggris Raya dan timnya. Rekan setim timnas Iran Karim Bagheri (Karim Bagheri). Daiei menjadi pemain Asia pertama yang tampil dalam pertandingan Liga Champions UEFA.

Baca Juga: Awal Mula Liga Provinsi Tehran Dan Pemain Terkenal Tehran

Tetapi di Bavaria, dia mendapati dirinya dalam kondisi yang rendah. Ditambah dengan jadwal timnas Iran, Daei hampir tidak punya waktu untuk ikut pertandingan. Daiei tidak puas dengan posisinya di klub dan memutuskan untuk pindah ke Hertha BSC sebelum berakhirnya kontrak tiga tahun, ketika Bayern memenangkan gelar Bundesliga 1999. Pada 21 September 1999, ia berada di Liga Champions UEFA. Mencetak golnya Gol pertama dan gol kedua Pada pertandingan grup melawan Chelsea, Herta memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Dia juga bermain imbang 1-1 dengan A.C. Milan di San Siro. Tetapi bahkan di Hertha, dia bukanlah pemain yang sangat penting, karena dia hanyalah salah satu dari banyak pemain sukses tim, dan mereka akan mewujudkan impian Hertha di Bundesliga dan Liga Champions UEFA.

Kembali ke Asia

Daiei bermain melawan lawan kelas dunia di banyak pertandingan persahabatan antar benua, tetapi masih tidak bisa mempertahankan posisi stabil di lineup awal klub. Pada tahun 2001, dia belum pernah menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di kualifikasi Asia, dan dia juga belum berhasil memimpin tim sebagai kapten Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dia bergabung dengan Liga UEA pada usia 34 dan menandatangani Al-Shabab sebagai agen bebas. Pada tahun 2003, Dayei meninggalkan tim UEA dan bergabung dengan tim lamanya di Teheran di Persepolis.

Inggris Raya pindah dari Persepolis ke Saba Battery dengan kontrak sepele sekitar US $ 300.000. Dia menghabiskan dua tahun di Saba Battery, mencetak 23 gol, memenangkan Piala Hazfi dan berpartisipasi di Liga Champions Asia. Setelah Piala Dunia FIFA 2006 dan manajer baru Saba Battery, Farhad Kazemi, tiba, dia mengumumkan bahwa dia tidak lagi diminta untuk bergabung dengan tim dan bahwa dia tidak akan memperbarui kontraknya. Meskipun rumor pensiun, ia menandatangani kontrak dengan klub terkait industri lainnya dari Saipan, Teheran pada 1 Agustus 2006.

Pada 6 Maret 2007, Ali Daei didenda $ 2.000 dan diskors selama 4 pertandingan oleh Federasi Sepakbola Iran. Pada 28 Mei 2007, setelah Sepa memenangkan Piala Teluk Persia 2006-07 dalam pertandingan dengan Metz Kerman, Daiei mengumumkan pengunduran dirinya dan keluar dari klub sepak bola. Dia akan fokus pada karir kepelatihannya.

Karier internasional

Pada 6 Juni 1993, Daiei diundang untuk berpartisipasi dalam tim Meli di Kejuaraan Piala ECO di Teheran, di mana dia mewakili Iran melawan Pakistan untuk pertama kalinya. Dia terus berpartisipasi dalam kompetisi tim nasional dan terpilih sebagai pencetak gol terbanyak dalam kualifikasi Final Piala Dunia FIFA 1994 dengan 4 gol dalam 5 pertandingan.

Meski mendapat kritikan, Daiei berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2006, namun kritik tersebut lebih ditujukan pada kesehatannya dan ketidakmampuan para pemain mudanya untuk berperan di Piala Dunia. Dalam kasus media Iran menyerukan pengunduran diri, Ali Daei telah mempertahankan posisi tim Meli dan membantah bahwa dia terlalu tua untuk bermain untuk tim tersebut.

kehidupan kampus

Tim Daiei memimpin tim sepak bola Universitas Islam Azad di World University Games 2007 dan memenangkan hat-trick dan medali emas di final melawan Universitas Osijek.

Kursus les

Pada Summer Universiade 2007, Daiei bertanggung jawab atas pelatih kepala tim nasional pelajar Iran. Di World University Games 2009, ia menjabat sebagai manajer teknis tim Universitas Islam Azad.

Karier manajemen

Sepa

Pada 8 Oktober 2006, pelatih Sepa Werner Lorant (Werner Lorant) dari Jerman ditunjuk sebagai manajer sementara Sepa. Selanjutnya, dia secara resmi diumumkan sebagai manajer penuh waktu. Pada 28 Mei, Sepa memenangkan Piala Teluk Persia di musim pertama tim Inggris. Setelah memasuki musim kedua sebagai manajer Daei (Daei), dia melepaskan posisinya sebagai juara saat ini dan tetap berada di luar lapangan secara penuh. Performa Battle of Sepa 2007-2008 tidak sebaik timnya menempati peringkat ke-11 dari 18 tim liga profesional Iran. Namun, Daiei membawa Saipa ke tempat kelahiran perempat final Liga Champions Asia, dan kemudian pergi untuk mengambil alih sebagai manajer penuh waktu tim sepak bola nasional Iran.

Tim sepak bola nasional Iran

Pada tanggal 2 Maret 2008, IRIFF secara resmi menunjuk Ali Daei sebagai pelatih kepala baru tim Melli. Meskipun Daiei mengakui bahwa penunjukannya sebagai kapten tim nasional Iran “tidak disengaja”, ia menolak untuk meninggalkan pekerjaan kepelatihannya saat ini di Sepa Football Club dan oleh karena itu mengejar karir manajemen ganda sampai Sepa memasuki perempat final Juara Asia. League. Setelah meninggalkan Sepa. Meskipun Daiei mendorong rekor Iran ke level 16-6-3 yang terhormat, kekalahan ketiganya melawan tim Arab Saudi pada 28 Maret 2009 terbukti menjadi pukulan terakhir, yang terakhir di Teheran. Kalah dari Iran 1-0.

Selama masa jabatannya sebagai pelatih tim nasional, tim Iran mencapai kualifikasi Piala Dunia terlemah yang pernah ada, hanya memenangkan satu kemenangan dalam lima pertandingan WCQ. Setelah kalah di kualifikasi Piala Dunia 2010, Daiei dipecat sebagai pelatih kepala usai pertandingan. Saat memperkenalkan banyak pemain baru seperti Gholamreza Rezaei dan Ehsan Hajysafi, tim Daei kerap bimbang tentang siapa yang akan diundang ke pertandingan tersebut. Selain itu, banyak kritikus menunjukkan bahwa skor Daiei yang buruk dan kelemahan pertahanan sentral yang belum terselesaikan adalah alasan kejatuhannya.

Persepolis

Pada tahun 2009, Daei menolak tawaran pekerjaan manajer Rah Ahan. Secara umum diyakini bahwa Daiei dapat menjadi jalur berikutnya untuk posisi kepelatihan Persepolis, tetapi klub memilih Zlatko Kranjčar. Pada 28 Desember 2009, Daiei terpilih sebagai pelatih Persepolis. Pada akhir musim 2009-10, Persepolis menduduki peringkat keempat di liga, namun mereka berhasil memenangkan Piala Hazfi. Di final Piala Hazfi, Persepolis mengalahkan klub Liga Azadegan Gostaresh Foolad Tabriz (Gostaresh Foolad Tabriz) dengan total skor 4-1 untuk menjuarai Liga Champions AFC 2011.

Baca Juga: Biografi Diego Maradona

Pada musim 2010-11, Persepolis menduduki peringkat keempat di liga dan tersingkir pada penyisihan grup Liga Champions AFC 2011, namun di penghujung musim, Persepolis berhasil mengalahkan lawannya Sepahan, Foolad dan Malavan yang kemudian menjuarai Hazfi 2010-11. Cangkir. Banyak orang menentang Daiei selama Persepolis, termasuk Ketua Habib Kashani. Setelah konflik dengan Kashani, dia mengumumkan bahwa “Saya tidak akan lagi bekerja sama dengan Kashani.”. Pada 20 Juni 2011, Panitia Teknis Persepolis kembali menunjuk Daiei sebagai pelatih kepala Persepolis, namun ia mengundurkan diri pada 21 Juni. Pada hari itu, panitia teknis memilih Hamid Estili sebagai penerus Daiei.

Selama berada di Persepolis, Daei membesarkan banyak anak muda, seperti Hamidreza Ali Asgari dan Saman Aghazamani, sementara pemain lain (seperti Hadi Norouzi dan Maziar Zare) juga terpilih masuk tim Melli berkat Daei. Meski banyak tantangan dan kesulitan seperti fan leader dan club chairman Kashani menghambat perkembangan Daiei, Persepolis dinobatkan sebagai juara Hazfi Cup selama dua tahun berturut-turut, dan para fans sendiri selalu bangga. Cheer up, tapi di saat yang sama mereka tidak bahkan tidak mendukung pemain mana pun. Di bawah asuhan Daiei, Persepolis meraih trofi beruntun untuk pertama kalinya dalam 13 musim.

Rahan

Pada 14 Juli 2011, Daiei menandatangani kontrak satu tahun sebagai pelatih kepala Rah Ahan. Pada pertandingan pertama pelatih kepala Rah Ahan, dia dan Zob Ahan mencetak 2-2. Di musim pertamanya sebagai pelatih kepala Rah Ahan, dia memimpin klub itu ke posisi 11.

Di musim 2012-13, Ali Daei menggunakan banyak pemain muda, seperti Mojtaba Shiri dan Omid Alishah, sementara Rah Ahan (Rah Ahan) menyelesaikan musim dengan posisi 8, yang merupakan hasil terbaik klub sejak 1937.

Karena popularitas Daiei, lebih banyak orang mulai menonton pertandingan Rah Ahan, dan Daiei mengalahkan mantan klubnya Persepolis untuk tahun kedua berturut-turut.

Terlepas dari rumor bahwa Daiei akan meninggalkan Rah Ahan ke klub lain seperti Persepolis atau Tractor, dia memutuskan untuk tetap di klub “untuk membangun tim yang memenuhi syarat untuk Liga Champions AFC.” “. Namun, kontraknya diputus pada 20 Mei 2013, yang menjadikannya sebagai pelatih kepala Persepolis.

Kembali ke Persepolis

Setelah lama bernegosiasi, ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada 20 Mei 2013 dan menjadi pelatih kepala Persepolis. Ini adalah rekrutan keduanya bersama Persepolis, dan ini adalah kepulangannya ke tim tuan rumah setelah dua musim. Ia resmi memulai permainan di Persepolis pada 1 Juni 2013. Pertandingan pertamanya melawan traktor, dan Persepolis memenangkan gol dari Mehdi Said Salish dengan gol 1-0. Pada akhir tahun pertama di Persepolis, timnya memenangkan runner-up, 2 poin lebih sedikit dari sang juara Vlad. Setelah awal yang buruk di musim 2014-15, dia dipecat pada 10 September 2014.

Saba Qom

Pada 1 Juli 2015, Dayei menjadi pelatih kepala Saba Qom dan menandatangani kontrak dua tahun. Dalam dua musim Saba, ia menduduki peringkat kesembilan dan ketujuh di Liga Profesional Teluk Persia. Karena kepemilikan Saba yang tidak pasti, dia meninggalkan Saba beberapa minggu sebelum dimulainya musim 2016-17.

Teheran Utara

Daiei menandatangani kontrak dua tahun pada 5 Juli 2016 untuk menggantikan Alireza Mansourian dan menjadi manajer Tehran Naft. Dia memimpin Naft ke Piala Hazfi, tetapi meninggalkan klub pada akhir musim.
Kembali ke Sepa
Dayei menjadi manajer Sepa pada 14 Mei 2017. Dia memulai karir kepelatihannya pada 2006 dan memimpin mereka menjadi juara liga pada 2007. Dia memimpin klub selama dua musim dan dipecat pada akhir musim 2018-19.

kehidupan pribadi

Jurnalis Iran Camelia Entekhabifard menulis dalam memoarnya bahwa dia menikah dengan Daiei pada musim gugur 1997, tetapi mereka berpisah.

Kewirausahaan Bisnis dan Filantropi

Dayong memiliki perusahaan manufaktur seragam sepak bola sendiri, sebuah perusahaan pakaian dan peralatan bernama Dayong Sports, yang memproduksi pakaian olahraga untuk klub olahraga di berbagai bidang di Iran dan klub di seluruh dunia. Perusahaannya juga membuat kaus untuk timnas. Dia memberikan sumbangan amal yang sangat penting dan berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola amal di seluruh dunia (menampilkan pertandingan “Perang Dunia Bosnia” dengan Roberto Baggio dan lainnya).

Dia juga muncul dalam iklan UNICEF bersama David Beckham dan Madeleine Albright, dan sering berkolaborasi dengan organisasi tersebut.

Band Inggris tampil untuk Mandela dalam 90 menit pada 18 Juli 2007. Ini adalah pertandingan antara kesebelas Afrika dan seluruh dunia untuk merayakan ulang tahun Nelson Mandela. Daying bermain sekitar 10 menit dalam pertandingan 3-3.

agama

Dayei adalah seorang tokoh religius. Saat bermain untuk Bayern Munich, ia menolak memegang segelas bir untuk iklan Edinger karena Islam melarang penggunaan minuman beralkohol.

kecelakaan

Pada 17 Maret 2012, ketika Daiei dan saudara laki-lakinya berkendara kembali ke Teheran dari Isfahan, mobilnya terbalik. Sebelum kecelakaan itu, Rah Ahan timnya dikalahkan oleh Sepahan. Inggris kemudian dipindahkan ke rumah sakit dekat Kazan. Petugas media Rah Ahan (Rah Ahan) Hossein Ghadousi (Hossein Ghadousi) mengatakan: “Tanda-tanda vital Inggris dalam keadaan stabil, saat ini tidak dalam bahaya serius akibat kecelakaan itu.”

Keesokan harinya, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Lalai di Teheran.

Pernyataan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan: “AFC berharap legenda Iran Ali Dayong yang terlibat dalam kecelakaan mobil pada hari Sabtu, cepat sembuh dan penuh. Kami siap memberikan bantuan untuk benar-benar mewakili orang Asia. Sepak bola . Dengan pikirannya dan doa kita. “[35]

Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan di halaman Twitter pribadinya bahwa dia terkejut mendengar Daiei terluka. Dia juga mengungkapkan harapan terbaiknya untuk kesembuhan.

Pemogokan jalan

Pada November 2020, Dae Young diserang oleh dua pencuri saat mencoba mencuri kalung emasnya di Teheran. Polisi mengumumkan bahwa kedua pencuri itu ditangkap beberapa hari setelah menyerang Ali Dayong.

autobiografi

Pada tanggal 7 April 2008, Dayong mengumumkan bahwa ia telah mulai menulis otobiografinya, yang akan dirilis pada Maret 2010. Meskipun ia mengingat “kenangan pahit dan indah”, ia mengatakan bahwa ia akan “selamanya menyimpan beberapa rahasianya dalam pikiran”. “. Buku itu belum dirilis.

Tujuan internasional

Lihat pula: Daftar gol internasional yang dicetak oleh Ali Daei

Daiei dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak dunia dalam kompetisi internasional resmi Federasi Sejarah dan Statistik Sepak Bola Internasional (IFFHS). Dia mencetak 20 gol dalam pertandingan Iran tahun 1996, termasuk pertandingannya di Piala Asia 1996. 4 gol terkenal Korea Selatan Oleh Di penghujung Piala Asia 1996, dia mencetak 29 gol dalam 38 penampilan untuk Iran. Pada kualifikasi Piala Dunia 1998, ia sekali lagi menduduki puncak daftar, mencetak 9 gol dalam 17 pertandingan untuk Iran, dan pada saat itu, ia mencetak 38 gol dalam 52 penampilan untuk negaranya.

Abad tujuan internasional

Ali Daei telah bergabung dengan lingkaran pemain eksklusif dengan topi dan memiliki sejarah satu abad. Dalam kualifikasi Piala Asia melawan Lebanon di Teheran pada 28 November 2003, ia mencetak gol internasional ke-85, membuatnya mengungguli legenda Hongaria Ferenc Puskás dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah kompetisi internasional. Pada 17 November 2004, ia mencetak 4 gol dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Laos dan memberinya 102 gol, menjadikannya pemain pria pertama yang mencetak 100 gol dalam kompetisi internasional. Dia memiliki 149 tembakan yang diblok di Iran dan pada 13 September 2019, dia berada di peringkat ke-28 dalam daftar pemain dengan tembakan yang paling banyak diblok di dunia.

Awal Mula Liga Provinsi Tehran Dan Pemain Terkenal Tehran

naftclub.comAwal Mula Liga Provinsi Tehran Dan Pemain Terkenal Tehran. Liga Provinsi Teheran (sebelumnya dikenal sebagai Kejuaraan Klub Teheran) adalah liga sepak bola utama di Provinsi Teheran, peringkat ke-5 setelah divisi ke-3 dari Piramida Sepak Bola Iran. Ini adalah bagian dari rencana AFC Vision Asia.

Itu didirikan pada 1920 dan merupakan liga sepak bola tertua yang masih diadakan di Iran. Kejuaraan Klub Teheran pernah menjadi liga teratas Teheran dan Iran hingga Piala Taht Jamshid pertama kali didirikan pada tahun 1973. Pada 1970-an, kejuaraan klub Teheran kehilangan arti penting, dan hampir semua klub top Teheran berpartisipasi dalam Piala Takjt Jamshid.

Revolusi Iran 1979 menangguhkan semua liga sepak bola Iran dan piala sepak bola selama satu musim, sementara musim 1979-80 yang belum selesai pecah dalam pertandingan persahabatan antara rival terbesar Teheran Esteghlal dan Persepolis. Pada 1980-an, karena Perang Iran-Irak, tidak ada liga nasional sampai akhir perang 1988. Oleh karena itu, kejuaraan Klub Tehran sekali lagi menjadi milik Iran dan Teheran, serta hampir semua bintang dan anggota sepak bola Iran. Tim Melly berpartisipasi di liga ini.

Baca Juga: Perjalanan Tahun Esteghlal FC

Musim 1990-91 adalah musim terakhir klub-klub top Teheran berpartisipasi di liga. Musim berikutnya, mereka bergabung dengan Liga Azadegan yang baru dibentuk, sehingga kejuaraan klub Teheran berangsur-angsur menghilang dan pindah ke Level 4 Piramida Sepak Bola Iran. Iran mencapai tingkat kelima dari Piramida Sepak Bola Iran di musim 2001-02.

sejarah

Itu didirikan pada 1920 ketika Persia menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola untuk pertama kalinya. Dalam sepuluh tahun pertama, Piala Dunia FIFA terdiri dari beberapa klub Iran, termasuk klub Iran, Shahi Bank dan klub Inggris ekspatriat Inggris yang tinggal di Teheran. Pada tahun 1930-an, tim Iran yang paling sukses adalah Tofan, dan pada tahun 1940, Shahin dan Daraei menjadi lawan baru Tofan. Pada tahun 1946, Klub Bersepeda Teheran membentuk tim sepak bola, yang berganti nama menjadi Taj pada tahun 1949 dan menggantikan Anofan sebagai salah satu dari tiga klub teratas di Teheran.

Sebelumnya, Iran belum mengadakan liga nasional. Setiap provinsi di Iran memiliki liga lokalnya sendiri, dan klub sepak bola Teheran telah berpartisipasi di liga tersebut. Dalam lebih dari setengah abad, klub paling penting di Iran dan Teheran, termasuk Taj Mahal, Shaheen, Dalai, dll., Telah bersaing ketat untuk mendominasi Kejuaraan Klub Teheran, dan akhirnya masing-masing pada tahun 1967 dan 1968. Shaheen dan Dalai Lama dibubarkan pada tahun yang sama.

Pada 1980-an, akibat Perang Iran-Irak, Iran tidak mengadakan pertandingan kejuaraan nasional, sehingga Liga Sepak Bola Provinsi Teheran adalah acara terpenting dalam sejarah sepak bola Iran.

Lima pemain sepak bola Iran kelas dunia

Hubungan politik yang sengit antara Iran dan Amerika Serikat terus menarik perhatian berbagai media di seluruh dunia. Iran adalah negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya. Kawasan yang sering disebut sebagai negara persia ini pernah dikenal sebagai negara penyedia pemain sepak bola profesional kelas dunia saat itu.

Setidaknya ada banyak pemain sepak bola kelas dunia keturunan Iran. Kebanyakan dari mereka merumput di klub-klub ternama Eropa dan seringkali memainkan peran penting dalam tim mereka.

  1. Ali Daiei

Ali Daei adalah pemain tim nasional Iran dan telah bermain untuk banyak klub top seperti Saba Battery, Persepolis dan Hertha BSC (Jerman). Sejak 1988 hingga 2007 aktif di bidang sepak bola, hingga 2017 melanjutkan karirnya sebagai pelatih.

Dari 1998 hingga 1999, ia menjadi letnan dua Angkatan Udara, bermain untuk klub top Jerman Bayern Munich. Dia juga sempat mengkonsolidasikan negaranya di Piala Dunia FIFA 1998 dan Piala Dunia FIFA 2006.

Ali Daei (Persia: علیدایی, lahir pada 21 Maret 1969, umur 52) adalah seorang penyerang sepak bola Iran. Tingginya 189 cm dan bermain untuk Saba Battery Tehran Club. Dia adalah pemain tim nasional Iran. Dia mencetak 109 gol untuk negara dan bermain untuk klub Jerman Bayern Munich. Dia bermain untuk negara itu di Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2006.

Tahun-tahun awal

Daiei lahir di Ardabil, Iran. Daiei lulus dari Universitas Teknologi Sharif dengan gelar sarjana di bidang teknik material (metalurgi). gelar. Dia bermain untuk klub kampung halamannya Esteghlal Ardabil ketika dia berusia 19 tahun. Klub berikutnya adalah Tassilani Football Club, yang bermain di Teheran selama satu musim, dan kemudian bergabung dengan klub Teheran lainnya, Bank Tejarat FC. Ia menghabiskan empat tahun di Bank Tejarat, memainkan 75 pertandingan untuk klub tersebut dan mencetak 49 gol. Ketenaran Daiei sebagian besar karena kemampuannya mencetak gol yang terkenal.

Pindah ke Eropa

Setelah bermain untuk beberapa tim liga kecil seperti Tahirani dan Tagalat Bank, Inggris Raya bergabung dengan salah satu tim papan atas negara itu pada tahun 1994. Persepolis mengikuti penampilannya yang luar biasa di Piala Asia 1996. Saat itu Armenia Bielefeld bergabung dengan Bundesliga, dan mereka menandatangani sebuah kontrak dengan Inggris Raya dan timnya. Rekan setim timnas Iran Karim Bagheri (Karim Bagheri).

Daiei menjadi pemain Asia pertama yang tampil dalam pertandingan Liga Champions UEFA. Tetapi di Bavaria, dia mendapati dirinya dalam kondisi yang rendah.

Ditambah dengan jadwal timnas Iran, Dayong nyaris tidak punya waktu untuk ikut pertandingan. Daiei tidak puas dengan posisinya di klub dan memutuskan untuk pindah ke Hertha BSC sebelum kontrak tiga tahun berakhir, ketika Bayern memenangkan Bundesliga pada 1999.

Dia mencetak gol pertama dan kedua Liga Champions UEFA dalam pertandingan grup melawan Chelsea pada 21 September 1999, dan Hertha menang 2-1. Dia juga bermain imbang 1-1 dengan A.C. Milan di San Siro. Tetapi bahkan di Hertha, dia bukanlah pemain yang sangat penting, karena dia hanyalah salah satu dari banyak pemain sukses tim, dan mereka akan mewujudkan impian Hertha di Bundesliga dan Liga Champions UEFA.

Kembali ke Asia

Daiei telah bermain melawan lawan kelas dunia di banyak pertandingan persahabatan antar benua, tetapi masih tidak dapat mempertahankan posisi stabil di starting lineup klubnya. Pada tahun 2001, dia belum pernah menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di kualifikasi Asia, dia juga belum pernah memimpin tim sebagai kapten Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Dia bergabung dengan Liga UEA pada usia 34 dan menandatangani Al-Shabab sebagai agen bebas. Pada tahun 2003, Dayei meninggalkan tim UEA dan bergabung dengan tim lamanya di Teheran di Persepolis. Inggris Raya pindah dari Persepolis ke Saba Battery dengan kontrak sepele sekitar US $ 300.000.

Dia menghabiskan dua tahun dengan Saba Battery, mencetak 23 gol, memenangkan Piala Hazfi dan berpartisipasi di Liga Champions Asia. Setelah Piala Dunia FIFA 2006 dan manajer baru Saba Battery, Farhad Kazemi, tiba, dia mengumumkan bahwa dia tidak lagi diminta untuk bergabung dengan tim dan bahwa dia tidak akan memperbarui kontraknya. Meskipun rumor pensiun, ia menandatangani kontrak dengan klub terkait industri lainnya di Sebad Heran pada 1 Agustus 2006.

Baca Juga: Biografi Khabib “the Eagle” Nurmagomedov

Pada 6 Maret 2007, Ali Daei didenda $ 2.000 dan diskors selama 4 pertandingan oleh Federasi Sepakbola Iran.
Pada 28 Mei 2007, setelah Sepa memenangkan Piala Teluk Persia 2006-07 dalam pertandingan dengan Metz Kerman, Daiei mengumumkan pengunduran dirinya dari klub sepak bola dan akan fokus pada karir kepelatihannya.

  1. Seyyed Ashkan Dejagah

Ashkan Dejagah adalah pemain yang bisa berperan sebagai gelandang kanan atau penyerang utama. Saat digembalakan oleh tim Wolfsburg di Jerman, nama Ashkan dikenal luas. Setelah sekian lama berkompetisi di Bundesliga, pria kelahiran Teheran 5 Juli tahun 1986 itu sudah memutuskan untuk bergabung dengan sebuah klub Fulham pada tahun 2012 dan juga sudah mulai menorehkan sebuah prestasi di Liga Inggris.

Seyed Ashkan Dejagah (Persia: سیداشكاندژآگه, lahir 5 Juli 1986), dikenal sebagai Ashkan Dejagah, adalah pemain sepak bola profesional Iran. Dia adalah kapten tim sepak bola nasional Iran dan gelandang untuk Iranian Tractor Club.

Dia mewakili tim muda Jerman dari 2001 hingga 2009 dan memenangkan Kejuaraan Sepak Bola Eropa U-21 UEFA pada tahun 2009. Dia telah bermain untuk tim nasional Iran sejak 2011, membantu mereka lolos ke Piala Dunia 2014, Piala Asia 2015 dan 2018. Piala Dunia FIFA 2016, meski dia tidak punya pertandingan.

Pada 2015, Dejaga terpilih sebagai gelandang kiri terbaik di Iran di antara penggemar Navad.
Dejagah melakukan debut profesionalnya untuk Hertha BSC di Bundesliga 2004-05. Pada 2007, ia bergabung dengan VfL Wolfsburg dan memenangkan gelar Bundesliga pada musim 2008-09. Pada 2012, ia bergabung dengan klub Fulham di Liga Utama Inggris di London dengan kontrak tiga tahun sebesar 2,5 juta euro.

Masa Muda

Dejagah lahir di Teheran, Iran, dan pindah ke Berlin, Jerman saat dia berumur satu tahun. Ia menjadi warga negara Jerman pada usia 16 tahun. Dari 2001 hingga 2009, ia bermain untuk tim nasional pemuda Jerman dan memenangkan Kejuaraan Sepak Bola U-21 Eropa UEFA 2009.

Karier klub

Herta

Dejagah melakukan debutnya di pertandingan pertama Bundesliga 2004-05 untuk Hertha BSC melawan Bochum. Dalam satu-satunya penampilan grup tahun itu, ia mengakhiri lima menit terakhir dengan hasil imbang 2-2, menjadi yang termuda. Para pemain telah bermain untuk klub sejak didirikan pada tahun 1892.

Dalam tiga tahun Hertha (Hertha), ia juga berpartisipasi di liga regional. Meskipun ia memulai sebagai bek tengah, ia dengan cepat dipromosikan menjadi striker dan membuat 23 penampilan dengan 12 gol di musim 2005-06, menjadi pencetak gol terbanyak tim. Manajer Hertha Falko Götz (Falko Götz) secara bertahap memberi kepercayaan kepada orang-orang muda pada De Jaga. Dia secara bertahap memberi orang-orang muda waktu untuk berpartisipasi di Bundesliga dan berpartisipasi dalam tiga Piala UEFA di musim 2005-06. Pertandingan, musim berikutnya, dimainkan di Piala FIFA melawan Moskow.

Wolfsburg

Dejagah bergabung dengan VfL Wolfsburg pada tahun 2007. Di musim pertama di Wolfsburg, ia membuktikan bakatnya dengan mencetak 8 gol, dan di musim kedua, ia menjadi anggota reguler tim juara Bundesliga. Pada musim 2009-10, setelah Armin Veh terpilih sebagai manajer klub, ia kehilangan tempatnya di lineup awal dan tidak dapat kembali ke tim utama Steve McClaren.

Dengan kembalinya Felix Magath, ia menemukan bentuknya sendiri dan memantapkan peran utamanya di musim 2011-12 dengan mencetak dan membantu klub dalam mencapai banyak gol. Setelah Dejagah mengungkapkan keinginannya bergabung dengan Fulham Football Club untuk mewujudkan impian masa kecilnya bermain di Liga Inggris, Magath mengungkapkan harapannya agar Dejagah bisa bertahan di Wolfsburg. Namun, ia kemudian mendukung keinginan para pemain untuk bermain di Fulham. 19 gol dan 25 assist Dejaga mengakhiri karir Bundesliga-nya.

  1. Ali Karimi

Ali Karimi adalah pemain sepak bola Iran yang menjadi pemain terbaik Asia pada tahun 2004. Dia telah bermain di banyak klub elit termasuk Persepolis, Qatar, Carolina Selatan, dan Bayern Munich.

Pemain yang kerap mendapatkan jersey No. 8 ini tergolong gelandang ofensif efektif, mencetak setidaknya 38 gol dalam 120 pertandingan untuk timnas Iran.

Ali Karimi (Persia: Persia: ɑlikæriˈmi; lahir 8 November 1978) adalah seorang pelatih sepak bola Iran dan pensiunan pemain. Selama karirnya, ia bermain untuk Teheran, Persepolis, Dubai Ahli, Bayern Munich, Qatar SC, Steel Azin, Schalke 04, Sazi Tractor dan timnas Iran, dalam 127 pertandingan. Mencetak 38 gol dalam pertandingan tersebut. Pada tahun 2004, ia menjadi pemain Iran keempat yang memenangkan Pemain Terbaik Asia Tahun Ini. Dia mengumumkan pengunduran dirinya pada akhir musim 2013-14 dan berpartisipasi dalam pertandingan terakhir dalam 18 tahun karirnya pada 11 April 2014.

Karimi Karimi dimulai di Teheran (Fath Teheran), di mana ia memulai debutnya pada tahun 1996 pada usia 18 tahun. Dia kemudian bermain untuk Persepolis selama tiga musim, memenangkan Liga Iran dua kali dan memenangkan Piala Hazfi sekali. Pada Juli 2001, Karimi menandatangani kontrak dua tahun dengan Al-Ahli Dubai, klub liga profesional UEA.

Sebagai pemain Al-Ahli, Karimi memenangkan dua trofi dan menjadi pencetak gol terbanyak di musim 2003-04, yang merupakan prestasi luar biasa bagi para gelandang. Setelah Karimi meninggalkan klub pada usia 26 tahun pada 2005, ia pindah ke Eropa yang sangat ditunggu-tunggu untuk bermain untuk Bayern Munich. Di klub tersebut, ia relatif sukses, menjuarai Bundesliga dan DFB-Pocal pada musim 2005-06.

Kemudian dalam karirnya, ia bergabung kembali dengan mantan pelatih Felix Magath dan memenangkan Piala Jerman kedua bersama Schalke 04. Karimi mengakhiri karir bermainnya di Iran di Persepolis dan traktor Sazi, yang memenangkan Piala Hazfi pada musim terakhir karirnya.

Dalam pertandingan sepak bola internasional, Karimi melakukan debutnya di Iran pada 13 Oktober 1998, pada usia 19 tahun.

Dia berpartisipasi dalam total 127 kompetisi profesional dan berpartisipasi dalam lima acara besar, termasuk Asian Games 1998, 2000, 2004, Piala Asia 2007, dan Piala Dunia FIFA 2006. Dia dikenal karena keterampilan bola yang sangat baik, kemampuan menggiring bola dan kemampuan bermainnya, dan sering disebut sebagai Maradona dan Penyihir Asia.

Ia dianggap sebagai salah satu pemain terhebat di Asia dan sering tercatat sebagai salah satu pemain Iran terhebat sepanjang masa. Pada Juni 2020, dalam jajak pendapat yang dilakukan di situs Albayan dengan gelandang Chili Jorge Valdivia (Jorge Valdivia), ia dinobatkan sebagai pemain asing terbaik di Liga UEA dengan 25% suara.

  1. Daniel Davari

Putra dari Iran kelahiran diJerman ini juga merupakan seorang pemain timnas Iran yang sudah biasa merumput pada klub yang ada di Jerman Eintracht a Brauschweig. Menurut kabar, pelatih Carlos Queiroz rela membayar mahal agar Daniel bisa bermain untuk timnas sebelum Piala Dunia 2014.

Daniel tidak membela timnas Iran saat bermain melawan Lebanon di kualifikasi Piala Asia 2015 karena harus merumput bersama Brunswick (Eintracht Braunschweig) yang akan menghadapi laga krusial untuk menentukan Laju ke Bundesliga. Kiper kelahiran 6 Januari 1988 itu baru kembali membela timnas Iran dalam laga melawan Kuwait bulan depan.

  1. Mehdi Mahdavikia

Mehdi Mahdavikia (Mehdi Mahdavikia) adalah bek kanan atau bek tengah timnas Iran. Selain membela beberapa tim lokal di negaranya, ia juga pernah bermain untuk klub ternama Jerman seperti Hamburger SV dan Eintracht Frankfurt. Pemain sepak bola kelahiran Teheran pada 24 Juli 1977 ini juga mengukuhkan negaranya pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

Perjalanan Tahun Esteghlal FC

Perjalanan Tahun Esteghlal FC

naftclub.comPerjalanan Tahun Esteghlal FC. Klub Sepak Bola Esteghlal Tehran, Biasanya diketahui selaku Esteghlal FC, merupakan orang Iran klub sepak bola berplatform di ibukota Teheran, yang bersaing di Aliansi Membela Teluk Persia. Klub ini dibuat pada tahun 1945 selaku Docharkheh Savaran serta tadinya diketahui selaku Klub Sepak Bola Taj Tehran antara 1949 serta 1979. Klub ini merupakan bagian dari klub multisport Esteghlal dari Industri Atletik serta Adat Iran. Mereka merupakan regu awal yang menemukan 1000 nilai Aliansi Membela Teluk Persia.

Semenjak dini Masa 1973–74, Esteghlal sudah memainkan perlombaan kandangnya di Azadi yang mempunyai a kapasitas tempat bersandar dari 78. 116, walaupun sanggup menahan lebih banyak orang sepanjang perlombaan berarti. Esteghlal membuat rekor kedatangan buat suatu Kompetisi Klub Asia sesuai 1999 kala 125. 000 pendukung melihat perlombaan akhir mereka melawan Júbilo Iwata di Teheran. Klub ini dipunyai serta dibantu oleh Departemen Berolahraga serta Anak muda.

Baca Juga: Sejarah Ali Daei Pemain Legenda Iran

Esteghlal merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Teheran serta Iran, serta mempunyai asal usul yang dalam Sepak bola Iran. Itu merupakan salah satu klub sangat dibantu serta berhasil di sepak bola Iran, sehabis memenangkan 2 Aliansi Champions AFC piala, 8 titel nasional serta rekor 7 piala nasional. Esteghlal pula mengetuai bagan sejauh era dari Aliansi Membela Teluk Persia. Ikon asal usul klub menggenggam suatu kekuasaan, yang jadi julukan panggilan klub itu Kekuasaan Asia. Esteghlal mempunyai konflik lama dengan lawan lokalnya Persepolis Diketahui selaku Derby Sorkhabi( merah- biru) ataupun derby Teheran.

1945–69: Tahun- tahun dini, Kekuasaan Teheran

Pada bertepatan pada 20 September 1945, sebagian olahragawan belia serta siswa tercantum seseorang opsir tentara berumur 23 tahun Parviz Khosravaani( administrator awal klub), Asghar Navaab( Ahli mesin Sepeda), Enayat Jananpour( badan karyawan Badan Berolahraga Nasional), Mirzaee( juru kusen) serta Khashaaei( pengawal bank) mendirikan klub berolahraga Ferdowsi Jalur, Teheran. Sebab para penggagas klub beberapa besar terpikat pada bersepeda, julukan asli klub merupakan Docharkhe Savaran, Yang berarti Juru mudi Sepeda dalam bahasa Persia. Ali Danaeifard Instruktur serta pemeran rekreasi berasosiasi dengan mereka serta jadi instruktur awal serta Kapten Esteghlal. Klub sepak bola Esteghlal memainkan perlombaan sah pertamanya pada tahun 1946.

Di tahun awal, masa 1946, mereka berdiri di posisi kedua Aliansi Sepak Bola Teheran serta Piala Hazfi Tehran. Mereka main melawan regu kokoh semacam Daraei, Sarbaaz serta Shahin.

Masa 1947 selesai dengan piala Esteghlal awal, sehabis kemenangan melawan Daraei, Shahin serta Oghaab buat menggapai Piala Hazfi Tehran.

Penggagas serta pemeran Docharkhe Savaran yang terdiri dari Ali Danaeifard, Parviz Khosravani, Amou Oghli, Graeeli serta Seyyed Ali Agha sepakat dengan pergantian julukan klub jadi TAJ pada tahun 1949.

Semenjak dini Taj ataupun Docharkeh Savaran berkompetisi di Aliansi Lokal Teheran, yang pada dikala itu ialah aliansi dengan tingkatan paling tinggi di Iran. Pada 6 Maret 1950, Taj memainkan game sah pertamanya di depan lebih dari 20. 000 pemirsa Stadion Amjadieh melawan Shahin; Taj sukses berhasil pipih 1- 0.

Taj memenangkan 7 titel awal pada 1950- an serta 1960- an; 1949–1950, 1951–1952, 1957–1958 serta 3 kompetisi beruntun pada 1959–1960, 1960–1961 serta 1961–1962( pada tahun- tahun selanjutnya Taj meningkatkan titel pertamanya dari Aliansi Provinsi Teheran serta Piala Hazfi Tehran) serta lagi pada masa 1963–1964( Persepolis dibuat tahun ini di Bagian 3 Teheran).

Taj pula memenangkan 4 Piala Hazfi Tehran pada tahun 1947, 1951, 1958 serta 1959. Klub sangat berhasil di Iran antara tahun- tahun itu, sepanjang ini dari regu hebat yang lain semacam Daraei dengan 3 kepala karangan awal serta Shahin dengan 2 titel awal serta tempat 4 detik. Piala nasional awal didapat di Aliansi Sepak Bola Nasional 1957 sehabis kemenangan melawan regu Tabriz dengan 3 berhasil. Taj menggantikan sepak bola tehrans dalam perlombaan yang dimainkan di alun- alun Bagh- e- Homayun.

Ali Danaeifard mengatur Esteghlal sepanjang dekat 2 puluh tahun, awal selaku gelandang serta instruktur serta setelah itu pada tahun 1950 sampai 1967 selaku Instruktur Taj. Anak laki- lakinya Iraj Danaeifard Jadi bintang Taj serta regu Nasional di tahun 70- an serta putrinya merupakan instruktur sepak bola. Fans memanggilnya Father of Esteghlal. Iraj mengecap berhasil awal Iran sepanjang Akhir Piala Bumi di 1978, dengan equalizer melawan Skotlandia.

Sebagian pemeran terbaik tahun- tahun itu selaku selanjutnya: Mahmoud Bayati, Boyuk Jeddikar, Aref Gholizadeh, Parviz Koozehkanani, Mohammad Ranjbar, Mohammad Amir Khatami, Nader Afshar Alavinejad, Parviz Aboutaleb, George Markarian, Kambozia Jamali, Tenggelam Nayyerloo, Hassan Habibi, Heshmat Mohajerani, Fariborz Esmaeili, Mohammad Reza Adelkhani serta Ali Jabbari.

Derby lama Teheran merupakan perlombaan sensitif yang dimainkan antara TAJ serta Shahin di medio era, hingga tahun 1967. Sehabis kebangkrutan Shahin. Regu lain Meningkatkan pemeran Shahin ke regu mereka tercantum regu Terkini Lahir Persepolis. Shahin kembali pada 1974 selaku Shahbaz serta pada 1980- an selaku Shahin serta tidak terpaut dengan Persepolis. Boyuk Jeddikar merupakan penerbit pengecap berhasil terbaik dari perlombaan saingan itu buat Taj.

1970–78: Pemenang Asia serta Iran

Kompetisi Klub Asia 1970 merupakan versi ke- 3 dari pertandingan sepak bola tahunan klub Asia yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. 7 klub dari 7 negeri berkompetisi dalam invitasi itu. Invitasi itu diadakan di Teheran, Iran pada bulan April. Klub- klub itu dipecah jadi 2 tim serta pemenang tim dan runner- up maju ke semifinal. Taj dikalahkan Hapoel Tel Aviv Israel 2–1 di akhir buat memenangkan yang awal Kompetisi Klub Asia serta mengawali masa terkini dalam sepak bola Iran dengan memublikasikan profesionalisasi sepak bola di Iran.

Tahun ini menemukan martabat lain buat TAJ, titel aliansi nasional Iran awal: 1970–71 Aliansi Lokal di dasar manajemen legendaris Rajkov. TAJ dikalahkan Cocok 2–1 di perlombaan akhir. Kapten Ali Jabbari dipublikasikan selaku pemeran terbaik aliansi. TAJ sudah menggapai tempat ketiga Kompetisi Klub Asia 1971, satu tahun sehabis Piala Asia awal klub. Mereka dikalahkan Angkatan ROK dari Korea 3- 2 di perlombaan tempat ketiga.

Baca Juga: Wartawan Sport Wanita di Seluruh Dunia Berpendapat tentang Olahraga Wanita

Esteghlal berdiri di tempat kedua di aliansi 1973- 74, dengan cuma 2 nilai lebih sedikit dari Persepolis. Gholam Hossein Mazloumi merupakan penerbit pengecap berhasil paling banyak aliansi, dengan 15 berhasil. TAJ menggapai tahun 1974–75 Piala Takht Jamshid tahun selanjutnya, administratur kedua Aliansi Sepak Bola Iran buat Club. Mazloumi sedang jadi penerbit pengecap berhasil terbaik. Sehabis kompetisi, bintang Taj yang mempunyai permasalahan dengan administrator meninggalkan klub serta berangkat ke Shahbaz FC( julukan terkini Shahin FC); Mazloumi, Mohammad Reza Adelkhani serta Naser Hejazi. Sebagian pemeran lama semacam Kapten Ali Jabbari, Mansour Pourheidari, Akbar Kargarjam, Abbas Mojdehi, Ezzat Jaanmaleki( Kawat Berduri), Karo Haghverdian lebih senang meninggalkan sepakbola. Ketegangan sosial tiba ke klub, suatu makar melawan sistem yang bernama revolusi di tahun- tahun selanjutnya.

1979–2001: Revolusi serta pasca- revolusi

Sehabis 1979 Revolusi Islam di Iran, klub didapat ganti oleh yang terkini dibuat Rezim Islam serta diletakkan di dasar kontrol Badan Pembelajaran Badan dari Republik Islam dari Iran, Suatu badan penguasa, serta mengganti namanya jadi Esteghlal, Kebebasan dalam bahasa Persia; Taj Berarti Kekuasaan dalam bahasa Persia. Sehabis revolusi, ciri apapun dari pemerintahan despotisme tadinya tidak ditoleransi.

Sepanjang 1980- an, Esteghlal memenangkan Aliansi Sepakbola Tehran 2 kali. Itu 1989–90 Masa merupakan masa yang tidak terabaikan untuk Esteghlal. Klub ini menaiki posisi awal di Tim B Aliansi Qods serta maju ke semifinal. Esteghlal dikalahkan Malavan 4- 0 dengan cara hasil akumulasi buat maju ke akhir melawan lawan yang dibenci: Persepolis. Esteghlal menaklukkan Persepolis 2–1 dengan berhasil pada menit ke- 74 Samad Marfavi buat memenangkan Aliansi Qods; ini teruji jadi salah satu derby sangat berkesan buat Esteghlal. Pada masa selanjutnya, Esteghlal sukses menggapai akhir Piala Hazfi cuma buat takluk dari Malavan lewat adu denda.

1990–91 teruji jadi salah satu tahun sangat berkesan Esteghlal dikala mereka memenangkan Kompetisi Klub Asia buat kedua kalinya menaklukkan klub Cina Liaoning 2–1. Mansour Pourheidari meningkatkan satu lagi Piala Asia buat Esteghlal selaku instruktur kepala, beliau main selaku bek di kompetisi 1970. Pada tahun selanjutnya Esteghlal menggapai Kompetisi Klub Asia 1991 perlombaan terakhir lagi serta mereka takluk dalam adu denda Al- Hilal FC. Esteghlal sekali lagi menggapai akhir Kompetisi Klub Asia pada 1999, kali ini takluk dari klub Jepang Júbilo Iwata 1–2 di Teheran. Itu merupakan perlombaan penuh emosi di dasar penataran pembibitan Naser Hejazi.

2001- sekarang: Iran Membela League Era

2001 men catat tahun awal terkini dibuat Aliansi Membela Iran. Merambah hari terakhir, Esteghlal terletak di pucuk klasemen aliansi; Tetapi, dengan kegagalan Esteghlal serta kemenangan Persepolis, Persepolis dinobatkan selaku pemenang kesatu aliansi. Tetapi, Piala Hazfi 2001–02 membagikan hiburan buat Esteghlal dikala mereka menaklukkan Sepasi Dinihari 4–3 dengan cara hasil akumulasi buat memenangkan piala. Itu 2002–03 Masa merupakan salah satu tahun terburuk dalam asal usul klub, dikala mereka finis di antrean ke- 9 di dasar manajemen Roland Koch serta tereleminasi di sesi eliminasi tim Aliansi Champions AFC.

Pada Juli 2003, Amir Ghalenoi ditunjuk selaku administrator Esteghlal. Pada tahun pertamanya, Esteghlal jadi runner- up aliansi, finis 2 nilai di balik si pemenang Cocok Teheran. Ghalenoi pula sukses menggapai akhir Piala Hazfi dengan kegagalan hasil akumulasi 2- 5 Sepahan. Masa keduanya teruji kurang berhasil sebab Esteghlal finis ke- 3 serta kandas lulus ke Aliansi Champions AFC. Tetapi, 2005–06 masa merupakan tahun yang serupa sekali berlainan; Esteghlal dinobatkan selaku pemenang Aliansi Membela Iran buat awal kalinya di masa Aliansi Membela. Di akhir masa, Ghalenoi meninggalkan Esteghlal mengarah regu nasional profesi.

Pada tahun 2006 sehabis keberangkatan Amir Ghalenoi, asisten serta instruktur regu yuniornya Samad Marfavi mengutip ganti profesi kepala- kepelatihan. Esteghlal hadapi masa yang mengecewakan, finis keempat, alhasil kandas mengamankan tempat di Aliansi Champions AFC, dan cuma menggapai Sesi 16 di Piala Hazfi dengan kegagalan mencengangkan. Sepasi Dinihari. Sehabis keberangkatan Marfavi pada Agustus 2007, pemeran hebat Esteghlali yang lain, mantan pengawal gawang Nasser Hejazi mengutip ganti; namun sehabis cuma 14 perlombaan serta 4 kegagalan, Hejazi dihentikan selaku administrator pada November 2007. Firouz Karimi dipekerjakan selaku instruktur kepala sedangkan buat sisa masa ini; beliau tidak jauh lebih bagus dari Hejazi serta regu finis di antrean ke- 13 di aliansi, hasil terendah yang sempat terdapat. Firouz Karimi dihentikan pada Mei 2008 serta Amir Ghalenoi dipekerjakan kembali pada Juli 2008. Ia dengan kilat menata kembali regu serta Piala Hazfi teruji jadi hiburan yang bernilai, sebab Esteghlal jadi pemenang sehabis menaklukkan Pegah Gilan Dengan cara hasil akumulasi 3- 1, dengan begitu mengamankan tempat Aliansi Champions sehabis bolos sepanjang 2 tahun. Sepanjang masa penuh serta salah satunya awal Ghalenoi dalam kewajiban keduanya bersama Esteghlal, beliau mengetuai regu ke kompetisi Aliansi Membela Iran, finis di depan Zob Ahan mengenai perbandingan berhasil. Tetapi, sehabis tereleminasi di sesi eliminasi tim di Aliansi Champions AFC, Ghalenoi mengundurkan diri.

Samad Marfavi mengutip kontrol Esteghlal buat kedua kalinya; Marfavi mengetuai regu ke posisi ketiga aliansi finis di 2009–10 masa serta pula mengetuai regu ke sesi 16 besar Aliansi Champions AFC, takluk Angkatan laut(AL) Shabab dari Arab Saudi 2–3 dengan cara hasil akumulasi. Pada masa semi tahun 2010, Marfavi memanjangkan kontraknya satu tahun lagi, tetapi anehnya sebagian hari setelah itu beliau mengundurkan diri. Kali ini Esteghlal menoleh Parviz Mazloumi, mantan pemeran Esteghlal pada 1980- an. Sepanjang 2 tahun era jabatannya bersama Esteghlal, beliau mengetuai regu ke posisi kedua serta ketiga aliansi, dan beker Piala Hazfi di 2012. Sehabis takluk 0- 2 dari kawan senegaranya Sepahan di Sesi 16 Aliansi Champions AFC, Mazloumi dihentikan oleh klub serta Amir Ghalenoi mengutip kontrol Esteghlal buat ketiga kalinya.

Masa terkini diawali dengan tahun yang menarik untuk Esteghlal selaku mantan Aston Villa orang Jlloyd Samuel serta Regu sepak bola nasional Iran Kapten Javad Nekounam berasosiasi dengan regu. Dengan para pemeran ini, Ghalenoi tidak kesusahan bawa Esteghlal mencapai kemenangan aliansi yang aman dalam dirinya masa awal kembali. Regu pula sukses menggapai semifinal Piala Hazfi di mana mereka kesimpulannya takluk Sepahan. Tahun ini pula diisyarati dengan maju ke semi akhir Aliansi Champions AFC di mana mereka berjumpa regu Korea FC Seoul. Sehabis kegagalan tandang 0- 2 di leg awal, Esteghlal mengalami kewajiban berat; mereka kembali ke Stadion Azadi dengan banyak agama namun kesimpulannya takluk dari FC Seoul 2–4 dengan cara hasil akumulasi.

Itu masa berikutnya tetapi mengecewakan untuk Ghalenoi serta timnya. Dengan peluang buat memenangkan aliansi pada hari perlombaan terakhir, Esteghlal takluk 1- 3 Traktor Sazi serta turun ke posisi ke- 5, serta pergi dari slot aliansi pemenang. Esteghlal pula mengalami kegagalan mencengangkan di tangan Asrama Kerman di semifinal Piala Hazfi. Buat memenuhi tahun menggemparkan Esteghlal, regu kandas menggapai sesi knock- out Aliansi Champions AFC, finis ke- 3 di grupnya. Amir Ghalenoi memperoleh titel” Jenderal” dari fans klub atas penampilannya.

Sehabis Esteghlal dikalahkan Zob Ahan di akhir Piala Hazfi pada 29 Mei 2016, Parviz Mazloomi dihentikan serta digantikan oleh mantan pemeran serta Tehran Naftpelatih kepala Alireza Mansourian pada 1 Juni 2016. Esteghlal mengawali masa dengan kurang baik serta tereleminasi dari Piala Hazfi di Perempat akhir oleh Tehran Naft. Klub pula menghasilkan pantangan memindahkan buat rentang waktu masa dingin 2017 buat hutang yang belum dibayarkan Seimbang Chihi. Pada 7 Februari 2017, Esteghlal menaklukkan klub Qatar Angkatan laut(AL) Sadd mengenai adu denda buat maju ke Aliansi Champions AFC 2017 eliminasi tim. Esteghlal dikalahkan oleh Angkatan laut(AL) Ain 6- 1 pada perempat akhir Aliansi Champions AFC 2017 serta tereleminasi. Mansourian merupakan instruktur kepala Esteghlal sampai minggu ke- 7 masa 2017- 18 Aliansi Membela Teluk Persia. Mansourian mengundurkan diri sehabis mengakulasi cuma 5 nilai dalam 7 perlombaan serta berdiri di posisi ke- 16. Instruktur Jerman Winfried Schäfer dinaikan selaku administrator terkini Esteghlal Tehran pada 1 Oktober 2017, mengambil alih Alireza Mansourian. Ia dihentikan pada masa semi 2019 kemudian Farhad Majidi menggantinya, tetapi dihentikan pada akhir masa.

Pada Juni 2019, instruktur asal Italia Andrea Stramaccioni ditunjuk selaku instruktur Esteghlal, namun ia setelah itu meninggalkan klub pada Desember 2019 sebab kehancuran keuangan.

Sejarah Ali Daei Pemain Legenda Iran

naftclub.comSejarah Ali Daei Pemain Legenda Iran. Ali Daei adalah mantan pesepakbola profesional, manajer sepak bola, dan pengusaha Iran. Seorang striker, ia adalah kapten tim sepak bola nasional Iran antara tahun 2000 dan 2006, dan bermain di Bundesliga Jerman untuk Arminia Bielefeld, Bayern Munich dan Hertha Berlin.

Seorang penyerang tinggi, Ali Daei adalah pencetak gol yang produktif, dan dikenal karena akurasi dan kemampuannya di udara. Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di dunia dalam sejarah sepak bola internasional pria dengan 109 gol yang dicetak untuk Iran, sebuah pencapaian yang terdaftar di Guinness World Records. Selama karir bermainnya, Daei ditunjuk sebagai Duta Niat Baik UNICEF pada tahun 2001. Setelah pensiun, Daei menjabat sebagai anggota Komite Sepak Bola FIFA antara 2007 dan 2013. Pada 2014, ia dilantik menjadi Hall of Fame Sepak Bola Asia.

Karier klub

Tahun-tahun awal

Daei lahir di Ardabil, Iran. Daei lulus dari Universitas Teknologi Sharif di bidang Teknik Material (Metalurgi) dengan gelar B.Sc. gelar. Ia bermain untuk klub kampung halamannya, Esteghlal Ardabil, ketika ia berusia 19 tahun. Klub berikutnya adalah Taxirani F.C. di Teheran, di mana dia bermain selama satu musim, sebelum bergabung dengan klub lain yang berbasis di Teheran, Bank Tejarat F.C .. Dia tinggal selama empat tahun bersama Bank Tejarat, mencetak 49 gol dalam 75 pertandingan untuk klub tersebut. Ketenaran Daei sebagian besar dikaitkan dengan kemampuannya mencetak gol yang terkenal.

Baca Juga: Pertandingan Di Dasar Langit Biru Tehran

Pindah ke Eropa

Setelah bermain untuk beberapa tim liga kecil, Taxirani dan Bank Tejarat, pada tahun 1994 Daei bergabung dengan salah satu regu utama negara itu, Persepolis mengikuti penampilannya yang mengesankan di Piala Asia pada tahun 1996 saat Arminia Bielefeld bergabung dengan Bundesliga, mereka menandatangani kontrak dengan Daei dan miliknya. sesama rekan setim nasional Iran Karim Bagheri.

Daei menjadi pemain Asia pertama yang tampil dalam pertandingan Liga Champions UEFA. Namun di Bayern ia mendapati dirinya berada dalam urutan kekuasaan yang rendah. Ini ditambah dengan penjadwalan tim nasional Iran, Daei hanya menemukan sedikit waktu untuk bermain. Daei tidak senang dengan posisinya di klub dan memutuskan untuk pindah ke Hertha BSC sebelum kontrak tiga tahunnya berakhir, ketika Bayern memenangkan gelar juara di Bundesliga 1999. Dia mencetak gol pertama dan keduanya di Liga Champions UEFA pada 21 September 1999 dalam pertandingan penyisihan grup melawan Chelsea, dimenangkan oleh Hertha 2-1. Dia juga mencetak gol dalam hasil imbang 1-1 melawan A.C. Milan di San Siro. Namun bahkan di Hertha dia bukanlah pemain yang sangat penting, karena dia hanya salah satu dari banyak pemain sukses di skuad, yang akan memenuhi impian Hertha di Bundesliga dan Liga Champions UEFA.

Kembali ke Asia

Daei bermain di banyak pertandingan persahabatan kontinental melawan oposisi kelas dunia, namun masih tidak dapat mempertahankan posisi stabil di starting line-up klubnya. Pada tahun 2001, dia tidak termasuk pencetak gol terbanyak di babak Kualifikasi Asia dan dia tidak berhasil membawa tim ke Piala Dunia sebagai kapten untuk pertama kalinya. Dia bergabung dengan liga UEA pada usia 34 tahun, menandatangani kontrak dengan Al-Shabab sebagai agen gratis. Pada tahun 2003, Daei keluar dari tim UEA dan bergabung dengan tim lamanya di Teheran, Persepolis. Daei pindah dari Persepolis ke Saba Battery dengan status transfer gratis untuk kontrak sederhana sekitar $ 300.000.

Dia menghabiskan dua tahun di Saba Battery, mencetak 23 gol, memenangkan Piala Hazfi dan berpartisipasi di Liga Champions Asia. Setelah Piala Dunia 2006 dan kedatangan manajer baru Saba Battery, Farhad Kazemi, diumumkan bahwa dia tidak lagi dibutuhkan di tim dan kontraknya tidak akan diperpanjang. Meskipun rumor pensiun, ia menandatangani kontrak dengan klub terkait industri lain dari Teheran, Saipa, pada 1 Agustus 2006.

Pada 6 Maret 2007, Ali Daei didenda $ 2000 dan diskors selama empat pertandingan oleh Federasi Sepakbola Iran setelah insiden dalam pertandingan liga di mana ia menghantam muka Sheys Rezaei.

Pada 28 Mei 2007, setelah Saipa memenangkan Piala Teluk Persia 2006-07 dalam pertandingan melawan Mes Kerman, Daei mengumumkan pengunduran dirinya dari bermain sepak bola klub dan bahwa dia akan berkonsentrasi pada karir kepelatihannya.

Karier internasional

Daei dipanggil untuk bergabung dengan Tim Melli pada 6 Juni 1993 dalam turnamen Piala ECO yang diadakan di Teheran, di mana ia melakukan debut untuk Iran melawan Pakistan. Dia melanjutkan penampilan tim nasionalnya dan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak babak final Asia kualifikasi Piala Dunia FIFA 1994 dengan 4 gol dalam 5 pertandingan.

Meskipun mendapat kritik, Daei bermain di Piala Dunia FIFA 2006; kritik, bagaimanapun, lebih ditujukan pada kebugarannya dan ketidakmampuan pemain muda untuk berperan di Piala Dunia. Dari media Iran yang menyerukan pengunduran dirinya, Ali Daei selalu mempertahankan posisinya di Tim Melli dan menolak bahwa dia terlalu tua untuk bermain untuk tim.

Karier manajerial

Pada 8 Oktober 2006, setelah tiba-tiba pelatih Saipa dari Jerman, Werner Lorant, diangkat sebagai manajer sementara Saipa. Dia kemudian secara resmi diumumkan sebagai manajer penuh waktu. Pada 28 Mei, Saipa menjadi juara Piala Teluk Persia di musim pertama Daei memimpin. Memasuki musim keduanya sebagai manajer Daei melepaskan tugas bermainnya untuk juara bertahan dan mendapati dirinya di sela-sela waktu penuh. Hasil kampanye Saipa 2007-2008 tidak sesukses timnya yang finis di urutan ke-11 dalam tabel 18 tim Liga Pro Iran. Namun Daei membawa Saipa ke kelahiran perempat final Liga Champions Asia sebelum pergi untuk mengambil alih sebagai manajer penuh waktu tim sepak bola nasional Iran.

Pada 8 Oktober 2006, setelah tiba-tiba pelatih Saipa dari Jerman, Werner Lorant, diangkat sebagai manajer sementara Saipa. Dia kemudian secara resmi diumumkan sebagai manajer penuh waktu. Pada 28 Mei, Saipa menjadi juara Piala Teluk Persia di musim pertama Daei memimpin. Memasuki musim meyakinkan sebagai manajer Daei lepaskan tugas bermainnya untuk juara bertahan dan mendapati dirinya di sela-sela waktu penuh. Hasil kampanye Saipa 2007-2008 tidak sesukses yang terbentuk di urutan ke-11 dalam tabel 18 tim Liga Pro Iran. Namun Daei membawa Saipa ke kelahiran perempat final Liga Champions Asia sebelum pergi untuk mengambil alih sebagai manajer penuh waktu tim sepak bola nasional Iran.

Persepolis

Pada tahun 2009, Daei menolak tawaran pekerjaan sebagai manajer Rah Ahan. Diyakini secara luas bahwa Daei bisa menjadi in-line berikutnya untuk posisi kepelatihan Persepolis tetapi klub memilih Zlatko Kranjčar. Pada 28 Desember 2009 Daei terpilih sebagai pelatih Persepolis. Pada akhir Musim 2009-10, Persepolis finis keempat di liga tetapi mereka menjadi juara Piala Hazfi. Di final Piala Hazfi, Persepolis mengalahkan tim Liga Azadegan Gostaresh Foolad Tabriz 4-1 secara agregat untuk lolos ke Liga Champions AFC 2011. Pada musim 2010-11, Persepolis finis keempat di liga dan tersingkir di babak penyisihan grup Liga Champions AFC 2011 tetapi pada akhir musim Persepolis memenangkan Piala Hazfi 2010-11 setelah mengalahkan rival Sepahan, Foolad dan Malavan. Daei memiliki banyak orang yang menentangnya saat berada di Persepolis termasuk ketua Habib Kashani dan setelah perselisihan dengan Kashani, dia menyatakan bahwa “Saya tidak akan bekerja dengan Kashani Lagi”. Pada 20 Juni 2011, Panitia Teknis Perspolis kembali menunjuk Daei sebagai pelatih kepala Persepolis namun mengundurkan diri pada 21 Juni. Panitia teknis memilih Hamid Estili sebagai penerus Daei pada hari itu. Selama berada di Persepolis, Daei membesarkan banyak anak muda seperti Hamidreza Ali Asgari dan Saman Aghazamani serta pemain lain seperti Hadi Norouzi dan Maziar Zare dipilih untuk Tim Melli berkat Daei. Terlepas dari kenyataan bahwa banyak tantangan dan kesulitan seperti para pemimpin fans dan ketua klub Kashani menghalangi Daei, Persepolis dinobatkan sebagai Juara Piala Hazfi selama dua tahun berturut-turut dan para fans sendiri selalu mencintai dan menyemangati Daei tetapi pada saat yang sama mereka tidak mendukung pemain mana pun. Di bawah asuhan Daei, Persepolis meraih trofi back to back untuk pertama kalinya dalam 13 musim.

Rah Ahan

Pada 14 Juli 2011, Daei menandatangani kontrak satu tahun sebagai pelatih kepala Rah Ahan. Pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala Rah Ahan, ia bermain imbang 2-2 dengan Zob Ahan. Di musim pertamanya sebagai pelatih kepala Rah Ahan, ia memimpin klub tersebut ke posisi ke-11.

Baca Juga: Biografi Diego Maradona

Selama musim 2012-13 Ali Daei menggunakan banyak pemain muda seperti Mojtaba Shiri dan Omid Alishah, dan Rah Ahan menyelesaikan musim di posisi ke-8 yang merupakan hasil terbaik klub di liga sejak 1937. Berkat popularitas Daei, lebih banyak orang mulai menonton pertandingan Rah Ahan, dan untuk tahun kedua berturut-turut, Daei mampu mengalahkan mantan klubnya Persepolis.

Meskipun banyak rumor bahwa Daei akan meninggalkan Rah Ahan untuk klub lain seperti Persepolis atau Tractor, dia memutuskan untuk tetap bersama klub “untuk membangun tim yang dapat lolos ke Liga Champions AFC.” Namun, kontraknya diputus pada 20 Mei 2013, membuatnya menjadi pelatih kepala Persepolis.

Kembali ke Persepolis

Pada 20 Mei 2013, ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk menjadi pelatih kepala Persepolis setelah negosiasi panjang. Ini adalah kali kedua dia menandatangani kontrak dengan Persepolis, dia kembali ke tim asalnya setelah dua musim. Dia secara resmi memulai pekerjaannya dengan Persepolis pada 1 Juni 2013. Pertandingan pertamanya adalah melawan Tractor, yang dimenangkan Persepolis 1-0 dengan gol datang dari Mehdi Seyed Salehi. Pada akhir tahun pertamanya di Persepolis, timnya menjadi runner-up, dua poin lebih sedikit dari juara Foolad.

Dia dipecat pada 10 September 2014 setelah awal musim 2014-15 yang buruk.

Saba Qom

Pada 1 Juli 2015, Daei menjadi pelatih kepala Saba Qom, menandatangani kontrak dua tahun. Dalam dua musim bersama Saba ia finis kesembilan dan ketujuh di Liga Pro Teluk Persia. Dia meninggalkan Saba beberapa minggu sebelum dimulainya musim 2016-17 karena ketidakpastian dalam situasi kepemilikan Saba.

Tehran Utara

Daei menjadi manajer Naft Tehran pada 5 Juli 2016 dengan menandatangani kontrak dua tahun, menggantikan Alireza Mansourian. Dia memimpin Naft meraih gelar Piala Hazfi tetapi meninggalkan klub pada akhir musim.

Kembali ke Saipa

Daei menjadi manajer Saipa pada 14 Mei 2017, klub yang ia mulai karir kepelatihannya pada 2006 dan membawa mereka meraih gelar liga pada 2007. Ia memimpin klub selama dua musim dan dipecat pada akhir musim 2018-19.

Usaha Bisnis dan Filantropi

Daei memiliki perusahaan manufaktur kaos sepak bola sendiri bernama Daei Sport’s Wears & Equipments, membuat pakaian olahraga untuk klub olahraga Iran di berbagai bidang dan klub liga di seluruh dunia. Perusahaannya juga membuat kaus untuk timnas. Dia telah memberikan sumbangan amal yang sangat signifikan dan telah tampil dalam pertandingan sepak bola amal di seluruh dunia (menampilkan pertandingan Dunia vs. Bosnia dengan Roberto Baggio dan lainnya). Dia juga muncul dalam iklan UNICEF dengan David Beckham dan Madeleine Albright, dan secara teratur terlihat bekerja dengan organisasi tersebut.

Daei tampil pada 18 Juli 2007 dalam 90 Menit untuk Mandela, pertandingan antara Afrika XI dan Sisa Dunia XI untuk merayakan ulang tahun Nelson Mandela. Daei bermain sekitar 10 menit dalam pertandingan yang berakhir 3–3.

Kecelakaan

Pada 17 Maret 2012, mobil Daei terbalik saat dia berkendara kembali ke Teheran dari Isfahan bersama saudaranya. Menjelang kecelakaan, timnya, Rah Ahan, sempat dihajar Sepahan. Daei kemudian dipindahkan ke rumah sakit dekat Kashan. Petugas Media Rah Ahan, Hossein Ghadousi menyatakan bahwa “Daei dalam kondisi stabil sehubungan dengan tanda-tanda vitalnya dan saat ini tidak dalam bahaya akut akibat kecelakaan itu”. Dia dipindahkan ke rumah sakit Laleh di Teheran keesokan harinya.

Sebuah pernyataan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengatakan: “AFC berharap legenda Iran Ali Daei, yang terlibat dalam kecelakaan mobil pada hari Sabtu, cepat sembuh dan penuh. Kami siap membantu Daei, yang merupakan ikon sejati dari Sepak bola Asia. Pikiran dan doa kami menyertainya. “

Sepp Blatter, Presiden FIFA, mengatakan di halaman Twitter pribadinya bahwa dia terkejut mendengar Daei terluka. Dia juga mengirimkan harapan terbaiknya untuk kesembuhannya.

Jalan menyerang

Pada November 2020, Daei diserang oleh dua pencuri saat mereka mencoba mencuri kalung emasnya di Teheran. Polisi mengumumkan bahwa kedua pencuri telah ditangkap beberapa hari setelah mereka menyerang Ali Daei.

Autobiografi

Pada 7 April 2008, Daei mengumumkan bahwa ia telah mulai menulis otobiografi, yang akan dirilis pada Maret 2010, dan meskipun merenungkan “kenangan pahit dan manis” ia menyatakan ia akan “menyimpan beberapa rahasianya di dalam hatinya selamanya”. Buku itu belum dirilis.

Tujuan internasional

Lihat pula: Daftar gol internasional yang dicetak oleh Ali Daei

Daei dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak dunia dalam kompetisi internasional resmi oleh Federasi Sejarah dan Statistik Sepak Bola Internasional (IFFHS), setelah mencetak 20 gol dalam pertandingan kompetitif untuk Iran pada tahun 1996, termasuk 4 golnya yang terkenal melawan Korea Selatan di Piala Asia 1996. Di penghujung Piala Asia 1996, dia telah mencetak 29 gol dalam 38 penampilan untuk Iran. Dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia 1998, ia kembali berada di puncak tangga lagu, mencetak 9 gol dalam 17 pertandingan untuk Iran, mencapai saat itu, 38 gol dalam 52 penampilan untuk negaranya.

Abad tujuan internasional

Ali Daei bergabung dengan lingkaran pemain eksklusif dengan caps selama satu abad. Dalam kualifikasi Piala Asia 28 November 2003 di Teheran melawan Lebanon, ia mencetak gol internasional ke-85, mengangkatnya melewati legenda Hongaria Ferenc Puskás ke puncak daftar pencetak gol sepanjang masa dalam pertandingan internasional. Pada 17 November 2004, ia mencetak empat gol melawan Laos dalam kualifikasi Piala Dunia, memberinya 102 gol dan menjadikannya pemain pria pertama yang mencetak 100 gol dalam pertandingan internasional. Dia memiliki 149 caps untuk Iran dan, pada 13 September 2019, berada di peringkat ke-28 di antara daftar pemain paling tertutup di dunia.

Pertandingan Di Dasar Langit Biru Tehran

Pertandingan Di Dasar Langit Biru Tehran

Naftclub.comPertandingan Di Dasar Langit Biru Tehran. Berbagai macam marah berbaur campur di Stadion Azadi, Tehran pada 10 Oktober 2019. Di salah satu bagian tribun, partisan Kamboja jadi saksi pembunuhan 14- 0 oleh Republik Islam Iran, seseorang diri. Sedangkan, di bagian tribun lain, ribuan partisan wanita bergembira ria pora memperingati kemenangan; di dalam serta luar alun- alun.

Angka 14- 0 tidaklah hasil yang biasa dalam sepakbola. Walaupun Iran berkedudukan kesebelasan terbaik Asia bersumber pada Tingkatan FIFA ( tingkatan ke- 23 bumi) serta cuma sekali takluk sesudah Piala Bumi 2018( 15 kali berhasil dari keseluruhan 17 perlombaan), Kamboja sendiri( sepatutnya) tidak selemah yang ditunjukkan hasil akhir. Mereka sanggup menahan timbal Hong Kong 1- 1 serta cuma takluk 0- 1 melawan Bahrain dalam 2 perlombaan awal Kualifikasi Piala Bumi 2022.

” Aku tidak yakin perihal ini bisa terjalin,” cakap seseorang wartawan wanita, Raha Poorbakhsh, pada AFP. Beliau tidak tengah berdialog nilai di kediaman angka.” Sehabis bertugas di aspek ini sepanjang bertahun- tahun, melihat segalanya melalui tv, saat ini aku dapat merasakannya langsung.”

Poorbakhsh berdialog mengenai pengalaman selaku salah satu dari dekat 4. 000 wanita Iran yang terletak di stadion. Beliau berdialog mengenai independensi yang diimpikan semenjak 1981. Buat awal kalinya, para wanita Iran diizinkan membeli karcis serta tiba langsung ke stadion.

Baca Juga: Membahas Tentang Derby Terpanas di Tanah Arya

Arena berolahraga serta wanita memanglah bukan 2 perihal yang bersahabat di Iran sesudah revolusi yang dipandu Ruhollah Muzavi Khomeini. Kalangan konvensional yang memahami republik memandang stadion selaku salah satu pusat kemampuan kesalahan sebab wanita dapat memandang olahragawan laki- laki yang separuh bugil, terhampar ikrar kutuk, serta kelakuan kekerasan. Apalagi, Iran sempat mencegah wanita menggenggam kediaman julukan negeri pada Olimpiade 1988 di Korea Selatan.

” Aku tidak sempat berasumsi kita dapat masuk ke stadion, namun aku suka sebab perihal ini kesimpulannya terjalin,” tutur karateka gadis pengoleksi 8 kencana Kompetisi Asia serta satu kencana Asian Permainan, Hamideh Abbasali.

Bisa jadi, inilah metode sarwa bertugas untuk para wanita Iran yang lalu menahan serta berjuang sepanjang nyaris 4 dasawarsa. Melihat regu nasional sendiri menyarangkan bola sebesar 14 kali ke gawang rival bukan hadiah yang kurang baik, bukan?

Skuat ajaran instruktur Marc Wilmots dengan cekatan langsung mendatangi ribuan wanita sehabis perlombaan. Mereka akseptabel kasih atas sokongan sepanjang nyaris 90 menit penuh, membuat stadion gaduh walaupun cuma terisi tidak hingga 10% dari 75. 000 keseluruhan kapasitas.

Kiper penting Team Melli, Alireza Beiranvand, tidak bisa menahan iba atas momen memiliki ini.” Saat ini, kemauan terbanyak aku jadi jelas: istri aku bisa turut terletak di dalam stadion,” cakap dirinya.

Kelegaan bukan cuma kepunyaan Beiranvand seseorang. Bayangkan, tadinya, badan keluarga wanita para pemeran dapat jadi pidana bila tiba buat membagikan sokongan langsung.

Bahaya itu yang dialami oleh Parastoo, salah satu partisan yang muncul dalam peperangan vs Kamboja. Di Stadion Azadi yang serupa, satu tahun tadinya, Beliau nyaris dibekuk sebab nekad menyelinap buat melihat Persepolis mengalami Kashima Antlers dalam Akhir Aliansi Champions Asia pada November 2018.

Menggunakan jaket gelap, pakaian serta topi merah, Parastoo berkedok selaku seseorang laki- laki. Beliau sanggup melampaui kontrol awal serta kedua, namun tidak yang ketiga.” Polisi memandang kita serta berkata kalau wanita tidak diizinkan serta kita wajib kembali ke rumah,” tuturnya semacam yang ditulis wartawan John Duerden dalam artikelnya di Tortoise.

Parastoo sedang terhitung asian. Beliau terbebas dari ganjaran serta persekusi, tetapi tidak begitu dengan banyak wanita lain yang wajib`mengubah` bukti diri diri untuk muncul di stadion.

Dekat 2, 500 km ke arah barat laut dari Tehran, Zeinab Sahafi bersandar sendiri di suatu kedai kopi di Istanbul, Turki.

” Aku amat pilu aku tidak dapat terletak di situ( Stadion Azadi), namun pada dikala yang berbarengan aku suka sebab wanita lain dapat muncul,” ucapnya pada Tariq Panja buat The New York Times.” Ini semacam menanamkan suatu tumbuhan kecil, menyaksikannya berkembang serta kesimpulannya berhasil. Cuma saja, orang lain yang menyantap buahnya.”

Wujud berumur 23 tahun itu tengah bertapa diri- atau, lebih persisnya, mengamankan diri- dari buruan petugas kepolisian. Beliau telah terletak di Istanbul sepanjang 2 bulan. Bahaya dipenjara buatnya wajib berkenan jauh dari keluarga; cuma dapat menyaksikan film adik lelakinya yang berumur 7 bulan, Shahin, lewat handphone- nya.

Sahafi merupakan salah satu wanita sangat terkenal dalam lingkup sepakbola Iran atas keberaniannya berkedok. Akun Instagram- nya mempunyai 141. 000 pengikut.

Partisan Persepolis itu bukannya tidak mengenali resiko yang dialami. Beliau telah diborgol serta ditahan berulang kali semenjak awal kali muncul di stadion kala berumur 13 tahun. Menginap di kantor polisi, memaraf pesan statment tidak hendak mengulang, namun Beliau senantiasa melaksanakan perihal bertentangan.

” Aku keras kepala,” cakap diri Sahafi. Tidak seorangpun dapat menghalangi hasratnya pada sepakbola, tidak sekalipun hikayat hidup Iran, Ali Karimi, yang namanya kekal terajah di tangan kiri Sahafi.

Mantan pemeran FC Bayern itu sempat memohon Sahafi tidak tiba ke stadion kala mereka berjumpa di penginapan tempat regu nasional menginap sebagian tahun kemudian, tetapi tidak diindahkan.

Cuma dekat 3 minggu tertinggal untuk Sahafi buat bersembunyi di Istanbul- warga Iran tidak bisa bermukim di Turki lebih dari 3 bulan. Beliau ketahui mungkin besar hendak dipenjara kala kembali ke negaranya. Sedangkan era depan sedang nanar, Beliau cuma mau” menempuh hidup tanpa tekanan pikiran serta bisa jadi melihat sedikit sepakbola”.

Baca Juga: Sejarah Tentang Inter Milan, Tim Terbaik Serie A Italia

Sahafi, yang bertugas selaku juru tato di kota kelahirannya, Ahvaz, tidak sempat berpikir hendak menempuh kehidupan semacam penggerak. Cuma saja, Beliau merupakan seseorang perempuan, masyarakat negeri Iran, serta menyayangi sepakbola. Kombinasi ketiganya merupakan trisula memadamkan.

Ini bukan semata- mata ibarat. Pantangan yang tidak tercatat itu memanglah telah menyantap korban: Sahar Khodayari, The Blue Girl( Si Wanita Biru).

” Mereka mengingatkan kita buat tidak mengatakan Blue Girl,” cakap salah seseorang pemirsa, Donya, pada Deutsche Welle sesudah perlombaan di Stadion Azadi. Suatu film membuktikan satu wanita nyaris diusir dari tribun sebab bawa plakat bertuliskan” The Blue Girl”, tetapi tidak jadi sebab pemirsa lain yang muncul menyorakkan” Kita merindukan kehadiranmu, Blue Girl!” dengan cara berbarengan.

Khodayari mempunyai kedudukan besar atas permisi untuk para wanita Iran muncul di stadion. Beliau rawan 6 bulan bui sehabis terjebak berkedok selaku laki- laki buat meyaksikan Derby Tehran antara Persepolis dengan Esteghlal FC- klub favoritnya- pada Maret 2019. Beliau dikira” menistakan khalayak sebab melalaikan ketentuan berpakaian untuk wanita”, begitu juga yang tercatat dalam akta sah majelis hukum.

” Ialah suatu kesalahan untuk seseorang wanita buat berangkat ke stadion serta memandang laki- laki separuh bugil,” tutur beskal penggugat biasa, Mohammad Jafar Montazeri, pada Agustus kemudian.” Kita tidak hendak bungkam di hadapan mereka yang berani melawan tabu”.

Khodayari menyangkal diberangus; membakar diri sendiri di depan bangunan majelis hukum saat sebelum konferensi yang dijadwalkan pada 1 September. Beliau tewas dampak 90% cedera bakar di badannya 6 hari setelah itu. Aksinya mengundang suara perlawanan yang jauh lebih berdengung dibanding bahaya Montazeri.

Wanita berumur 29 tahun itu dinamai Blue Girl seturut dengan warna kehormatan Esteghlal, yang menghasilkan statment sah:” Beliau mensupport kita biarpun politik buatnya bawah tangan, namun apa yang dapat kita jalani buat mensupport dirinya? TIDAK Terdapat Serupa SEKALI. Kita merupakan para pengecut”.

Permusuhan hebat antara Persepolis serta Esteghlal yang sudah berjalan semenjak Iran sedang berupa negeri despotisme tidak membatasi keduanya buat bersuatu dalam gelisah. Mereka mengheningkan membuat saat sebelum tahap bimbingan.

Para penggemar laki- laki di kota Rasht terkumpul pada 16 September. Satu suara, bersenandung,” Oh, Wanita Biru Iran, namamu kekal” di pantai Laut Kaspia.

Aliansi Sepakbola Iran( FFIRI) serta penguasa terpojok sesudah kematian Khodayari. FIFA mengecam hendak berikan ganjaran bila wanita sedang tidak diizinkan merambah stadion per 10 Oktober- maka, perihal seperti itu yang dicoba.

Juga begitu, situasinya sedang jauh dari tutur sempurna, begitu juga yang tercatat dalam Statuta FIFA Art. 4 mengenai Anti- Diskriminasi, Kesetaraan, serta Netralitas.

Para wanita yang muncul di Stadion Azadi malah diperlakukan seperti partisan tandang. Mereka memperoleh tribun spesial yang terpisah dari pemirsa yang lain. Jatah karcis yang disiapkan pula sangat sedikit.

Ahli ucapan penguasa, Ali Rabiei, berkata kalau” prasarana di Stadion Azadi sudah sedia buat kedatangan wanita”. Kenyataannya, tidak terdapat kamar kecil spesial wanita di sana- selama bertahun- tahun, FFIRI menyangkal membuatkan kamar kecil untuk wanita dengan alibi kekurangan anggaran.

Independensi pers pula jadi persoalan. Juru foto wanita tidak memperoleh permisi buat meliput. Bagi informasi yang diperoleh Commonwealth Human Rights Initiative, tv nasional Islamic Republic of Iran Broadcasting( IRIB) menyangkal menayangkan perlombaan bila terdapat juru foto wanita.

Apalagi, IRIB dikenal terencana tidak menunjukkan para partisan wanita di tribun dalam Akhir Aliansi Champions Asia 2018. Selaku data, beberapa kecil wanita diperbolehkan muncul lewat cara pemilahan. Kepala negara FIFA, Gianni Infantino, muncul dalam perlombaan itu.

Itu bukan awal kalinya Infantino melihat perlombaan di Iran. Beliau pula luang menyaksikan Derby Tehran pada Maret 2018, kala 35 wanita ditahan sebab berupaya masuk ke dalam stadion.

Intensitas Infantino serta FIFA melempangkan statuta mereka sendiri memanglah sedang diragukan. Mereka sudah berikan ganjaran untuk banyak aliansi dalam sebagian tahun terakhir. Yunani, Sudan, Pakistan, Kuwait, Sierra Leone, serta pasti saja Indonesia dihukum atas campur tangan penguasa. Tetapi, mereka tidak sempat betul- betul jelas kepada Iran buat hal anti- diskriminasi.

Maryam Shojaei, adik dari kapten timnas Iran, Masoud Shojaei, menceritakan pada The New York Times kalau Beliau sudah mengirim sekurang- kurangnya 8 pesan pada FIFA. Beliau pula sempat membagikan petisi bermuatan 200. 000 ciri tangan supaya pantangan untuk wanita Iran dicabut pada pejabat FIFA, Fatma Samoura, pada November 2018.” FIFA tidak beranjak lumayan kilat serta saat ini Sahar sudah tidak,” tutur dirinya.

Ini waktunya FIFA meyakinkan kalau mereka memanglah( sedikit) bermanfaat. Infantino wajib membenarkan permintaannya mengenai” wanita wajib diizinkan masuk ke stadion sepakbola di Iran buat semua perlombaan” betul- betul dipatuhi FFIRI.

Tidak sedikit yang membimbangkan, seandainya FIFA betul- betul menjatuhkan ganjaran, FFIRI berkenan menekur. Ternyata, malah timbul kebingungan FIFA hendak`dikelabui`.

Bisa jadi saja untuk FFIRI buat memperbolehkan beberapa wanita membeli karcis serta muncul langsung di stadion. Tetapi, sepanjang independensi itu belum sebanding dengan yang dipunyai laki- laki, hingga inklusivitas itu cuma pura- pura belaka.

Ayo, bersama akur terlebih dulu: wanita sedang jadi masyarakat kategori 2 dalam sepakbola.

Pembedaan itu muncul dalam bentuk berbeda- beda di tiap negeri. Di Indonesia, misalnya, pasti tidak se- ekstrem di Iran, tetapi senantiasa saja sedang banyak perihal menjijikan.

Kamu( baca: laki- laki) tidak butuh jadi edan buat masuk ke kamar kecil wanita. Lumayan jadi partisan bola. Paling tidak, perihal seperti itu yang terjalin di sebagian ujung Stadion Gairah Bung Karno kala Indonesia mengalami Malaysia, September kemudian.

Tidak cuma para partisan wanita, para pemeran juga pula kena toksin maskulinitas. Belum lama, timbul slogan dari salah satu golongan`oknum` partisan Arema FC yang membandingkan pesepakbola gadis Persebaya Surabaya dengan- tanpa kurangi rasa hormat- pekerja seks menguntungkan.

Sedangkan, dalam peperangan Persija Jakarta vs Persib Bandung, para suporternya- yang pasti saja seluruhnya pria- sibuk dasar libas di tribun Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Seburuk- buruknya PSSI, inisatif mengadakan Aliansi 1 Gadis sepatutnya dibantu dengan cara positif. Belum banyak negeri di Asia yang mempunyai aliansi sepakbola wanita( yang berjalan pada 2019: Australia, Cina, Hong Kong, Iran, Jepang, Yordania, Korea Selatan, Kyrgyzstan, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Uzbekistan, serta Vietnam).

Bila aturan kelolanya bagus, bukan tidak bisa jadi Garuda Bumi sanggup jadi salah satu kesebelasan kokoh, paling tidak di Asia. Apakah kamu( baca: laki- laki) tidak letih memandang hasil sepakbola putra yang begitu- begitu saja- bahkan relatif jalur mundur- sejak Soeharto sedang berprofesi selaku kepala negara republik?

Membenarkan wanita merasa nyaman, aman, serta aman kala main serta menyaksikan sepakbola merupakan pembuktian jargon” berolahraga buat seluruh” bukan semata- mata manis di mulut. Perihal itu tengah diperjuangkan di Iran- sewajarnya pula di Indonesia, yang sejatinya terletak sebagian tahap di depan. Walaupun belum melegakan, paling tidak telah terdapat titik jelas.

Terdapat peribahasa terkenal yang melukiskan kehidupan sesudah berdirinya Republik Islam Iran:“ Saat sebelum revolusi, orang minum di depan biasa serta berharap di kamar. Sehabis revolusi, orang berharap di depan biasa serta minum di kamar.”

Khodayari belum lahir kala tanah tempatnya lahir serta dikubur, Kota Bersih Qum, jadi tempat Khomeini menanamkan bibit- bibit revolusi. Tetapi, keduanya tentu bersama`melihat`: sehabis revolusi, para wanita pula dapat nonton sepakbola di stadion.

Bila Khomeini memantau lewat lukisan mukanya berdimensi ekstra besar yang terpajang di Stadion Azadi( dalam bahasa Indonesia maksudnya leluasa), hingga Khodayari lewat langit biru Tehran.

Saat ini tantangan Queiroz berikutnya merupakan bawa Iran buat paling tidak menggapai 16 besar buat kali awal, di Piala Bumi 2018. Tetapi tantangan itu lumayan berat untuk Queiroz sebab mereka satu tim dengan Portugal serta Spanyol yang ialah favorit. Belum lagi Maroko, yang dengan cara mencengangkan tidak sekali juga kerasukan berhasil sejauh kualifikasi.

Saat ini bermukim gimana Queiroz sanggup meracik serta mencampurkan para pemeran yang sudah beliau temui sepanjang melatih Iran. Tetapi walaupun esok beliau kembali kandas bawa Iran lulus ke 16 besar, Queiroz sudah meninggalkan sistem yang amat bagus serta memberikan pemain- pemain yang main di pertandingan Eropa buat menguatkan Timnas Iran, spesialnya sehabis Piala Bumi hendak terdapat Piala Asia serta pula kompetisi- kompetisi tingkatan Asia.

Membahas Tentang Derby Terpanas di Tanah Arya

Membahas Tentang Derby Terpanas di Tanah Arya

naftclub.comMembahas Tentang Derby Terpanas di Tanah Arya. Daratan Asia senantiasa menyuguhkan permusuhan dampingi klub yang menarik buat dinikmati. Salah satu derby yang pantas dinikmatiÂ

berawal dari Tanah Arya ialah Tehran Derby. Bisa jadi Derby ini dapat dibilang selaku derby sangat panas di Asia.

Pada Awal mulanya Esteghlal merupakan klub berolahraga sepeda. 3 orang angkatan Iran, pada tahun 1945, mendirikan regu ini dengan Docharkhe Savaran. Sehabis 4 tahun berdiri klub ini terkini mulai fokus pada berolahraga sepakbola serta berganti julukan jadi Tej Teheran. Setelah itu sehabis revolusi Iran pada tahun 1979 klub ini bertukar julukan jadi Esteghlal FC. Pergantian julukan ini sebab saat sebelum revolusi Iran klub ini berhubungan dengan despotisme serta pemerintahan yang berdaulat pada dikala itu. Esteghlal sudah memenangkan ligaÂ

Iran sebesar 8 kali serta pemenang asia sebesar 2 kali.

Sebaliknya Persepolis dibuat pada tahun 1963 oleh Ali Abdo mantan petinju Iran. Pada era awal- awal tercipta, Persepolis lebih banyak berkutat di bagian dasar aliansi Iran. Persepolis terkini mulai bangun kala tahun 1968 merekaÂ

Baca Juga: Menilik 3 Prestasi Terbaik Striker dan Kapten Tim Nasional Iran Ali Daei

memakai mantan pemeran Shahin FC, klub yang dibubarkan oleh penguasa pada tahun 1967 sebab alibi politik. Administrator Persepolis dikala Itu Parviz DehdariÂ

bawa sebagian bekasÂ

pemeran Shahin FC buat berasosiasi ke Persepolis.

Semenjak dikala itu Persepolis berganti jadi salah satu klub tersukses di Iran. Penentuan julukan Persepolis oleh Ali Abdo termotivasi dari suatu kota kuno pada era Persia. Julukan Persepolis berawal dari bahasa Yunani ialah perses yang berati Persia serta polis yang berarti kota. Pada era dulu Persepolis ialah salah satu bunda kota kerajaan Persia. Persepolis sudah memenangkan titel aliansi Iran sebesar 9 kali serta 1 Piala Winners Asia pada 1991.

Permusuhan antara kedua klub sudah diawali semenjak aliansi Iran belum dibangun. Perlombaan awal dilaksanakanÂ

pada tahun 1968 dalam bagan pertemanan dampingi kedua klub serta selesai dengan hasil timbal. Dari Aliansi sepakbola Iran dibangun pada tahun 1970, tiap perlombaan antara kedua klub selaluÂ

berjalan dengan kegelisahan besar. Derby Teheran sudah dimainkan sebanyakÂ

80 kali.Â

Sebagian pemeran legendaris Iran semacam Ali daei, Mehdi Mahdivika, Ali jabbari, Gholam Hossein Mazloumi sempat main di derby ini.

Mula Permusuhan

Akibat serta sokongan dari pemerintahan yang berdaulat pada dikala itu jadi dini konflik kedua klub. Bagi Sina Saemian, seseorang pengarang asal Teheran, konflik berasal dari pembubaran klub Shahin FCÂ oleh penguasa sebab alibi politk. Sehabis dibubarkan banyak pemeran Shahin alih ke Persepolis serta bawa kebudayaan Shahin FC alhasil membuat konflik dengan Esteghlal alih ke Persepolis. Buat dikenal saat sebelum bertanding dengan Persepolis, Esteghlal ialah lawan berat Shahin fc. Sebaliknya disisi yang lain Esteghlal memperoleh sokongan dari pemerintahan yang berdaulat serta memperoleh banyak keringanan dari pemerintah

Perbandingan kerangka balik politik serta sosial menimbulkan kedua klub memiliki pendukung dari kategori yang berlainan. Persepolis dibantu oleh golongan kategori pekerja. Sebaliknya Esteghlal dibantu oleh banyak orang kategori atas Iran serta memperoleh sokongan dari pemerintahan yang berkusasa pada durasi itu. Kenyataan lainya yang menghasilkan derby ini panas merupakan kedua klub memiliki dasar partisan terbanyak di Iran. Persepolis memiliki partisan sangat banyak di Iran diiringi dengan Esteghlal di tingkatan kedua. Keyakinan serta dendam dampingi pendukung kedua klub tidak tidak sering membuat perlombaan selesai dengan bentrokan

Salah satu perlombaan sangat panas serta berakhir pada bentrokanÂ

terjalin pada tahun 2000. Kala itu kiper Esteghlal, Parviz Boroumand, memukul pemeran Persepolis Payan Rafat di wajah. Kedua pemeran ini tadinya bentrok mulut sepanjang perlombaan sampai selesai adu jotos. Bogem mentah itu menimbulkan perkelahian dampingi pemeran danÂ

tabrakan antarÂÂ

partisan di luar stadion yang menimbulkan lebih dari 250 busÂ

serta 100 gerai hadapi kehancuran. Dampak peristiwa itu polisi membekuk 3 pemeran dari tiap- tiap klub serta 60 fans yang dikira selaku agitator.

Kemudian terdapat lagi perlombaan kontroversial yang lain pada 11 januari 1995. Kala itu Persepolis telah menang 2 berhasil hingga menit 80, seketika Esteghlal sanggup membandingkan 2 berhasil yang salah satunya melalui titik putih. Ketetapan penengah yang membagikan depakan denda membuat marah partisan. Para pendukung Persepolis menyangka penengah sangat berat sisi. Dampak ketetapan penengah itu, partisan Persepolis mendobrak alun- alun serta menimbulkan ketegangan di alun- alun antara pemeran serta partisan. Dari peperangan itu aliansi sepakbola Iran menyudahi memakai penengah dari luar negara buat mengetuai derby ini untuk melindungi netralitas perlombaan.

Tehran DerbyÂ

sudah jadi salah satu even olahragaÂ

terbesarÂ

di Iran, dengan 100. 000 ribu pemirsa penuhi stadion serta ditonton lebih dariÂ

30 juta orang di tv. Sedemikian itu berartinya derby ini membuat titik berat pada pemeran serta pelatihÂ

buat memenangkan perlombaan amat besar. Hingga para partisan kedua klub berpikiran kalau memenangkan perlombaan ini lebih berarti dari memenangkan titel aliansi.

Dikala hari perlombaan ini berjalan, seluruh kegiatan warga serta cakra perekonomian kota Teheran tersendat sebab banyak orang pergiÂ

buat menyaksikan derby iniÂ

bagus di Stadion Azadi ataupun di layar tv. Sayangnya kalangan hawa Iran tidak dapat menikmati derby ini di stadion sebab sesudah revolusi Iran, penguasa mencegah wanita buat menyaksikan langsung sepakbola di stadion.

Pergantian yang lain sehabis revolusi Iran merupakan kedua klub terletak dibawah pengawasan penguasa. Seluruh peninggalan klub didapat ganti oleh penguasa serta pendanaan berawal dari penguasa. Namun pada 2005Â

Baca Juga: Biografi Diego Maradona

penguasa Iran berencana menjual kedua klub pada pihak swasta. Permasalahan keuanganÂ

serta pinjaman yang menggapai 30 juta euro jadi alibi penguasa buat menjual 2 klub ini. Semenjak 2009 bermacam usaha dicoba buat menjual kedua klub ini tetapi terkendala permasalahan administratif serta tantangan hukum.

Konsep ini menemukan tentangan dari bermacam golongan sebab pangkal pemasukan klub swastaÂ

Iran dari hak siar serta pemasaran karcis tidak lumayan buat membiayai klub. Penguasa Iran telah 3 kaliÂ

melaksanakan percobaanÂ

buat menjual kedua klub tetapi tak menghasilkan hasil. Banyak kebingungan yang timbul bila kedua klub diprivatisasi salah satunya merupakan permasalahan keamanan sebab kedua klub memiliki dasar sosial yang besar serta swastanisasi hendak membuat pengawasan penguasa kepada kedua klub jadi menurun.

Konsep swastanisasi serta permasalahan finansial yang mengenai kedua klub tidakÂ

membuat Derby Teheran kehabisan energi tariknya. Derby Teheran senantiasa menyuguhkan suatu yang istimewa buat dinikmati. Walaupun tidak semegah derby Madrid serta Bulu halus, namun Tehran DerbyÂ

serta sepakbola telah jadi bagian dari kehidupan banyak orang Iran danÂ

menjadiÂ

hiburan bagiÂ

orangâ orang Iran di tengah tengah tradisi kehidupan serta profesi yang meletihkan.

Perbandingan kerangka balik sosial serta adat menghasilkan derby ini lebih dari semata- mata derby lazim. Semacam peribahasa berkata kalau sepakbola lebih dari semata- mata game, sepakbola bukan saja mengenai strategi, aturan- aturan, serta statistik, namun pula tentangÂ

adat- istiadat serta adat yang diperoleh dari berolahraga bernama sepakbola, serta Tehran derby sudah jadi sejenis adat untuk orang Iran.

Pemain Terbaik Iran

idak banyak pemeran sepakbola yang namanya masuk ke dalam kelakuan buat dikisahkan ke semua bumi. Apalagi seseorang Kepala negara Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dapat sedikit berfungsi dalam perjalan karir pemeran asal Iran yang memperoleh julukan The Wizard of Teheran.

Ali Karimi merupakan satu dari demikian pemeran Iran yang luang menarik atensi bumi. Beliau lahir di Karaj, Iran, pada 8 November 1978.

Beliau mencatatkan 117 caps bersama Regu Nasional Iran, main buat Bayern München di Bundesliga Jerman, serta berhasil bersama Persepolis, merupakan sedikit narasi hal dirinya. Karimi merupakan satu—sebagian berkata beliau yang terbaik—dari pemeran berbakat yang sempat dibuat di Asia.

Tahun 2005 beliau dikontrak oleh raksasa Bundesliga, Bayern, sebab performa luar umumnya di pertandingan Piala Asia 2004 yang menempatkannya selaku pemeran terbaik Asia tahun 2004.

Bila mau memandang keelokan serta mukjizat dari metode main seseorang Ali Karimi, kita dapat memandang perlombaan perempat akhir Piala Asia 2004. Iran sukses menaklukkan Korea Selatan dengan angka 4- 3. Perlombaan itu jadi salah satu pementasan orang terbanyak yang sempat diamati di Asia.

Mengecap trigol dalam kemenangan itu, Karimi senantiasa jadi informasi penting. Sebagian partisan Korea menggelengkan kepala seakan tidak yakin. Ia senantiasa dihormati di Seoul.

Sebagian tahun tadinya, Ali Karimi sudah membuktikan kualitasnya serta jadi pembicaraan di area Asia Barat. Main buat Persepolis FC, beliau sukses bawa kesebelasan asal Iran itu mencapai titel pemenang 2 kali beruntun, ialah pada 1999 serta 2000. Tetapi 2 tahun tadinya, Karimi pula tampak menawan di Asian Permainan 1998, di mana Karimi sukses bawa Iran jadi pemenang, apalagi beliau mengecap berhasil di akhir.

Berkah performa bagusnya bersama Persepolis, pemeran yang berposisi selaku pemeran tengah ini menarik atensi kesebelasan Perugia serta Atletico Madrid.

Alih ke Eropa merupakan angan- angan para pemeran Asia pada dikala itu. Perugia berupaya buat mendatangkan Karimi, tetapi cinta tidak terdapat kesesuaian harga antara Persepolis dengan Perugia. Atletico Madrid pula berupaya mendatangkan Karimi. Pemeran yang populer dengan rambut panjangnya ini pula mengantarkan ketertarikannya buat main di Atleti.

” Ini merupakan mimpi untuk tiap pemeran buat main di aliansi semacam Spanyol. Aku hendak melaksanakan yang terbaik buat berangkat ke situ. Namun aku tidak mau berangkat ke situ cuma buat memperoleh kontrak. Aku mau berangkat serta main,” kata Karimi.

Ambisinya main di Eropa terkabul kala Bayer München menyewanya di tahun 2005. Di perlombaan pertamanya mengalami Bayer Leverkusen, ia langsung menenung jutaan pemirsa yang tiba ke stadion.

Karimi sukses bawa Bayern mencapai kemenangan dengan angka 5- 2. Ia pula membagikan asis buat terciptanya berhasil Roy Makaay. Susah diyakini kala seseorang pemeran Asia dapat memainkan debutnya di Eropa dengan performa yang sedemikian itu menawan. Aplaus tidak henti diserahkan pada dirinya.

Karimi lalu nampak matang di München 6 bulan selanjutnya, tetapi suatu musibah tiba kala beliau wajib hadapi luka pergelangan kaki kala berdekatan dengan Hamburger SV; seakan memberhentikan performa terbaiknya buat masa awal.

Membaik dari luka, Karimi kandas menunjukkan game terbaiknya sampai wajib kerap berdebat dengan Felix Magath. Tahun 2007, Karimi juga sah dilepas Bayern München serta kembali ke Qatar. Beliau luang main di Schalke 04 sebagian durasi tetapi beliau kembali kandas menunjukkan performa terbaiknya. Kariernya di Eropa sudah selesai.

Polemik pula atak bebas dari wujud Ali Karimi. Di Piala Bumi 2006, ia berdebat dengan Ali Daei di ruang ubah. Beliau menemukan julukan‘ Maradona Asia’ sebab perilakunya yang tidak segan- segan membagikan kritik pada aliansi sepakbola Iran.

Pada 2008, aliansi sepakbola Iran membagikan ganjaran yang mencegah ia dari regu nasional sehabis mempersoalkan aliansi sepakbola Iran tidak profesional. Ganjaran itu dapat dicabut kala Kepala negara Ahmadinejad membagikan bimbingan pada aliansi Iran.

Walaupun lumayan kontorversial, Ali Karimi jadi bagian kala bawa Iran lulus dari sesi kualifikasi Piala Bumi 2014. Partisan Iran memohon instruktur Qarlos Queiroz buat memasukkan julukan Karimi ke dalam lapisan pemeran yang di membawa ke Brasil. Tetapi sayangnya ia wajib tergeser oleh para pemeran belia Iran.

Karimi tidak sempurna. Ia terhitung pemeran yang lumayan penuh emosi tetapi itu merupakan beberapa dari pesonannya. Walaupun sedemikian itu hingga hari ini beliau diketahui selaku salah satu hikayat Asia yang berdialog banyak di sepakbola bumi: seseorang penyihir dari Iran.

Ingin Merasakan kesetaraan melalui sepak bola

Warga Barat senantiasa mencap Iran selaku negeri represif, beringas, kelu, kuno serta tertutup kepada warga luar serupa, seperti Korea Utara dengan pemerintahan bangsa Kim Jong Il- nya. Tetapi pasti saja streotip itu salah besar, Iran merupakan salah satu negeri maju di Timur Tengah yang mempunyai asal usul peradaban yang sedemikian itu klasik melalui nenek moyang mereka yang mengetuai kerajaan Persia.

Selaku negeri Islam konvensional, Iran memanglah amat sedemikian itu menjunjung besar agama Islam selaku pandangan hidup yang betul- betul mereka lakukan diberbagai bagian bagus itu hukum, politik, ekonomi, adat, sampai perihal sepele dalam pergumulan warga. Perihal inilah yang kadangkala senantiasa berbenturan dengan metode penglihatan warga Barat. Baru- baru ini, segerombol anak belia dibekuk oleh polisi Iran sebab membuat film berjudul” Happy” yang menggemparkan youtube.

Alibi polisi membekuknya sebab berlawanan dengan norma warga Iran. Dengan cara gamblang memanglah untuk warga di luar Iran, kelakuan yang dicoba segerombol pemuda- pemudi dengan berjoget- joget merupakan sesuatu yang alami. Tetapi tidak untuk Iran. Terlebih ketiga perempuan yang tampak di film itu tidak mengenakan kerudung, perihal seperti itu yang membuat penguasa Iran marah.

Iran memanglah meresmikan ketentuan yang sedemikian itu kencang kepada kegiatan perempuan di luar, paling utama dalam pertanyaan hal kerudung. Dalam sepakbola juga serupa.

Di Iran, memandang kalangan hawa muncul menyaksikan sepakbola di stadion berdampingan dengan kalangan adam merupakan anomali. Salah satu alibi mengapa wanita dilarang muncul di stadion merupakan sebab mereka khawatir wanita terbawa- bawa tindakan kalangan laki- laki yang sering- kali melaksanakan ikrar kutuk, celaan, serta cacian dikala perlombaan berjalan di dalam stadion.

Serupa semacam negara- negara Arab yang lain, Iran meresmikan ketentuan kencang terpaut dengan pertanyaan pantangan ber- khalwat( berbaur baurnya laki- laki serta perempuan dalam satu tempat). Alibi inilah yang membuat wanita dilarang tiba ke perlombaan sepakbola laki- laki.

Namun apakah ketentuan ini ditaati? Pasti saja tidak, belum lama ini timbul kejadian terkini di Iran. Gadis- gadis belia, serta perempuan pada biasanya merupakan ekstrem dari sepak bola serta menjajaki informasi sepakbola apalagi bisa jadi lebih dari rekan- rekan laki- laki mereka, sering melaksanakan aksi- aksi berani. Mereka tidak ragu buat mengempiskan buah dada, memotong rambut, atau berkedok jadi laki- laki supaya dapat masuk ke Stadion. Apalagi, tidak tidak sering aksi berani semacam itu dicoba generasi para penguasa serta malim terkenal.

Biarpun sedemikian itu pemerintahan tidak mencegah 100% perempuan buat main serta menyaksikan sepakbola. Semenjak tahun 2009, di Teheran, terdapat stadion spesial berkapasitas 40. 000 bangku buat mengadakan perlombaan sepakbola perempuan. Yang bisa masuk pastinya cuma perempuan bagus itu pemeran, official regu, ataupun supporter. Diluar dari itu: tabu.

Hingga janganlah bingung, kala perlombaan diselenggarakan, di luar stadion nampak sebagian laki- laki yang berkelintaran kebimbangan sambil sesekali berupaya mengintip jalannya perlombaan. Dapat diduga, laki- laki itu merupakan salah satu instruktur regu sepakbola perempuan yang berkompetisi.

Menilik 3 Prestasi Terbaik Striker dan Kapten Tim Nasional Iran Ali Daei

Menilik 3 Prestasi Terbaik Striker dan Kapten Tim Nasional Iran Ali Daei

Setiap negara pasti memiliki pemain sepak bola legendarisnya masing-masing. Begitu juga dengan Iran yang memiliki pemain sepak bola legendaris yang bernama Ali Daei. Ya, pemain sepak bola yang mengambil posisi sebagai striker sekaligus kapten tim nasional Iran ini sangat berjasa dalam mengharumkan negaranya di dunia sepak bola internasional. Sosoknya dikenal sebagai striker yang yang sangat subur dalam mencetak gol. Bahkan, banyak tim yang menganggapnya sebagai momok yang sangat menakutkan sehingga perlu diwaspadai pergerakannya. Banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan oleh sosok striker dan kapten tim nasional Iran yang satu ini sehingga menjadikannya sebagai ikon sepak bola Asia. Berikut ini merupakan prestasi yang berhasil diraihnya selama menjadi striker dan kapten tim nasional Iran.

1. Catatan Rekor Pribadi Selama Membela Tim Nasional Iran
Ali Daei dikenal sebagai striker dan kapten tim nasional yang mencetak gol terbanyak sepanjang masa. Meskipun dirinya telah pensiun tetapi masih banyak pendukung tim maupun tim nasional yang mengenang ketajamanannya di dunia sepak bola. Bayangkan saja, selama membela tim nasional Iran sebanya 149 pertandingan saja dia sudah berhasil mencetak hingga 109 gol. Baik pada pertandingan persahabatan, Piala Asia, Piala Dunia, dan hingga berbagai kompetisi lainnya. Ketajamannya dalam mencetak gol dan kemampuannya dalam memimpin sebuah tim mampu membawa tim nasional Iran melaju ke Piala Dunia 1998. Perjuangannya bersama tim nasional untuk lolos ke Piala Dunia 1998 pun terbilang dramatis hingga membuatnya harus berjuang mati-matian karena lolos dengan kemenangan agregat gol tandang melawan Australia.

Baca juga : Fakta Persepolis, Klub Sepak Bola Terbesar Iran

Menilik 3 Prestasi Terbaik Striker dan Kapten Tim Nasional Iran Ali Daei

2. Prestasi Selama Bermain di Liga Jerman (Bundes Liga)
Guna meningkatkan skillnya sebagai seorang striker murni maka Daei memutuskan untuk meninggalkan Iran pada tahun 1997. Klub bernama Arminia Bielefeld dipilihnya sebagai tujuan setelah berhasil masuk sebagai klub promosi Bundes Liga 1. Meskipun demikian, Daei hanya membela klub tersebut selama semusim saja dan memutuskan untuk bergabung bersama Bayern Munich. Atas keinginan presiden klub yang sedang menjabat saat itu yaitu Franz Beckenbauer membuatnya langsung memutuskan untuk bergabung sebagai pemain asal Asia pertama di Liga Champion. Pasalnya, Bayern Munich pada waktu itu berhasil lolos hingga final Liga Champions Eropa. Sayangnya, klub yang dibelanya kalah pada saat melawan Manchester United dengan skor 2-1. Andaikan keajaiban tidak terjadi di dalam pertandingan mengingant Bayern Munchen sudah unggul 1-0 terlebih dahulu sudah pasti Daei menjadi pemain Asia pertama yang berhasil menjuarai Liga Champions Eropa. Namun, pada akhirnya Daei memutuskan untuk pindah ke Hertha Berlin pada tahun 1999 selama 3 musim.

Baca juga : 4 Klub Sepak Bola di Los Angeles yang Berlaga di NPSL

3. Prestasi Selama Bermain di Klub Asia
Setelah melalang buana di kompetisi Liga Jerman bersama Bayern Munich dan Hertha Berlin, Daei pada akhirnya memutuskan untuk kembali berkompetisi di wilayah Asia. Terdapat 4 tim yang berbeda selama berkiprah di wilayah Asia. Mulai dari tim Al Shabab di Uni Emirat Arab yang bergabung pada musim 2002/2003, tim Persepolis di Iran pada musim 2003/2004, tim Saba Battery asal Iran pada tahun 2004-2006, hingga tim Saipa FC pada tahun 2007. Selama berkarir di tim Asia, Daei berhasil mencetak 152 gol dari 287 pertandingan yang diikutinya. Seiring dengan bertambahnya usia, Daei memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2007 dengan meninggalkan berbagai prestasi yang gemilang.

Berkat Khodayari, Kini Sepak Bola Iran Membolehkan Kaum Perempuan Masuk Stadion

Berkat Khodayari, Kini Sepak Bola Iran Membolehkan Kaum Perempuan Masuk Stadion

Berkat Khodayari, Kini Sepak Bola Iran Membolehkan Kaum Perempuan Masuk Stadion – Kely Nascimento-DeLuca putri dari pesepakbola lagendaris Pele pernah bercerita bahwa dirinya, saat tengah dalam perjalanan beberapa tahun yang lalu bertemu dan berbicara dengan seorang perempuan Iran bernama Maryam Shojaei. Dia mengaku senang bertemu perempuan Iran itu karena dia familiar dengan nama saudaranya: Masoud Soleimani Shojaei, yang merupakan salah satu pemain terbaik dan kapten tim nasional Iran.

Maryam dan Kely cepat akrab. Karena keduanya tumbuh dalam keluarga yang mencintai sepakbola, di mana ada rasa kebanggaan serta kebersamaan yang unik sulit digambarkan. Tetapi ada juga perbedaan besar. Saat keduanya saling membandingkan pengalaman, Maryam mengisahkan bahwa walau dia suka sepak bola dan suka melakukan taruhan bola pada kawannya, dia tidak pernah bisa pergi ke stadion untuk menontonnya, bahkan dia tidak bisa mendukung kakaknya bermain, karena perempuan di Iran dilarang menonton pertandingan sepak bola langsung.

Kaum perempuan tidak hanya sekedar tidak diizinkan berada di stadion, katanya kepada Kely, tetapi ada hukuman untuk yang melanggarnya dengan penjara, kekerasan dan kadang-kadang penyiksaan dalam penjara. Kaum perempuan Iran dilarang masuk stadion sejak berlangsungnya Revolusi Islam 1979. Sejak saat itu, perempuan hanya bisa mendukung hanya lewat pesawat televisi di rumah masing-masing.

Namun beberapa bulan lalu, sejak 9 Oktober 2019, larangan itu dicabut oleh pemerintah Iran. Perempuan diperbolehkan setelah lembaga sepak bola dunia FIFA, menekan iran untuk melonggarkan segala larangan kepada fans sepak bola perempuan. Dalam hal ini, termasuk yang didorong oleh para aktivis perempuan Iran seperti Maryam. Pemerintah pun mengumumkan bahwa perempuan secara legal diizinkan mendukung tim sepak bola di stadion untuk pertama kalinya dalam 40 tahun. Tiket pun dibuka pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara tim nasional Iran saat melawan Kamboja pada 10 Oktober di Tehran.

Kejadian ini menjadi berita utama di seluruh dunia, kebanyakan pecinta sepakbola merayakan pengumuman tersebut. Mereka ikut senang melihat gambar fans sepak bola perempuan Iran ikut bersorak dan bersukacita, saat mendukung timnya di stadion pada hari pertandingan. Kejadian ini akan selalu menjadi kejadian yang dikenang. Apalagi bagi klub sepak bola Sikap baru Iran ini lantas dipuji, namun juga Iran harus memastikan bahwa penonton perempuan diperlakukan dengan penuh keamanan, karena dikhawatirkan masih ada pihak yang tidak terima.

Semua ini tidak akan pernah terjadi jika Seorang perempuan Iran yang bernama Sahar Khodayari tidak mencoba memasuki stadion sepak bola pada saat tim favoritnya, Esteghlal Tehran Football Club tengah bertanding. Khodayari sebulan sebelum larangan itu dicabut, mencoba menyamar menjadi pria, dia memakai wig biru, warna kebanggaan Esteghlal lalu masuk ke stadion. Tapi sayang, samarannya bocor, dia pun ditangkap pihak keamanan, lalu masuk jeruji besi tiga malam sebelum akhirnya dibebaskan.

Namun, dia mendapat kabar bahwa dia akan diadili karena pelanggarannya, proses ke pengadilan sedang diajukan, kabarnya dia bisa ditahan selama enam bulan. Takut akan di penjara lalu rumor bahwa dirinya akan disiksa di dalam penjara, Khodayari lalu membunuh dirinya sendiri dengan cara bakar diri. Tragedi Khodayari membuat klub Esteghlal Tehran bersimpati dan mengangkat Khodayari sebagai contoh fans sejati.

Tidak berhenti sampai di situ, tragedi Khodayari menarik perhatian dunia akan penderitaan fans perempuan di Iran. FIFA pun menuntut Iran melunak. Pemerintah Iran yang mendapat tekanan publik sepak bola lalu melunak, dan menyayangkan tragedi Khodayari itu.

Belajar Defensif Dari Timnas Iran, Modal Besar Tim Asia di Pentas Dunia

Belajar Defensif Dari Timnas Iran, Modal Besar Tim Asia di Pentas Dunia

Belajar Defensif Dari Timnas Iran, Modal Besar Tim Asia di Pentas Dunia – Secara defensif, Iran memperkenalkan gaya pragmatis dan konservatif yang yang semestinya diadaptasi oleh tim nasional asal Asia, jika ingin petualangan mereka di Piala Dunia Qatar sukses. Bintang bintang muda Persia yang juga dikenal sebagai Tehran Warrior atau The Melli itu mampu memainkan sepak bola efektif, penuh kerja keras, dengan kedisiplinan yang ketat seperti pekerja pabrik di pabrikan Jepang.

Tiap pemain adalah pemain bertahan namun punya andil besar dalam alur penyerangan. Jangan salah, mereka tidak memainkan total footbal, mereka hanya bermain dalam area per area, mengerti tugas besar dan tugas kecil dari masing-masing pemain yang menjaga areanya, dan harus mengungguli setidaknya dalam persentase duel melawan para lawan yang sulit.

Bayangkan saja, Pejman Montaz, Saeid Ezatolahi dan Omid Ebrahimi ketiganya dari Esteghlal Tehran harus mampu menahan pemain seperti Isco, David Silva, Gonzalo Guedes, juga Adrien Silva. Keduanya siapa sih? Bukan siapa-siapa, tapi statistik adalah statistik. Lawan-lawan hebat harus dilihat sebagai individu yang mampu dihadang dalam area, tidak lagi lewat kepungan-kepungan yang sia-sia.

Pemain Iran melapisi dua bank area, pertahanan dimulai sejak dari garis tengah dengan empat gelandang sejajar, gelandang bertahan mengapit gelandang tengah bersama seorang striker, sementara sayap bersama bek sayap menutup dua lokasi favorit sayap lawan, yakni final third [sisi dua pertiga dari gawang sendiri], dan outskirt line [dekat tiang jauh]. Apa ini artinya? Artiya, garis pertahanan dan lini tengah sangat terstruktur. Sementara ada striker yang loose end, berkeliaran di sekitar garis bek lawan. Sardar Azmoun, striker muda cepat Iran, yang merupakan satu-satunya pemain yang memberikan tekanan nyata pada garis lawan.

Pendekatan ini defensif dan sekaligus berbahaya untuk lawan yang lengah. Taktik ini paten dari Carlos Queiroz yang memungkinkan Iran untuk menggulung tim-tim yang kurang berbakat seperti India, Qatar, dan Cina sambil tetap solid melawan tim seperti Portugal, Spanyol, Korea Selatan, dan Maroko.

Seperti yang disebutkan pada artikel sebelumnya, Iran bukan tim possesion footbal, yang mengalir kan bola dengan bebas di area lawan. Pendekatan mereka mengarah pada gol yang bisa mereka cetak dari kesalahan lawan plus umpan silang cepat demi menciptakan situasi chaos di gawang lawan, pada titik itu gol benar-benar sangat untung untungan. Tapi terbukti, di Piala Dunia 2018, mereka bisa menutup toko semua striker top. Mereka hanya kebobolan masing-masing satu gol dari tim asal “Asgard” Portugal dan Spanyol. Dan berhasil membukukan dua gol juga ke dua tim. Sangat pelit, tapi efektif.

Pemain bintang mereka saat ini Alireza Jahanbakhsh, pemain sayap 26 tahun yang bermain di klub Brighton & Hove Albion di EPL Inggris. Di Liga Inggris Alireza memang mandul, tapi di Liga Belanda dia memimpin daftar top skorer gol dengan mencetak 22 gol plus12 assist. Semua orang tahu apa yang diharapkan dari Ali Reza dalam situasi chaos depan gawang, yakni naluri rebound dan ceploskan bola. Hal itulah yang diinstruksikan Iran pada pemain depannya.

Timnas sepak bola di Asia, wajib dan setidaknya pelajari bagaimana Iran bermain pragmatis dan menggebrak meja negara pemimpin klasik sepakbola. Telah lama kiranya timnas di Asia tidak lagi mampu mengimbangi tim-tim asal Barat. Memang sebelumnya Korea Selatan dan Jepang berhasil membawa nama harum, tapi itu dilakukan di kandang sendiri pada Piala Dunia 2002.

Fakta Persepolis, Klub Sepak Bola Terbesar Iran

Fakta Persepolis, Klub Sepak Bola Terbesar Iran

Fakta Persepolis, Klub Sepak Bola Terbesar Iran – Setiap Negara memiliki tradisi klub terkuat mereka sendiri. Entah terbagi dalam kekuatan tunggal dari satu klub yang mendominasi, seperti Bayern di Jerman, dan Juventus di Italia. Atau terbagi dua seperti Madrid dan Barcelona di Spanyol, serta Celtic dan Rangers di Skotlandia. Terbagi tiga seperti Ajax, PSV, dan Feyenord, di Belanda, atau antara Gent, Liege, dan Anderlecht di Belgia, Spartak, Zenith, dan Lokomotiv di Russia, dan Benfica, Sporting, Porto di Portugal. Atau tidak jelas siapa terkuat seperti di Liga Inggris dan Perancis.

Begitupun Iran, mereka memiliki tradisi klub terkuat, seperti Persepolis, Sepahan, dan Esteghlal [jika di Indonesia di baca Istiqlal]. Tiga klub itu kerap diperhitungkan di kejuaraan lokal maupun internasional di ajang AFC Cup. Adapun yang terbesar di Iran boleh jadi hanay Persepolis yang mampu juara sembilan kali Liga Teluk Persia Iran, dan salah satu klub terbesar di Asia.

Persepolis tidak hanya memiliki jutaan pendukung di tanah para Mulah itu, tetapi mereka juga diikuti oleh mayoritas warga Iran yang tinggal di luar negeri. Klub ini pun memiliki fakta yang layak diketahui pecinta sepak bola, diantaranya :

1. Kisah Haru 2008
Afshin Ghotbi, si anak yang hilang kembali ke tanah kelahirannya Tehran setelah 30 tahun tinggal di Amerika Serikat, menjadi warga negara paman Sam, lalu malang melintang di kompetisi Liga Major AS, menjadi asisten pelatih di banyak negara lalu dia pulang, mengambil alih kepelatihan Persepolis. Kehadirannya membawa rasa penasaan fans, yang terbayar tuntas. Dibawah kepemimpinannya pada helatan Liga Persia 2007-2008, dia diharapkan mengangkat Persepolis dari puing-puing musim sebelumnya.

Persepolis berhasil dia sebelum laga terakhir di posisi kedua, lalu di laga terakhir mereka menjamu pemuncak klasemen Sepahan. Laga besar, mereka atau kami juara. Persepolis atau Sepahan. Stadion Azadi lalu penuh sesak dengan 110.000 penonton. Kemenangan ditentukan hingga menit ke-96, saat Sepehr Heidari menyongsong bola di gawang Sepahan, gol.. golnya jelek tapi momennya terlalu indah dan dramatis untuk pendukung Persepolis. Ghotbi akhirnya membawa gelar liga Iran pada debutnya sebagai pelatih kepala.

2. Memenangkan Piala Kontinental
Untuk klub dengan ukuran dan status yang disandang Persepolis, penampilannya di tingkat Asia kurang menjanjikan. Namun akhirnya kesuksesan tingkat Asia itu datang pada Piala Winners Asia Cup 1991. Walau nilai kompetisinya tidak sementereng AFC Cup, tapi dengan mengalahkan klub asal Arab Al Muharraq di final memberikan Persepolis satu-satunya hadiah kontinental hingga saat ini yang sangat berkesan, karena persaingan tajam antara Liga Persia dengan Liga Arab. Dari pertandingan tersebut, banyak pemain judi taruhan bola di agen sbobet yang meraih keuntungan dari kemenangan Iran saat melawan negara Arab.

3. Pemain Persepolis Turut Berikan Kemenangan Untuk Squad Piala Dunia
Salah satu sumber terbesar kebanggaan Persepolis adalah mereka banyak mengirim putera terbaiknya untuk tim nasional. Hampir semua pemain Persepolis memberikan kontribusi pada kemenangan atas Amerika Serikat dan Maroko. Ali Daei dan Ali Karimi, Karim Bagheri, Mehdi Mahdavikia menjadi pemain penentu di setiap tampil dengan bendera timnas. Terutama Daei, dan Bagheri yang sangat mentereng, keduanya menyumbang 159 gol untuk timnas Iran. Sementara Karimi disebut pemain paling jenius dalam sejarah Iran, berkali-kali menjadi pemain terbaik Asia, suatu gelar yang juga pernah didapatkan oleh bintang terkenal Park Ji Sung, Son Heug Min, dan Hidetoshi Nakata. Dengan demikian pengaruh pemain Persepolis pada komunitas sepak bola Iran agar dikenal juga sangatlah besar.